LOGINAlesha Wijanarka jatuh cinta pada Kaivan Adhitama sejak pertama kali mereka bertemu. Namun harapannya hancur ketika pertunangan yang telah diatur keluarga mereka justru berakhir dengan penolakan yang memalukan. Kaivan terang-terangan memilih wanita lain di hadapannya. Dengan hati yang remuk, Alesha memutuskan untuk berhenti mengejar pria yang tidak pernah melihatnya, dan pelan-pelan ia membangun kembali hidupnya dari puing-puing rasa sakit itu. Takdir berkata lain. Kaivan dikhianati oleh kekasih yang ia pilih, kehilangan segalanya akibat sebuah kecelakaan yang mengubah hidupnya selamanya. Di titik paling gelap dalam hidupnya, saat dunia terasa tidak lagi punya tempat untuknya, satu-satunya orang yang bertahan di sisinya adalah Alesha. Wanita yang pernah ia tolak tanpa belas kasihan. Namun waktu tidak bisa diputar kembali. Ketika Kaivan akhirnya menyadari bahwa Alesha adalah cinta yang selama ini ia abaikan, perempuan itu sudah belajar berdiri tanpanya. Kini Kaivan harus berjuang untuk memenangkan hati wanita yang dulu ia sia-siakan sebelum ia benar-benar kehilangan Alesha untuk selamanya.
View MoreVanessa keluar dari kantor Adhitama Group dengan wajah yang masih menyimpan kekesalan luar biasa, kata-kata dingin Kaivan terus terngiang di kepalanya sepanjang perjalanan pulang. Namun bukannya langsung kembali ke apartemennya, ia justru mengarahkan mobilnya menuju kampus tempat Alesha mengajar, sebuah dorongan yang begitu kuat membuatnya ingin memastikan sendiri kecurigaan yang sejak tadi terus mengganggu pikirannya.Sesampainya di area parkir kampus, Vanessa turun dari mobilnya dengan langkah tegas, matanya mengedar mencari sosok yang selama ini ia anggap sebagai penghalang terbesar dalam rencananya untuk kembali dekat dengan Kaivan. Tidak lama kemudian, ia melihat Alesha keluar dari gedung fakultas dengan wajah yang masih terlihat begitu lelah, jelas menyisakan bekas dari pertemuan emosional yang baru saja terjadi beberapa jam sebelumnya."Alesha," panggil
Kaivan segera bergegas kembali ke kantor Adhitama Group begitu membaca pesan dari Bimo, pikirannya masih dipenuhi bayangan wajah Alesha yang menangis sebelum akhirnya pergi meninggalkannya di taman kampus tadi. Namun kabar tentang pergerakan Abitama yang semakin agresif membuatnya harus segera menepikan perasaannya sendiri dan kembali fokus pada tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan.Begitu sampai di ruang kerjanya, Sita sudah menunggu dengan wajah yang terlihat sedikit gelisah, tangannya memegang beberapa dokumen sambil sesekali melirik ke arah pintu seolah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan namun masih ragu untuk mengatakannya."Pak Kaivan, sebelum bertemu Pak Bimo, ada tamu yang sudah menunggu sejak tadi di ruang tunggu," ucap Sita hati-hati, suaranya terdengar sedikit waswas seolah sudah menduga reaksi seperti apa yang akan ditunjukkan atasannya be
Alesha berdiri mematung, matanya masih basah oleh air mata namun kini menatap Kaivan dengan penuh kewaspadaan, seolah sudah bisa menebak arah pembicaraan yang akan dilontarkan pria itu selanjutnya. Tangan Kaivan masih menahan lengannya dengan lembut, tidak memberi kesempatan bagi Alesha untuk melangkah pergi sebelum ia benar-benar menyelesaikan apa yang ingin ia sampaikan."Katakan saja, Kaivan. Tapi cepat, aku benar-benar harus pergi," ucap Alesha dengan suara yang berusaha ia jaga tetap tegas, meski jelas ada kegugupan yang tidak bisa sepenuhnya ia sembunyikan dari nada bicaranya itu.Kaivan menghela napas panjang, melepaskan genggamannya dari lengan Alesha, memberi sedikit jarak agar gadis itu tidak merasa terlalu terpojok, namun matanya tetap menatap lurus dengan keberanian yang begitu besar yang jarang sekali ia tunjukkan selain dalam ruang rapat perusahaa
Alesha menatap Kaivan dengan mata yang membelalak tidak percaya, tangannya yang sejak tadi menggenggam tas kerjanya kini mengepal erat menahan gejolak emosi yang begitu besar tiba-tiba menguasainya. Ia tidak menyangka semua rahasia yang selama ini ia jaga rapat-rapat, bahkan rela berbohong kepada dirinya sendiri demi menjaganya, ternyata sudah sepenuhnya terbongkar di hadapan pria yang duduk di sampingnya itu."Bagaimana kamu bisa tahu semua itu, Kaivan?" tanya Alesha dengan suara bergetar, matanya menatap tajam ke arah Kaivan seolah mencoba mencari jawaban dari raut wajah pria itu sebelum benar-benar mendengar penjelasannya secara langsung.Kaivan menghela napas panjang, menatap Alesha dengan pandangan yang begitu tulus, tidak ada sedikit pun niat untuk menyembunyikan kebenaran lagi darinya setelah semua yang telah terjadi di antara mereka berdua selama ini."Mama yang cerita semuanya, setelah aku mendesaknya karena Vanessa mengirim pesan yang membuatku curiga," jelas Kaivan pelan, m


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.