Share

2. Ingin Pergi

Penulis: rindiyoon
last update Terakhir Diperbarui: 2024-08-18 21:05:46

"Rentenir atau bukan, itu bukan urusan kau!" sentak Alex.

Cassandra terdiam dengan tubuh yang bergetar, Cassandra sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi.

"Jadi bagaimana?" tanya Alex seolah-olah tidak sabar menunggu jawaban.

"Gimana apanya?" Cassandra berbalik tanya.

"Oh Tuhan!" Alex ingin sekali menghantam meja yang ada di depannya. Namun, tidak jadi, Alex harus sabar dan terus sabar.

Cassandra melirik ke arah sekitar, Cassandra ingin sekali pergi dari sini. Namun, sepertinya sangat sulit.

"Kau akan lunasi semua hutang keluargamu hari ini, atau menikah denganku!" Alex kembali membahas itu.

"Menikah? Aku tidak pernah terpikir menikah dengan pria asing," tutur Cassandra dengan sangat enteng.

"Kau pikir, saya sudi menikahi kau!" Alex mulai emosi.

Seketika suasana hening, semua orang yang ada di sana sepertinya sedang berpikir keras.

"Cepat! Saya tidak punya waktu!" Alex kembali berteriak.

"Be ... Berikan aku waktu untuk memikirkan ini," ucap Cassandra.

"Oke, satu detik!"

"Hah? Yang benar saja!" Cassandra kesal.

Alex melotot pada Cassandra.

"Se ... Sebentar, aku harus menelepon orang tuaku untuk menanyakan semua ini, aku takut ini hanya penipuan." Bisa-bisanya Cassandra mengatakan itu.

Alex tertawa. "Berikan rekaman saat orang tuanya meminjam uang!" titahnya pada sang asisten.

"Baik." Hans mengangguk dan mulai mengambil iPad didalam tas.

Hans mengotak-atik iPad dan membuka salah satu video, lalu iPad itu disimpan di atas meja yang mengarah ke arah Cassandra. Cassandra mulai melihat video itu dengan teliti, dan ternyata benar jika Dian dan Dani selaku orang tuanya Cassandra sudah meminjam banyak uang pada pria yang ada di depannya, pria yang sangat menyeramkan.

Alex bangun dari duduknya. "Kau harus bermalam di sini, besok saya akan kembali, besok kau harus memutuskan semuanya!"

"Ba ... Baik." Cassandra manggut-manggut saja.

Alex dan Hans segera pergi dari unit Apartemen itu, Cassandra di biarkan sendiri di Apartemen itu, Apartemen mewah.

"Aku harus pergi." Cassandra ingin pergi dan kabur dari Apartemen tersebut. Namun, tidak bisa.

Hans dan Alex pastinya sudah mengurung Cassandra di dalam Apartemen sampai besok. Cassandra menangis dan ingin menghubungi keluarganya, tapi ponselnya tidak ada.

"Pasti handphone aku di ambil mereka." Cassandra memiliki insting yang kuat untuk itu.

Cassandra berguling-guling di lantai, Cassandra menangis, Cassandra tidak tahu harus mengambil keputusan apa untuk ini. Namun, Cassandra tidak mampu membayar semua hutang orang tuanya saat ini juga. Cassandra tidak memiliki uang sebanyak itu, uangnya Cassandra hanya cukup untuk makan sehari-hari. Cassandra memang gadis miskin, tapi Cassandra selalu mencoba membahagiakan orang tuanya. Namun, Cassandra sedih dengan balasan orang tuanya yang seperti ini.

"Bisa-bisanya aku harus nikah sama cowok kayak gitu, dia bukan tipe aku, pasti dia tua."

Cassandra mulai memikirkan wajahnya Alex, karena Cassandra memang tidak menyukai pria seperti Alex, apa lagi Alex memiliki brewok yang seperti itu. Cassandra tidak menyukainya, tapi saat ini Cassandra benar-benar bingung harus melakukan apa.

**

Pukul 10 malam di sebuah kamar mewah. Alex dan Haniya sedang duduk di sofa, mereka berdua baru saja meminum teh hangat buatan Haniya. Selama pernikahan ini, Haniya memang tipe istri yang baik, penyayang, dan penuh perhatian pada suaminya.

"Sayang, kamu harus segera menikah." Haniya mulai membahas itu lagi.

Kepalanya Alex sepertinya akan pecah jika setiap hari harus selalu membahas itu.

"Sayang." Haniya meraba-raba dada bidang suaminya guna merayu sang suami untuk menurutinya.

"Aku sedang merencanakan semua ini," ucap Alex.

Haniya tersenyum lebar. "Apa benar? Siapa wanita yang akan kamu nikahi?" tanyanya dengan penasaran.

"Belum bisa memastikannya," jawab Alex.

Haniya mulai cemberut. "Pokoknya jangan nikahi wanita di klub malam, aku tidak suka, aku akan benci itu!"

"Sejak kapan aku pergi ke klub malam?" Alex menatap lekat ke arah istrinya.

"Tidak pernah, maafkan aku."

Haniya mulai menyandarkan kepalanya pada dada bidangnya Alex, dan Alex mulai mengecup pucuk kepalanya Haniya, mereka berdua adalah pasangan suami istri yang sangat romantis dan begituu harmonis. Namun, kekurangan mereka hanyalah keturunan, sudah lima tahun menikah belum memiliki keturunan.

"Sayang, mungkin kita bisa program hamil, satu anak tidak apa-apa." Entah sudah berapa kali Alex mengatakan itu dan memohon seperti itu pada istrinya.

Akankah Haniya menurutinya?

Haniya mulai membenarkan posisi duduknya dan tidak bersandar lagi pada suaminya, lalu Haniya mengatakan. "Aku tidak bisa mengandung, aku tidak bisa melahirkan, kita sudah membahas ini sebelum menikah!" Suaranya sedikit meninggi.

"Kalau kamu takut gendut, aku bisa membawamu ke luar negeri untuk membuatmu jadi seperti ini lagi." Alex memang tidak berniat menikah lagi, Alex tidak ingin mengkhianati istrinya, walaupun ini hanya rencana semata. Namun, Alex tidak pernah memikirkan semua ini.

Alex adalah tipe pria yang setia pada satu pasangan, Alex juga begitu mencintai Haniya sangat dalam.

"Aku lelah, aku ingin tidur." Haniya bangun dari duduknya dan melangkah menuju ranjang.

Haniya mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang, saat ini Haniya sedang kesal pada Alex.

"Selamat malam Sayang, mimpi indah!" Alex selalu mengatakan itu pada istrinya, Alex sangat romantis.

Haniya tidak merespon itu. Alex hanya bisa tersenyum tipis, Alex tahu jika Haniya sangat keras kepala.

'Baiklah, mungkin memang seharusnya aku harus menikah dengan gadis lain demi anak, semua ini demi anak dan penerus untukku,' batin Alex yang sepertinya sudah menerima semuanya.

Alex mulai memikirkan gadis yang ada di Apartemennya.

'Semoga dia mau menikah denganku, aku harus segera menikahi dia dan menghamili dia!' batin Alex yang sudah bertekad ingin memiliki keturunan demi pernikahannya dengan sang istri.

Alex akan menuruti apa yang diinginkan Haniya, walaupun Alex harus menikahi wanita lain, karena sudah tidak ada pilihan lain selain menikahi wanita lain demi menyelamatkan pernikahannya dengan Haniya.

"Sayang, mau ke mana?" tanya Alex setelah beberapa saat istrinya terbangun dari baringnya dan akan pergi dari kamar.

"Aku ingin mengambil sesuatu di dapur," jawab Haniya tanpa menoleh.

"Oke, hati-hati." Alex memahami istrinya masih kesal padanya.

Haniya keluar dari kamar dan tidak menoleh sama sekali. Alex mulai bangun dari duduknya di sofa, Alex menghampiri meja kerjanya yang berada di pojok kamar. Alex membuka tas kerja dan mengambil sebuah ponsel, lalu Alex mengutak-atik ponsel itu.

"Apakah dia seorang mahasiswi?" Alex mulai bermonolog.

Alex sedang mengotak-atik ponsel milik Cassandra, karena Alex sengaja mengambil ponsel Cassandra guna Cassandra tidak bisa menghubungi siapapun. Alex berharap jika besok Cassandra mau menerima tawaran untuk menikah, karena Alex tidak tahu harus mencari wanita di mana lagi untuk mengandung benihnya. Alex juga tidak mungkin menikahi wanita malam yang ada di klub, Alex juga ingin anaknya lahir dari rahim wanita yang baik-baik.

"Oh Tuhan, kenapa aku jadi memikirkan gadis itu!" Alex mengacak-acak rambutnya sendiri saat sadar jika dirinya mulai memikirkan gadis yang ada di Apartemennya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   60. Pertemuan Tak Terduga

    Pukul 5 sore, di sebuah kamar VIP yang berada di rumah sakit. Seorang wanita mulai membuka matanya, dan perlahan-lahan ia melirik ke arah sekitar. "Sayang, kamu sudah sadar." Suara Damar sangat khawatir, ia langsung menghampiri ranjang rumah sakit. "Sa ... Sayang." Cassandra ingin bangun, tapi sang suami menahannya. "Jangan bangun." Damar membenarkan posisi istrinya. "Kalau masih pusing kembali istirahat saja." Cassandra terdiam, ia baru menyadari jika dirinya berada di rumah sakit. Entah sejak kapan ia berada di sana, dan ia mulai menatap suaminya. Damar paham dengan tatapan itu, ia mulai menceritakan kenapa sang istri berada di rumah sakit. "Kalau masih sakit kamu harus di rawat di sini," ucapnya. "Aku enggak mau di sini, aku mau pulang." Cassandra memang tidak pernah suka jika dirinya di rawat di rumah sakit. Entah kenapa, ia benar-benar tidak betah. "Sayang, jangan gitu, biarkan cairan itu masuk semuanya ke dalam tubuhmu." Sekilas Damar melirik pada infusan sang istri

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   59. Rumah Sakit

    Alex segera membawa Calvin ke rumah sakit saat melihat Calvin sudah pingsan dan mengeluarkan darah dari kepalanya, Calvin jatuh dari tangga dan menggelinding ke bawah membuat Alex histeris."Dok, tolong selamatkan anakku!" Wajah Alex sangat pucat, ia khawatir dengan anak semata wayangnya."Akan saya usahakan." Dokter segera masuk ke ruangan operasi.Saat ini Calvin harus segera di operasi setelah sang Dokter memeriksa keadaannya, dan Alex tidak bisa ikut masuk ke ruangan tersebut.'Tuhan, selamatkan anakku,' batin Alex yang benar-benar mengkhawatirkan sang anak. Bagaimana Alex tidak mengkhawatirkan sang anak, anaknya jatuh dari tangga dan mengeluarkam darah.Alex terus mondar-mandir didepan pintu ruang operasi, dan tidak lama kemudian ada seorang wanita yang menghampirinya. Sejenak, Alex melihat wanita itu dan kembali menatap kaca ruang operasi lagi."Sa ... Sayang, maafkan aku." Haniya mencoba mendekati suaminya dan ingin menyentuh sang suami. Namun, suaminya menepis tangan tersebut.

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   58. Enam Tahun Kemudian

    Enam tahun kemudian...Tidak terasa sudah enam tahun berlalu, dan Cassandra sudah tidak sendiri lagi, ia sudah menikah. Hah? Menikah? Cassandra menikah dengan siapa? Hayo, pasti penasaran ya..."Sayang," panggil Damar pada istrinya yang baru saja membuka matanya.Perlahan-lahan Cassandra membuka matanya. "Selamat pagi suamiku." Seperti biasa ia selalu mengucapkan itu pada suaminya.Jadi...Cassandra dan Damar menikah? Yes, mereka menikah sudah setahun lamanya. Namun, mereka belum juga memiliki anak, karena beberapa bulan lalu Cassandra mengalami keguguran membuatnya sedikit trauma, tapi Damar tidak pernah memaksa harus memiliki anak secepatnya, Damar selalu ingin menikmati momen romantis dengan Cassandra.Wah...Bagaimana ceritanya Cassandra bisa menikah dengan Damar? Hehe, ceritanya panjang, tapi intinya Damar menunjukkan keseriusannya pada Cassandra dan perjuangan Damar mendapatkan Cassandra tidak main-main, itulah mengapa Cassandra menerima ajakan Damar untuk menikahinya."Selamat

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   57. Menata Kehidupan Baru

    Akhirnya... Cassandra menata kehidupan baru, ia kembali bekerja di restoran milik mantan kekasihnya, Damar. Cassandra juga sudah bertemu dengan sahabatnya, Elina. Namun, Cassandra tidak menceritakan kejadiannya yang menjadi istri kedua dan memiliki seorang putra. Cassandra benar-benar menutup rapat-rapat tentang kejadian itu seolah-olah tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ia juga ingin menata hidup barunya, ia masih memiliki masa depan, walaupun terkadang ia masih teringat tentang Alex dan Calvin. Namun, Cassandra memilih untuk menyimpan kenangan itu tersendiri didalam hatinya, ia juga tidak akan pernah melupakan anaknya, anak yang sudah dikandungnya, ia akan selalu mengingat masa kehamilan dan mengandung anaknya. Namun, Cassandra harus menyembunyikan semua itu supaya sang anak tetap aman."Istirahat dulu, jangan terlalu keras," bisik Elina ditelinga sahabatnya, sahabat yang sudah menghilang dan kembali lagi.Cassandra tersenyum. "Biar aku cepet kaya, biar aku punya masa depan yang i

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   56. Kesedihan Cassandra

    Alex benar-benar pergi membawa Calvin dan meninggalkan Cassandra sendirian di Apartment tersebut, Apartment yang sudah diberikan olehnya pada mantan istri keduanya."Calvin!" Cassandra kembali menangis, ia juga menyandarkan kepalanya pada pintu utama, ia ingin membuka pintu tersebut dan mengejar mantan suaminya. Namun, ia tidak bisa melakukan itu, karena ia akan hanya mengundang keramaian di gedung Apartment tersebut.Cassandra merebahkan tubuhnya dilantai, ia terus menangis tanpa memperdulikan wajahnya yang sudah dibanjiri oleh air matanya karena kepergian anaknya bersama sang mantan, mantan suami yang akan selalu dikenang olehnya sampai kapanpun. Cassandra tahu jika dirinya tidak boleh memikirkan Alex, tapi untuk saat ini ia hanya bisa memikirkan tanpa melihat, dan tanpa menyentuh. Cassandra juga tidak bisa menggendong Calvin, tidak bisa mencium, dan mencium aroma tubuhnya yang sangat wangi."Tuhan, tolong selalu jaga anakku dan..." Cassandra menjeda perkataannya yang sedang berdoa.

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   55. Perceraian Alex dan Cassandra

    Seminggu kemudian. Akhirnya, Alex dan Cassandra sudah bercerai, semua itu Haniya yang melakukan supaya Cassandra benar-benar pergi dari kehidupan Alex, Haniya tidak ingin Alex memikirkan Cassandra, karena tujuan pernikahan itu adalah untuk mendapatkan keturunan, bukan untuk menumbuhkan rasa cinta. Jadi, Haniya segera mempercepat perceraian itu, karena jika tidak, Alex selalu banyak alasan membuat Haniya semakin kesal."Seperti perjanjian, saya memberikan Apartment ini untukmu." Alex memberikan Apartment ini untuk istri keduanya, hm lebih tepatnya mantan istri kedua karena mereka sudah bercerai.Cassandra menahan air matanya yang hampir menetes, ia tidak ingin terlihat lemah didepan Haniya dan Alex."Te ... Terima kasih." Cassandra mencoba tersenyum.Perceraian Alex dan Cassandra akhirnya sudah terjadi, kini Haniya tidak perlu mengkhawatirkan Alex lagi.'Maafkan aku,' batin Alex yang terus menatap wanita didepannya, wanita yang sudah melahirkan keturunannya.Apartment yang selama ini d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status