Mag-log inOn the day Layla discovered she was pregnant, the Alpha King brought home another girl and declared her his Fated Mate. No one knew that Layla was his true wife. While the Fated Mate was destined to have it all, fate demanded that Layla lose everything. To protect her unborn child, she had no choice but to flee the place she once called home. But five years later, the man finds her... "Come home with me... and with our child."
view morePertemuan pertama mereka di taman kota menjadi titik balik dalam hubungan Zahra dan Arga. Mereka, yang sebelumnya hanya terikat oleh rasa kagum dan pertemuan sembunyi-sembunyi, kini menyadari betapa dalam perasaan mereka.
Meskipun dibayangi ancaman keluarga Arga, mereka berdua tetap terikat. Arga dengan nekat terus mencari kesempatan untuk bertemu Zahra, mencuri waktu di sela-sela kesibukannya untuk menemui Zahra, baik di taman kota, maupun di galeri tempat Zahra bekerja. "Aku ingin kita melupakan sejenak tentang larangan ini, Zahra," ucap Arga, matanya penuh harap saat menatap Zahra di sela-sela istirahat kerja mereka di galeri. "Akankah kau melupakan semua kesulitan ini dan menikmati kebersamaan kita untuk sekedar sebentar? Zahra, meski hatinya dipenuhi rasa takut, tak bisa menolak tawaran Arga. Dia merindukan sentuhan lembut Arga, kehangatan pelukannya, dan canda yang senantiasa membuat hatinya berbunga. Hari-hari mereka dipenuhi dengan kesenangan yang bercampur dengan kecemasan. Mereka berbagi cita-cita, mimpi yang menghiasi masa depan mereka. Arga, yang memiliki cita-cita meneruskan warisan seninya, mendapatkan dukungan penuh dari Zahra. Zahra, yang bercita-cita menjadi desainer interior, mendapatkan inspirasi dari karya seni Arga. Namun, kesenangan mereka tak berlangsung lama. Keluarga Arga semakin ketat mengawasi Arga. Semua aktivitas Arga dipantau, termasuk pertemuan rahasianya dengan Zahra. Suatu sore, saat Zahra dan Arga bertemu di taman kota, sebuah mobil berwarna hitam menghentikan pertemuan mereka. Keluarga Arga mengetahui pertemuan mereka dan menarik Arga paksa kembali ke rumahnya. "Jangan menyerah, Zahra," bisik Arga, matanya memandang dalam matanya Zahra. "Aku akan berusaha untuk bebas dari cengkeraman keluargaku." Zahra, yang merasa hatinya tercabik, berjanji untuk menunggu. Dia berharap Arga akan bisa melepaskan diri dari belenggu keluarganya dan bertemu bersama lagi. Pertemuan terakhir di taman kota meninggalkan luka yang dalam di hati Zahra. Rasa takut dan cemas bercampur aduk dengan cinta yang membara. Zahra merasakan betapa kerasnya kenyataan, bagaimana takdir sekejam itu menentang cinta mereka. Arga, yang menjadi sumber kebahagiaan dan inspirasi baginya, kini terkurung dalam jeruji tak terlihat yang dibangun oleh keluarganya. Namun, api asmara yang berkobar di hati Zahra tidak mudah padam. Membayangkan senyum Arga, kata-kata lembutnya, dan kehangatan pelukannya menghidupkan kembali semangatnya. Zahra bertekad untuk terus memperjuangkan cinta mereka, meski harus menghadapi banyak kesulitan. Hari-hari Zahra terasa hampa tanpa kehadiran Arga. Dia merasa kosong, tidak lengkap. Kerjaannya di galeri tak lagi menyenangkan, gambar-gambar karya Arga yang dulu menghias dinding kini tak lagi menarik minatnya. Kawan-kawannya di galeri menyadari kesedihan yang menyelimuti Zahra. Mereka mencoba menghibur Zahra dengan cerita lucu dan ajakan bermain. Namun, semua itu tak mampu menghilangkan kerinduan mendalam yang menyergap hatinya. Malam hari, Zahra sering menatap langit bintang. Dia berharap bintang dapat mengucapkan salam untuk Arga, menyampaikan rindu dan keinginannya untuk bertemu lagi. "Arga, aku merindukanmu," bisik Zahra, suaranya tertahan oleh sedih yang menyayat hatinya. "Kapan kita akan bertemu lagi?" Zahra menunggu dengan penuh harap. Dia yakin, Arga akan mencari cara untuk melepaskan diri dari cengkeraman keluarganya dan bertemu dengannya lagi. Cinta mereka terlarang, tetapi cita-cita dan kekuatan mereka masih terjaga. Zahra dan Arga mencari sebaris cahaya di tengah gelapnya takdir, mencari jalur yang dapat menyatukan mereka di bawah satu atap. Arga, terkurung dalam kemewahan rumah besarnya yang penuh dengan aturan dan larangan, merasa terkekang. Kesenangan yang dulu dia rasakan kini berganti dengan kekosongan dan kesedihan. Meskipun di sekitarnya ada banyak orang yang menyayanginya, Arga hanya merasakan kehampaan. Dia merasa seperti burung yang terkurung dalam sangkar emas, terpisah dari dunianya yang sebenarnya, dunia yang dipenuhi dengan kehangatan dan cinta Zahra. Saat Zahra meninggalkan taman kota dengan air mata yang mengalir di pipinya, Arga merasa hatinya tercabik-cabik. Dia ingin mengejar zahra, menariknya kembali ke pelukannya, dan berjanji akan melindungi zahra dari semua ancaman. Namun, dia terpaksa mengalah. Dia hanya bisa menatap Zahra yang menjauh, menghirup udara yang masih berbau wewangian Zahra, dan meneteskan air mata yang menggelinding di pipinya. "Aku tidak bisa kehilanganmu, Zahra," bisik Arga, suaranya gemetar oleh kesedihan yang menyergapnya. "Aku akan mencari cara untuk menyelamatkanmu dari takdir yang mengancam kita." Arga mencoba menenangkan hatinya dengan menyalurkan perasaannya ke dalam karya-karyanya. Kertas dan cat menjadi media baginya untuk mengungkapkan perasaannya yang mendalam terhadap Zahra. Lukisan-lukisannya kini bertemakan perjuangan cinta yang terlarang, keindahan yang tersembunyi di balik rintangan, dan harap yang tak pernah padam. Arga memulai perjuangan rahasianya. Dia mencari cara untuk melepaskan diri dari cengkeraman keluarganya dan mencari jalan untuk menyatukan cintanya dengan Zahra di bawah satu atap. Air mata mengalir di pipinya, tapi Arga tetap kuat. Dia berjanji akan menjalani semua risiko, menerima semua tantangan, demi meraih cinta yang telah menakdirkan hidupnya.Layla’s POVIt’s a year after Camila’s trial that Alexander and I renew our vows.Of all things, it was Benjamin’s idea.Everyone had been expecting a wedding. Alexander had made no secret he was courting the leader of Starfall, and though it took a while, Vincent and William both gave their officia
Layla’s POVI’m still reeling from the news that Vincent is my brother and William my grandfather, even though it makes perfect sense to the wolf inside me. In fact, she seems rather put out that I didn’t figure it out sooner.Leona smiles at us all as though blessing us, but I can feel there’s some
Or, more honestly, I want to be a part of whatever sounds like it’s going very right.I knock at the door, but there’s no answer. I hear William laugh again, and the door opens with a slight push.The tableau inside sends my stomach to my knees. Vincent and Layla are embracing, Benjamin is jumping u
Layla’s POVI had expected Leona to disperse the crowd after the Inquisitor had Camila hauled away, but instead, she just calls for a recess. I just nod like a good Delta, even though I had never held that title for Leona officially, and walk over to Vincent and William to ask if I could host them f
Alexander’s POVThe camp goes still the moment I arrive.Instantly.Everyone freezes, eyes following me as I march through the camp. One minute they’re working, moving, training, and the next, they’re standing frozen.Good. Having them on alert is the response I wanted, especially since they didn’t
Layla’s POVI rub my aching head again as I stamp the last few invitations. Invitations that were supposed to be stamped and sent out by Camila, but because she knows nothing, it falls to me to get them out. The neighboring packs and royals wouldn’t appreciate sloppy work.Ben glances at me when I c
Layla’s POV“This is Camila, the new Delta.”Even as I say the words, I feel the nausea roll in my gut. Does Alexander not understand how this feels? Was this his plan all along? To bring in his fated mate and replace me?I stare at the girl as she meets the other Deltas. My eyes find MY MOTHER’S ne
Alexander’s POVCamila breathes softly as she sleeps.Sighing, I move to the other side of the bed, but before I can sit, something catches my eye from outside the window.Layla’s familiar, lithe form walks away from the hospital.I watch her as she leaves, her form drawing my eye and my attention.
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Rebyu