LOGINHave you ever had the same dream so often that it starts to blur into reality? The same man. The same scent. The same fire, except every night, it’s a different position, a different fantasy… and by morning, it all slips away. That has been my life for weeks, until everything changed. Just when I thought I could finally get over the stranger in my dreams, I convinced myself that my new boss might be the distraction I needed. A way out of my sex-starved world of fantasies. Then he walked in. Hotter than my imagination ever allowed. Sharper. Darker. Dangerous. And with one look, I knew. It was him. The man who owned my nights. But who was he? And why was he suddenly here in my reality? “I own this place,” he growled, his deep voice making my knees weak as his grip tightened around my wrist. “I own this motherfucker you call a boss… and I own you too.” His black eyes locked on mine, dark and unreadable. “So you better start walking before I take you right here and now.” He meant every word. He dragged me out with him, and everything I thought I knew cracked open. Was this the beginning of my love story with the man they called the Mafia Boss? Were my dreams finally becoming real? But with constant gunshots, threats, and attempted abductions… I’m starting to realize this might not be the fairytale I imagined. And my life may never go back to normal. Not ever again. But I don’t seem to mind anymore.
View MoreMenjadi sempurna bukanlah keinginan Angel. Dia memang terlahir dengan berbagai kemudahan dalam hidupnya. Itu adalah takdir, siapa yang bisa menentang? Kalau pun ada yang mau protes, gadis itu selalu mempersilakan mereka untuk bertanya pada Tuhan. hidup bergelimang harta, keluarga bahagia, dan memiliki paras rupawan bak putri raja. Dunia memujanya, teman-teman satu strata bertaburan di sekeliling gadis itu. Menjadikannya gadis paling berkelas di Universitas Nethern. Salah satu universitas tersohor di Ibu Kota Athasian.
Semua barang dan pakaian yang tersemat pada tubuh Angel berasal dari berbagai merek terkenal dunia bahkan edisi terbatas. Tidak heran di mana dan ke mana pun gadis itu berpijak maka seluruh perhatian akan tertuju hanya padanya. Tidak ada yang lain. Meski terkenal sombong dan angkuh, begitu banyak pria yang mengantre dan berharap bisa mendapatkan hati Angel. Setiap hari mereka berlomba-lomba untuk mencuri perhatian dengan melakukan apa saja, asal Angel merasa senang. Tidak terkecuali jika mereka harus mempermalukan dirinya sendiri di depan umum.
Angel memiliki kebiasaan kejam yang sudah menjadi tradisi di kampus itu. Setiap ada orang yang menyatakan perasaan pada Angel maka orang itu harus bersedia menerima dan melakukan apa pun yang diperintahkan Angel sebagai syarat penerimaan cinta. Syarat yang diajukan biasanya berupa ujian-ujian mental yang mengharuskan korbannya melakukan tindakan memalukan yang mungkin bisa mereka sesali seumur hidup. Misalnya, Thomas yang menerima tantangan untuk buka baju di lapangan kampus dan melukis perutnya dengan gambar monyet yang sedang memegang baner bertuliskan "I love you", atau Alland yang diminta untuk berpakaian wanita dan menari-nari tak jelas di sepanjang koridor kelasa. Ada lagi yang terparah Henry, Angel meminta pria itu untuk bersujud seharian di tengah lapang pada cuaca dingin dan baru boleh berdiri ketika jam kuliah Angel selesai. Padahal ketika itu, Angel baru pulang pukul sepuluh malam dan Henry total bersujud menanti gadis itu selama delapan jam lamanya.
Beberapa orang menganggap tindakan Angel sudah benar-benar keterlaluan, namun tidak ada yang berani membantah apalagi melawannya. Civitas akademisi Nethern University pun seolah-olah buta dan tuli terhadap tindakan semena-mena Angel. Gadis itu merupakan putri kesayangan tuan Adam Lee. Pengusaha sukses yang merangkap sebagai donatur utama kampus tersebut. Sekalipun Angel kerap berbuat onar dan melakukan sesuatu yang tidak pantas. Gadis itu selalu bebas dari hukuman yang membuatnya semakin tidak mengenal tenggang rasa atau iba.
Bagi Angel, semua yang dia lakukan adalah hiburan terasyik dalam hidupnya yang membosankan. Aneh memang, di tengah kehidupan bak dongeng kerajaan, gadis itu masih bisa merasa kesepian. Angel adalah anak tunggal, dia juga tidak dekat dengan keluarga dari ayah atau almarhum ibunya. Terlebih Adam Lee memilih untuk hidup sendiri pasca ibu Angel meninggal saat Angel masih duduk di bangku kelas dua SMA. Atas permintaan Adam, sepupu-sepupunya sudah mencoba berbagai cara untuk mengakrabkan diri dengan Angel, kebetulan usia Renata dan Hena tidak terpaut jauh dengan Angel.
Sayangnya, Angel selalu menolak itikad baik itu. Parahnya, terkadang gadis angkuh itu malah mengejek saudara-saudaranya. Menuduh mereka mendekati Angel hanya demi tujuan tertentu. Mereka tidak benar-benar tulus ingin berteman dengan Angel. Sekadar hanya ingin numpang eksis dan memanfaatkan kepopuleran Angel agar mereka tampak sekelas dengan gadis berusia 21 tahun itu.
"Aku harap kau bisa datang ke pesta ulang tahunku, Angel. Adik dan teman-temanku adalah penggemar beratmu. Mereka sering membeli majalah-majalah bisnis yang menampilkan potret keluargamu. Adikku bahkan menjadi follower setiamu di i*******m. Cita-citanya mau jadi selebgram sepertimu," papar Alessa, mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi tingkat dua.
Gadis itu awalnya ragu untuk mengundang ratu kecantikan kampus Nethern untuk datang ke acara ulang tahunnya yang terlampau biasa, jauh dari kata berkelas. Tapi, dia juga tidak ingin mengecewakan adik perempuannya. Alessa sudah berjanji akan mengajak Angel untuk datang.
"Apa aku mengenalmu?" sahut Angel dengan wajah dingin. Responnya kentara terganggu karena Alessa tiba-tiba menghadang langkahnya yang hendak menuju kelas.
"Aku Alessa, kita pernah sekelas di mata kuliah Mr. Gerald semester lalu. Waktu itu kita juga sempat satu kelompok dalam tugas akhir, aku yang kau hubungi untuk menyusun salindia presentasi," jelas Alessa masih penuh semangat dan menggebu-gebu antuisas.
"Ah, benarkah, tapi maaf aku tidak punya waktu untuk datang ke acaramu."
Angel hendak beranjak namun Alessa kembali mencegatnya.
"Kumohon datanglah walau hanya sebentar. Adikku benar-benar ingin bertemu denganmu. Itu permintaan terakhirnya. Dia sangat mengidolakanmu."
"Aku tidak pernah mau datang ke acara yang tidak ingin kuhadiri. Sampai sini kuharap kau mengerti," tegas Angel sambil lalu diikuti kedua temannya yang tampak tersenyum meremehkan ke arah Alessa.
"Tapi Angel adikku—"
"Aku tidak peduli dengan adikmu! Terserah itu kesempatan terakhirnya atau apa aku tidak peduli. Kenal saja tidak kenapa aku harus repot menemuinya. Pergi dari hadapanku sekarang atau akan kubuat kau menghilang dari kampus ini selamanya."
Sorot mata Angel teramat tajam menusuk, membuat nyali Alessa menciut putus asa. Sakit hati jelas dia rasa, namun tak dipungkiri Alessa pun cukup mawas diri untuk tidak memaksakan kehendak. Dia sudah membayangkan konsekuensi dari tindakannya. Alessa pun sudah memprediksi setiap kata-kata pedas yang akan dilontarkan si ratu tega itu. Tapi, entah mengapa rasanya hati Alessa begitu hancur sekarang.
Dua orang pria memperhatikan aksi kepongahan Angel dari lantai dua. Satu pria memandang lurus ke bawah dengan ekspresi datar. Sementara pria lain sedang ternganga sambil geleng-geleng kepala melihat perilaku Angel yang benar-benar mirip nenek sihir.
"Kira-kira kapan dia akan tobat? Tidak bosan apa setiap hari menyakiti hati orang? Astaga, Angel benar-benar manusia berhati iblis. Keputusanmu menolak cintanya sangat tepat, Jay. Kau pantas mendapatkan gadis yang seribu kali lebih baik darinya."
Karel terus saja mengoceh; mengeluarkan keluh kesahnya terhadap tindakan Angel. Sementara yang diajak bicara tak memedulikannya sama sekali. Dia lebih tertartik menumbuk perhatian ke bawah sana. Pada tiga orang gadis yang masih bisa melenggang percaya diri setelah menghakimi perasaan gadis lainnya.
Bersambung
Angelo’s POV Three months had passed since the last attack on Knight's businesses, meaning we had enjoyed three solid months of nothing but absolute peace and the usual routine checks for all our other allies. After the whole bloody fiasco with Conan, our partners seemed to have become a lot more compliant and significantly less likely to act out. I guess Knight joining hands with those ruthless black-market dealers showed the them exactly to what terrifying lengths he would go to fish out a single enemy. That display alone was more than enough to add a new layer to his already fearful reputation. Too bad the monstrous man the entire city feared was currently busy living up his domestic love life with Aria like there was no tomorrow. The two of them hadn’t changed one single bit; Aria was still delightfully snarky and unyielding, and of course, Knight willingly gave in to her every single whim. Such a fierce mafia boss he is, alright. It took close to a month of relentless arguing
I was pinned flush against the wall, the side of my cheek pressed cold against the glass window while Knight towered heavily behind me. His large hand was firm on my exposed hip, while his mouth buried into the side of my neck, sucking on the sensitive skin like there was no tomorrow. My lips parted as i breathlessly whispered to him. With the blinding heat of the room and the intensity of the position, I would have thought this was just another one of my dreams—if my eyes weren't wide open, staring out at the blurred city lights.Turns out Knight meant every single word when he promised to recreate my dreams. The literal second the medical bandage came off his shoulder, he had stripped me entirely naked and pinned me straight to this window frame."I don't have a balcony like the one in your dreams, love, and it would take time to build it, so this will just have to work," he whispered darkly against my ear, his breath a hot contrast to the glass as his free hand slowly roamed the cu
Angelo’s POVA situation like this was not one I ever expected myself to be in, given the fact that I had always fallen for people I knew were undeniably interested in men, too. This was the first time I was entirely responsible for making someone else question their sexuality, and honestly, it wasn’t the best feeling out there. But I couldn't help it. I couldn't stop myself from falling for him, even if I knew he might end up feeling absolutely nothing for me in return. Those two kisses we shared were more than I could have asked for, anyway.It had been two long days since that second kiss—since he told me to my face that it didn't make him feel a single thing—and I hadn't seen him once since then. It was funny, really, considering we were both staying in this mansion together. Aria had prompted me to go up and talk to him multiple times, but I refused every single time. I had promised to stay away if he didn't feel anything for me, and that was exactly what I was doing: honoring my
Knight’s POV"Do you think they’ll be able to sort things out anytime soon?" I asked softly, my fingers mindfully playing with Aria’s hair."Angelo told me that Jean claimed he felt absolutely nothing for him, even after what he would call a pretty great kiss," I added, thinking back to the brief conversation I was able to have with him before he walked off to go clear his head."Can you keep a secret, chairman of Edge Group?" Aria called out suddenly, shifting out of my embrace."What kind of secret are we talking about, love?" I asked, meeting her gaze. "Is this about the entire situation?" I pressed further, and she nodded in confirmation. "Okay. If that’s what it’s about, then I can definitely keep a secret. It’s not even my place to say anything, anyway."Her grin widened at my response."Okay. So..." she began, sitting up straight against the headboard. "Jean lied about not feeling anything," she breathed with a small chuckle. "He seems to be catching a bit of feelings, but he’s












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews