Lusiana melepaskan pelukannya, dia menatap ke arah pelayan di belakang Rena.“Sita, tolong antar nonamu kembali,” perintah Lusiana pada pelayan yang selalu berada di sisi Rena.“Lusiana aku pasti akan membalasmu!” desis Rena sebelum memutar badan dan pergi.Lusiana hanya mengukir senyum dan tatapan penindasan di matanya. Senyumnya terlihat sangat cantik dan memikat. Anan bisa melihat tatapan mata Lusiana, wanita di dekatnya itu bukanlah sosok wanita biasa. Anan bertanya pada ajudan yang selalu mengawalnya di samping.“Sebenarnya siapa wanita itu? Apa benar itu putri Raja Yudistira?”“Benar, Yang-mulia, dia adalah putri Lusiana.”Wilda bertanya pada Lusiana.“Kapan kamu akan merawat lukaku?”“Kapan pun, Putri Wilda bisa menentukan waktunya,” jawab Lusiana dengan tenang.“Jadi, meski aku memanggilmu datang untuk mengobatiku, apakah kamu akan datang?”“Ya, aku pasti akan datang,”Wilda menoleh ke arah Anan. “Kakak, bagaimana menurutmu? Aku ingin lukaku dirawat sekarang, aku ingin cepat
Last Updated : 2026-02-03 Read more