Short
Tras renacer, la impostora elige al vampiro

Tras renacer, la impostora elige al vampiro

Von:  Nata SuaveAbgeschlossen
Sprache: Spanish
goodnovel4goodnovel
8Kapitel
4.1KAufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Renacido

Giro Inesperado

Satisfacción/Poder

Mujer Poderosa

Independiente

Calculador/a

Aventura

Desarrollo Femenino

Despertar

El mundo humano fue invadido por vampiros y hombres lobo. Mis padres nobles, para complacerlos, nos entregaron a mí y a la falsa heredera en matrimonio. En mi vida pasada, la impostora Serafina eligió al hombre lobo: fuerte y leal. Yo, en cambio, escogí al vampiro: elegante y noble. La noche de luna llena, el hombre lobo en celo devoró a Serafina hasta los huesos. Y yo, tras recibir el Abrazo del vampiro, obtuve la inmortalidad. Pero mis padres, ciegos de dolor, me drogaron y me arrojaron a la cama del hombre lobo. Entre garras y colmillos, morí desgarrada. Cuando volví a abrir los ojos, estaba otra vez en el día del sorteo. Esa vez, la impostora volcó la urna y, entre mimos, gritó que quería al vampiro: —Hermana, esta vez la inmortalidad será mía. Yo no puse objeción y acepté al hombre lobo brutal. Renacida, Serafina seguía siendo igual de estúpida, creyendo que la felicidad se consigue a costa de un hombre. Pero lo que yo deseo... es liberar a toda la humanidad.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Capítulo 1

"Kamu cantik sekali, Zelda," bisik Noah, kali ini benar-benar mendekat, suaranya nyaris hilang ditelan musik. Jari-jarinya dengan lembut menyentuh helai rambut Zelda yang jatuh ke bahu.

Zelda tidak bisa bicara, hanya menelan ludah. Kepalanya berputar karena efek alkohol. Entah bagaimana ceritanya,

Zelda tiba-tiba pusing dan gairahnya meningkat. Seolah, dia sedang dijebak oleh seseorang.

Malam ini sebenarnya perayaan ulang tahun ke-19 Zelda, malam di mana dia memutuskan untuk berhenti menjadi gadis beasiswa yang selalu sempurna, baik akademis ataupun sikap.

Ini adalah kali pertama dia mengunjungi bar, tanpa tahu apa efek samping alkohol dan bagaimana dia bersikap ketika mabuk nanti.

"Aku tahu tempat yang lebih tenang dari ini," Noah melanjutkan, tatapan matanya mengunci mata Zelda.

Tanpa kata-kata, Zelda berdiri memandang Noah.

Efek alkohol membuat kesadaran Zelda mulai pudar hingga pada akhirnya, dia berjalan mengikuti Noah meninggalkan bar.

Di dalam taksi, mereka tidak bicara lagi hingga mereka tiba di sebuah hotel bintang tiga yang tersembunyi di sudut jalan elit, tampak tidak mencolok, namun mewah.

Di dalam kamar, segalanya terjadi begitu cepat. Zelda yang sudah terengah-engah, tidak bisa menahan hasratnya lagi. Pengaruh alkohol yang begitu kuat membuatnya mengikuti semua perintah Noah. Terlebih, Noah adalah sosok ideal dan sangat tampan, baginya. Dia adalah laki-laki idaman semua wanita!

Noah melumat mulut Zelda ganas dan panas dalam ciuman yang memabukkan. Hingga dalam sekejap, pertahanan Zelda runtuh saat Noah mendorong Zelda ke ranjang, dan membuka setiap pakaian yang dikenakan gadis itu.

Di bawah remang-remang lampu yang menyala, Zelda menyerahkan dirinya pada kegelapan yang Noah tawarkan. Dan kini mereka tak memakai pakaian apapun, dan mulai mendalami hasrat mereka yang sedari tadi menahan gejolak.

“Sial. Tubuhmu… sungguh menawan,” gumam pria itu meneliti dan memuja tubuh telanjang Zelda. “Aku yakin, kau baru pertama kali melakukan ini.”

Kedua kuping Zelda terasa panas mendengar ucapan pria itu yang baginya terdengar memalukan. “Ce-cepat lakukan!”

Noah membelai tubuh Zelda yang ramping dan mulai memainkan organ intim di bawah perut gadis itu, sembari menangkup salah satu buah dadanya. “Dadamu … Ya Tuhan, ini membuatku bergairah.”

Dan Zelda mulai gemetar dan mendesah kecil di ranjang. “Ah … T-Tolong … lakukanlah,”

“Kamu mau aku lakukan apa, Sayangku?”

Zelda menggigit bibirnya, “Kamu … Kamu tahu apa yang aku mau!”

Noah mendengus dan menyeringai licik, “Baik, kalau itu maumu, Sayang. Aku tidak akan membiarkanmu pulang dengan sia-sia!”

Beberapa saat kemudian, tubuh mereka terhubung. Noah yang mengontrol dan mengunci Zelda dalam cengkraman pria itu di bawahnya. Noah enggan melepaskan cumbuan Zelda. Zelda pun mulai candu bukan kepayang.

“Ngh—!”

“Bagaimana, Nona manis? Apa aku berhasil memuaskanmu?” tanya Noah, menggoda dengan suara serak beratnya.

“Lagi … Aku mau lagi. Aku ingin—Ahh!” pekik Zelda yang sudah mulai mencapai klimaks.

“Kau … ingin aku lebih dalam, Sayang? Ya, akan kukabulkan permintaan nakalmu.” Noah mulai menghentak Zelda semakin keras dan dalam hingga membuat Zelda semakin mendesah liar.

Hentakan pertama.

Kedua.

Ketiga.

Sampai hentakan terakhir yang membuat Zelda berada di puncak. “La-lanjutkan, keluarkan di dalam, cepat! Ah, jangan dicabut, ini enak sekali!”

Noah sebenarnya masih punya akal sehat, tapi hembusan napas Zelda dan desahannya membuatnya tidak berpikir dua kali lagi. Dia mempercepat tempo dan membuat Zelda mengerang semakin keras, sampai menjambak rambutnya.

“Bersiaplah, sebentar lagi!” Noah semakin mempercepat gerakannya hingga dia berada di puncak.

Pelepasan itu disambut teriakan Zelda, menggema di ruangan, dicampur deru napas yang saling beradu satu sama lain. Kini, mereka berdua terbaring bersama, kemudian kembali berciuman hingga masing-masing tertidur.

Saat bangun, Zelda merasakan kepalanya sakit dan perutnya mual. Bahkan ia merasakan perih bagaikan duri yang menghujam di bawah perutnya.

Hal pertama yang ia rasakan adalah tekstur sprei katun yang dingin dan lembut di kulitnya.

Hal kedua adalah rasa malu yang menusuk hingga ke tulang, sembari mencari noda merah di tempat ia terbangun.

Dan benar, ada noda merah yang masih segar di bawah tubuhnya yang telanjang. Zelda menghela napasnya panjang, perasaan gelisah menyeruak sekaligus penyesalan, karena ini pertama kalinya ia melakukannya dengan pria acak dari semalam itu.

Saat melihat ke samping, Noah masih tertidur pulas, napasnya teratur dan tenang. Wajahnya yang damai kini tampak tidak berbahaya, tetapi Zelda tahu, ia sudah bertindak terlalu ceroboh. Ia diam-diam bangkit, mencari pakaiannya yang berserakan.

Beasiswa. Keluarga. Nilai. Semua itu tiba-tiba menyeruak kembali. Apa yang sudah ia lakukan?

Setelah berpakaian secepat mungkin, ia melirik Noah untuk terakhir kalinya. Ia harus pergi, pergi sebelum pria itu bangun, pergi sebelum ia harus menghadapi konsekuensi dari kesalahannya.

***

Hampir dua bulan berlalu semenjak liburan semester Zelda. Dia masih ingat betul kejadian malam itu dengan Noah. Selama dua bulan terakhir juga, Zelda terus menyibukkan diri dengan bekerja di kedai kopi untuk kebutuhan hidupnya.

Pagi ini adalah hari pertama kuliahnya dan dia sangat semangat, apalagi setelah libur musim panas hampir dua bulan.

Di kelas Fakultas Ekonomi, Zelda duduk di barisan kedua sudut kanan, mencatat dengan rapi, mencoba tenggelam dalam rutinitas. Temannya, Sarah baru muncul di kelas sambil tertawa.

Tepat pukul sembilan, pintu kelas terbuka. Suara sepatu kulit beradu dengan lantai marmer, tegas dan ritmis.

Zelda mendongak.

Dunia seakan berhenti berputar, hingga gadis itu membeku dan napasnya berhenti sejenak.

Itu Noah Grimm.

Pria itu berdiri di depan kelas, setelan abu-abu tua menempel sempurna di tubuhnya. Kacamata tipis membingkai matanya yang gelap, juga suaranya terdengar dalam dan tenang.

“Selamat pagi. Saya Noah Grimm. Mulai hari ini, saya akan mengambil alih mata kuliah Manajemen Strategi Lanjutan.”

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Bienvenido a Goodnovel mundo de ficción. Si te gusta esta novela, o eres un idealista con la esperanza de explorar un mundo perfecto y convertirte en un autor de novelas originales en online para aumentar los ingresos, puedes unirte a nuestra familia para leer o crear varios tipos de libros, como la novela romántica, la novela épica, la novela de hombres lobo, la novela de fantasía, la novela de historia , etc. Si eres un lector, puedes selecionar las novelas de alta calidad aquí. Si eres un autor, puedes insipirarte para crear obras más brillantes, además, tus obras en nuestra plataforma llamarán más la atención y ganarán más los lectores.


Keine Kommentare
8 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status