LOGIN“Ya, karena kamu mirip dengan Andi si bodoh itu! Eh, seharusnya kamu mengucapkan terima kasih padaku! Kamu bisa mendapatkan wanita lain selain Putri Lusiana, dia bukan tipe wanita yang akan tunduk padamu! Tidak masalah jika kamu mengaguminya dari jauh ....”“Oh, benarkah? Aku melihatnya sangat patuh di dekat Kakak senior! Kenapa aku tidak bisa menjadi temannya jika dia bisa berteman dengan Kakak senior?” Zihan berdiri dari kursinya lalu pergi dan bergabung di meja Lusiana. Tidak disangkanya, baru saja dia ingin duduk di sana, beberapa pangeran lain segera datang dan ikut menyapa Lusiana sehingga dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk bicara. “Putri Lusiana, bagaimana kesehatanmu?”“Putri Lusiana, apa kabarmu?”“Putri, apakah Anda baik-baik saja?”Tidak hanya pangeran, putri pejabat dari wilayah lain juga ikut mencuri perhatian. Mereka tahu Lusiana sangat pandai dalam berbisnis dan selalu memiliki ide cemerlang, mengika
Raja Yudistira mengerutkan keningnya. Dia mengetahui beberapa pangeran memang datang di acara perjamuan sebelumnya tapi dia tidak tahu kalau ada penjahat menyelinap ke dalam istana. Anan menarik lengan Andi mendekat untuk bersaksi. “Andi, apa yang kamu lihat beberapa hari yang lalu di acara perjamuan adalah Pangeran Zihan yang ini?”“Paman, kenapa masih meributkannya, kamu malah membawaku ke dalam masalah!”“Sudah, jawab saja! Apa kamu ingin aku melaporkan perbuatanmu yang tidak pantas itu pada Bibi Alia?”Andi langsung menggeleng dan memberikan pernyataan di depan Raja Yudistira. “Yang datang di acara perjamuan sebelumnya memang bukan Pangeran Zihan yang ini! Tapi pria lain, dia sangat sopan dan tampak memiliki wawasan luas, tapi di tengah acara tiba-tiba Lusiana menggila dan mengamuknya! Ini sangat aneh, masalah sebenarnya aku tidak tahu lagi karena kami semua dipaksa pulang!” ujarnya pada Raja Yudistira.“Yang-mulia Raja, apakah Anda
Para tamu mulai membahasnya kembali dengan berbisik-bisik.Selir Seyan memasang wajah masam. Dia merasa kalah telak, bahkan tidak bisa mengungkit masalah tersebut ke permukaan.Raja Yudistira merasa tenang. Sekali lagi dia merasa Lusiana sudah menyelamatkan wibawanya di depan semua para tamu undangan. “Putriku! Syukurlah! Akhirnya masalah ini menemukan titik terang, jadi tidak ada yang perlu diributkan lagi, semuanya hanya kesalahpahaman belaka!”Pelayan yang memberikan pernyataan segera dibawa keluar dari lokasi. Tidak lama setelah itu Raja Yudistira segera mengumumkan pertunangan Rena dan Andi pada semua orang. “Aku mengundang para tamu hari ini karena bermaksud mengumumkan kabar bahagia bahwa putriku Rena dan Pangeran Andi dari kerajaan Rui resmi bertunangan!”Rena tampak sangat senang, sebaliknya Andi malah cemberut karena terpaksa menerima pertunangan tersebut. Seharusnya Lusiana yang menjadi istriku, k
Pada saat Lusiana keluar dari dalam ruangan, Raja Yudistira, Ratu Anggita dan Selir Seyan sudah datang di acara perjamuan. Begitu juga dengan para tamu penting lainnya. Tamu undangan sedang mengobrol, beberapa juga mencari relasi untuk mengikat hubungan kerja sama antar kerajaan. Mereka semua terlihat senang dan gembira. Lusiana berjalan dengan anggun, dia menuju ke hadapan ayah dan ibunya untuk memberikan salam. Rena berjalan di belakang Lusiana, kepalanya menunduk, wajahnya terlihat muram karena merasa sudah ditindas habis-habisan oleh Lusiana. “Salam, Ayahanda, Ibunda, Ibunda Selir Agung ....”Rena juga ikut menyapa, “Salam, Ayahanda, Ibunda Ratu, Ibunda ....”Seperti dugaan Lusiana sebelumnya, Ratu Anggita langsung berjalan mendekat dan menatap baju yang Lusiana kenakan dengan cermat, dia menegurnya ketika melihat baju dengan warna mencolok yang dia kenakan sekarang.“Lusiana! Ini bajumu? Apa yang kamu pakai ini
“Adik Rena, apa kamu sudah mempertimbangkannya? Apa yang kamu inginkan? Katakan saja,” Lusiana masih bicara dengan sangat tenang dan tidak menunjukkan emosi.“Lusiana berhentilah berpura-pura! Apa kamu pikir aku tidak tahu kamu datang untuk merusak acara hari ini?!” lanjut Rena.“Adik Rena, kartu undangan jamuan hari ini ada di tanganku. Apa kamu kira aku sungguh bersandiwara? Pelayan datang mengantarkan baju ini jadi aku memakainya, dia bilang baju ini dari Ibunda Ratu. Sebenarnya aku tidak suka dengan warnanya yang terlalu mencolok, tapi karena pelayan itu bilang ini dari ibundaku, aku tidak berani menolak untuk tidak memakainya .... Tapi, jika kamu memang ingin sekali memakai baju ini, aku bisa menjelaskannya pada Ibunda Ratu, karena hari ini adalah hari istimewa untukmu,”Rena menyipitkan kedua matanya. Dia sudah tahu? Lusiana sudah tahu semuanya tapi berpura-pura bodoh?!Apa jangan-jangan pelayan bodoh itu salah mengira Lusiana adal
Zihan mendengar teriakan Rena, dia menoleh dan melihat Lusiana. “Apakah tidak masalah membiarkannya pergi, wanita itu sepertinya sengaja mengincar Lusiana. Mencuri baju? Apakah Lusiana sungguh mencuri bajunya? Tontonan macam apa ini?” Pikirnya akan ada keributan luar biasa di acara tersebut, tapi yang dia lihat Lusiana malah mengukir senyum lembut dan berjalan mendekati Rena lalu memeluk bahu Rena. Rena dengan gugup ingin menolak pelukannya. “Lusiana! Kamu wanita gila! Apa yang kamu rencanakan!? Aku tidak akan terkena tipu muslihatmu! Kamu tidak akan bisa menipuku lagi! Kamu sudah mengacaukan acara ini!” ucapnya dengan gugup. Lusiana menggertakkan giginya, dia sudah tidak sabar ingin memukul wajah Rena. Tapi niatnya tersebut berusaha dia tahan sekuatnya. “Adik Rena, ayo kita bicarakan baik-baik di dalam,” tuturnya dengan lembut. Zihan menggaruk keningnya sendiri. “Adik Rena? Ja
Penonton juga melihatnya, Anan menarik Wilda ke kursi. Mereka duduk di dalam kelompok keluarga pejabat. Teriakan Wilda cukup keras dan bisa didengar oleh semua orang di dalam ruangan.“Apa yang terjadi? Kenapa Putri Wilda berkata demikian pada Pangeran Andi? Mereka masih saudara bukan?”
Setelah Lusiana keluar dari dalam ruang baca, Ratu Anggita langsung pergi menghampirinya. Lusiana hanya berjalan lurus sambil terus memikirkan kata-kata Raja Yudistira barusan. Dia pikir Yudistira adalah pria tua yang kolot tidak disangka Yudistira bisa menerima semua alasan yang Lusiana katakan
“Sudahlah, ini tidak ada hubungannya denganmu! Lebih baik pikirkan cara agar dia tidak jadi pergi ke kuil! Firasatku sungguh kurang baik tentang keputusannya itu! Bagaimana kalau di jalan ada bandit gunung yang menyerangnya? Aku cemas sekali!”Wilda memutar otaknya, dia tiba-tiba memilik
Yudistira tidak menjawab, dia juga tidak mungkin membeberkan identitas asli Lusiana. Tidak ada orang yang akan percaya dengan kebenaran yang mereka rahasiakan. Setelah cukup lama memikirkannya barulah Yudistira angkat bicara.“Sebenarnya masalah janji pernikahan memang masih bisa dirundingkan, tapi







