공유

Larangan Leon

작가: CitraAurora
last update 게시일: 2026-02-17 20:05:13

"Kamu mau kemana?"

Rosella mematung, tangannya masih di gagang pintu. Jantungnya berdegup kencang.

Perlahan dia berbalik. Leon berbaring di tempat tidur, menopang kepalanya dengan satu tangan, menatap Rosella dengan tatapan yang sulit diartikan. Rambutnya berantakan, dadanya masih telanjang namun matanya tajam, jauh lebih tajam dari pria yang semalam mabuk berat.

Alkohol sudah mereda. Tapi Leon tetap Leon.

"Sa-saya mau kembali ke kamar, Tuan," jawab Rosella dengan suara serak, matanya menghinda
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
GistaArnanta
takut ya Leon
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Keributan Di Kampus

    Pagi itu, suasana di pelataran kampus yang biasanya tenang mendadak gempar. Sebuah konvoi mobil mewah berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di lobi utama gedung fakultas. Mahasiswa yang sedang berlalu lalang seketika berhenti, mengira ada pejabat negara atau tamu agung yang datang.​Pintu mobil terbuka, dan pemandangan yang terlihat seolah keluar dari film layar lebar. Tiga Tuan Muda Toretto—Leon yang karismatik, Adrian yang cerdas, dan Lucas yang menawan—turun secara bersamaan. Namun, perhatian utama bukan pada mereka, melainkan pada sosok gadis di tengah mereka. Ya itu adalah Rosella.​Rosella mengenakan pakaian kasual namun berkelas, rambutnya tertata rapi, dan auranya memancarkan keanggunan seorang putri. Dia tampak sedikit risih dan malu karena menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata.​"Tuan, sebenarnya saya bisa jalan sendiri dari gerbang," bisik Rosella pelan.​"Tidak ada jalan jauh untukmu mulai hari ini, Rose," jawab Leon tegas sembari menggandeng tangan kanannya.​"Dan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rebutan

    Setelah badai gairah di dapur mereda, Lucas benar-benar menepati janjinya. Dia tidak membiarkan Rosella turun dari island dapur dengan kaki telanjang. Dengan lembut, Lucas menggendongnya menuju kamar mandi utama yang mewah.​Di sana, Lucas menyalakan bathtub, mengisi air hangat dengan aroma sandalwood yang menenangkan. Dia sendiri yang membantu Rosella membersihkan diri, menyabuni punggung gadis itu dengan perlahan, seolah sedang menyentuh porselen yang sangat rapuh. Tidak ada nafsu dalam gerakannya kali ini, yang ada hanyalah pemujaan dan kasih sayang yang tulus.​"Aku selalu membayangkan momen seperti ini, Sayang," bisik Lucas sembari mengeringkan tubuh Rosella dengan handuk tebal setelah mereka selesai mandi. "Hanya ada kita, tanpa bayang-bayang kedua kakakku yang dominan itu."​Lucas kemudian memakaikan salah satu kemeja kebesarannya pada Rosella. Gadis itu tampak sangat menggemaskan dengan kemeja yang menutupi hingga ke tengah paha. Setelah itu, Lucas kembali ke dapur, masih den

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gairah Tuan Dokter

    Di dalam ruang kerja yang kedap suara itu, suasana panas perlahan mereda sejenak setelah keduanya mendapatkan pelepasan yang mereka rindukan. Napas Lucas masih memburu, ia menyandarkan keningnya di pundak Rosella sembari merapikan rambut gadis itu yang sedikit berantakan.​"Sayang, setelah ini kita langsung ke apartemenku ya? Aku benar-benar kurang puas kalau hanya di sini," bisik Lucas dengan suara serak yang seksi.​Rosella tersipu malu, wajahnya memerah hingga ke telinga. "Kenapa tidak pulang ke mansion saja, Tuan?"​"Aku tidak ingin diganggu, Rose. Kalau kita pulang ke mansion sekarang, Leon dan Adrian pasti akan langsung mengendus keberadaanmu. Mereka pasti tidak akan membiarkan kita berdua saja dan ujung-ujungnya minta 'jatah' juga. Aku mau kamu hanya untukku malam ini," jawab Lucas posesif.​Rosella mengangguk setuju. Lagipula, ia memang sudah berbohong sedikit kepada Leon dan Adrian bahwa ia baru akan tiba di London besok malam.Ini adalah waktu rahasianya bersama sang dokter.

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Milik Lucas

    Setelah perjalanan melelahkan dari Liverpool, Rosella tidak membuang waktu. Sesuai janjinya di Mansion kemarin, orang pertama yang ditemui di London adalah Lucas. Rosella turun dari mobil jemputan keluarganya dengan penampilan yang jauh berbeda, mengenakan dress selutut berwarna nude yang elegan, tas branded mungil, dan aura bangsawan yang kini tak lagi dia sembunyikan.​Begitu melangkah masuk ke lobi rumah sakit, perhatian semua orang langsung tertuju padanya. Rosella berjalan menuju poli spesialis tempat Lucas bertugas. Di ujung koridor, dia melihat Lucas tengah berdiri dikelilingi oleh tiga orang suster yang tampak asyik berbincang, sesekali mereka tertawa kecil mencoba menarik perhatian dokter tampan itu.​Namun, begitu mata Lucas menangkap sosok Rosella yang berjalan ke arahnya, dunianya seolah berhenti. Senyum tipis yang tadi dia berikan pada para suster langsung berubah menjadi binar kerinduan yang mendalam.​"Sayang!" seru Lucas tanpa memedulikan tatapan heran orang-orang di

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Mencuri Start

    Pagi itu, suasana di ruang makan Mansion Anderson terasa sedikit berbeda. Robin, dengan insting kakaknya yang tajam, duduk sembari menyesap kopi hitamnya. Matanya yang menyelidik beralih dari satu wajah ke wajah lainnya, terutama pada ketiga Tuan Muda Toretto yang tampak terlalu tenang.​"Rose," panggil Robin, suaranya terdengar berat. "Kamu yakin semalam benar-benar tidak terjadi apa-apa? Kakak seperti mendengar suara lagi tadi jam 3." ​Rosella yang sedang mengoles selai ke rotinya sempat tertegun sejenak. Pipinya merona tipis, namun ia berusaha tetap tenang. "Nggak ada apa-apa, Kak. Mungkin cuma perasaan Kak Robin saja."Leon menatap Adrian yang tersenyum senang, ternyata adiknya juga sama, meminta jatah pada Rosella pukul tiga pagi. Sungguh Adrian lebih berani ketimbang dirinya. "Kamu gila Adrian." Bisik Leon. "Belajar darimu Kak, kalau nggak nekat gak akan dapat jatah kan?" Sahut Adrian. Leon mengangkat ibu jarinya, lalu mereka menatap Lucas, pria itu seperti masih kalah star

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Adrian Pun Sama

    "Oh... syukurlah. Jangan lupa kunci pintunya dari dalam, Rose. Tidurlah lagi," ucap Robin pelan. Langkah kakinya terdengar menjauh, perlahan menghilang di ujung koridor.​Begitu keadaan benar-benar sunyi, Leon muncul dari balik selimut. Napasnya memburu, namun matanya masih berkilat penuh hasrat yang belum tuntas. Ia tidak membuang waktu lagi. Dengan gerakan cepat namun efisien, ia segera menyelesaikan "tugasnya", membawa Rosella ke puncak pelepasan yang membuatnya lemas tak berdaya.​"Tuan... sekarang tolong keluar," bisik Rosella sembari merapikan piyamanya dengan tangan gemetar. "Kalau Kak Robin balik lagi, aku tidak tahu harus bilang apa."​Leon mengecup kening Rosella dengan lembut. "Tidurlah, Cintaku. Aku akan kembali ke kamarku." Dengan gerakan tanpa suara bak seorang predator, Leon menyelinap keluar, menutup pintu rapat-rapat.​Rosella akhirnya bisa mengembuskan napas lega. Ia meringkuk di balik selimut, merasakan sisa kehangatan Leon di kulitnya. Rasa puas dan bahagia menyeli

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Ini Rosella

    Rosella menggeleng pelan, tangannya mencengkeram bahu Lucas dengan erat. "Saya takut."Lucas tertawa lembut mendengar jawaban jujur itu. Tangannya berhenti bergerak, menatap wajah Rosella yang memerah dengan tatapan penuh kelembutan."Takut kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengusap pipi Rosella den

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Trauma

    "Lucas, tidak perlu. Kamu yang memeriksa Rosella," ucap Leon sambil menyeka bibirnya dengan serbet dengan tatapan yang tetap datar.Lucas terkejut mendengar penuturan Leon, "Kenapa? Aku dokter, Kak. Sudah tugas ku memeriksa…""Aku sudah meminta kepala pelayan memanggil dokter," potong Leon dengan n

    last update최신 업데이트 : 2026-03-19
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Uuuhhh Rosella...

    Di kamar mandi, Adrian berdiri di bawah shower dengan air dingin mengalir membasahi tubuhnya.Pikirannya tidak pada air dingin ini tapi melayang pada Rosella.Di tengah kesulitan menjadi budak tapi Rosella masih ingin belajar, dan matanya sangat berbinar melihat buku dan Adrian tersenyum tipis meli

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status