Share

The Billionaire's Revenge
The Billionaire's Revenge
Penulis: Hare Ra

Chapter 1

“Bunuh mereka semua! Jangan sampai ada yang masih hidup!”

Seorang pria tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan napas yang tidak beraturan. Mimpi buruk itu kembali datang. Bahkan, sudah 10 tahun berlalu sejak kejadian tersebut, Darren masih begitu lekat mengingat kejadian mengerikan itu.

10 tahun lalu, saat usianya masih 12 tahun, sekelompok pria bertopeng menyerang rumahnya. Semua orang yang ada di rumah dibantai habis, beruntung Darren remaja berhasil lolos dari kejadian nahas itu. Miris, meski telah kehilangan orang tua, Darren remaja pun harus legowo menerima takdir kehilangan seluruh aset yang ditinggalkan ayahnya.

Pengadilan memutuskan perusahaan papanya, Daze Company bangkrut dan harus dijual untuk bisa melunasi hutang yang ditinggalkan ayahnya. Belum lagi, pengadilan tidak menjatuhkan hukuman pada terduga pembunuh, karena hal tersebut dinilai sebagai suatu kewajaran.

"Tidak, mimpi itu lagi!" Darren mengusap wajahnya yang sudah lepek dengan peluh.

Tidak lama, sebuah tendangan mengenai bokong pria itu dan membuatnya terjungkal ke lantai.

"Hei, katrok! Kau bisa tidak, sehari saja tidak mengigau!" Seorang wanita dengan perut yang tengah membesar berkacak pinggang. Dia terlihat begitu kesal karena tidurnya yang nyenyak terusik oleh pergerakan dan teriakan Darren. "Kalau besok kau mengigau lagi, tidur saja di kamar pembantu, sana! Kau mengganggu tidurku, tau!"

"Maaf."

Darren hanya bisa menjawab sekadarnya. Bukan tanpa dasar Renata bertindak kasar meski wanita itu berstatus istri Darren. Pernikahan mereka terjadi karena sebuah keterpaksaan. Renata sudah hamil duluan dengan pria yang enggan bertanggung jawab. Darren yang memang bekerja sebagai cleaning service di perusahaan ayah Renata lantas ditawari untuk jadi suami sementara untuk menutupi aib Renata.

Darren menoleh ke arah jam yang sudah menunjuk pada pukul 4 pagi. Selain bekerja di kantor, dia pun dituntut untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Untuk itu, dia terbiasa bangun lebih pagi untuk melakukan segala pekerjaannya sebelum diamuk mertua, juga sang istri.

"Hei! Apa kau tuli!" Renata berteriak saat melihat Darren sudah berjalan nyaris keluar kamar. "Aku masih berbicara padamu, dasar tidak sopan!"

Darren menghentikan langkahnya. Tanpa menoleh ke arah Renata, dia pun menjawab. "Aku harus mengerjakan pekerjaan rumah."

Sebelum Darren menutup pintu kamar, pria itu masih bisa mendengar dengan jelas hinaan yang dilontarkan oleh Renata.

"Apa dia waras? Siapa yang mau mengerjakan pekerjaan rumah di jam 4 pagi?!"

Darren sudah hafal betul bagaimana siklus kehidupan di rumah ini. Renata, istrinya baru akan bangun ketika matahari sudah mulai tinggi. Semua itu karena kebiasaan Renata yang masih tetap bersenang-senang menikmati dunia malam, meski perutnya sudah membuncit. Lalu mertuanya, tentu saja mereka masih tertidur dengan lelap dan baru akan bangun ketika semua kebutuhan mereka sudah siap tersaji.

Tap! Tap!

Darren berjalan pelan menuruni anak tangga dengan hati-hati, dia tidak ingin langkah kakinya mengganggu mertuanya yang masih tertidur.

Namun….

Prang!

Suara sebuah barang pecah dan terdengar pecahannya berjatuhan di lantai.

“Astaga!” ujar Darren menyugar kasar rambutnya, karena suasana yang remang-remang lampu ruangan belum dinyalakan, dia tidak sengaja menyenggol vas bunga besar yang terletak di tangga itu sehingga membuat vas itu pecah berserakan di lantai.

Cktek!

Semua lampu seketika menyala terang, dan terlihat Darren yang menahan nafas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena dia melihat kedua mertuanya berdiri menatap tajam ke arahnya.

“Apa yang kau lakukan?!” Mertuanya, Gia bertolak pinggang meneriaki Darren yang sudah pasti jadi tersangka.

Sedangkan, wajah Darren kini kusut. Niat hati ingin berhati-hati, malah mengundang keributan yang pasti akan memperpanjang kesulitan hidupnya hari ini.

“Maaf, Ma. Vas ini tidak sengaja tersenggol."

"Seenaknya saja kau bilang maaf!" Mata mertuanya semakin memelotot mendengar alasan Darren. "Kau pikir harga vas itu murah?! Bahkan gaji kau sebulan di kantor tidak akan cukup untuk membeli itu!”

"Saya akan menggantinya." Segera, Darren menundukkan tubuhnya dan meraup pecahan-pecaha beling itu dengan tangannya sendiri.

“Miskin saja sombong!" hina Gia lebih kejam lagi. "Mau ganti dengan apa? Kau saja hanya seorang cleaning service, dasar menantu sampah!"

Sementara itu, papa mertuanya yang sedari tadi hanya menonton keributan antara menantu dan sang istri pun kini mulai berani bersuara. "Sudahlah Ma, hanya vas aja ribut." Martano, papa mertuanya kemudian menatap Darren dengan pandangan mengintimidasi. "Gajimu akan dipotong selama lima bulan!"

Darren yang kaget dengan keputusan papa mertuanya itu terpaku sejenak. Gerakannya yang tengah membersihkan pecahan beling itu terhenti. "Tapi, Pa--"

****

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status