Share

Chapter 252

Author: Iamyourhappy
last update publish date: 2026-05-17 17:11:41

Martin mendekat lalu mengambil duduk di samping istrinya dan mencium pipi istrinya pelan.

Kemudian menoleh karena mendapatkan tatapan yang aneh.

“Kenapa kau?” tanya Martin.

Miko tersenyum, kemudian menggeleng. “Pertama kali bertemu dengan kalian, kalian sangat sopan tapi sekarang—”

Miko berhenti menyadari siapa Martin dan Serena, hampir saja menganggap dua orang penting itu teman mainnya.

“Sekarang apa?” tanya Serena berdecak.

“Tidak,” balas Miko sembari menampilkan senyumnya. “Sekarang sangat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 254

    Melihat seseorang dari kejauhan dan rasanya tidak asing. Akhirnya memutuskan untuk berhenti.Isaac berlari saat tendakan itu akan segera tiba. Akhirnya ia yang terkena tendangan dari perempuan aneh yang memaki Ava.“Akh!” keluh Isaac mundur sembari memegangi kakinya.“Kau baik-baik saja?” tanya Ava menarik Isaac mundur.“Aku baik-baik saja.” Isaa mengangguk pelan kemudian menatap wanita di hadapannya.“Berhenti mengganggunya! Urusi kasusmu, aku yakin kau tidak akan lolos dengan mudah!” ucap Isaac dengan lantang pada Dina.Akhirnya ia mengingat siapa wanita di hadapannya ini. “Bantu saja orang tuamu dan jangan mengusik Ava.”“Kau!” Dina memandang Isaac. “Kau bocah, kau tidak tahu apapun. Pantas saja kau menjadi angkuh, orang tuamu terlalu memanjakan bocah sepertimu.”Isaac memutar bola matanya malas. “Tidak usah banyak bicara, pergilah!” usirnya.Isaac memberi kode pada satu orang yang bertugas sebagai sopir sekaligus bodyguardnya.Dina menatap kesal pada Ava dan akhirnya memilih pergi

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 253

    “Salah satu pendiri sekaligus pemegang saham tertinggi di firma hukum BAP, menjadi tersangka atas laporan pelecehan pada beberapa pegawai kasar di kantor.”“Tidak hanya itu, dia juga bersalah atas kasus dulu yang melibatkan dua perusahaan besar. Gunawan menerima suap atas kasus tersebut dan mundur dari persidangan yang tengah berjalan.”Serena menggeleng. “Dasar bajingan gila, menyebarkan gosip putrinya yang berhianat lalu menumbalkanku. Sementara dirinya ada dibalik kekacauan itu. picik sekali!”Presenter kembali berbicara “Sehingga membuat perusahaan D rugi sangat banyak. Sekarang, kasus masih berjalan dan ditangani oleh kejaksaan pusat.”Pembawa berita harian di televisi itu berpindah tempat, kemudian layar menampilkan profil seorang perempuan.“Dari mana kasus ini berasal? Dari seorang perempuan yang bernama Serena Jane, yang merupakan istri dari pengusaha besar, Martin Raxter Benson.”“Serena Jane bekerja di GAP dan mendapatkan banyak diskriminasi, bahkan perundungan kerja dan fi

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 252

    Martin mendekat lalu mengambil duduk di samping istrinya dan mencium pipi istrinya pelan.Kemudian menoleh karena mendapatkan tatapan yang aneh.“Kenapa kau?” tanya Martin.Miko tersenyum, kemudian menggeleng. “Pertama kali bertemu dengan kalian, kalian sangat sopan tapi sekarang—”Miko berhenti menyadari siapa Martin dan Serena, hampir saja menganggap dua orang penting itu teman mainnya.“Sekarang apa?” tanya Serena berdecak.“Tidak,” balas Miko sembari menampilkan senyumnya. “Sekarang sangat romantis.”Martin memeluk pinggang Serena dari samping, lalu menatap Ava dan Miko bergantian.“Kalian baik-baik saja?” tanya Martin.Ava mengangguk pelan dengan wajah yang sembab. “Saya baik-baik saja,” jawabnya dengan mengusap wajahnya sendiri.Lalu Martin menatap Miko. “Saya—” jawaban Miko terpotong.“Tidak perlu aku pastikan, kau pasti baik-baik saja. Penjagaan di rumahmu bahkan lebih ketat dari mansionku.”Miko menyipitkan mata, kemudian menggeleng. “Tidak,” balasnya masih mengelak.Lalu mel

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 251

    *1 bulan yang lalu.“Bu..” rengek Miko setelah 20 menit berlalu.“Bu Serena..” panggilnya lagi seperti memanggil ibunya sendiri.Serena melirik Miko, lalu berdiri dari duduknya. “Ayo cari dia,” ucapnya lalu mengambil jasnya.“Eh!” Miko buru-buru mendekat. “Cari siapa?”“Cari Ava,” balas Serena kemudian keluar dari kantornya.“Tutup kantornya sekarang, dan kunci semuanya dengan rapat!” perintah Serena pada Miko.Semenjak Serena hamil, pak Asep stand by di dekatnya. Pak Asep menunggu sampai Serena pulang.Karena terkadang, Serena ingin makan sesuatu dan pergi ke tempatnya langsung. Karena Martin khawatir Serena terlalu lelah berjalan atau naik transportasi umum, jadi menugaskan pak Asep di kantor Serena.Meski membayar biaya parkir lebih mahal daripada membayar sewa kantor Serena.“Pak, Asep tadi lihat Ava?” tanya Serena.“Lihat nyoya, dia berjalan sembari menangis ke arah sana. Tadi saya tanya kenapa dia hanya menggeleng.”“Kejar ya, pak. Ada salah paham tentang dia dan saya,” jelas Se

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 250

    “Dia di usir, dia sekarang sedang berjalan sembari menangis,” ucapan seseorang dari telepon.Gunawan tersenyum puas. “Bagus, aku yakin mereka tidak akan bisa menututku,” ucapnya.Kemudian memainkan rokok yang berada di sela jarinya. “Berani-beraninya si bajiingan itu mengumpulkan bukti,” lirihnya. “Cari bajingan itu dan serahkan padaku.”“Baik, pak!” ucap seseorang di balik telepon.Gunawan tersenyum dengan penuh kemenangan. Lantas ia menyalakan televisi yang menampilkan seorang perempuan bergumul dengan pria.“Aku butuh perempuan cantik,” ucapnya kemudian berdiri.Lantas keluar dari ruangannya.Menatap sekitar dan melihat satu seorang petugas kebersihan yang sibuk mematikan lampu.Bibirnya yang keriput itu mulai tersenyum dengan senang.Wanita yang tidak terlalu tua, sangat pas, dengan tubuh yang masih bagus. Seketika, air liur Gunawan terasa semakin penuh di dalam mulutnya.Lantas ia buru-buru mendekat.“Permisi, kamu bisa ke ruangan saya? Di sana sedikit berantakan,” ucapnya pada p

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 249

    “Untuk apa memanggil saya?” tanya seorang perempuan pada seorang pria paruh baya di hadapannya.“Ava, kamu juga anakku. Sudah sepantasnya aku memanggilmu. Bagaimana kabar ibumu?” tanya Gunawan, pemilik dari Firma hukum GAP (Gunawan and Pantners).Ava mengepalkan tangannya di sisi kanan dan kiri. “Sekian lama anda baru menyadari saya anak anda?”Gunawan tersenyum, kemudian bangkit dari bangku kerjanya.Lalu mendekati putrinya yang ternyata sudah tumbuh menjadi perempuan yang cantik.“Kau persis seperti ibumu,” ucap Gunawan.Ava berdecih pelan, kemudian memandang ruang kerja Gunawan yang benar-benar mewah.Apa gunanya menjadi anak Gunawan dari pemilik firma hukum besar yang menaungi banyak kasus. Karena dirinya hanyalah anak haram yang tidak diakui.Sepintar apapun dan sebaik apapun tidak akan dianggap. Karena Gunawan akan memprioritaskan kakaknya, Dina untuk bekerja dan akhirnya meneruskan firma hukum ini.“Kenapa berhenti kuliah? Uang yang aku berikan kurang?” tanya Gunawan dengan per

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 45

    Kejadiannya begitu cepat ketika tubuhnya dan tubuh Martin seperti saling tertarik bak magnet.*Beberapa menit yang lalu, sebelum ciuman mereka dimulai, Serena berlari pergi ke toilet karena pusing.Tentunya karena efek alkohol yang berada di dalam tubuhnya. Dan benar kata Bela, Serena tidak boleh me

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 44

    Jantung Serena langsung berdegup dengan kencang seperti sedang tertangkap basah bersama Martin. Lalu Serena segera menggeleng keras untuk menampik segala tuduhan dari Max yang menggunakan setelan kemeja biru elektrik itu. “Tidak! Aku dari kamar mandi!” “Aku dari belakang,” ucap Martin tenang seo

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 43

    Serena kira ia akan jatuh, paling tidak akan sedikit berguling di tanah. Tetapi tidak, tubuhnya mendarat di pangkuan Martin. Bukan kebetulan, karena Martin menarik pinggangnya saat ia akan terjatuh. Sehingga tubuhnya dengan begitu pasti mendarat di pangkuan Martin dan pantatnya mendarat di paha Ma

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 42

    “Ada yang berkelahi.” Ucapan dari seseorang yang berada di belakang membuat Serena dan Bela saling menatap. Kemudian mereka menghadap ke atas dan melihat teman mereka yang akan berkelahi. Karena posisi Martin dan Gilang memang terlihat akan saling memukul. “Martin dan Gilang,” ucap dari seseorang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status