LOGINFor five years, Claire Hayes believed she had the perfect marriage. She stood beside Daniel Hayes through every challenge, believing his promises that she was the only woman he would ever love. To the outside world, they were the picture of devotion, but behind closed doors, Daniel was hiding a secret life that would destroy everything they built. When Claire discovers the truth about her husband’s betrayal and the family he created without her knowledge, the woman who once trusted him completely disappears. With her heart broken and her marriage shattered, Claire chooses to walk away and rebuild the life she lost while loving a man who never truly valued her. But fate has other plans. During her darkest moment, Claire crosses paths with Ethan Sterling, Daniel’s powerful and mysterious best friend. What begins as an unexpected encounter slowly becomes something neither of them can ignore. As Claire rises from the pain Daniel left behind, Daniel realizes too late that the woman he thought would always stay was the one person he could never replace. Now Daniel must face the consequences of his choices, watching the wife he betrayed become the woman he lost forever.
View MorePrank!
Dengan sangat emosi, Nadya melempar sepiring sambal ikan nila yang masih penuh ke tengah halaman rumah. Membuat sekumpulan ibu-ibu yang sedang berkumpul di teras rumah ibu mertuanya tercengang dan menghentikan obrolan seru mereka.
“Kenapa sambal itu kamu buang, memangnya sudah basi?” tanya salah satu teman ibu mertuanya yang bertubuh gempal. Yang dari tadi tidak berhenti mengunyah makanan.
“Mak Asnah, jangan sok perhatian, pura-pura baik di depanku. Padahal di belakangku kalian menceritakan aku seenak hati kalian!” bentak Nadya. Meski ia berkata pada Mak Asnah, namun ucapannya jelas ditujukan kepada keempat wanita yang sudah berusia tidak muda lagi. Tanpa terkecuali kepada ibu mertuanya sendiri.
“Nadya!” Mak Onah, ibu mertua Nadiya yang dari tadi hanya diam berdiri, kemudian mendekat lalu jari telunjuknya mengarah ke wajah Nadya. “Apa kamu tidak bisa berpikir? Anakku sudah susah payah mencari uang untuk makan kalian, kamu malah membuangnya. Dasar istri tidak tau diri!” umpat mak Onah tak kalah sengitnya.
“Bukankah mamak sebenarnya yang jadi biang kerok semua ini. Mamak juga kan, yang sudah bercerita yang bukan-bukan tentang aku pada semua orang di kampung ini. Mamak mengatakan jika aku istri yang tidak becus mengurus rumah tangga, yang suka keluyuran keluar rumah.” sengit Nadya dengan suara lantang.
Mendengar suara keributan yang tidak biasa terjadi, sebentar saja halaman rumah Mak Onah dan Nadya dikerumuni orang.
“Siapa yang bilang?” ucap wanita tua itu sambil memperbaiki letak kacamatanya yang hampir melorot.
“Mamak kira aku tidak punya telinga. Biarpun aku jarang bergaul dengan tetangga di rumah ini, tapi aku sudah banyak mendapat informasi tentang mamak yang selalu menjelek-jelekkan aku!” ujar Nadya dengan kemarahan yang semakin membuncah.
“Kapan aku menjelek-jelekkanmu?” ucap wanita tua itu berkilah, sambil mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
“Mamak jangan berkilah. Bukankah mamak yang selalu bercerita ke semua orang jika pergi keluar rumah, aku tidak pernah masak!” ucap Nadya. Hatinya semakin geram melihat ibu mertuanya seakan tidak merasa bersalah.
“Eh, Mak Endah, pasti kamu yang membocorkan cerita ini pada Nadya.” Mak Sri yang masih berada di teras langsung menatap curiga pada Mak Endah yang menundukkan kepala sambil meremas jemarinya.
“Sekarang lihat itu yang di depan mata kalian, siapa bilang aku tidak masak!” tunjuk Nadya pada piring sambal yang ia lempar tadi, agar semua orang melihatnya dan tau jika semua yang dikatakan ibu mertuanya tidak benar.
“Huuuu…! Suruh saja mereka berempat memakan sambal itu, Nadiya!” seru salah seorang tetangga.
“Sekarang, aku tanya sama kamu Mak Endah, dari siapa kamu tahu jika aku pergi keluar rumah karena ingin bertemu dengan lelaki lain!” desak Nadya pada wanita tua yang sejak tadi hanya menunduk.
Mendengar Nadya menyebut nama salah satu temannya mata Mak Onah langsung tertuju menatapnya Mak Endah yang terlihat gugup dan ketakutan.
“Jawab yang jujur Mak Endah!” bentak Nadya sekali lagi. Ia sudah tidak peduli jika yang dibentaknya itu adalah wanita tua yang seharusnya ia hormati.
Sementara, Mak Endah sama sekali tidak menyangka jika Nadya sudah berani membuka mulut tentang perkataan Mak Onah yang menjelek-jelekkan Nadya.
“Huuu…! Katanya teman sejati tidak taunya menusuk dari belakang!” teriak seorang perempuan dengan nada mencemooh.
Melihat suasana yang tidak kondusif dan semakin memanas, dua wanita tua lainnya bergegas beranjak dari tempat duduknya, karena tak ingin ikut terlibat lebih jauh dengan urusan Mak Onah dan menantunya.
“Mau kemana kalian, kalian takut ya, jika semua kelakuan kalian aku bongkar di sini!” semprot Nadya dengan suara semakin keras, membuat tetangga yang berkumpul semakin penasaran. Ingin menyaksikan Nadya mendamprat empat orang wanita tua, yang selama ini sudah semena-mena melukai hati dan perasaannya.
Bagai bom waktu yang menunggu saatnya untuk meledak. Nadya yang Selama ini hanya mampu menahan perasaannya yang sangat tertekan karena selalu dihina, akhirnya meluapkan semua emosi yang sudah menggunung di dadanya.
Setengah jam sebelum kejadian, saat Nadya baru pulang dari tempatnya bekerja, Akmal anak bungsu Nadya yang masih SD mengadu.
“Tadi nenek ngomel sama Akmal, Ma,” adu Akmal.
"Memangnya kenapa nenek ngomel sama kamu?” tanya Nadya yang saat itu akan makan siang.
Akmal menceritakan pada Nadya ketika pulang sekolah neneknya bertanya apakah dia sudah makan. Akmal tidak menjawab pertanyaan neneknya, tapi malah balik bertanya jika neneknya memasak apa. Tidak taunya Mak Onah malah salah sangka. Dia mengira cucunya hendak meminta sambal.
“Nenek juga memarahi mama,” ucap Akmal, membuat Nadya ingin tahu apa yang membuat ibu mertuanya marah.
“Memang itu kebiasaan jelek mama kamu. Kalau pergi tidak pernah masak. Suami sama anak makan terlantar, kasihan Wanda anakku. Malang sekali hidupnya punya istri seperti Nadya,” cerita Akmal, menirukan kata-kata yang ia dengar dari neneknya.
Dada Nadya langsung bergemuruh mendengar pengaduan Akmal. Hatinya sangat tidak terima dengan perkataan ibu mertuanya. Yang Nadya lebih tidak terima mengapa ibu mertuanya mengatakannya pada anaknya yang tidak tau apa-apa.
Pengaduan yang sudah sering ia dengar dari kedua anaknya. Pengaduan yang membuat hatinya teriris. Belum lagi pengaduan-pengaduan dari tetangga- tetangga yang membuat telinganya panas dan hati mendidih.
Pengaduan-pengaduan yang sudah beberapa kali membuat dia dan suaminya hampir bercerai.
“Menurut kalian apa yang aku kerjakan harus aku laporkan pada semua orang? Lagi pula apa yang aku kerjakan dirumah maupun diluar rumah bukan urusan kalian!” teriak Nadya dengan keras dan mata melotot ke arah empat wanita tua yang terkenal sebagai biang gosip di kampung itu.
“Ada apa ini Nadya?” tanya seorang lelaki yang baru datang. Wajahnya tampak keheranan menatap piring sambal yang tertelungkup di tengah halaman rumah.
“Tanya sendiri pada mamakmu itu!” bentak Nadya pada Wanda suaminya yang baru pulang kerja.
Wanda tau selama ini ibunya tidak pernah merasa senang dengan istrinya. Tapi ia sama sekali tidak menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini. Nadya istrinya yang tidak banyak bicara telah berani melawan ibunya.
Wanda memandang ke arah ibunya yang terlihat gemetaran, namun tetap memperlihatkan bahwa dia baik-baik saja. Seolah di depan anaknya ia ingin menunjukkan jika dirinya tidak bersalah.
“Istrimu salah paham,” ujarnya dengan suara yang sudah sedikit melembut.
“Salah paham apa?!. Aku tahu mamak maunya aku pergi dari rumah ini dan–“ ucapan Nadya terhenti, karena buru- buru Wanda memotongnya.
“Nadya, jangan bicara seperti itu,” pinta Wanda memelas.
“Sekarang, di depan ibumu dan di depan semua orang, ceraikan aku. Biar dia puas!” jerit Nadya membuat orang yang berkerumun beristighfar.
*********
Bersambung.
Crystal lights hung from the high ceiling, casting a soft glow over the room, while elegant decorations filled every corner and guests moved from one conversation to another, speaking in low voices as they greeted old friends, business partners, and people whose names were known far beyond the walls of the estate. Everything about the place looked expensive, from the polished floors beneath their feet to the glasses carried by waiters dressed in perfectly pressed suits, and even the smiles on people’s faces seemed carefully practiced, as though everyone had come knowing exactly how they were expected to behave. Claire followed Daniel toward their seats, keeping her expression calm even though she could still feel the weight of everything that had happened since the previous night. She had told herself that coming here would be easier than staying at home, that being surrounded by people would keep her mind occupied, but the moment she stepped inside the hall, she realized she had b
On their fifth wedding anniversary, Daniel Hayes had publicly gifted Claire a diamond necklace engraved with her name, presenting it as a symbol of devotion so perfect that the world had no reason to question it, and for a moment social media had celebrated them like they were the definition of love itself, while Claire sat in silence at home that same night staring at the empty space beside her as though something about the celebration had already stopped feeling real.Scarlett called later that evening, her voice careful when Claire finally answered, as if she could already sense that something had shifted.“Claire… are you sure you want me to proceed with the divorce filing?”Claire stood by the window watching the city lights blur against the glass, her reflection faint and distant like someone she was slowly detaching from, and she answered without turning around.“Send it,” she said quietly, “there’s nothing left to hold onto.”There was a pause before Scarlett spoke again, her
Claire didn’t go anywhere after she returned home, she simply stayed where she was for a long time as if movement would make everything more real than she was ready for, and the silence around her felt strange now, not peaceful, but unfamiliar, like it no longer belonged to the version of life she had been living with Daniel. Her phone lay face down beside her, vibrating once in a while with messages she didn’t open, but her mind was no longer stuck on what she had seen, it was stuck on the fact that none of it had felt like an accident anymore, it felt arranged, intentional, like there was a part of Daniel’s life she had never been allowed to touch. She finally stood up after a while and walked into the bedroom without thinking, not because she needed something, but because her body needed movement to stay calm, and that was when she noticed something she hadn’t paid attention to before, a small envelope tucked inside one of the drawers that didn’t belong to her side of the space.
She didn’t go to the bar because she wanted to meet anyone or start anything new or even pretend she was okay, she went because she needed the noise, the kind of noise that doesn’t ask questions or remember your name, the kind that fills your head just enough so you don’t have to sit alone with your thoughts and the sound of Adrian still living somewhere inside them.She kept drinking because she wanted the ache in her chest to blur into something unrecognizable, something soft around the edges, something that didn’t feel like it was carving her open every time she breathed, and at some point she stopped counting the glasses because it didn’t really matter anymore, nothing did in that moment except the slow fading of everything she was trying not to feel.That was when she noticed them.The eyes.She remembers thinking she didn’t even have the strength to care anymore, so let them look, let them all look, let them see whatever version of her they wanted because she was too tired to co






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.