Mag-log in"This is not right, Arthur. "I belong to someone else..."Lotus muttered as his touch sent thrills down her spine. She gasped as his hands ran down her thighs. "Does he outperform me?" "Don't you miss this?" he murmured, putting her hands into his panties. "Answer me" -------- Fed up with her mate's adulterous behavior,she decides to make it easier for him and give him what he always wanted,"freedom". But what will happen when her mate wants her back even though she is already married?. The drama heats up as the female lead learns the truth about her past. She is forced to choose between her spouse and her mate. Who will she choose? ******
view moreEnjoy!
-----
Gulita seolah mencoba merenggut seorang wanita yang sedang terpojok ketakutan di sebuah gang sempit. Tubuh itu merapat pada dinding bata yang lembap, seakan ingin dinding itu menyembunyikan ia dari seorang pria yang menghimpitnya.
Bagian bawah sepatu tanpa haknya kini terendam oleh genangan bekas air hujan. Ia tak lagi memedulikan dan memikirkan, meski mungkin itu adalah sepatu kesayangannya.
Terlebih ketika mata wanita berambut panjang itu semakin membulat saat sebuah pistol menempel di pipinya. Bibir tipis itu langsung gemetaran kala mengucapkan kalimat-kalimat yang serupa permohonan. Namun, pria berjaket hitam itu menggeleng, tampak tak puas atau mungkin tak peduli.
Muzzle pistol itu pun kian menusuk pipi wanita tersebut kala sang pria membentak dan membuat si wanita muda tersentak, semakin ketakutan. Bibirnya kembali berujar dengan tarikan napas berat yang terlihat dari pundak yang meninggi sesaat, mencoba menenangkan pria itu. Lalu, wanita berkaus putih dengan lapisan mantel cokelat itu melirik pada tangan sang pria yang rupanya juga gemetaran.
Mereka berpandangan beberapa saat, sebelum akhirnya wanita itu menebalkan keberanian dengan berusaha menyingkirkan pistol tersebut. Sang pria berjaket hitam itu pun berusaha mempertahankan pistol di tangannya, lalu ....
DOR!
Suara tembakan seketika menyibak sunyi malam dan membuat wanita itu seketika terjatuh ke tanah yang basah dengan mata lebar dan darah yang keluar dari tubuhnya. Sementara si pria dengan cepat bergegas mengambil tas wanita tersebut dan melarikan diri.
Jemari wanita tersebut dengan gemetaran menyentuh tubuhnya dan melihat telapak tangannya yang bersimbah darah. Sekian detik kemudian seorang wanita lain tiba di gang sempit itu dan berlari panik menghampiri sang korban. Wanita yang baru tiba itu dengan segera merogoh ponsel di tas dan menghubungi seseorang.
Tak berselang lama kemudian, para petugas medis datang dan kejadian mengenaskan dari rekaman CCTV itu pun terhenti dari tampilan layar laptop yang sedang ditonton oleh seorang pria. Ia dengan kasar penutup laptop itu, menyisahkan tangan yang terkepal erat, penuh amarah.
*****
Sepuluh Bulan Kemudian ....
Quinton Resource Corp, Madison-Winconsin, USA
"Tidak, Mr. Daniel."
Liora, wanita dua puluh delapan tahun itu menegakkan pandangannya setelah beberapa saat membaca berkas penawaran bisnis yang diajukan pria berparas Asia Timur yang sedang duduk di hadapannya. Liora kemudian menyandarkan punggung pada kursi kerjanya yang tinggi. Jemarinya saling terjalin. Siku yang terbungkus blouse satin putih itu bertumpu pada armrest. Sedang mata peraknya yang indah, tetapi tajam itu, menatap lurus pada pria bernama Daniel tersebut.
Tak ada seberkas senyum yang Liora tawarkan di wajahnya sedari tadi. Hanya ada dagu yang terangkat dan cara pandang yang selalu dingin, khas seorang Liora Quinton.
Keduanya sedang berada di ruang kerja Liora yang megah dan luas. Plakat kaca bertuliskan Chief Executive Officer tampak menghiasi meja lebar yang memisahkan mereka.
Di sisi kiri meja tampak sebuah pigura dengan foto bayi perempuan yang sangat menggemaskan. Bagi orang yang belum mengenal Liora, mereka tak akan mengira wanita muda tersebut telah memiliki seorang anak. Meski sayangnya bayi mungil tersebut tak memiliki ayah. Liora tak menikah dan memutuskan merawat anaknya seorang diri.
"Bisakah Anda membantuku menjelaskan mengapa Anda menolaknya, Miss Quinton?" tanya Daniel sopan dan tenang. Rambut hitamnya tertata begitu rapi dan berkilau dengan garis di sisi kepala yang memisahkan tatanan rambut tersebut.
"Apa yang bisa saya katakan?"
Liora mendesah samar seraya menarik punggungnya dari sandaran kursi yang nyaman. Ia menutup map berwarna hitam itu dan mendorongnya menggunakan dua jari pada Daniel.
"Anda datang pada saya dengan menawarkan GStrom Company sebagai pembeli ekslusif batu kristal orpiment kami dengan harga serendah itu? Anda pasti bercanda, Mr. Daniel." Liora menggeleng pelan, membuat rambut golden blonde panjangnya yang menjuntai menutupi sisi bahu itu turut bergerak indah.
Daniel tersenyum. "Jadi ini karena harga yang kami tawarkan tidak sesuai dengan Anda? Kita bisa mendiskusikannya."
"Tidak hanya itu."
Liora bangkit dari duduk ketika sekretarisnya tiba dengan membawakan dua cangkir teh dan diletakkan di meja rendah di sisi ruangan. Liora mengayunkan tangannya, mempersilakan Daniel untuk berpindah duduk bersamanya di sofa dan menikmati teh.
"Anda berkata orpiment akan GStrom Company olah menjadi bahan baku telekomunikasi."
"Tepat sekali, Miss Quinton." Lagi, Daniel tersenyum seraya mengangkat cangkir teh setelah melihat Liora menyesap teh itu lebih dahulu.
Mata perak Liora kembali menajam pada Daniel. "Mungkin saya dapat mengingatkan Anda bahwa orpiment adalah salah satu batu kristal berbahaya. Anda pasti tahu bahwa dia terbuat dari campuran arsenik dan sulfur yang sangat reaktif. Hanya dengan memegangnya sudah mampu membuat saraf seseorang keracunan arsenik dan menimbulkan kanker."
"Dan kami dapat mengolahnya dengan hasil ekstrak yang dapat digunakan sebagai bahan baku yang aman."
Liora meletakkan cangkir tehnya dengan gerakan anggun dan tenang, meski ia semakin tak percaya dengan perkataan pria itu. Ia tahu ada beberapa perusahaan yang dapat menangani batu kristal itu dengan baik, tetapi entah mengapa Liora tetap meragukan GStrom Company.
Mungkin kata meragukan tidak benar-benar tepat ketika Liora justru menyadari bahwa dirinya meletakkan kecurigaan yang belum ia ketahui mengapa pada perusahaan itu. Terkadang firasatnya tepat.
Lagi pula, terlalu berisiko ketika ia membiarkan perusahaannya terikat kontrak dalam menjual batu kristal itu hanya pada satu pembeli seperti yang diinginkan GStrom Company.
"Maafkan saya, Mr. Daniel. Keputusan saya sudah final. Mungkin kita dapat bekerja sama di lain kesempatan," kata Liora datar dan dingin, meski sesungguhnya ia memiliki suara yang lembut.
Liora bangkit dari duduknya yang membawa Daniel turut beranjak seraya mengangguk, menerima. Keduanya saling berjabat tangan setelah Daniel mengancingkan jas.
"Sabtu ini ada pembukaan restoran milik bos saya." Daniel mengeluarkan sebuah kertas kecil serupa kartu nama dari dalam saku jasnya dan diberikan pada Liora. "Mungkin Anda dapat meluangkan waktu untuk berkunjung. Saya dengar Anda memiliki sensitivitas rasa yang baik. Akan menjadi suatu kehormatan bagi bos saya ketika Anda mau memberikan penilaian pada restoran tersebut."
Liora menatap kertas bertintakan emas dengan dasar hitam itu beberapa saat. Di sana tertulis nama sebuah restoran Italia dengan alamat yang rupanya hanya beberapa blok dari gedung ini.
"Saya akan menyempatkan untuk datang," jawab Liora akhirnya dengan nada datar.
Tak ada salahnya menerima ajakan itu sebagai formalitas dan sopan santun, pikir Liora. Daniel pun melebarkan senyumnya dan mengangguk, sebelum ia berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Liora.
Mungkin bagi Liora penawaran kerja sama bisnis itu sudah berakhir setelah ia menolaknya, tetapi tidak bagi Daniel. Tak akan ada yang lolos dari kerjasama yang ditawarkan oleh GStrom Company, termasuk Quinton Resource Corp. Ini hanya perkara waktu dan tampaknya keputusan Liora untuk datang ke restoran itu dengan landasan formalitas, hanya akan membawanya bertemu dengan seseorang yang akan ia sesali sepanjang hidup atau mungkin justru sebaliknya?
...To Be Continued...
Selamat datang di novel keempat saltedcaramel! Makasi banyak sudah baca. Jangan lupa tinggalkan ulasanmu di kolom luar ya.
Info dan Visual cek
di IG @saltedcaramely_
ARTHUR'S VIEW. After a good rest, I decided to take a stroll around the castle to get some fresh air. The castle was quite large. The settings were fantastic. I was out walking when I smelled a strong but pleasant scent. My wolf became excited all of a sudden, which perplexed me. I was puzzled about where this scent was coming from and why my wolf was so happy. I closed my eyes as I focused on the search for what I don't know. As I walked closer, the scent became stronger, and my wolf felt happier. I came to a halt because the scent was no longer luring me and was instead focused on this particular area. This suggests I was already in the vicinity of the source of the scent. I gently opened my eyes to discover two gorgeous children staring at me. They were both boys, but if they weren't dressed as boys, you might think they were girls. That's how adorable they were. My attention was drawn to the boy who appeared to be taller than the other boy. I had no idea why I was d
ARTHUR'S VIEW.Following my audience with the vampire king, I was shown to my room for the duration of my stay in the kingdom. My body was suffering from the lengthy trek. I needed a decent massage right now to relieve the aches and pains I was experiencing. Before putting on my armor, I dropped my sword on the table. I was extending my muscles when I heard a knock on the door. As I got more aware, I grabbed my weapon. It was natural for me to feel this way because this was not my domain and vampires are notoriously untrustworthy creatures. I had to stay vigilant and ready for anything.I approached the door and slowly opened it, seeing a maid standing outside with a tray in her hand and her head bowed."The king has sent me to serve you. "I will help you with anything you need during your stay in this Kingdom," she stated to me. I scrutinized her with my eyes. She may be placed to spy on me instead."I don't need anything right now." "You may leave," I murmured, but she remained sta
The Alpha King was having a meeting with his council members discussing the issues of the land. A lot has been happening since his previous Queen escaped punishment. He had decided to stay alone without a Luna Queen but he knew people would start talking again if he didn't provide an heir to the throne.He was seated on the throne, hearing the decisions of the high council. They were trying to make suggestions for an arising problem in the pack. He noticed movements from the entrance of the throne room and his eyes swiftly made their way to the door. Someone really dared to disturb the King during the meeting?When the person was granted entrance, it was one of his soldiers who came in with a scroll in his hand. " Pardon me, Your Majesty, but I have important information from the Vampire Kingdom." The messenger informed the court.There was murmuring as they started to wonder why the Vampire Kingdom would send them word." Bring the scroll to me" The Alpha King said to the man. The man
On the day of the execution, The whole council and the villagers came to the palace to witness the execution of the offender who they learnt was the current Luna Queen. She had committed treason against the Alpha King and the Previous Luna Queen. She had planned everything that happened to the previous Queen. She even tried to feed the Alpha King with dangerous potion and eventually kill him. People were murmuring in their own groups.She was going to die in the most brutal way ever known and they couldn't wait for her to receive her punishment. She is an offender of the nation for killing their Queen. She needed to face the music for her sins. They patiently awaited the moment when she would be called upon. She had stayed in the dungeons for three days. It would be nice to end her suffering.*****Meanwhile in the dungeons, Charlotte and some men which her father has arranged for her are seen trying to escape the dungeons. They were dressed as guards in the dungeons and had taken Cha
Charlotte walked to the cliff's edge and watched Lotus and her lady in waiting fall into the ocean known as the ocean of no return.She wasn't sure if the silver bullet hit Lotus because her lady in waiting was shielding her with her body while she shot, but she was certain of one thing: there was n
LOTUS I slowly opened my eyes and was met with full darkness and silence; I couldn't see anything.I was perplexed as to why there was so much darkness.I was lost in thought as I tried to recall how I got here.Everything that had transpired had flashed through my mind.I recall collapsing when Arthu
LOTUSI lay in my bed, staring at the ring my mother had given me before she died.My mother stated that this ring is my identity; I'm not sure what she meant."GG+ESG(E2)GWG," I whispered, referring to the tiny wording on the ring.I've been staring at this ring for years, but I'm not sure what the i
LOTUSThe lotus flower is a survivor; it emerges from the murky waters to seek the warmth and nutrition of light.My name is Lotus Wettin, just like the lotus flower. emerged from the murky waters, I'm a survivor but I'm confident I haven't found the warmth and sustenance of light that I require to


















Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.