The Billionaire's Vail

The Billionaire's Vail

last updateLast Updated : 2025-04-29
By:  Patrick Chukwu Ongoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
29Chapters
1.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

Dante Moretti, the ruthless Billionaire CEO, hungers for power and control. Cold, calculated, he sends shivers down his rivals' spines with his cold, calculated way into any business deal that might pop up in his way. But inside the steely exterior of this man, a traumatic past torments him to have left him detached and numb as regards love. His goal is simple: solidify his control and paramountcy and build on an empire. Lyra Caine grew up privileged in a family that had disintegrated; the fortune of her father, Richard Caine, once a strong king of finance, had shrunk due to a number of bad investments. She needed to be married off to Dante Moretti, a man rumored never to have shied away from getting ruthless in whatever business dealings he had, so that their name would not be utterly ruined. Lyra had lived her whole life by what this great shadow of a father expected from her: fragile, with this inner fire barely apparent in herself. But here is the kicker that makes it even more twisted: Dante isn't marrying Lyra out of love or even because of business needs. He has an ulterior motive linked to her father's long-buried secrets, one that could totally unravel her family should it come to light.

View More

Chapter 1

The Irrevocable Deal

“Ra, bibir kamu luka kenapa itu?”

Rara tersentak kaget mendengar pertanyaan Hani, sahabatnya sejak masih kecil. Ia buru-buru menutupi luka di bibirnya dengan tangan dan berkata canggung, “Nggak kenapa-kenapa, kok! Ini tadi ada kulit terkelupas aja.”

Hani menatapnya curiga. Ia memandang sekelilingnya yang ramai kemudian berbisik di telinga Rara, “Karena Satrio, ya?”

Rara seketika menegang. Ia buru-buru menggeleng. “Mana ada. Aku kan nggak ketemu dia hari ini. Sibuk nyari hadiah ulang tahun buat sahabat aku ini!” ucap Rara kemudian tertawa-tawa sumbang. 

Jawaban Rara tidak mengendurkan tatapan curiga Hani. Malah, wajah gadis itu semakin mengeras. Tapi, ia akhirnya menghela napas pasrah. Toh, tidak ada yang bisa mengalahkan kekeraskepalaan Rara dalam menyimpan masalahnya sendiri. 

“Yaudah, nikmatin pestanya, ya. Kalau pengin sesuatu, kabarin aja,” ucap Hani akhirnya sambil menepuk-nepuk bahu Rara. 

Rara tersenyum lebar. Ia mengangguk-anggukkan kepala. “Selamat ulang tahun ya, Han. Hadiahnya aku taruh mana, nih?”

Hani menunjuk pojokan ruangan yang terdapat plang bertuliskan ‘Tempat Menaruh Hadiah”. “Di pojokan yang ada plang itu aja. Makasih hadiahnya, ya,”

Rara lagi-lagi mengangguk riang. Ia menatap kepergian Hani yang mulai menyambut tamu lainnya. Senyum lebar Rara kemudian memudar. Ia berbalik badan dan berjalan menuju pojok ruangan untuk menaruh hadiah. 

Setelah menaruhnya, Rara mengamati sekeliling. Orang-orang tengah asik berjoget di tengah ruangan, mengikuti irama musik yang dimainkan oleh DJ. Beberapanya lagi tengah bercengkrama di sofa-sofa yang bertebaran di ruangan sambil menyeruput minuman beralkohol. 

Rara menghela napas. Sejujurnya, ia sedang tidak mood untuk datang ke acara ramai ini. Tapi, tidak mungkin, kan, ia mangkir dari acara ulang tahun sahabatnya sendiri yang bahkan sudah ia anggap seperti saudara sendiri. 

Ini semua karena Satrio! Batin Rara emosi. Ia meneguk minuman alkohol yang ditawarkan pelayan sebelumnya. 

Kalau saja tadi dia tidak bertemu Satrio, pasti ia akan lebih menikmati pesta sahabatnya ini! 

Satrio adalah pacarnya sejak awal kuliah. Mereka pertama kali kenal ketika mengerjakan tugas kelompok untuk salah satu mata kuliah. Saat itu, kelompoknya berisikan orang-orang yang kabur-kaburan dan hanya Satrio yang aktif mengerjakan bersamanya. Hal itu memicu kedekatan Satrio dengan Rara hingga akhirnya mereka saling menyukai dan memutuskan untuk menjalin hubungan. 

Awalnya, semua berjalan dengan lancar. Hubungan mereka terasa manis dan menyenangkan hingga membuat teman-temannya iri. Hingga saat Satrio memintanya untuk berhubungan intim di tahun kedua hubungan mereka. 

Rara tidak mempermasalahkan hal itu. Toh, dia memang orang yang cukup masuk dalam pergaulan bebas. Tapi, ia tidak menyangka Satrio adalah orang yang cukup … gila.

Rara awalnya mengira Satrio akan bermain dengan lembut dan perlahan mengingat sifat pria itu cukup gentlemen. Tapi, ternyata pria itu kasar dalam berhubungan! Ia suka memukulnya, menggunakan berbagai alat yang menyakitinya, dan tidak suka melakukan penetrasi kepada Rara lebih dulu sebelum melakukan penyatuan!

“Emang kalau berhubungan tuh gini, yang,” itu kata Satrio dulu ketika Rara menangis memohon agar Satrio berhenti bermain kasar. Maka, dalam rangka menuruti nafsu pacarnya, Rara harus pasrah menerima berbagai hal tersebut. 

Rara meringis ketika minuman di tangannya menyentuh luka di bibirnya. Luka di bibir ini juga karena Satrio. Ia tadi berbohong kepada Hani kalau ia tidak menemui Satrio walaupun sebenarnya memang benar, sih, karena Satrio sendirilah yang menemuinya!

Rara menghela napas pelan. Kepalanya mulai pusing ketika lampu ruangan menjadi kerlap-kerlip karena pesta semakin menggila. Rara menaruh gelas kosong di meja dan beranjak pergi dari ballroom hotel tersebut. 

Ia butuh minuman yang lebih keras. 

Rara menekan tombol di lift menuju lantai paling atas. Ada bar hotel di lantai tersebut. Sepertinya tidak akan masalah jika dia menghabiskan setengah tabungannya untuk meminum 2-3 gelas alkohol kuat. 

TING! Lift sampai di lantai tujuan Rara. Gadis itu segera menuju bar dan masuk ke dalamnya. 

Berbeda dengan ballroom tadi, suasana bar sangat damai dan hening. Tidak ada orang lain di sana selain dirinya. Sepertinya memang masih terlalu dini untuk mabuk-mabukan.

Rara segera duduk di kursi bartender dan memesan minuman. Ketika sampai, ia segera menyesapnya perlahan hingga habis dan memesan ulang lagi. Hal itu terus Rara lakukan selama beberapa menit hingga terdengar suara pintu bar dibuka. 

“Rara?”

Rara menoleh dengan mata sayu. Alkohol sudah mulai menguasainya. Ia menyipitkan mata 

“Om Jefri?” Rara buru-buru bangkit dari kursi, “Malam, om. Maaf tadi belum sempet nyapa om di ruang pesta,”

Jefri menggeleng sambil tersenyum tipis, “Om juga baru datang sebenarnya. Santai aja,”

Pria itu kemudian duduk di sebelah Rara dan memesan minuman ke bartender. Rara memerhatikan pria paruh baya itu lamat-lamat. 

Jefri Nicelson adalah ayah dari sahabatnya. Seorang duda sejak Hani  SMA. Sama seperti mengenal Hani, Rara juga mengenal pria paruh baya itu sedari kecil. Pria itu adalah definisi orang kaya sesungguhnya. 

Jefri berkecimpung dalam usaha perhotelan dan sudah memiliki banyak cabang hotel di negara ini. Hotel yang menjadi tempat pesta Hani sekarang, Hotel Amerson, juga adalah salah satu hotel yang dikelola Jefri. 

Meski begitu, Jefri bukanlah orang kaya yang arogan. Ia justru sangat ramah dan baik hati dengan perangai yang tenang. Pria itu selalu bersuara lembut. Rara tidak ingat Jefri pernah menaikkan nada suaranya meski dalam keadaan marah sekalipun. Berbeda sekali dengan ayah Rara yang kasar dan sukanya marah-marah.

Rara ingat Jefri suka mengajaknya tiap kali ingin bepergian bersama Hani. Berkat itu, Rara jadi bisa mencoba berbagai pengalaman baru, seperti bermain di taman bermain, mencoba jet ski, pergi ke kebun binatang, dan masih banyak lagi. 

“Kenapa nggak di ballroom, Ra?” tanya Jefri memecahkan lamunan Rara. 

“Pusing dikit, om, soalnya rame banget hehe,” balas Rara dengan senyum malu. 

Jefri tertawa, “Bukannya kamu tipe orang yang suka keramaian? Biasanya paling heboh malah,”

Rara hanya meringis. Dalam hati, ia kembali mengutuk Satrio. 

“Ra, kamu luka?” Tanya Jefri sambil menunjuk bibir Rara, “Kenapa?”

Rara buru-buru menggeleng, “Karena kulit terkelupas aja, om!”

Jefri bergumam. Sama seperti Hani, pria itu juga menatapnya curiga. Rara meringis dalam hati, insting bapak dan anak memang sama kuatnya!

Rara mengalihkan pandangan kembali ke minumannya kemudian menegaknya hingga tandas. Ia kemudian menghela napas. 

Sudah terlanjur dicurigai begini, sebaiknya ia cerita saja, kan?

“Ini karena pacar saya, om,” ucap Rara, “Dia ngajak saya untuk begituan hari ini,”

Rara meremas dressnya kencang. Merasa Jefri tak menanggapinya, Rara melanjutkan ceritanya. 

“Awalnya, ia ngajak lewat sms tapi saya tolak karena mau cari hadiah Hani dan bilang kalau malam ini mau ke acara ultah Hani juga jadi nggak mau capek, tapi dia malah datengin saya ke toko dan seret saya ke mobil,”

Bulir-bulir air mata menumpuk di sudut mata Rara. Ingatannya akan pertengkaran tadi memunculkan kembali perasaan sakit hatinya. 

“Dia maksa saya terus-terusan. Baru pas saya mohon-mohon, dia akhirnya terima tapi katanya mau cium saya aja sebagai gantinya. Tapi, dia cium saya kasar, om, … dia gigit bibir saya kenceng banget sampe berdarah,”

Rara mulai terisak. Kepalanya jadi sangat sakit karena teringat dengan berbagai perlakuan kasar yang Satrio lakukan kepadanya. 

“Saya capek, om … Pacar saya selalu kasar tiap main. Saya nggak suka …”

Rara menutup wajahnya yang berair. Ia yakin make upnya sudah luntur semua sekarang. Di sebelahnya, Jefri khidmat mendengarkan sambil meminum alkoholnya pelan-pelan. 

“Tapi, tiap kali saya tegur, dia pasti selalu bilang emang kalau main pasti bakal gitu–”

“Nggak, Ra. Yang namanya berhubungan, kedua belah pihak harus sama-sama enak,” potong Jefri, “Pacar kamu bohongin kamu,”

“Tapi, gimana, om?! Dia selalu bilang kalau saya cuma ngibul! Ngejek saya tiap saya selalu ungkit itu! Saya sendiri juga nggak tahu berhubungan baik itu gimana!” seru Rara dengan wajah memerah padam. 

Ia menatap sengit ke Jefri yang menghela napas dan menggeleng-gelengkan kepala. 

“Pokoknya, pacar kamu itu gak bener. Hubungan intim itu harus baik-baik–”

“Kalau gitu, coba om tunjukkin gimana berhubungan yang baik itu!” seru Rara sengit membuat Jefri membelalakkan mata kaget. 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Victory
Victory
very captivating story , I love it ......
2024-12-03 17:30:13
1
0
29 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status