The Revenge of the Billionaire's Cadaver Wife

The Revenge of the Billionaire's Cadaver Wife

last updateLast Updated : 2023-02-01
By:  Dora TheodoreOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
33Chapters
3.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Being faced with the death sentence that is brain tumor seemed a lot less frightening when compared to the knowledge that your cheating husband and his mistress were overjoyed that you'd be gone for good. She had rushed home with the good news of her health only to be met with a shocking discovery. To make matters worse, Drusilla was killed and buried to hide the truth and take over her wealth. Surprisingly, fate had a different game in store for her. Saved by an unknown man, her strike at revenge was imminent. Their first marriage was simply an assumption, stricken with shock and disassociated amnesia disorder, Drusilla assumed she was his wife. The second time, when she got her memories back, it was agreed – a marriage for both their benefits. The third time, however, Neon could no longer take it. "You're my wife, stop looking at your ex-husband," he scolded her. "That I am, but only on paper." Unable to hold back his feelings anymore, he proposed. “let's get married then, for real this time." Neon was more than willing to marry a woman without an identity, but was she?

View More

Chapter 1

Blurt It Out You Cheat.

Royal Ruby Luxury Hotel, Jakarta

Tiga bulan lalu... 

“Ugh!” kepala Giselle berdenyut begitu hebat.

Mulutnya rasanya seperti habis mengunyah kapas puluhan kilo. Terasa tidak nyaman. Matanya mengerjap beberapa kali untuk mencapai fokus dan mencari waktu agar otaknya bisa berfungsi dengan normal.

Di mana ini?

Ruangan ini masih gelap karena tirai jendela masih tertutup. Namun secara intuitif Giselle tahu jika sekarang sudah pagi, atau mungkin siang hari. Suara derung pendingin ruangan yang stabil pun menjadikan satu-satunya sumber suara ruangan yang sunyi ini.

Ah, dan tentu saja suara nafas Giselle dan pria asing yang tidur memeluknya kini. 

Pinggangnya terasa berat, dan ketika pandangannya jatuh menuju sumber yang memberatkan pinggangnya, dia melihat lengan kekar melingkari tubuhnya. Pun akhirnya Giselle menyadari punggungnya terasa hangat karena pelukan dari pria yang Giselle masih belum menyadari dan mengingat siapa gerangan orang ini. 

Astaga! Apa yang terjadi?! 

Dengan sedikit panik, Giselle mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi tadi malam. Perlahan dia mencoba mengangkat lengan yang memenjarakan dirinya. 

Pria di belakangnya tidak bergerak ketika dirinya berhasil beranjak dari ranjang yang berantakan. Matanya membelalak melihat ‘kerusakan’ yang terjadi akibat ulah mereka semalam. 

Giselle mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, mencari potongan bajunya yang berceceran di karpet lantai ruang hotel ini. 

Astaga Giselle! Kau sungguh-sungguh bertindak gila semalam!

Gadis itu berhasil mengambil bra, celana dalam dengan warna dan motif senada, serta blus hitam dan rok span hitamnya ke dalam rengkuhannya. Tak lama setelahnya, dia segera bergegas ke toilet untuk mencuci muka dan segera kabur dari hotel ini. 

Di kamar mandi pun Giselle memekik kaget melihat pantulan wajah dan tubuhnya yang polos telanjang. Bekas tanda cinta

tersebar sepanjang leher dan dada Giselle. Bekas kemerahan timbul dari gesekan brewok tipis dan halus yang menghiasi dagu milik partnernya tersebut. Hal itu sukses membuat kulitnya berubah kemerahan pun terpampang di dada serta paha putihnya. 

Seberapa liar mereka melakukan sesi percintaan semalam? Giselle benar-benar tidak mengenali dirinya yang sekarang ini. Dasar alkohol sialan! Bisa-bisanya Giselle melakukan salah satu kebodohan seperti ini? 

Dengan tergesa-gesa Giselle memakai bajunya setelah dia mencuci mukanya dan menggosok giginya dengan kecepatan cahaya. Rambutnya lurus hitam dan panjang dia cepol asal untuk menutupi betapa berantakan dan kusutnya rambut tersebut. 

“Kau benar-benar terlihat seperti pecundang, Giselle!” Dia merutuki dirinya sendiri.

Setelah berhasil melakukan semuanya dalam kecepatan kilat, Giselle kemudian keluar dari kamar mandi dan mencari tote bag serta stiletto Monolo Blahnik miliknya. Tasnya berada di dipan, sedangkan sepatunya berada di dekat pintu masuk. 

Mengendap seperti maling, Giselle berhasil meraih seluruh barang-barangnya dan kemudian bergegas membuka pintu agar jangan sampai membangunkan pria asing tersebut dan keluar dari hotel Royal Ruby ini. 

Dahulu Giselle hanya tahu istilah walk of shame dari produk pop kultur seperti novel atau film-film Hollywood. 

Pulang kembali ke rumah keesokan harinya dengan pakaian yang sama, disertai dengan penampilan yang meneriakkan kepada khalayak ramai, 'hey! Aku baru saja melakukan percintaan paling hebat sepanjang hidupku!'

Dan dia tak menyangka kalau hari ini, dia benar-benar melakukannya!

Benar-benar memalukan, Giselle!

***

Akira Hangga Aryanto membuka matanya dari sergapan sinar matahari yang menelusup masuk lewat celah gorden. 

Tak lama setelah sadar, dia langsung bangkit dan melihat sekeliling ruang hotel. 

Kosong.

“Ah, sial!” rutuk Akira. 

Dia meraih celana pendek Hugo Boss yang tercecer di lantai dan mengecek kamar mandi, siapa tahu gadis cantik yang menemaninya melewati malam kemarin masih ada di sana. 

Tapi sayang sekali, tepat seperti dugaannya, kamar hotel ini kosong dan kini hanya dirinya sendiri berada di dalamnya. 

“Aku bahkan belum menyimpan nomor teleponnya!” Akira mengusap wajahnya dan menghela nafas panjang. 

“Ck … begini toh rasanya kena ghosting sama perempuan,” ucapnya sambil misuh-misuh. 

Ternyata rasanya tak karuan. 

Dengan berat hati dia beranjak dan mulai menata hatinya yang sempat terhantam perasaan gengsi setelah ‘ditelantarkan' seperti ini di pagi hari. 

Akira akhirnya membasuh wajahnya dan membersihkan diri sebelum pergi keluar dari kamar hotel ini. 

Lain kali, dia akan menolak ajakan one night stand dari para perempuan yang menggodanya. Segiat apapun mereka menggodanya, dan secantik apapun wajah sang perempuan. 

Akira telah mendapatkan pelajaran yang cukup berharga hari ini. 

Untuk pertama kalinya dia dicampakkan! Dia tersenyum kecut mendapati keadaannya pagi ini yang cukup mengenaskan. 

Usai memakai kembali pakaiannya, dia berkeliling untuk memastikan tak ada yang tertinggal di dalam ruangan ini. 

Tapi tak disangka, dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. 

Dia menemukan syal sutra bermotif bunga yang tersembunyi di bawah ranjang tempat tidur. 

Dia menarik syal sutra tersebut, mengamati motif dan menemukan emboss kecil di ujung syal. 

Giselle.

“Giselle … itukah namamu, gadis cantik?” Akira tersenyum masam sambil meraba tekstur halus syal tersebut. 

“Sampai berjumpa lagi Giselle, lihat saja apa yang akan kulakukan nanti jika kita kelak bertemu lagi,” ujar Akira sambil menghirup sisa aroma parfum sang gadis yang melekat di helaian syal tersebut. 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Pamching Keishing
Pamching Keishing
niceeee storyyyy
2023-01-08 02:04:01
1
0
33 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status