Mag-log in"Tunggu, Roy. Kamu tidak perlu melakukan itu. Aku cuma mengetes kesetiaanmu padaku. Terima kasih, Roy. Kamu memang calon adik ipar terbaikku. Roy, dengan uang yang kumiliki, aku bisa saja membayar mafia, bahkan sekelas Hugo, untuk melenyapkan Dara dari dunia ini, tapi aku bukan manusia sekejam itu. Dara tidak salah apa pun padaku, begitu juga Damian."
Begitu mendengar nama Hugo disebut, Roy tampak gelisah. "Kak Elshi, kakak tahu dengan Hugo?" tanya Roy."Siapa yang tidak tahStoppppp, Elshi! Stopppp, jangan mendekat, aku bilang!" teriak Intan dalam tangisnya yang sesak."Karena kamu sudah melibatkan aku, maka aku akan ikut lompat jika kamu lompat. Jika tidak begini, aku akan menyesal seumur hidup tidak bisa menyelamatkanmu dari situasi ini. Kalau aku mati, aku tidak akan hidup dalam penyesalan seumur hidup," kata Elshi seraya mendekat ke arah Intan.Intan mulai tenang. Dia tidak lagi melawan dan nekat saat Elshi mendekat."Elshi, hanya kamu satu-satunya orang yang peduli denganku sejak dulu. Elshi, aku sudah merusak kepercayaanmu, aku tidak becus menjaga amanahmu. Kini toko bunga darimu yang dulu sempat berkembang dan maju terpaksa ku jual. Aku salah pergaulan, Elshi. Aku salah pilih teman. Mereka membawaku ke obat-obat terlarang yang membuat syaraf ku rusak dan juga kecanduan. Aku juga ikut judi online dan ketagihan. Kini hutangku di mana-mana, aku benar-benar menyesal, aku tidak berguna." Tangis Intan pecah sejadi-jadinya.
Bagian depan mobil tersebut mengalami ringsek parah. Elshi menyentuh kepalanya yang luka dan mengeluarkan banyak darah. Sementara Mario dan Henny tampak baik-baik saja. Mereka hanya sedikit syok."Queen, kita harus ke rumah sakit sekarang. Kamu terluka parah. Aku akan pesan taxi sekarang juga," kata Mario."Tidak, aku tidak mau ke rumah sakit. Aku harus balik ke markas sekarang juga. Kamu pesan taxi untuk aku pergi ke kota, sementara kalian tolong panggil jasa perbaikan mobil terdekat untuk memperbaiki mobil kita," kata Elshi.Mereka tidak bisa melarang Elshi yang tampak keras kepala. Akhirnya, mereka terpaksa membiarkan Elshi pergi naik taxi menuju markas.Sementara itu, di markas, Zea dan Roy membersihkan tubuh Damian. Mereka memanggil tukang cukur profesional untuk merapikan rambut Damian. Roy juga membantu Damian membersihkan kumis dan jenggotnya yang memanjang. Tidak lupa Zea memanggil ahli psikolog untuk mencek kondisi jiwa Damian.
Keesokan harinya, Roy dan Zea diam-diam masuk ke ruangan tawanan Damian. Betapa terkejut dan prihatinnya Zea dan Roy begitu melihat keadaan Damian yang sangat menyedihkan. Rambut Damian kini tumbuh memanjang, bahkan hampir sepanjang rambut Zea. Wajahnya tampak dipenuhi kumis dan jenggot. Walau begitu, tidak bisa menyembunyikan ketampanan pria ini. Badannya tampak masih kekar walau agak kurusan. Tubuh kekar Damian selama ini diperoleh karena kerja kasar, beda dengan orang-orang yang memperoleh tubuh indah lewat olahraga khusus atau nge-gym. Jadi, walau sudah tidak bekerja, tubuh kekar Damian tidak mudah hilang. Roy dan Zea yang tampak syok dengan cepat memeluk tubuh Damian. Mereka ikut terpukul melihat keadaan Damian. Damian tampak melirik, kemudian tiba-tiba memegang kepalanya. Di samping Damian, Roy dan Zea melihat banyak bekas obat suntik. Roy yang seorang lelaki sampai terisak melihat betapa tersiksanya Damian selama di
Elshi mendorong tubuh Damian dengan kasar ke ranjang mewah di kamar tersebut."Jangan berani menekan ku, aku yang menguasai permainan. Aku tidak suka di bawah," bisik Elshi ke telinga Damian."Elshiku masih seganas dulu," kata Damian sambil tersenyum."Kalau begitu, aku akan berbaring dan menikmati. Kamu boleh kuasai permainan ini," lanjut Damian."Siapa yang mengajakmu bermain? Di sini kamu itu mainanku. Kamu hanya budak seks, jadi jangan mengira aku melakukannya karena benar-benar tertarik padamu," sahut Elshi sambil mengusap wajah Damian dengan cambuk di tangannya.Wajah Damian yang tadi tersenyum genit kini berubah drastis menjadi muram. Dia masih tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Elshi. Setelahnya, Elshi mulai menikmati tubuh Damian dengan caranya sendiri. Dia menggigit bibir Damian hingga pecah dan berdarah. Beberapa kali dia juga melayangkan cambukan ke tubuh Damian, namun lelaki perkasa tersebut tidak terlihat kesakita
Damian perlahan mendekat. Walau tangannya terikat dengan borgol, setidaknya dia masih bisa memeluk wanitanya yang tampak kehilangan arah ini.Saat tangan Damian ingin menyentuh wajah Gadis Rubah, dia segera menepi dan berkata, "Jangan mendekat!" dengan lantang.Damian tertegun sejenak. Tangannya yang tadi ingin menyentuh Elshi kini mengambang di udara. Dia nyaris tak mengenali lagi Elshi, kekasihnya yang dulu begitu lemah lembut dan manja kepadanya."Singkirkan tangan kotormu atau kupatahkan sekarang juga." Elshi menatap tajam, tatapan yang dia sengaja lakukan walau dia sebenarnya begitu sakit dan tak mampu. Hanya dengan cara itu dia bisa membunuh cinta di hatinya kepada Damian. Dia tidak ingin terlihat kalah dan lemah."Lakukan apa yang ingin kamu lakukan padaku, bahkan mati pun aku sanggupi." Damian tersenyum getir."Elshi, aku hanya bernapas. Sudah kukatakan aku sudah mati dari sore kemarin. Elshi, kenapa kisah cinta kita jadi begini?
"Bos, Queen Mafia kabur dengan pasukannya?" lapor Doni.Hugo tersenyum sinis."Tidak masalah, kita bisa mengatur rencana penyerangan balik. Lagian orang kita banyak yang terluka, akan sangat memalukan kalau sampai kita kalah di markas sendiri. Yang terpenting sekarang mental dia berhasil aku obrak-abrik. Ada manfaatnya juga aku angkat Damian jadi anak angkat, dia sekarang jadi benteng terkuat ku untuk merobohkan mental Elshi, dia tidak akan bisa bertindak benar jika pikirannya kacau, dan yang terpenting, anak kandungku aman. Dia akan mengira Damian adalah anakku yang harus dia bunuh, tapi inilah bagian menariknya, dia tidak akan mampu melakukannya karena siksaan perasaan cintanya pada Damian yang masih menggebu dan membara," jelas Hugo.Semua pasukan Queen Mafia yang terluka kini dalam pengobatan di dokter pribadi mereka. Elshi terus mendampingi untuk memastikan pasukannya aman dan segera pulih.Sementara Mario membawa Damian ke kamar tahanan yang
Dara terpaku di tempat, kata-kata Damian seolah merobohkan pertahanannya tentang rahasia cinta di masa lalu. harapan dan angan akhir indah tentang kisah yang belum usai, seketika di paksa berhenti pada Episode nya yang masih baru di mulai kembali. Lelaki pengganti ini seolah memintanya menjadi pe
Setelah nenek Vio di tangani dokter, dia sudah mulai terlihat lebih baik. "Dara, boleh kita bicara di luar?" Tanya Jerry Dara mengangguk, kemudian mengikuti Jerry keluar ruangan. Di kursi tunggu luar, Jerry duduk dengan tenang, sementara Dara segera dudu
“Pak, maaf, saya turun di sini saja. Ini uangnya,” kata Damian buru-buru, hendak turun.“Maaf, Tuan. Nona tadi sudah membayar taksinya. Oh iya, tadi saya sempat mampir sebentar ke tempat makan. Saya diminta nona cantik itu mengambil makanan yang sudah dia pesan—satu untuk Tuan, dan satu
Damian menatap Elshi dengan tegas dan dalam, kemudian menunduk dengan lemas. Elshi mendekat dan memegang wajah Damian yang tertunduk, memaksanya menatapnya dalam-dalam. “Damian, apa kamu marah?” “Tidak, hanya saja aku merasa bodoh. Maaf, Elshi.”







