Início / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 128 pergi ke Bali

Compartilhar

Bab 128 pergi ke Bali

Autor: Miss Luxy
last update Data de publicação: 2026-07-28 16:46:02

"Haaaa ya ampun! Mas Julian, kamu ngapain di sini?" gertak Ana. Julian menoleh dan dengan santainya ia mengambil celananya. Foto Nadine ia letakkan di atas meja.

Melihat itu, Ana langsung mengambil foto Nadine. Spontan Julian berusaha untuk merebut, namun Ana langsung menghindarinya.

"Berikan foto itu!" pinta Julian.

"Enggak mau! Jadi gara-gara foto ini kamu jadi malas menyentuhku, iya?" sahut Ana dengan wajah kesal.

"Dengar, Ana! Aku tidak mau cari gara-gara denganmu. Berikan foto itu, cep
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (2)
goodnovel comment avatar
lms kristiyanti
jangan biarkan rencana busuk ana terhadap julian berhasil, persatukan kembali cinta suci julian dan nadine
goodnovel comment avatar
Nabiela Bila
jangan panjang " min episode nya......
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 170 aku akan datang ke rumahmu

    "Ana, kamu mau apa?" sahut Julian sambil berusaha menahan tangan wanita itu. Tapi dengan cepaat Ana menepis tangan suaminya. Wanita itu langsung melihat ke arah luar jendela. Julian nampak panas dingin karena saat ini Soraya sedang dalam keadaan setengah telanjang. "Sial!" Julian khawatir jika saat itu Soraya masih berada dalam keadaan terbuka seperti tadi. Hampir saja jantung Julian berhenti berdetak, nyatanya Ana tidak menemukan siapa pun di sana. Bahkan, jendela kamar Soraya yang menghadap ke arah jendela kamar Julian, tertutup rapat dan nampak sepi. Julian langsung ikut melihat ke luar jendela, akhirnya ia bisa bernafas dengan lega, rupanya Soraya sudah menutup jendela kamarnya sebelum Ana melihatnya."Hah, nggak ada apa-apa, kan?" kata Julian dengan percaya diri. Ana tersenyum getir, lalu wanita itu kembali, menanyakan tentang siapa yang sedang mengobrol dengan Julian tadi. "Terus, tadi kamu ngomong sama siapa?""Ngomomg sama siapa? Nggak ada siapa-siapa di sini?" jawab Julia

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 169 menggoda Julian

    Apalah yang terjadi pada Julian. Yang jelas pria tak sanggup menahan godaan dari Soraya. soraya sendiri makin menggoda suaminya, ia tampak menggigit bibirnya sendiri sambil menunjukkan isi dindalm BH-nya yang begitu cantik dan ranum. "Ayolah, MAs! Aku tahu kamu tidak bisa menolakku. Kamu sangat mencintaiku, kita sama-sama saling mencintai. Aku sangat membutuhkanmu, begitu juga dengan kamu!" batin Soraya yang terus menggoda suaminya. Benar saja, Julian nyata tergoda. Pria itu nampak sedang memegangi miliknya yang sedang menegang. Berusaha menenangkan dirinya sendiri. "Sial! Aku tidak bisa seperti ini terus. Aku harus bisa menghindarinya. Dia bukan iatriku!" batin JUlian tampak panik. Sementara itu, Ana yang masih berada di Luar, wanita itu memang masih kesal dengan sikap Carlota. Namun, Setidaknya ia tidak mempunyai tanggungan seorang pelayan yang sering menentang perintahnya itu. "Dasar pelayan tidak tahu diri! Pergi saja dari sini! Lagian siapa juga yang ingin punya pelayan sepe

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 168 nggak bernafsu dengan istrimu

    Kini, Julian menjadi panik. Pria itu harus bisa meyakinkan sang ibu jika dirinya dan Soraya tidak punya hubungan apa-apa. Di sisi lain, Soraya alias Nadine, wanita itu akan terus menunjukkan kepada Ana jika Julian tidak akan pernah bisa dimiliki oleh siapapun. "Ana, aku akan merebut Mas Julian lagi. Kamu harus membayar semuanya. Apa yang terjadi padaku sekarang, kamu harus bertanggug jawab. Kamu yang aku anggap saudara, ternyata tega menusukkuk dari belakang. Sudah waktunya aku membuatmu menyesal. Tunggu saja!" gumam Nadine dengan tatapan matanya yang penuh rencana.Setelah Julian meletakkan ponselnya, pria itu hendak menyandarkan punggungnya pada headboard tempat tidur. Baru saja punggungnya menyentuh sandaran tempat tidur, suara dering telepon masuk lagi.Drrrttt...drttttJulian menghela napas panjang. Ia mengira itu adalah sang Mama yang kembali menelepon."Pasti Mama ngomel lagi!" gerutu pria itu. Dengan gerakan malas, ia meraih ponselnya. Tanpa melihat ke layar ponsel, Julian la

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 167 Mama nginep

    Tentu saja Carlota tidak akan membiarkan itu terjadi, ia pasti akan memberitahukan kepada nadine tentang rencana Ana. Tiba-tiba Ana menoleh dan membuat Carlota terkejut."Carlota, darimana saja kamu?" tanya Ana dengan tatapan menyelidik.Carlota langsung menjawabnya, "Saya dari depan, Nyonya?"Sayangnya, Ana tidak percaya begitu saja. Ia sangat yakin sekali jika Carlota dari rumah Soraya."Dari depan? Dari depan mana?""ya dari depan!" jawab Carlota lagi sambil menunjuk ke arah luar pintu."Bohong! Kamu pasti dari rumah perempuan itu,kan?" sahut Ana dengan tatapan matanya yang tajam.Bukannya takut, Carlota justru dengan bangga mengatakan jika dirinya memang dari rumah Soraya. "Iya, saya memang dari rumah Bu Soraya. Beliau memberi saya makanan, jadi apa salahnya saya datang, namanya juga rejeki, nggak boleh ditolak."Jawaban Carlota sontak membuat Ana marah, "Apa kamu bilang? Bukankah sudah aku bilang. Jangan pergi ke rumah perempuan itu! Kenapa kamu tidak mau mendengarkan? Dasar pela

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 166 gawat!

    Akhirnya Ana dan Julian pulang ke rumah. Julian terlihat dingin, ia sangat malu dengan dokter Boynche karena ulah istrinya tadi. Sedangkan Ana, wanita itu tak berhenti mengomel karena pernyataan Julian tadi."Pokonya aku nggak mau tahu ya, Mas! Kamu harus jauhi perempuan itu, titik! Kalau kamu nggak mau nurut. Aku nggak segan-segan bilang ke mama biar jantungnya kumat lagi!" ancam Ana.Sepertinya Julian sudah dibuat pusing karena ulah istrinya. Pria itu pun tidak menggubris ancaman Ana dan mengatakan bahwa dirinya tidak ingin membahas tentang itu lagi. "Cukup, An! Aku tidak mau membicarakan ini lagi. Sebaiknya kamu diam dan tidak usah banyak bicara. Aku sudah pusing dengan omelanmu itu!" kata Julian dengan tegas. Ana akhirnya terdiam. Wanita itu melihat kemarahan pada suaminya. Sementara itu, Carlota yang kini mengatahui jika Soraya adalah Nadine. Wanita itu pun akan bersumpah untuk mempersatukan mereka berdua. "Saya berjanji sama ibu. Saya pasti akan membantu Bu Nadine dan Pak Ju

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 165 dasar laki-laki

    Pernyataan Julian tanpa sengaja didengar oleh istrinya yang menunggu hasil pemeriksaan. Ana langsung menggebrak meja dan membuat dua pria itu saling melotot. Dua pria itu saling membatin. Namun bahasa mata mereka memikirkan hal yang sama jika Ana sedang marah. Dokter Boynche lantas meletakkan alat vibrator itu dan meminta Julian untuk turun dari tempat tidurnya. Pemeriksaan selesai. Namun, sebelum Julian pergi. Dokter Boynche membisikkan sesuatu di telinga Julian. "Awas kalau istrimu ngamuk. Kamu harus tanggung jawab!" "Hmmmm, iya!" jawab Julian dengan lirikannya yang mematikan. Di sisi lain, Ana nampak mengerucutkan bibirnya. Wanita itu menatap tajam ke arah Julian yang selesai diperiksa. Julian sendiri nampak pura-pura tidak tahu dan pura-pura santai padahal ia sudah keceplosan ada wanita lain. Julian duduk kembali di samping Ana. Sejenak pria itu tersenyum sambil merapikan rambutnya. "Cepat sekali, kan!" katanya basa-basi. "Tadi ngomong apa kamu? Wanita lain siapa?" Ana lan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status