Share

4. Keindahan Yang Menakjubkan

Penulis: Mia N.S
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-07 23:59:21

Di pagi hari, langit kota tampak cerah dengan semburat putih keabu-abuan. Matahari sudah tinggi, tetapi udara masih menyimpan sisa dingin malam. Agatha keluar dari hotel dengan langkah santai, mengenakan kacamata hitam besar yang menutupi sebagian wajahnya. Tidak ada raut cemas, tidak ada jejak panik. Jika orang lain melihatnya, mereka tidak akan pernah menyangka bahwa wanita ini baru saja lolos dari kekacauan besar semalam.

Pintu hotel tertutup di belakangnya.

Agatha berhenti sejenak, menghirup udara pagi.

‘Akhirnya…’

Ia tidak kembali ke rumah keluarga Wilson, juga tidak berniat bersembunyi. Hal pertama yang ia lakukan justru menuju salon. Sebuah salon kelas atas di pusat kota, tempat yang biasanya dikunjungi sosialita dan selebritas. Interiornya tenang, bersih, dan berbau harum sampo mahal.

Agatha duduk di kursi, menyilangkan kaki dengan santai. Penata rambut sempat menatapnya dua kali, jelas terkejut melihat wajah wanita ini tanpa riasan tebal.

“Ada yang ingin diubah, Nona?” tanya si penata rambut dengan sopan

“Sedikit saja,” jawab Agatha ringan. “Buat ujungnya sedikit ikal.”

Tidak ada permintaan aneh. Tidak ada gaya berlebihan. Hanya sedikit ikal di ujung rambut panjangnya.

Selama proses berlangsung, Agatha memejamkan mata. Kepalanya masih sedikit sakit, bekas benturan semalam belum sepenuhnya hilang. Namun dibandingkan rasa sakit fisik, pikirannya terasa jauh lebih ringan.

‘Setidaknya aku masih hidup.’

Ketika selesai, ia membuka mata dan menatap pantulan dirinya di cermin. Rambut panjangnya kini jatuh dengan alami, ujungnya membentuk gelombang ringan yang lembut. Tanpa riasan tebal, tanpa warna mencolok, wajahnya justru terlihat jauh lebih bersih dan tajam.

Ia membayar, lalu mengganti pakaian. Kaus sederhana, celana jeans, dan sepatu datar. Penampilan yang sangat biasa, namun justru itulah yang membuat auranya terasa dingin dan sulit didekati.

Begitu keluar dari salon, ponselnya bergetar tanpa henti.

Dering….

Getaran….

Lagi….

Agatha mengerutkan kening, lalu melirik layar dengan malas.

Kelvin Clark…

Lebih dari sepuluh pesan. Delapan panggilan tak terjawab.

Agatha berhenti di pinggir jalan, membuka pesan itu satu per satu. Tidak ada emosi di wajahnya, seolah ia sedang membaca iklan tak penting.

Kelvin menulis panjang lebar. Ia mengatakan bahwa situasi semalam di luar kendali, bahwa rencana mereka gagal total. Ia menulis dengan nada panik, berkali-kali menyebut nama Maxwell Dawson. Ia bahkan mengatakan bahwa jika Maxwell benar-benar menangkapnya, mereka berdua tidak akan bisa melarikan diri.

Pesan berikutnya berubah menjadi permintaan maaf.

Kelvin bersumpah ia tidak bermaksud meninggalkannya. Ia mengatakan ia hanya takut.

Lalu ia bertanya apakah Maxwell sangat marah, apakah perceraian masih bisa dilanjutkan.

Setelah itu, nada pesannya berubah lagi.

Kelvin mulai mengomel tentang Maxwell. Mengatakan Maxwell dingin, kejam, tidak layak menjadi suami. Ia menyuruh Agatha bersikeras bahwa ia tidak memiliki perasaan apa pun terhadap Maxwell, dan bahwa perceraian itu harus dibayar mahal. Setengah harta, setidaknya.

Lalu datanglah pesan-pesan terakhir.

Penuh kata cinta murahan.

Agatha menutup ponsel dan menahan rasa mual.

‘Cintamu seperti sungai tak berujung?’

‘Kalau begitu aku ingin memastikan kamu tenggelam di dalamnya.’

Ia sempat ingin langsung memblokir nomor Kelvin. Namun ujung jarinya berhenti. Sebuah ide muncul, dan sudut bibirnya terangkat membentuk senyum dingin.

Tanpa ragu, Agatha mengirim sebuah tautan ke nomor Kelvin Clark.

Di sebuah kafe, Kelvin Clark sedang duduk sambil menyeruput kopi. Wajahnya tampak sedikit lelah, tetapi masih berusaha terlihat santai. Ketika ponselnya berbunyi, ia langsung membukanya.

Sebuah tautan.

Kelvin mengerutkan kening.

“Apa ini?” gumamnya.

Ia tidak berpikir panjang. Ia mengkliknya.

Sebuah animasi bergerak muncul di layar.

Seorang pria jelek dan lusuh berdiri di bawah pohon ceri, mengucapkan kata-kata cinta yang persis sama dengan pesan yang ia kirimkan kepada Agatha. Setiap kalimat, setiap kata, terasa seperti tamparan.

Di hadapannya, seorang peri cantik bersandar malas di batang pohon.

Setelah mendengarkan semuanya, peri itu berkata dingin, “Jangan pernah berpikir kamu pantas untukku.”

Lalu, tanpa ragu, peri itu membungkuk dan muntah.

Kelvin membeku.

Wajahnya langsung pucat pasi.

Belum sempat ia memaki, sebuah suara lembut terdengar dari samping.

“Kak Kelvin, bagaimana kabarmu?”

Kelvin menoleh.

Angel Wilson berdiri di sana.

Wajahnya cantik dan lembut, seperti cinta pertama yang tak pernah terlupakan. Rambut hitam panjangnya tergerai rapi, gaun putihnya membuatnya tampak suci dan anggun. Ia adalah tipe wanita yang membuat pria merasa ingin melindunginya.

Kelvin memaksakan senyum, lalu menghela napas panjang.

“Lupakan saja,” katanya dengan nada kesal. “Tadi malam aku bahkan menahan mual untuk menidurinya, tapi suaminya tiba-tiba muncul. Aku gagal.”

Angel terdiam sesaat, lalu senyum tipis muncul di bibirnya.

Ia bangun pagi ini dengan harapan besar. Ia sudah menunggu berita panas memenuhi layar ponselnya. Namun yang ia dapatkan justru keheningan. Para reporter menutup mulut, bahkan memaki manajernya.

Namun satu hal sudah cukup.

Maxwell Dawson telah melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri.

“Kak Kelvin,” ucap Angel lembut, “tidak peduli apakah kakakku akan bercerai atau tidak, aku akan membantumu kapan pun kamu membutuhkan uang.”

Kelvin adalah anak haram keluarga Clark. Ia ingin saham, posisi, dan kekuasaan. Tetapi ia kekurangan modal. Dan uang perceraian Agatha adalah kunci segalanya.

“Aku tidak butuh uangmu,” jawab Kelvin dengan senyum penuh keyakinan. “Kakakmu sangat mencintaiku. Dia bahkan bermimpi tidur denganku. Begitu aku mewujudkannya, dia akan patuh dan menyerahkan semua uang perceraiannya.”

Di tempat lain, Agatha mendengar seluruh percakapan itu melalui ponselnya. Ia mematikan layar dan menguap malas.

‘Sedikit tampan saja sudah bikin kamu lupa diri.’

‘Tenang saja… wajah itu akan jadi hal pertama yang aku hancurkan.’

***

Agatha pergi ke pasar bunga, lalu ke pusat perbelanjaan kelas atas. Ia membeli beberapa barang, lalu melanjutkan perjalanannya menuju Taman Anggrek.

Tempat itu masih sama seperti sebelumnya. Tenang, hijau, dan tampak romantis di mata orang lain.

Kelvin Clark sudah menunggu.

Ia mengenakan jas rapi, rambutnya ditata dengan gaya pria lembut yang disukai banyak penggemar. Ketika melihat Agatha datang, senyum percaya diri langsung muncul di wajahnya.

“Agatha, kamu datang.”

Namun saat Agatha mendekat, Kelvin tertegun.

Tanpa riasan tebal, kecantikan Agatha justru terasa mencolok. Mata phoenix yang tajam, hidung ramping, bibir merah alami, dan tahi lalat di sudut matanya membuatnya terlihat seperti rubah betina yang berbahaya.

Kelvin menelan ludah.

Ia selalu mendorong Agatha untuk berdandan berlebihan agar terlihat jelek. Ia tidak ingin Maxwell menyadari kecantikannya.

Menekan rasa tidak nyaman, Kelvin bertanya, “Kenapa kamu menghapus riasanmu?”

Agatha menyelipkan rambut ke belakang telinga dan tersenyum santai.

“Bukankah aku terlihat cantik?”

Kelvin tersenyum kaku. “Aku hanya takut kamu terlalu menarik.”

Agatha mengeluarkan sebuah kotak kecil.

“Ini untukmu.”

Parfum Gucci edisi terbatas.

Agatha menyemprotkannya ke tubuh Kelvin. Aroma lembut menyebar di udara.

Kelvin menatap Agatha dengan mata penuh hasrat dan penyesalan. Ia tidak tahu bahwa di balik senyum santai itu, Agatha sudah memutuskan…

hari ini, segalanya akan mulai berbalik arah.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tuan Muda Penawar Insomnia Nona Wilson   40. Merawat Tuan Muda Howard

    Maxwell melihat kembali ke kamar dan melihat lengan Agatha tergores, ekspresinya tiba-tiba berubah. Melangkah dan mendorong Nyonya Howard menjauh, "Apa yang kamu lakukan?" Rahang Maxwell menegang, alis dan matanya tertutup lapisan es, dan hawa dingin di sekujur tubuhnya membuat orang bergidik. Nyonya Howard dikejutkan oleh aura di tubuh Maxwell, ia menundukkan kepalanya, dan terlalu takut untuk mengatakan sepatah kata pun. Maxwell memandang Agatha dengan mata hitam pekat, "Jangan khawatir, tidak ada yang akan menyakitimu lagi, kamu dapat merawat Noel sekarang!" Dipandang oleh matanya yang dalam dan percaya, Agatha merasakan perasaan aneh di hatinya. Tidak mengherankan bahwa Tuan Muda Keempat memiliki temperamen yang buruk tapi masih banyak wanita yang ingin berlari kepelukannya. Dia terkadang, memang, menawan. "Tuan Muda Howard tidak akan memiliki masalah, selama…." Agatha Wilson belum selesai berbicara ketika Noel Howard di tempat tidur tiba-tiba terbangun. Dia baru saja m

  • Tuan Muda Penawar Insomnia Nona Wilson   39. Apakah Dia Mengerti Medis

    Tuan Howard melihat pelayan Royal Garden menundukkan kepalanya, berpikir bahwa pelayan itu bersalah, melewati Maxwell Dawson, dan berjalan ke arahnya dengan marah. "Kamu adalah seorang pelayan yang rendah, beraninya kamu memberi anakku obat? Jika sesuatu yang buruk terjadi pada anakku, kamu yang akan membayarnya dengan nyawamu!" Tuan Howard mengangkat tangannya dan menampar wajah Agatha. Tuan Howard marah, dia menggunakan hampir seluruh kekuatannya untuk menampar, dan dengan satu tamparan, Tuan Howard mungkin bisa merontokkan beberapa gigi Agatha. Agatha mengepalkan tinjunya sedikit, tepat ketika ia hendak meninju Tuan Howard, telapak tangan putih ramping terentang dan langsung menggenggam pergelangan tangan Tuan Howard. Tuan Howard tertahan dan hampir tidak bisa bergerak. Dia mengangkat kepalanya, menatap pria yang memegang pergelangan tangannya, dan memarahi, "Maxwell Dawson, apa yang kamu lakukan?" Mengandalkan kebaikan Noel Howard kepada Maxwell Dawson, Tuan Howard tidak tak

  • Tuan Muda Penawar Insomnia Nona Wilson   38. Mereka Saling Memandang

    Agatha menggunakan teknik pijat pada "titik akupuntur ekstra-meridian" dalam studi meridian TCM teknik ini untuk menghilangkan rasa sakitnya, tenik yang sangat bagus. Maxwell berbaring di kursi pijat, Agatha berdiri di belakangnya dan menekan pelipisnya untuknya. Ujung jarinya sedikit dingin, dan tekanan pada pelipisnya tidak ringan atau berat. Kepala Maxwell yang berat dan sakit sangat lega untuk sementara waktu. Ia memejamkan mata, rasa kantuk melanda. Ia telah mengalami terlalu banyak kejadian buruk sejak kecil, yang membuatnya punya insting yang tajam dan selalu waspada. Maxwell jarang tertidur di depan orang lain, tetapi pada saat ini, ia benar-benar percaya pada pelayan di belakangnya. Setelah setengah jam, Agatha menatap pria yang sedang tidur itu, ia menghentikan pijatannya. Setelah pria itu tertidur, dia tidak terlihat menakutkan. Tapi aura tidak ingin didekati dari tubuhnya masih belum hilang, dan itu membuat orang lain merasa dia sulit didekati. Walaupun begitu dia te

  • Tuan Muda Penawar Insomnia Nona Wilson   37. Tuan Muda Dawson Menendang Pintu

    Maxwell Dawson memiliki insting yang tajam, dan sebelum lengan Helena Brooke bisa memeluknya, ia menghindarinya dan mendorongnya pergi tanpa belas kasihan. Helena Brooke didorong dan jatuh ke sudut, mengenai pot tanaman hijau. Pada saat ini, dengan sekejap, sebuah ponsel jatuh ke tanah dari balik dedaunan tanaman hijau yang rimbun. Ada beberapa detik keheningan. Maxwell dengan wajah muram, berjalan mendekat dan mengambil ponsel. Ponsel itu mengaktifkan mode perekaman video. Baru saja dirinya memasuki ruangan, dan Helena Brooke hampir memeluknya, dan semuanya direkam. Mata hitam Maxwell menatap Helena Brooke dengan tajam. Helena Brooke menatap matanya dan wajahnya menjadi pucat. "Kak Maxwell, ponsel itu bukan milikku." Helena Brooke membuka matanya seolah memikirkan sesuatu, "Pasti pelayan yang bernama Lily Park itu." Maxwell l menurunkan matanya dan melirik ponselnya. Bukan merek yang bagus, sepertinya bukan jenis tipe yang digunakan oleh putri terkenal seperti Helena Br

  • Tuan Muda Penawar Insomnia Nona Wilson   36. Mengambil Inisiatif Untuk Mendekati

    Helena Brooke mengambil kotak kecil dari tangan Nyonya Dawson dan berkata sambil tersenyum malu, "Tante Sherly, apakah Kak Maxwell benar-benar telah menceraikan Agatha Wilson?" Nyonya Dawson menepuk lengan Helena Brooke, "Apakah kamu tidak membaca pencarian panas tempo hari? Agatha Wilson pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan untuk membuktikan bahwa dia masih perawan. Apa artinya ini? " "Artinya Maxwell tidak pernah menyentuhnya! Biarpun dia perawan, Maxwell memandang rendah dirinya. Terlepas dari penampilannya, dia tidak ada artinya sama sekali, bahkan adiknya tidak bisa dibandingkan denganmu, yang dikenal sebagai wanita berbakat" Senyum Helena Brooke semakin dalam, "Tante Sherly, bagaimana kamu bisa mengatakan itu dengan sangat baik?" "Kamu adalah ahli bedah paling bergengsi di Rumah Sakit Renxin. Kamu adalah gadis berbakat yang mahir dalam segala hal mulai dari piano, catur, kaligrafi, dan melukis. Siapa yang bisa menandingimu? Sejujurnya, Maxwell bisa menikahimu, dan itu se

  • Tuan Muda Penawar Insomnia Nona Wilson   35. Perhatian Tuan Muda Kermpat Untuknya

    Manusia anjing apa maksudmu? Meskipun dirinya terlihat biasa, apa tidak ada yang boleh menyukainya! Tidak bolehkah pacarnya mencintainya? Kamu adalah anjing yang menilai orang lain dari penampilan mereka! Agatha mencibir dalam hatinya, Maxwell bersin. Dia menatap Agatha dengan mata gelap, "Kamu sepertinya memarahiku di dalam hatimu?" Ah! Ternyata kau punya sedikit kesadaran diri. Apa salahnya memarahimu, siapa yang menyuruh mu memandang rendah orang lain? Tampaknya menyadari bahwa kata- katanya melukai harga diri pelayan itu, Maxwell sedikit mengernyit, "Bukannya aku membencimu, hanya saja pacarmu tidak terlihat baik." Godaan Zio benar-benar tidak baik. Di masa lalu, pernah ada sepasang saudari perempuan hampir bertengkar satu sama lain karena zio, tetapi zio tidak peduli dan pergi. Agatha menyeka air mata dari sudut matanya dan berkata, "Tuan Muda Keempat, jika seseorang terlihat tidak baik di luar, itu tidak berarti dia juga tidak baik hatinya. Pacar saya memperlakukan s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status