ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL

ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL

last updateLast Updated : 2026-07-19
By:  Zuinal 'AiniUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
6Chapters
16views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ella tak menyangka akan menyaksikan adegan ranjang Leo dan Tamara di hari anniversary ke lima tahun hubungannya. Pengkhianatan dari dua orang terdekat membuat Ella sangat terpuruk dan kehilangan arah. Namun, dia tidak bisa membiarkan nama besarnya sebagai seorang model terkenal dengan kehidupan yang sempurna tercoreng. Rasa terpuruk itu berubah menjadi amarah dan benci di hati Ella. Sebuah niat untuk menghancurkan Leo dan Tamara membuatnya merencanakan misi balas dendam. Akankah Ella berhasil memberikan pembalasan yang setimpal atas pengkhianatan yang dia rasakan? Dan, kenyataan apa yang akan terungkap selama dia melakukan pembalasan kepada Leo dan Tamara?

View More

Chapter 1

Bab 1

“Yura, kamu dan tim duluan aja ke Bandara. Aku mau ke apartemen Leo dulu,” ucap Ella melalui sambungan telepon kepada menejernya.

“Hah? Harus banget malam ini? Ga bisa nunggu balik Paris aja?” balas Yura sedikit emosi melihat jalan pikiran model yang dia handle.

”Engga! Harus hari ini, bentar aja kok. Janji bakal sampai Bandara tepat waktu,” ucap Ella memelas.

”Baiklah. Kabari aku kalau sudah sampai,” ucap Yura mengalah, lalu segera mengajak timnya menuju Bandara untuk menghadiri acar Paris Fashion Week.

Senyum Ella merekah saat sampai di gedung apartemen. Sebuah lensa kamera terbaru sudah berada digenggamannya sebagai kado anniversary ke lima tahun hubungannya dengan Leo. Dia sengaja singgah sebentar untuk memberikan kejutan sebelum terbang menuju Paris demi merayakan hari jadi mereka.

”Loh? Kenapa ga kekunci?” ucap Ella pelan ketika mendapati pintu apartemen Leo tidak terkunci.

Tatapan matanya langsung beralih ke bagian bawah pintu. Perlahan Ella berjongkok untuk memastikan benda apa yang mengganjal pintu apartemen.

”Sepatu hills?” tanyanya di dalam hati sembari memegang sepatu hills berwarna merah.

Pikiran buruk langsung merasuki pikiran Ella. Hatinya menjadi gelisah dan rasa penasaran dengan siapa Leo saat ini membuatnya memberanikan diri masuk ke dalam apartemen.

Langkah Ella terhenti saat mendapati pakaian laki-laki dan perempuan yang sudah berserakan di lantai lorong pintu masuk apartemen. Napasnya tercekik melihat situasi yang tidak pernah dia bayangkan. Sebuah adegan ranjang dari laki-laki yang dia cintai bersama dengan perempuan yang selama ini dia anggap sahabat.

”Tamara? Kenapa?” batinnya pilu.

Ella berusaha melawan tubuhnya yang bergetar. Tangannya merogoh ponsel di saku. Dia segera merekam adegan panas yang sedang dinikmati oleh Leo dan Tamara, mereka berdua tidak menyadari kehadiran Ella karena telah dikuasai nafsu dan kelewat mabuk.

“Menjijikkan!” maki Ella di dalam hatinya.

Setelah merekam selama satu menit, Ella segera melangkah keluar, pergi sejauh-jauhnya dari apartemen Leo. Dia segera memasang masker hitam dan topi hitam untuk menutupi wajahnya yang sedang menangis.

”Jalan, Pak,” pinta Ella kepada supir taksi.

”Tujuannya ke mana, Mba?”

Ella diam sejenak, pandangannya menerawang ke luar jendela mobil. Dia mengambil napas pelan untuk menenangkan diri. “Ke Bandara, Pak,” ucapnya putus asa.

---

Selama di perjalanan menuju Paris kondisi Ella terlihat sangat muram. Dia tidak banyak berbicara dan memilih tidur di pesawat. Hal itu menjadi tanda tanya bagi menejer dan anggota tim karena sebelumnya dia yang paling semangat karena terpilih menjadi model dalam peragaan brand Louis Vuitton pada acara Paris Fashion Week. Namun, mereka memilih untuk diam, berniat memberikan waktu tenang kepada Ella.

Selama di Paris Ella sibuk melakukan pemotretan untuk majalah Louis Vuitton. Kesibukannya cukup membantu mengalihkan pikiran dari bayangan adegan ranjang Leo dan Tamara.

”Nice pose, Ell,” puji fotografer kepada Ella yang sedang lihai berpose di depan kamera.

Ella tersenyum hangat. “Thanks Kevin,” ucapnya, lalu melangkah menuju meja rias.

”Setelah ini kita ke gedung L’Etoile du Nord untuk persiapan catwalk nanti malam,” ucap Yura menjelaskan skedul hari terakhir Ella di Paris.

Ella mengangguk pelan, lalu kembali menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah oval dengan bentuk mata almond miliknya sedang dirias dengan sentuhan western, membuat tatapannya terlihat tajam dan wajahnya menjadi lebih tegas.

”Kamu bisa Ella! Kamu harus bersinar lebih terang lagi!” ucap Ella di dalam hati, menyemangati diri yang sedang rapuh.

Sore telah tiba, suasana di luar gedung L’Etoile du Nord terlihat ramai dengan para awak media. Sorakan para penggemar dari berbagai kalangan selebriti menggema di setiap sudut. Jepretan serta flash kamera terlihat sibuk mengabadikan kedatangan para aktor, aktris, penyanyi, CEO brand fashion terkenal serta kolektor fashion dari berbagai penjuru dunia.

Peragaan busana brand Louis Vuitton terlaksanakan dengan sangat glamor dan sukses. Para model yang berpartisipasi dipuji sangat profesional dan elegan dengan daya tarik masing-masing. Salah satu model yang menarik banyak perhatian adalah Ella, mewakili darah Asia Tenggara yang kental dengan pesona eksotis.

”Ell! Berita besar!” Suara teriakan Yura sudah terdengar dari luar ruang ganti busana.

Beberapa model melirik Ella, sedangkan yang dilirik hanya bisa tersenyum segan karena teriakan menejernya. Kening Ella mengerut dan matanya memberi kode kepada Yura agar lebih kalem.

”Sorry,” ucap Yura pelan. Perempuan yang berusia sama dengan Ella itu tidak bisa menyembunyikan rasa semangatnya setelah diajak berbicara oleh Austin, seorang asisten pribadi dari CEO brand fashion terkenal di Indonesia.

”Ada apa?” tanya Ella penasaran.

”Kamu harus banget iyain tawaran bertemu CEO kali ini,” jawab Yura semangat.

”Yakin, nih? Nanti CEO aneh-aneh kaya sebelumnya lagi,” ucap Ella curiga. “Katanya buat kerja sama, eh ujung-ujungnya malah ngajak ke hotel,” lanjutnya kesal.

”Yakin banget! Yang ngajak kamu ketemu itu Kenny!” jelas Yura lebih semangat dari sebelumnya.

Kening Ella kembali berkerut, berusaha mencari tahu informasi tentang siapa Kenny di dalam pikirannya. “Kenny?”

”Iya, CEO brand Jelita yang lagi menguasai pasar asia itu,” jelas Yura.

”A ... Dia!” ucap Ella sembari menjentikkan jarinya.

”Ini kesempatan besar kamu Ell, dan tau ga? Dia juga calon tunangan Tamara, jadi kamu bisa manfaatin itu buat negosiasi. Ya ... embel-embel sahabat dekat calonnya lah,” ucap Yura menggebu-gebu.

Ella diam sejenak mendengar informasi dari Yura. Hitungan detik hatinya ngilu saat mendengar nama Tamara, tetapi dalam hitungan detik juga sebuah keinginan balas dendam kepada sahabatnya itu mencul di pikiran Ella.

”Ya ... kamu benar, ini kesempatan besar,” ucap Ella perlahan, senyum tipis tergores di bibirnya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Zuinal 'Aini
Zuinal 'Aini
Model x CEO, pasti bakal seru nih!
2026-07-21 12:19:33
0
0
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status