INICIAR SESIÓN"Tunggu, Roy. Kamu tidak perlu melakukan itu. Aku cuma mengetes kesetiaanmu padaku. Terima kasih, Roy. Kamu memang calon adik ipar terbaikku. Roy, dengan uang yang kumiliki, aku bisa saja membayar mafia, bahkan sekelas Hugo, untuk melenyapkan Dara dari dunia ini, tapi aku bukan manusia sekejam itu. Dara tidak salah apa pun padaku, begitu juga Damian."
Begitu mendengar nama Hugo disebut, Roy tampak gelisah. "Kak Elshi, kakak tahu dengan Hugo?" tanya Roy."Siapa yang tidak tah"Bos, Queen Mafia kabur dengan pasukannya?" lapor Doni.Hugo tersenyum sinis."Tidak masalah, kita bisa mengatur rencana penyerangan balik. Lagian orang kita banyak yang terluka, akan sangat memalukan kalau sampai kita kalah di markas sendiri. Yang terpenting sekarang mental dia berhasil aku obrak-abrik. Ada manfaatnya juga aku angkat Damian jadi anak angkat, dia sekarang jadi benteng terkuat ku untuk merobohkan mental Elshi, dia tidak akan bisa bertindak benar jika pikirannya kacau, dan yang terpenting, anak kandungku aman. Dia akan mengira Damian adalah anakku yang harus dia bunuh, tapi inilah bagian menariknya, dia tidak akan mampu melakukannya karena siksaan perasaan cintanya pada Damian yang masih menggebu dan membara," jelas Hugo.Semua pasukan Queen Mafia yang terluka kini dalam pengobatan di dokter pribadi mereka. Elshi terus mendampingi untuk memastikan pasukannya aman dan segera pulih.Sementara Mario membawa Damian ke kamar tahanan yang
Seketika fokus anak buah Hugo yang tadi siap siaga mengarahkan senjata ke arah Elshi menjadi buyar dan berbalik menjaga pertahanan utama untuk diri mereka. Pasukan Queen Mafia memutarbalikkan keadaan. Hugo yang terkejut dengan penyerangan dadakan ini benar-benar dalam posisi terkepung.Tidak ada pengawal setianya, tidak ada orang-orang kepercayaan dan juru tembak terbaiknya, hanya pengawal rendahan yang tidak terlalu paham teknik menghadapi serangan dadakan seperti ini.Hugo mengangkat kedua tangannya, tanda dia merasa harus menyerah. Dari jumlah pasukan, tentu pasukan Hugo kali ini kalah telak.Elshi maju beberapa langkah. Dia mengarahkan pistol tepat di kepala Hugo. Senjata itu bahkan mengenai kulit Hugo langsung. Hanya dengan sekali tembakan, tentu peluru itu sudah bersarang tepat di otak Hugo."Untuk kematian ayahku, bibi asuhku, kepala pelayan yang menggendongku, juga untuk sandiwara murahan yang kamu buat dengan anak kesayanganmu itu, rasaka
Tiba-tiba telepon Elshi berdering. Panggilan itu dari Roy, namun belum sempat Elshi mengangkat, panggilan itu telah terputus. Elshi mencoba menghubungi balik Roy, sayang panggilan itu tidak terhubung. Ada apa sebenarnya, kenapa nomor Roy menjadi tidak aktif.Elshi berusaha berpikir positif, mungkin Roy kehabisan pulsa atau gangguan jaringan.Sementara itu, Dara yang sudah ketakutan setengah mati akhirnya, dengan susah payah, berhasil menghubungi seseorang yang dianggapnya bisa menyelamatkannya. Orang itu adalah Damian, mantan kekasihnya. Damian yang sedang berada di toko bunga dan mengamati wajah penjual bunga yang selalu mengenakan masker tersebut, segera hilang fokus setelah mendengar ponselnya berdering. Nama yang terpampang dalam panggilan itu adalah nama mantan kekasihnya. Damian tidak mengindahkan, dia tidak ingin tunangannya, Elshi, kembali salah paham jika dia masih berhubungan dengan mantan kekasihnya tersebut."Ketika pakai masker, kenapa sepinta
Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu, kini mereka tiba kembali di negara tercinta. Mereka memilih segera pulang ke kediaman masing-masing dan beristirahat. Malam ini Elshi dan Zea segera ke markas untuk membahas rencana selanjutnya. Belum sempat mereka berencana melakukan penyerangan terhadap Hugo, Hugo nyatanya terlebih dulu memberikan kejutan pada Elshi dan Zea lewat terbongkarnya identitas mereka. "Leo, sejauh ini sampai mana Hugo tahu tentang diriku dan Zea?" tanya Elshi. "Dia tahu nama asli kalian dan tahu perusahaan yang kalian pimpin. Satu lagi, Queen, kata mereka kalian adalah saudara kandung alias kakak adik? Apa itu benar? Mengapa kami tidak pernah kamu beritahu?" kata Leo. "Maaf jika hal ini membuat kalian terkejut. Aku memang sengaja menyembunyikannya dari kalian." Elshi tampak lesu menjelaskan. "Queen, apa maksudmu? Hal sepenting ini kamu sembunyikan pada kami? Kamu tidak percaya dengan a
Axel segera menggendong tubuh Vita menuju kamar mandi. Dia berniat menyiram tubuh dan kepala Vita dengan air untuk mengurangi efek panas di tubuh wanita cantik tersebut akibat obat yang dia minum.Namun, sepertinya Vita sudah benar-benar bergairah. Tidak berhasil membuat Axel menyentuhnya, wanita itu dengan berani meremas buah kenyalnya sendiri seolah ingin melepaskan hasrat di dirinya.Axel yang berada di depan pintu kamar mandi tersebut tiba-tiba terpancing nafsu birahinya.Dia segera maju dan mengangkat tubuh Vita yang dari tadi berendam.Axel menekan tubuh Vita ke dinding kaca di ruangan tersebut dan memeluknya dari belakang. Axel bahkan dengan berani memalingkan wajah Vita dan mengecup bibir wanita itu dengan lembut, namun menghanyutkan. Vita berbalik. Dengan cepat, dia membuka celana Axel dan meremas lembut isinya yang sudah sangat menegang maksimal.Tanpa pikir panjang, Axel mengangkatnya ke ranjang, dan setelah itu hanya terdengar
Jam menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat. Saat Ardy menikmati secangkir kopi hangat di salah satu caffe di hotel tersebut bersama Axel, Vita tiba-tiba lewat di depan mereka. Vita sengaja lewat jalan pintas menuju area parkir. Selain karena lebih cepat, agar Axel melihat betapa sexi dan menggodanya wanita yang dia pandang sebelah mata ini sebenarnya.Ardy yang mata keranjang hampir saja menumpahkan kopi yang ia seruput ke lantai saking terkejutnya melihat betapa cantik dan menggodanya Vita malam ini. Mini dress berwarna soft yellow yang dikenakan di tubuhnya benar-benar singkat, sehingga hampir memperlihatkan bokongnya yang kenyal. Dari luar tampak dress tersebut menampilkan lekuk tubuh sempurna seorang wanita. Dadanya yang dibiarkan terbuka setengah membuat seluruh lelaki normal yang memandangnya pasti akan menelan ludah."Vita, tunggu, kamu mau pergi sendiri? Perlu kami temani tidak? Bahaya sekali wanita secantik kamu keluyuran malam-malam begini di negeri orang
Dara terpaku di tempat, kata-kata Damian seolah merobohkan pertahanannya tentang rahasia cinta di masa lalu. harapan dan angan akhir indah tentang kisah yang belum usai, seketika di paksa berhenti pada Episode nya yang masih baru di mulai kembali. Lelaki pengganti ini seolah memintanya menjadi pe
Setelah nenek Vio di tangani dokter, dia sudah mulai terlihat lebih baik. "Dara, boleh kita bicara di luar?" Tanya Jerry Dara mengangguk, kemudian mengikuti Jerry keluar ruangan. Di kursi tunggu luar, Jerry duduk dengan tenang, sementara Dara segera dudu
"Roy, kamu di sini?” tanya Damian begitu melihat sosok pria itu.Pandangan Damian tak sengaja tertuju pada leher Roy. Ia menyipitkan mata, lalu terkekeh pelan.“Roy, tutup kemeja mu yang benar. Aku takut Elshi menghajar mu kalau melihat tanda merah itu,” godanya, setengah bercan
“Pak, maaf, saya turun di sini saja. Ini uangnya,” kata Damian buru-buru, hendak turun.“Maaf, Tuan. Nona tadi sudah membayar taksinya. Oh iya, tadi saya sempat mampir sebentar ke tempat makan. Saya diminta nona cantik itu mengambil makanan yang sudah dia pesan—satu untuk Tuan, dan satu







