Compartir

Hukuman

Autor: CitraAurora
last update Fecha de publicación: 2026-05-21 21:20:30

Adrian kembali membetulkan letak kupluk dan kacamata hitamnya, memastikan penyamarannya kembali sempurna sebelum mereka keluar dari jalur pintas. Begitu vegetasi hutan mulai agak terbuka, sayup-sayup terdengar suara tawa dan denting alat makan dari kejauhan. Mereka telah tiba di tempat peristirahatan..

​Rombongan anak magang dan para senior sedang duduk beristirahat di sebuah area landai sembari menikmati makan siang mereka. Kehadiran Rosella yang tiba-tiba dan tidak sendirian seketika menghent
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Hukuman

    Adrian kembali membetulkan letak kupluk dan kacamata hitamnya, memastikan penyamarannya kembali sempurna sebelum mereka keluar dari jalur pintas. Begitu vegetasi hutan mulai agak terbuka, sayup-sayup terdengar suara tawa dan denting alat makan dari kejauhan. Mereka telah tiba di tempat peristirahatan..​Rombongan anak magang dan para senior sedang duduk beristirahat di sebuah area landai sembari menikmati makan siang mereka. Kehadiran Rosella yang tiba-tiba dan tidak sendirian seketika menghentikan aktivitas di sana. Semua mata langsung tertuju pada mereka.​Sarah, yang sedang memegang botol air minum, langsung berdiri dengan mata menyipit tajam. Wajahnya yang semula puas karena mengira Rosella tertinggal jauh di bawah, kini berubah menjadi masam dan penuh rasa tidak suka.​"Wah, wah. Lihat siapa yang baru sampai," sindir Sarah dengan suara yang sengaja dikeraskan agar didengar semua orang. Ia melangkah mendekati Rosella dengan dagu terangkat angkuh.​"Hebat sekali ya kamu, Rosella. A

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Mengaku

    Mendengar pertanyaan skakmat yang keluar dari bibir Rosella, langkah kaki Adrian seketika terkunci rapat di atas tanah. Tubuh tegapnya menegang sempurna di balik jaket gunung hitamnya.​Dia perlahan membalikkan badannya, menatap Rosella yang kini berdiri beberapa langkah di bawahnya dengan tangan melipat di dada dan senyuman penuh kemenangan. Sepasang mata indah gadis itu berkilat jenaka, memberi tahu Adrian bahwa benteng penyamaran akademisnya sudah runtuh total. ​Adrian terdiam selama beberapa detik. Merasa tidak ada gunanya lagi bersandiwara di depan gadis secerdas Rosella, pria itu mengembuskan napas panjang yang terasa berat.​Dengan satu gerakan pasrah, Adrian melepas kacamata hitamnya, lalu menarik masker kain yang menutupi wajahnya ke bawah dagu. Wajah tampan dengan rahang tegas yang selama satu minggu ini dirindukan Rosella akhirnya terpampang nyata, lengkap dengan gurat salah tingkah yang sangat jarang diperlihatkan oleh seorang Tuan Muda Kedua Toretto.​"Bagaimana kamu bis

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tau Penyamaran Adrian

    Dengan terburu-buru, Rosella langsung melompat keluar dari kantong tidurnya. Ia mengganti pakaian lapangannya secepat kilat, menyikat gigi dengan tergesa-gesa, lalu menggendong tas ransel besar berisi peralatan camping-nya yang cukup berat. Pikirannya benar-benar kalut. Bagaimana bisa dia, yang selalu disiplin, mendadak tertidur seperti orang mati di hari sepenting ini? "Apa yang sebenarnya terjadi denganku semalam?" gumamnya pelan. ​Begitu keluar dari tenda dengan napas memburu, Rosella langsung dihadang oleh Pak Jason yang sudah menunggunya di area tengah perkemahan yang mulai sepi. ​"Nona, ah, maksud saya, Rosella!" panggil Pak Jason, buru-buru meralat sebutannya karena teringat ancaman Adrian semalam. "Kamu sudah bangun?" ​"Maafkan saya, Pak Jason! Saya benar-benar minta maaf karena kesiangan!" ucap Rosella dengan tubuh membungkuk berkali-kali, wajahnya memerah karena malu sekaligus panik. "Saya akan langsung berjalan menyusul rombongan sekarang juga!" ​"Tunggu, tunggu, janga

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Pengaruh Obat Tidur

    ​Belum sempat Sarah memecahkan teka-teki itu, tirai tenda utama terbuka. Pak Jason melangkah keluar terlebih dahulu dengan ekspresi wajah yang dipaksakan setenang mungkin, disusul oleh Adrian yang sudah kembali mengenakan masker hitam dan kupluknya, berjalan angkuh di belakang sang Direktur. ​"Semuanya, harap tenang dan dengarkan saya!" seru Pak Jason dengan suara lantang, mengumpulkan kembali perhatian seluruh staf dan anak magang yang masih berdiri mengerumuni tenda Rosella. ​Suasana seketika hening. Sarah buru-buru meninggalkan Thomas dan berdiri di barisan depan, berharap Pak Jason akan tetap menjatuhkan hukuman pada Rosella atas keberadaan pria misterius tersebut. ​"Saya ingin meluruskan kesalahpahaman yang baru saja terjadi agar tidak menjadi gosip miring di perkebunan kita," ujar Pak Jason, berdehem sejenak untuk menutupi kegugupannya. "Pria di sebelah saya ini adalah perwakilan tim pengawas eksternal dari komite botani pusat yang sengaja dikirim untuk mendampingi riset kali

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Syarat Yang Aneh

    ​"T-Tuan Adrian..."Pak Jason langsung membungkuk sedalam-dalamnya, nafasnya tersengal karena ketakutan luar biasa. "Maafkan kelalaian saya, Tuan! Saya benar-benar tidak tahu kalau Anda yang berada di dalam sana... tapi, bagaimana bisa Anda... dan anak magang bernama Rosella itu..."​Adrian berjalan menuju meja lipat, bersandar di sana dengan melipat kedua tangannya di dada. Wajah tampannya terlihat sangat datar tanpa ekspresi. Karena situasi sudah tertangkap basah seperti ini, mau tidak mau Adrian harus mengatakan kebenaran yang selama ini mereka sembunyikan demi kelancaran magang Rosella.​"Rosella adalah calon Nyonya Muda Toretto," ujar Adrian, suaranya terdengar sangat tenang namun berbobot mutlak. "Dia adalah wanita yang memegang hati ketiga Toretto. Dan dia juga adalah Putri kandung dari keluarga Anderson di Liverpool."​Deg.​Pak Jason merasa dunianya runtuh seketika. Informasi itu menghantamnya seperti gada besi. Otak tuanya langsung berputar cepat, mengingat kembali kejadian

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Pak Direktur Terkejut

    ​Kabut tebal masih menyelimuti perkemahan di kaki gunung saat jarum jam baru menunjukkan pukul lima pagi. Sesuai dengan skenario busuk yang telah ia rancang, Sarah sengaja bangun paling awal. Ia bahkan tidak sabar menunggu Thomas melapor, karena dalam benaknya, Rosella saat ini pasti sedang terlelap tanpa daya di samping Thomas akibat efek obat tidur yang ia berikan semalam.​Dengan langkah yang sengaja dibuat terburu-buru, Sarah menuju ke area tenda anak magang. ​"Astaga! Tolong! Ada apa ini?!"​Sarah berteriak histeris, memecah keheningan pagi di pegunungan yang sunyi. Ia sengaja mondar-mandir di depan tenda Rosella sembari memegangi kedua pipinya, berpura-pura syok luar biasa. "Pak Jason! Semuanya, tolong keluar! Ada kejadian memalukan di tenda anak magang!"​Teriakan melengking Sarah berhasil memicu kegaduhan instan. Satu per satu resleting tenda terbuka. Pak Jason selaku Direktur Perkebunan yang bertanggung jawab atas rombongan ini keluar dengan wajah mengantuk dan panik, diikut

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Beberapa Ronde

    Rosella mematung mendengar ucapan terima kasih dari Leon.Seorang Leon berterima kasih padanya?Pria yang selama ini hanya menatapnya dengan dingin, sekarang mengucapkan terima kasih dengan nada yang berbeda? Ditambah sebuah kecupan hangat? Rosella tidak tahu harus berkata apa. Tubuhnya masih lema

    last updateÚltima actualización : 2026-03-22
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateÚltima actualización : 2026-03-21
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Aku Sudah Gila!

    Rosella terdiam, wajahnya memerah mendengar pertanyaan Adrian yang begitu blak-blakan.Mulutnya ingin menolak, dan mengatakan tidakTapi tubuhnya menginginkan hal lain, tanpa sadar, kepalanya mengangguk pelan nyaris tak terlihat. Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang penuh kemenangan sekal

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Trauma

    "Lucas, tidak perlu. Kamu yang memeriksa Rosella," ucap Leon sambil menyeka bibirnya dengan serbet dengan tatapan yang tetap datar.Lucas terkejut mendengar penuturan Leon, "Kenapa? Aku dokter, Kak. Sudah tugas ku memeriksa…""Aku sudah meminta kepala pelayan memanggil dokter," potong Leon dengan n

    last updateÚltima actualización : 2026-03-19
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status