LOGINMiss Zariah is a lawyer and a goddamn good one, she's known to be ruthless, and she'll put her own mother behind bars if she dares to break the law, to any outsider she's a cold-blooded snake, but to the ones that know her, she's not. Zee is a sweetheart, she'd move heaven and earth for the ones she loves, including her very close circle of friends, and that's about it. She never counted on standing up for a mafia lord, to go with him anywhere, or to fall in love with him, but life is never what we expect or what we want. Hades, wasn't a nice guy, a cold-hearted man, one who had committed many crimes before and will commit many more in the days to come, but his whole world stopped when he saw Zee, his little bunny, he's going to make her hers. This story includes cgl, ddlg, and a bit of coffee addiction. Apologies for any misspelling or grammar mistakes
View MoreDibawah langit malam yang bertabur jutaan bintang dengan di temani rembulan yang bersinar terang, terlihat seorang pemuda berusia 12 tahun tengah mengayunkan pedangnya dengan semangat. Peluh keringat membasahi setiap inci tubuhnya yang di penuhi dengan otot, nafasnya yang memburu tidak menjadi penghalang bagi sang pemuda untuk melakukan gerakan demi gerakan dengan menggunakan pedang.
Setelah beberapa saat berlatih, pemuda itu menghentikan ayunannya. "Sampai kapan kau akan terus disana? Apa sebegitu kagumnya kau kepadaku." Tanpa menoleh, pemuda itu berbicara dengan nada dingin.
"Kau memang pantas di sebut sebagian jenius, walaupun tingkat kultivasi mu menurun, tetapi semua indera mu masih begitu tajam."
"Tidak perlu berbasa basi, apa yang kau lakukan disini?"
"Hanya kebetulan lewat dan tidak sengaja melihat mu tengah berlatih. Aku ingin mengetahui sampai dimana perkembangan mantan jenius Klan Wang yang sempat di bangga-banggakan."
Mendengar hal itu sang pemuda menghela nafas panjang, dia membalikan badan dan mendapati seorang gadis berparas cantik tengah tersenyum sinis kearahnya, terlihat jelas jika sorot matanya memandang rendah kepadanya.
Sesaat pandangan keduanya bertemu dan suasana mendadak hening, namun keheningan itu tidak berlangsung lama saat sang gadis tiba-tiba menarik pedangnya dan bergerak cepat kearah sang pemuda dengan mengayunkan pedang.
"Apa yang kau lakukan Wang Yue!"
"Ingin menguji sampai dimana batas kemampuanmu Wang Yibo."
Pemuda bernama Wang Yibo itu mengumpat pelan sebelum kembali menarik pedangnya, dia menahan dan menangkis setiap serangan yang datang.
Suara logam yang beradu terus terdengar, memecah keheningan malam. Selama beberapa saat keduanya bertukar serangan sebelum Wang Yue mulai serius dan mendominasi pertarungan, tanpa kesulitan Wang Yue mengalahkan Wang Yibo hanya dalam waktu singkat.
Ujung pedang Wang Yue berhenti tepat di leher Wang Yibo, membuat sang pemuda seketika menahan nafas.
Wang Yue tersenyum mengejek sebelum menarik kembali pedangnya, "Benar-benar memalukan, bagaimana bisa setelah 5 tahun tidak ada perkembangan sedikitpun."
Wang Yibo merapatkan gigi, kedua tangannya mengepal dan tatapannya menjadi dingin. Terlihat jelas jika Wang Yibo ingin mengatakan sesuatu namun mengurungkan niatnya karena menyadari posisi Wang Yue di dalam Klan Wang begitu tinggi walaupun Wang Yibo merupakan putra Patriark generasi sekarang.
"Satu tahun lagi turnamen antar lima klan akan di selenggarakan. Walaupun tidak berharap banyak, tetapi ku harap kau tidak mempermalukan nama Klan Wang." Wang Yue tersenyum sinis sebelum melangkah pergi, meninggalkan Wang Yibo yang masih berada di tempatnya dan tidak bergeming sedikitpun.
Setelah kepergian Wang Yue, Wang Yibo menundukkan kepala dengan kedua tangan yang masih mengepal.
Saat ini emosi sungguh menyelimuti hati Wang Yibo, pemuda itu berteriak memecah keheningan malam, mengutuk pada langit yang membuatnya berakhir menjadi seperti sekarang.
Wang Yibo kemudian melampiaskan semua amarahnya dengan menghancurkan semua benda yang berada di sekitarnya, ledakan demi ledakan terjadi hingga membuat tempat tersebut porak-poranda. Setelah puas melampiaskan amarahnya, Wang Yibo melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.
Selang beberapa saat kemudian, Wang Yibo tiba di sebuah danau dimana tempat tersebut berada di belakang markas Klan Wang.
Caci maki yang selama beberapa tahun terakhir Wang Yibo dapatkan membuat dia benar-benar merasa jika dirinya hanyalah sebuah sampah yang tidak berguna, bahkan Ayahnya sendiri tidak memperdulikan keberadaanya terutama di saat-saat terpuruknya.
Ingatan Wang Yibo sekilas mengingat kembali saat dirinya berusia 7 tahun, dimana saat itu dia menunjukan bakat kultivasi yang sangat tinggi untuk anak seusianya, segala kebutuhan sumberdaya di sediakan oleh klan sehingga Wang Yibo merasa berada di atas angin.
Baik para anggota maupun tetua klan memanggilnya sebagai Patriark muda, bahkan Ayahnya memberikan kasih sayang lebih.
Ayah Wang Yibo sering memuji dan menjadikan Wang Yibo sebagai putra kebanggaannya, setidaknya semua itu berjalan dengan lancar sampai suatu waktu tingkat kultivasi Wang Yibo mengalami kemunduran.
Klan Wang yang mengetahui hal itu melakukan segala macam cara untuk menyelamatkan kondisi Wang Yibo, tidak terhitung berapa banyak sumberdaya yang dikeluarkan oleh Klan untuk membantu kondisi Wang Yibo namun semua itu berakhir sia-sia.
Secara perlahan posisi Wang Yibo mulai runtu, para tetua yang semula memihak kepadanya mulai meninggalkan Wang Yibo dan menganggapnya sebagai sampah yang tak berguna.
Wang Yibo yang merasa tidak terima dengan semua itu berusaha berlatih lebih keras tetapi semuanya berakhir sia-sia, lima tahun sudah Wang Yibo berlatih, berharap dia mendapatkan kembali tingkat kultivasi-nya, namun sekeras apapun Wang Yibo berlatih tingkat kultivasi-nya tidak kembali dan justru semakin menurun.
Malam itu Wang Yibo menghabiskan waktunya di pinggir danau, menatap permukaan air yang jernih akibat terkena pantulan sinar rembulan serta berhiaskan bunga teratai yang bermekaran.
Tanpa terasa waktu terus berjalan dan matahari mulai memancarkan sinarnya. Namun walaupun demikian Wang Yibo masih belum bergeming dari tempatnya, tatapannya begitu kosong dengan kedua mata yang sembab akibat terlalu lama menangis.
Para anggota klan yang melihat keberadaan Wang Yibo hanya tersenyum sinis dengan sesekali melemparkan hinaan dan cemoohan kepada Wang Yibo.
"Siapa sangka putra Patriark yang dianggap sebagai jenius yang lahir seribu tahun sekali berakhir menjadi sampah Klan yang tidak berguna."
"Aku yakin Patriark Wang tidak menganggapnya sebagai putra lagi."
"Andaikan dia bukan berasal dari keluarga utama dan putra Patriark Wang, sudah sejak lama dia di buang dari klan."
Wang Yibo yang mendengar semua itu hanya bisa diam dengan mengigit bibir bagian bawahnya, tanpa terasa air matanya kembali menetes dan isak tangis mulai terdengar.
Ketika hinaan dan cemoohan semakin menjadi, seorang gadis kecil berparas cantik berjalan mendekat dengan kedua tangan mengepal, tanpa mengatakan sepatah katapun gadis itu menghajar semua anggota Klan yang terus mencemooh Wang Yibo.
"Berani kalian mengatakan hal itu lagi, ku pastikan semua tulang kalian patah." gadis kecil itu melotot, membuat anggota klan ketakutan sebelum melangkah pergi.
Setelahnya gadis itu mendekati Wang Yibo, "Yibo-gege, jangan terlalu di pikirkan apa kata mereka. Bagiku Yibo-gege adalah yang terbaik, sampai kapanpun Linlin akan berada di sisi Yibo-gege."
Mendengar hal itu Wang Yibo menghentikan tangisannya, dia menoleh dan mendapati seorang gadis kecil berparas cantik dengan rambut panjang berwarna hitam legam serta memiliki bola mata berwarna merah darah layaknya sebuah batu ruby.
Senyum hangat yang tercetak jelas di wajah cantiknya, membuat perasaan Wang Yibo menghangat, tanpa mengatakan sepatah katapun Wang Yibo memeluk erat tubuh Wang Linlin yang merupakan adik kecilnya dan satu-satunya orang yang masih peduli dengannya.
Walaupun Wang Linlin masih berusia 7 tahun tetapi dia memiliki kecerdasan yang luar biasa. Bisa dibilang Wang Linlin adalah jenius langka yang bahkan melebihi Wang Yibo, selain karena memiliki tubuh khusus bernama Tubuh Dewi Ilahi, Wang Linlin juga memiliki satu dari 100 Deva Eyes bernama Mata Dewi Ilusi. Sehingga membuat Wang Linlin menjadi salah satu jenius dari Klan Wang selain Wang Yue yang telah menggantikan posisi Wang Yibo.
Dengan keberadaan Wang Linlin jugalah yang membuat posisi Ayahnya tak tergoyahkan dan masih menduduki posisi Patriark sampai saat ini.
"Linlin, terimakasih untuk semuanya. Gege berjanji akan melindungi mu bahkan jika harus mengorbankan nyawa Gege sendiri." Wang Yibo tersebut tulus.
"Linlin sayang Yibo-gege!"
Zee POV. "Don't you look pretty," he says twirling me in the store, looking at my ball dress, it's a pink dress, similar to the one the Disney princess wears in my comfort movies. "Thank you," I say blushing looking at my daddy, he bought me everything, and he wouldn't even let me look at the prices or suggest paying anything, he's my Daddy and he's going to spoil me."Do you want them delivered?" the lady asks him. "Yes, please," he said and we walked out, we got back on our bikes and rode back to the shop, we gave him the bikes back, held hands and walked toward home. "We're gonna meet my friend and his little at noon, you can play until then," Daddy suggests walking me right toward my playroom.Yesterday I played with the dolls, today it's the mini-kitchen, I know Big Zee is terrible at cooking, and I don't like going into the kitchen, but in my pretend kitchen, I'm a great chef, and Daddy sat down to play with me again. "What you wanna eat?" I ask him, busy moving around my p
Zee POV. I woke up feeling stiff and tired, I had never slept this much, and now I was awake, I looked around at my surroundings, they weren't the ones I was used to, this wasn't my room, and this wasn't my bed, I have managed to roll around the bed while sleeping making the cover wrap around me like a cocoon, trapping me in the middle of the bed. I fought the covers, trying to get myself untangled, but it had the opposite result, my feet were both now trapped and I was unable to move my left arm."Good morning Bu..." I heard Hades say but he stopped once he saw my position. "Who won the war?" he asked me, and I stayed quiet, waiting for him to come and untangle me from the cover. "It's a tie," I say when he doesn't move to help me right away. "I can see," he says with a chuckle, I got angry at him and tried to move and shift to get out of the sheet hold. "Slow down, relax," he says with another chuckle, walking toward me and starting to untangle me."Your sheets are bad," I say
Zee POV. I’m going to take over the world, or maybe drive my new daddy insane, I haven’t decided on which one I’m going to do first, we have signed the contracts, and we have decided on going through all of this, being a real little for more than an hour or two. It's not that I have never tried being a little, I knew what I liked and what I didn't but I have never tried being a little in the open, it's always behind closed doors, always with people I trust, but clearly Hades, my current daddy trust this island and the people who are around.We have signed an NDA, which means I'm on the safe side, and if things go wrong, I'll leave and never come back, life is just one big adventure, and I'm trying my best to live it through. I looked in the mirror and saw myself without my heels, without my make-up, without my hair being done in a more fancy way, instead, I looked more little than ever."Ready?" My new Daddy Hades asks me. "I'm all ready," I say and then stop remembering to use his
Hades POV. "Let's start this," I say getting all the legal papers ready, we had our own lawyers who take care of all of our legal papers, and we have things ready and on hand the whole time, I sat with my Bunny, and the current island lawyer."This is the Non-Disclosure-Agreement," he says handing it over to her, and she signs right away, I too signed it, it had all of our full legal names. "Great, now let's move to the next one, this is the current island contract, it's fancy words to say that you'll abide to the island rules, this is a dom and subs island, depending on your code, you'll have to obey the rules of your code, and respect all of the other codes," he says explaining to her what she needs to obey and respect."Of course, but what does my code include?" she asks him in a calm voice. "Hades," the lawyer says turning to me, and it's my turn to tell her, I would've preferred to explain to her in private, but we need to have a witness on my words, so in case she ever tries
Zee POV. After Michael left, it took me some time before I could relax again, his presence made my whole body feel tensed and worried but I could finally relax again. "Don't you want to go home?" I ask Hore. "To what? I'll stay with you," she says, squeezing my hand tight, she's still sitting wi
Zee POV. "I like that nurse, he's hot, can you call him again?" Hore says, she was getting bored, and she's laying on the bed next to me, the hot nurse in question has told us twice already to get off the bed, it's only meant for the patient which is me. "He'll tell you to get off the bed again,"
Zee POV. I woke up grumpy, I hated my alarm but today I hated it even more, I groaned and whined, I didn't want to get up but I had a routine to keep, with a big groan, I left my bed and walked toward the bathroom. My routine is the same every day, get ready, wash up, and then get ready for my run
Zee POV.The best part of being a badass lawyer like me is winning, I love winning, and I often win in the court, I take cases that are near impossible and I mostly win them, I'm good at my job and I love it. All of my friends have a boyfriend, a girlfriend, a partner, a husband, or a wife, they al






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.