ANMELDENMalam itu setelah semua pekerjaan rumah selesai dan ketiga Tuan Muda sudah ke kamar masing-masing, Rosella naik ke lantai atas.Dia berjalan di koridor dengan langkah yang pelan, memikirkan janji yang tadi diucapkannya di dalam mobil.Kamar Lucas malam ini. Rosella melangkah melewati kamar Adrian. Ceklek, pintu kamar Adrian terbuka.Adrian berdiri di ambang pintu dengan baju tidur yang sudah terpasang dan buku di tangannya. Matanya langsung menemukan Rosella yang berhenti di depan pintunya."Kamu mau kemana?" Tanyanya."Ke kamar Tuan Lucas." Jawab Rosella jujur.Adrian menatapnya kesal, Matanya turun ke buku di tangannya sebentar lalu kembali ke Rosella."Tadi di kampus aku bilang nanti." Suaranya keluar datar.“Aku pikir nanti itu malam ini kamu mempersiapkan diri untuk aku."Rosella meremas tangannya di depan tubuhnya, tidak tahu harus menjawab apa."Tuan Adrian, maaf. Tadi saya juga sudah janji ke Tuan Lucas.” Cicitnya pelan Adrian menghela nafas, merasa Rosella tidak adil. "
Di kelas, mahasiswa masih ramai membicarakan kunjungan tadi. "Angel berhasil foto bareng mereka bertiga." Suara dari baris belakang."Keren sekali dia.""Iri banget, enak jadi anak Rektor.""Katanya Angel yang mengantarkan mereka ke kebun langsung.""Serius? Langsung diajak sama Toretto bersaudara?"Rosella duduk di sebelah Ane dengan buku terbuka di depannya, membaca paragraf yang sama untuk ketiga kalinya karena suara-suara di belakang terus masuk ke telinganya meski tidak ingin didengarkan.Dia hanya menggeleng pelan sambil tersenyum geli. Ane yang melihatnya tersenyum kecil. "Kamu kenapa geleng-geleng?""Tidak apa-apa." Rosella kembali ke bukunya.Drrtt… Ponsel Rosella bergetar, satu pesan diterima. [Aku masih di depan kampus, keluar sebentar.]Mata Rosella membulat ketika membaca pesan itu. Dia melihat ke depan kelas, dosen belum masuk, masih sekitar tujuh menit sebelum kelas dimulai."Ane." Rosella menyiku temannya. "Tolong simpankan tas aku kalau dosen masuk, bilang aku ke
Rektor menoleh ke Rosella dengan senyum yang ramah."Tuan Muda Toretto yang ingin berbicara denganmu, Rosella."Rosella menatap Rektor sebentar, lalu mengalihkan pandangannya ke ketiga pria yang berdiri di dekat petaknya."Ada apa, Tuan?" Suaranya keluar dengan nada yang sangat netral, nada seorang mahasiswa yang berbicara dengan tamu penting kampusnya.Leon, Lucas, dan Adrian saling pandang sebentar.Ada sesuatu yang berbeda dari pertemuan ini.Rosella di depan mereka bukan Rosella yang setiap pagi menyiapkan sarapan di meja makan, bukan Rosella yang mendesah setiap kali disentuh, bukan Rosella yang tertawa kecil di samping mereka atau yang tidur dengan kepala di dada Tuan Muda. Perempuan yang berdiri di depan mereka sekarang adalah mahasiswa, dengan tas di pundak dan buku di tangan. Adrian yang pertama bersuara."Tanaman kelompokmu sangat subur." Katanya, menatap petak di belakang Rosella."Iya Tuan, kami merawat mereka sepenuh hati." Rosella menjawab, ada senyum kecil yang muncul
Pertemuan dengan Rektor berlangsung di ruang rapat lantai dua gedung utama.Leon dan Lucas duduk di sisi kanan meja panjang, Adrian di sebelah Leon, Rama di belakang dengan laptopnya. Rektor dan beberapa dekan di sisi kiri, membahas konsep acara anniversary yang tinggal tiga minggu lagi.Angel ada di sana karena ayahnya Rektor, duduk di kursi paling ujung dengan ponsel di tangan yang sesekali diangkat diam-diam memotret ketiga Tuan Muda dari sudut yang dia pikir tidak ketahuan.Foto Leon yang berbicara dengan serius.Foto Lucas yang mendengarkan dengan satu tangan di dagu.Foto Adrian yang menulis sesuatu di catatannya.Semua langsung dikirim ke grup mahasiswa dengan caption yang tidak perlu ditambahkan apapun karena fotonya sudah berbicara sendiri.Grup langsung meledak.[Angel beruntung banget astaga… ][Yang tengah itu siapa? Tampannya tidak manusiawi][Itu Leon Toretto, CEO Toretto Group.Bisa minta foto bareng tidak ya?][Kamu harus minta Angel]Angel membaca semua komentar itu d
Sore itu setelah jam kuliah selesai, Rosella mendapatkan pesan dari Adrian. [Tunggu di depan gedung B, kita pulang bareng]Rosella segera membalas pesan Adrian.[Baik Tuan]Lalu dia memasukkan ponselnya kembali. “Guys aku pulang dulu ya, besok gantian aku yang memantau kebun kita.” Kata Rosella menatap teman-temannya. “Oke Rose, Hati-hati ya.” Sahut Ane. Sedangkan ketiga teman lainnya mengangguk sambil melambaikan tangan. Adrian sudah berdiri di depan gedung dengan tas di bahu dan mantelnya di lengan, seperti biasa terlihat sangat rapi untuk seseorang yang baru selesai mengajar seharian."Selesai?" Tanyanya begitu Rosella tiba."Selesai, Tuan."Mereka berjalan ke parkiran bersama, dan seperti biasa Rosella sedikit mempercepat langkahnya agar tidak terlalu berdampingan di area kampus yang masih ada orang.Adrian yang melihat itu hanya menggeleng kecil tapi tidak berkomentar.Di rumah, Adrian langsung ke perpustakaannya dengan Rosella mengikuti di belakang."Duduk." Adrian sudah me
Rosella mengangguk pelan mendengar jawaban Leon.Dia tidak bertanya lebih mengenai alasan Monica dipecat bukan karena dia tidak penasaran tapi dia tahu keluarga Toretto. Mereka memecat pelayan seperti mengganti saluran televisi, tanpa banyak pertimbangan, tanpa penjelasan panjang. Rosella sudah cukup lama tinggal di sini untuk memahami itu.Maka dia hanya melanjutkan makannya.Ruang makan tetap sunyi, hanya suara sendok dan cangkir yang sesekali berbunyi. Leon menyesap kopinya perlahan, matanya sesekali beristirahat di wajah Rosella."Habiskan." Kata Leon ketika melihat Rosella memperlambat makannya."Iya Tuan."Rosella menghabiskan sarapannya sampai bersih.######Pukul sebelas, di jam istirahat Rosella dan kelompoknya menuju lahan belakang kampus. Mereka ingin melihat tanaman mereka. "Tanaman kita tumbuh subur.” Kata Ane yang terperangah melihat tanaman yang tumbuh subur."Aku yakin nilai kita nanti pasti bagus!" Sahut Tom percaya diri.Rosella tersenyum, dan dia menyadari semua b
Rosella menggeleng pelan, tangannya mencengkeram bahu Lucas dengan erat. "Saya takut."Lucas tertawa lembut mendengar jawaban jujur itu. Tangannya berhenti bergerak, menatap wajah Rosella yang memerah dengan tatapan penuh kelembutan."Takut kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengusap pipi Rosella den
Rosella mematung mendengar ucapan terima kasih dari Leon.Seorang Leon berterima kasih padanya?Pria yang selama ini hanya menatapnya dengan dingin, sekarang mengucapkan terima kasih dengan nada yang berbeda? Ditambah sebuah kecupan hangat? Rosella tidak tahu harus berkata apa. Tubuhnya masih lema
Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is
Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang







