Share

Chapter 2

“Tidak ada tapi-tapian!”

Upaya Darren untuk bernegosiasi itu pun langsung lenyap saat mama mertuanya kembali berteriak. Setelahnya, kedua mertuanya itu langsung meninggalkan Darren yang masih sibuk dengan pecahan beling di tangannya.

Hanya ada satu orang yang begitu manusiawi memperlakukan Darren di rumah ini. Dialah Bi Asih, pembantu utama rumah ini. Wanita paruh baya itu bahkan tak sungkan menawarkan bantuan pada Darren. "Tuan, biar bibi saja. Semua ini bukan tugas Tuan, apalagi Tuan adalah menantu di rumah ini."

Darren tersenyum tipis. "Tidak apa-apa, Bi. Biar saya yang bereskan, ini semua memang kesalahan saya."

Darren jelas menolak. Kalau dia membiarkan Bi Asih membantu, mertuanya itu pasti akan kembali mencari perkara lain. Darren hanya tidak ingin memperparah keributan, untuk itu dia pun membereskan kekacauan pagi ini sendirian.

**

"Selamat pagi ...."

Darren selalu menyapa karyawan di tempat kerjanya dengan ramah. Dari banyaknya karyawan yang dia sapa, banyak di antaranya yang menatap miris pada pria yang jadi menantu bos, tetapi masih saja harus bekerja dengan pangkat yang rendah. Namun, Darren tidak berkecil hati. Dia tetap ingin dikenal karena pekerjaannya yang bagus, alih-alih dikenal hanya karena menantu 'terpaksa' bosnya sendiri. Seperti hari ini, Darren bertugas untuk mem-back up temannya yang sedang cuti.

“Jadi, tugas tambahan yang dimaksud?"

Sesuai instruksi manager, Darren ditugaskan untuk membersihkan beberapa ruangan, termasuk ruangan Martano, bos sekaligus mertuanya. Seperti biasa, Darren memang selalu jadi orang paling dicari jika salah salah satu rekannya cuti. Namun, ketika dia yang meminta jatah untuk cuti, manager selalu saja punya alasan untuk menolak permohonan cutinya.

Kriet!

Darren membuka pintu ruangan mertuanya, sekaligus pemilik perusahaan besar tersebut. Ini adalah kali keduanya dia masuk ke sini. Yang pertama saat diminta untuk menikahi Renata, dan keduanya adalah hari ini. Darren memperhatikan ruangan dengan aroma buah yang lembut, meja kerja yang sedikit berantakan. Beberapa kertas berserakan di atas sana, bahkan kotak sampah penuh dengan kertas bekas.

Darren dalam hatinya membatin melihat ruangan bos besar yang sekacau ini. Namun, tanpa banyak komentar, dia pun mulai menjalankan tugasnya, dimulai dari merapikan lemari file yang tampak sangat berantakan. Selesai dengan sampah dan lemari yang telah rapi, Darren pun berpindah pada hamparan file yang berserakkan di atasnya.

"Pantas saja tidak ada yang mau menggantikan Radi," ujar Darren menyebut satu temannya yang cuti. Temannya itu pasti kesulitan mengatur kekacauan file-file di ruangan ini.

Dengan hati-hati, sebelum mengelap meja, pria itu lebih dulu merapikan dan mensortir file yang ada di sana. Biarpun seorang petugas kebersihan, Darren paham jika kertas-kertas yang berserakkan di ruangan bos tentu bukan kertas sembarangan. Beberapa bahkan bisa bernilai puluhan milyar.

Tiba-tiba….

Praak!

Beberapa lembar dokumen terjatuh, dengan cepat Darren mengambil dokumen itu. Namun, tanpa sengaja dia membaca beberapa baris kata-kata yang ada di sana. Membuat tubuhnya tampak membeku dan terdiam.

[Daze Company]

Darren membaca nama perusahaan yang telah lama 'hilang' itu.

“Kenapa ada dokumen ini?" Dahinya mengerut dalam, mencoba mencari tau kemungkinan yang membuat papa mertuanya berurusan dengan perusahaan mendiang orang tua Darren. "Apa hubungannya?”

Karena penasaran, Darren akhirnya membaca dokumen itu dengan saksama. Semakin membaca lebih jauh, reaksi tubuhnya justru semakin bergetar dan rahangnya mengeras.

Sesuatu yang tidak beres sudah terjadi antara Martano dan mendiang papanya. Gegas, sebelum ada orang yang melihat Darren membaca file penting itu, dia mengeluarkan ponsel dari saku. Dia akan menyimpan salinan dokumen ini dengan hati-hati, dan berjanji untuk mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan tangan yang masih gemetaran, Darren kembali membersihkan ruangan itu. Dia tetap akan menyelesaikannya, walaupun pikirannya penuh dengan tanda tanya.

"Aku pasti akan menemukan jawabannya!"

****

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status