MasukKeesokan harinya. Pukul 12 siang di sebuah restoran yang bernama BASS RESTORAN.
"Ke mana Cassandra? Apa hari ini dia libur?" tanya Damar. "Seharusnya tidak libur, Pak," jawab Elina. "Maksudnya?" Damar tidak paham. Elina terlihat bingung menyampaikannya, apa lagi saat ini mereka dikelilingi beberapa rekan kerja lainnya. "Elina, tolong ke ruangan saya sekarang!" titah Damar. "Baik, Pak." Elina mengangguk. Damar terlebih dahulu melangkah menuju ruangannya, dan Elina mengikuti dari belakang. Sampai di dalam ruangan, Damar duduk di kursi kerjanya setelah menutup pintu ruangan, lalu Elina berdiri di depan meja kerja. "Ke mana Kirana?" tanya Damar. "Aku enggak tau, Damar," jawab Elina. Saat ini Damar dan Elina tidak berbicara formal, karena mereka sudah berada di ruangan tertutup, ruangan yang hanya ada mereka berdua di sana. "Semalam bukannya kalian mau makan malam bareng, ya?" "Ya, semalam masih ada pelanggan yang harus ku selesaikan, setelah aku selesai, aku enggak liat Kirana di tempat biasa yang selalu tunggu aku, terus nomornya enggak aktif sejak pagi." Elina mulai menjelaskan. Kirana? Siapa Kirana? Kirana adalah nama lengkapnya Cassandra. Cassandra Kirana adalah salah satu pegawai Bass Restoran. Damar adalah pemilik restoran tersebut, dan Elina adalah rekan kerjanya Cassandra sekaligus sahabatnya. Damar juga sahabatnya Elina, dan Cassandra adalah mantan kekasihnya Damar. Cassandra bekerja dengan mantannya karena gaji yang diberikan oleh sang mantan cukup banyak, cukup untuk kehidupannya dengan orang tuanya. Namun, Cassandra tidak pernah tahu jika orang tuanya akan melakukan ini padanya. "Aku harus lapor polisi." Damar pastinya khawatir dengan pegawainya sekaligus mantan kekasihnya. "Kak, jangan, mungkin Kirana lagi ada masalah di rumahnya," ucap Elina. Elina pastinya tahu tentang keluarganya Cassandra, keluarga yang selalu memiliki banyak pertengkaran. Namun, selama ini Cassandra selalu sabar dan menjalani semuanya dengan baik. "Haruskah aku berikan banyak uang untuk orang tuanya Kirana?" Damar juga pastinya tahu tentang asal-usul keluarga mantannya. "Itu lebih jangan, Kirana enggak mau orang tuanya selalu ketergantungan sama dia, tapi Kirana seperti udah lelah," tutur Elina. Damar bingung harus melakukan apa. "Aku akan terus menghubungi nomor Kirana." "Oke, kita tunggu sampai 24 jam, kalau enggak ada kabar juga, kita harus lapor polisi," kata Damar. "Oke." Elina setuju dengan perkataan itu. Setelah membahas Cassandra, Elina pamit untuk kembali kerja, dan Damar masih terdiam di ruangan kerjanya. Damar semakin khawatir dengan Cassandra, karena tidak biasanya Cassandra menghilang begitu saja, walaupun Cassandra sedang sakit atau libur, pasti Cassandra selalu kirim pesan pada Damar. Namun, kali ini tidak ada pesan sama sekali dari Cassandra untuk Damar. ** Pukul 7 malam di sebuah gedung. Alex dan Cassandra akhirnya menikah. Cassandra memutuskan untuk menikah dengan Alex demi melunasi semua hutang orang tuanya yang sangat banyak. Cassandra juga tidak bisa melunasi semua hutang itu walaupun seumur hidupnya harus bekerja. Cassandra tidak bisa menolak untuk tidak menikah, karena satu satunya cara adalah menikah, walaupun Cassandra tidak mencintai Alex. Namun, Cassandra harus tetap menikah demi melindungi orang tuanya. 'Belum pernah merasakan menikah, sekalinya menikah jadi istri kedua,' batin Cassandra yang begitu sedih dan hatinya sangat hancur. Alex baru memberitahu Cassandra jika Alex sudah memiliki istri yang bernama Haniya. Alex juga memberitahu Cassandra jika pernikahan kedua ini harus memiliki keturunan. Cassandra sebenarnya tidak tahu apakah Cassandra bisa memberikan keturunan atau tidak, tapi Cassandra sudah di periksa terlebih dahulu oleh seorang Dokter yang bernama Vita Febrianti selaku Dokter kandungan. Cassandra di cek keseluruhan oleh sang Dokter sebelum Alex menikahi Cassandra, karena Alex juga tidak ingin menikahi gadis yang tidak bisa memiliki keturunan, karena menurut Alex itu akan sama saja seperti pernikahannya dengan Haniya. 'Aku kuat, aku bisa menjalani semua ini,' batin Cassandra yang mencoba menenangkan dirinya sendiri. Awalnya Cassandra terkejut saat mengetahui Alex sudah menikah dengan Haniya dan pernikahannya sudah berjalan lima tahun lebih. Namun, Cassandra tidak punya pilihan lain selain mengiyakan pernikahan itu, pernikahan yang tidak pernah ada dalam pikirannya Cassandra. "Selamat menjadi istri kedua Alex Bima Mahendra," ucap Haniya pada istri kedua suaminya. Cassandra hanya tersenyum dan mengangguk saja. Haniya mendekat. "Cepat berikan keturunan, setelah itu bercerai," bisiknya dengan suara jahat. Mendengar kata cerai membuat Cassandra memundurkan langkahnya dan berjarak dengan Haniya. Alex yang ada di sana hanya bisa terdiam dengan melihat gerak-gerik kedua istrinya, karena Alex tidak tahu apa yang sedang di bisikkan oleh Haniya pada Cassandra. "Kalau begitu, saya pamit ke Apartemen terlebih dahulu, permisi." Cassandra berpamitan dan pergi dari ruangan. Ruangan ganti yang seharusnya Cassandra melepaskan gaun pengantin akhirnya tidak jadi, karena ada kedatangan Haniya membuat Cassandra benar-benar takut, apa lagi bisikannya Cassandra seolah-olah seperti ancaman baginya. Cassandra dan Alex menikah atas persetujuan Haniya, pernikahan itu memiliki perjanjian hitam di atas putih, mereka menekan perjanjian tertulis di sebuah kertas yang di resmikan pada notaris pilihan Haniya. Haniya juga tidak ingin Cassandra mencintai suaminya, Alex. Haniya selalu menekankan pada Cassandra jika pernikahan itu hanya untuk mendapatkan keturunan, dan setelah mendapatkan keturunan harus bercerai, seperti itulah inti dari surat yang tertulis. Cassandra menangis di mobil. "Pak, bolehkah antarkan aku ke rumah? Aku ingin menemui orang tuaku dan mengambil beberapa pakaianku." Cassandra meminta izin pada asisten suaminya. "Maaf, Nona Cassandra tidak di izinkan pergi tanpa pengawalan Tuan Alex," ucap Hans. "Menyebalkan." Cassandra kembali menangis. Hari ini adalah hari pernikahannya Cassandra, tapi Cassandra tidak bahagia, karena pernikahan itu hanya pernikahan sementara yang mungkin saja dua tahun kedepan akan bercerai. "Tuhan, cabut saja nyawaku!" Doa yang tidak masuk diakal akhirnya dilontarkan dari mulutnya Cassandra. Hans yang mendengar itu hanya bisa menghela napasnya dengan panjang, dan Hans kembali mengemudi menuju Apartemen. 'Apa Nyonya Haniya tau kalau Tuan Alex menikahi Cassandra karena orang tua Cassandra memiliki hutang juga?' batin Hans yang tiba-tiba saja memikirkan itu. 'Sudahlah, untuk apa memikirkan itu,' batin Hans yang tidak ingin ikut campur dalam urusan keluarga Bosnya. Setelah beberapa menit kemudian. Akhirnya Cassandra sampai di Apartemen, Hans hanya mengantar Cassandra sampai pintu unit Apartemen untuk memastikan jika Cassandra benar-benar masuk ke Apartemen. "Apa-apaan ini? Maksudnya apaan!" Cassandra kesal saat dirinya masuk ke Apartemen melihat taburan bunga di lantai. "Apa dia cowok romantis?" Cassandra benar-benar kesal. "Romantis aja sana sama istri pertamanya!" Cassandra terus menggerutu melihat taburan bunga di lantai yang sampai ke kamar utama. Saat di kamar utama, kamar itu benar-benar penuh bunga dan nuansa yang sangat romantis. Cassandra kembali menangis melihat semua ini, Cassandra tidak tahu kenapa hidupnya menjadi seperti ini. "Istri kedua? Kenapa aku harus jadi istri kedua!" Percuma saja Cassandra menyesali semuanya, karena semuanya tidak akan merubah apapun.Pukul 5 sore, di sebuah kamar VIP yang berada di rumah sakit. Seorang wanita mulai membuka matanya, dan perlahan-lahan ia melirik ke arah sekitar. "Sayang, kamu sudah sadar." Suara Damar sangat khawatir, ia langsung menghampiri ranjang rumah sakit. "Sa ... Sayang." Cassandra ingin bangun, tapi sang suami menahannya. "Jangan bangun." Damar membenarkan posisi istrinya. "Kalau masih pusing kembali istirahat saja." Cassandra terdiam, ia baru menyadari jika dirinya berada di rumah sakit. Entah sejak kapan ia berada di sana, dan ia mulai menatap suaminya. Damar paham dengan tatapan itu, ia mulai menceritakan kenapa sang istri berada di rumah sakit. "Kalau masih sakit kamu harus di rawat di sini," ucapnya. "Aku enggak mau di sini, aku mau pulang." Cassandra memang tidak pernah suka jika dirinya di rawat di rumah sakit. Entah kenapa, ia benar-benar tidak betah. "Sayang, jangan gitu, biarkan cairan itu masuk semuanya ke dalam tubuhmu." Sekilas Damar melirik pada infusan sang istri
Alex segera membawa Calvin ke rumah sakit saat melihat Calvin sudah pingsan dan mengeluarkan darah dari kepalanya, Calvin jatuh dari tangga dan menggelinding ke bawah membuat Alex histeris."Dok, tolong selamatkan anakku!" Wajah Alex sangat pucat, ia khawatir dengan anak semata wayangnya."Akan saya usahakan." Dokter segera masuk ke ruangan operasi.Saat ini Calvin harus segera di operasi setelah sang Dokter memeriksa keadaannya, dan Alex tidak bisa ikut masuk ke ruangan tersebut.'Tuhan, selamatkan anakku,' batin Alex yang benar-benar mengkhawatirkan sang anak. Bagaimana Alex tidak mengkhawatirkan sang anak, anaknya jatuh dari tangga dan mengeluarkam darah.Alex terus mondar-mandir didepan pintu ruang operasi, dan tidak lama kemudian ada seorang wanita yang menghampirinya. Sejenak, Alex melihat wanita itu dan kembali menatap kaca ruang operasi lagi."Sa ... Sayang, maafkan aku." Haniya mencoba mendekati suaminya dan ingin menyentuh sang suami. Namun, suaminya menepis tangan tersebut.
Enam tahun kemudian...Tidak terasa sudah enam tahun berlalu, dan Cassandra sudah tidak sendiri lagi, ia sudah menikah. Hah? Menikah? Cassandra menikah dengan siapa? Hayo, pasti penasaran ya..."Sayang," panggil Damar pada istrinya yang baru saja membuka matanya.Perlahan-lahan Cassandra membuka matanya. "Selamat pagi suamiku." Seperti biasa ia selalu mengucapkan itu pada suaminya.Jadi...Cassandra dan Damar menikah? Yes, mereka menikah sudah setahun lamanya. Namun, mereka belum juga memiliki anak, karena beberapa bulan lalu Cassandra mengalami keguguran membuatnya sedikit trauma, tapi Damar tidak pernah memaksa harus memiliki anak secepatnya, Damar selalu ingin menikmati momen romantis dengan Cassandra.Wah...Bagaimana ceritanya Cassandra bisa menikah dengan Damar? Hehe, ceritanya panjang, tapi intinya Damar menunjukkan keseriusannya pada Cassandra dan perjuangan Damar mendapatkan Cassandra tidak main-main, itulah mengapa Cassandra menerima ajakan Damar untuk menikahinya."Selamat
Akhirnya... Cassandra menata kehidupan baru, ia kembali bekerja di restoran milik mantan kekasihnya, Damar. Cassandra juga sudah bertemu dengan sahabatnya, Elina. Namun, Cassandra tidak menceritakan kejadiannya yang menjadi istri kedua dan memiliki seorang putra. Cassandra benar-benar menutup rapat-rapat tentang kejadian itu seolah-olah tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ia juga ingin menata hidup barunya, ia masih memiliki masa depan, walaupun terkadang ia masih teringat tentang Alex dan Calvin. Namun, Cassandra memilih untuk menyimpan kenangan itu tersendiri didalam hatinya, ia juga tidak akan pernah melupakan anaknya, anak yang sudah dikandungnya, ia akan selalu mengingat masa kehamilan dan mengandung anaknya. Namun, Cassandra harus menyembunyikan semua itu supaya sang anak tetap aman."Istirahat dulu, jangan terlalu keras," bisik Elina ditelinga sahabatnya, sahabat yang sudah menghilang dan kembali lagi.Cassandra tersenyum. "Biar aku cepet kaya, biar aku punya masa depan yang i
Alex benar-benar pergi membawa Calvin dan meninggalkan Cassandra sendirian di Apartment tersebut, Apartment yang sudah diberikan olehnya pada mantan istri keduanya."Calvin!" Cassandra kembali menangis, ia juga menyandarkan kepalanya pada pintu utama, ia ingin membuka pintu tersebut dan mengejar mantan suaminya. Namun, ia tidak bisa melakukan itu, karena ia akan hanya mengundang keramaian di gedung Apartment tersebut.Cassandra merebahkan tubuhnya dilantai, ia terus menangis tanpa memperdulikan wajahnya yang sudah dibanjiri oleh air matanya karena kepergian anaknya bersama sang mantan, mantan suami yang akan selalu dikenang olehnya sampai kapanpun. Cassandra tahu jika dirinya tidak boleh memikirkan Alex, tapi untuk saat ini ia hanya bisa memikirkan tanpa melihat, dan tanpa menyentuh. Cassandra juga tidak bisa menggendong Calvin, tidak bisa mencium, dan mencium aroma tubuhnya yang sangat wangi."Tuhan, tolong selalu jaga anakku dan..." Cassandra menjeda perkataannya yang sedang berdoa.
Seminggu kemudian. Akhirnya, Alex dan Cassandra sudah bercerai, semua itu Haniya yang melakukan supaya Cassandra benar-benar pergi dari kehidupan Alex, Haniya tidak ingin Alex memikirkan Cassandra, karena tujuan pernikahan itu adalah untuk mendapatkan keturunan, bukan untuk menumbuhkan rasa cinta. Jadi, Haniya segera mempercepat perceraian itu, karena jika tidak, Alex selalu banyak alasan membuat Haniya semakin kesal."Seperti perjanjian, saya memberikan Apartment ini untukmu." Alex memberikan Apartment ini untuk istri keduanya, hm lebih tepatnya mantan istri kedua karena mereka sudah bercerai.Cassandra menahan air matanya yang hampir menetes, ia tidak ingin terlihat lemah didepan Haniya dan Alex."Te ... Terima kasih." Cassandra mencoba tersenyum.Perceraian Alex dan Cassandra akhirnya sudah terjadi, kini Haniya tidak perlu mengkhawatirkan Alex lagi.'Maafkan aku,' batin Alex yang terus menatap wanita didepannya, wanita yang sudah melahirkan keturunannya.Apartment yang selama ini d







