Compartir

BAB 37

Autor: Rainina
last update Fecha de publicación: 2026-06-06 11:16:59

Clara menatap Olivia dengan tatapan malas. Senyum lebar dan binar antusias di wajah asisten itu entah mengapa terasa menggelikan baginya.

Apa gadis ini benar-benar berpikir bahwa kami berada di level yang sama? batin Clara sinis.

Hanya karena kebetulan umur mereka berdekatan, bukan berarti seorang asisten staf rendahan bisa bersikap sok akrab dan mengajaknya keluar bersama.

Namun, Clara kembali menatap Olivia dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan sorot menilai.

Di firma hukum yang kaku d
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Null_null
Kapan emily nya ninggalin nicholas , biar nicholas berjuang kalau mau mepertahankan emily , tinggal terpisah juga okee
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 125

    Di dalam ruang kerja Nicholas yang senyap, suara langkah kaki Arthur mengaliri keheningan. Asisten pribadi Nicholas itu meletakkan sebuah map hitam tepat di samping komputer."Tuan Spencer," buka Arthur dengan nada formal yang hati-hati. "Tim lapangan sudah berhasil melacak plat nomor mobil yang membawa Nyonya Emily ke kantor Jonathan Crawford kemarin pagi."Nicholas tidak membuka matanya. Kepala pria itu tetap bersandar santai di sandaran kursi kulitnya. "Katakan.""Mobil itu atas nama Diana Miller," jelas Arthur. "Melalui nama Nona Miller, kami sudah menemukan lokasi apartemen studio tempat Nyonya Emily tinggal saat ini. Gedungnya berada di pinggiran distrik, penyewanya tercatat atas nama Diana Miller juga."Nicholas hanya diam mendengarkan penuturan itu."Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Tuan?" tanya Arthur meminta instruksi. "Apa Anda ingin saya mengirim orang untuk menjemput Nyonya Emily sekarang juga?"Di balik kelopak matanya yang terpejam, ingatan Nicholas langsung men

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 124

    [Maaf aku tidak mengantarmu bekerja hari ini, apa kau kehujanan? Aku benar-benar sibuk hari ini.]Daniel mengirimkan pesan itu pada Olivia, ia sudah memutuskan untuk lebih fokus pada Emily. Satu sisi ego Daniel merasa wanita ini sangat mengandalkannya. Namun detik berikutnya, bayangan wajah pucat Emily dengan plester di lehernya malam tadi melintas di kepalanya. Rasa bersalah kembali menghantamnya. Dia terlalu sibuk menjadi pahlawan di tempat lain sampai mengabaikan orang yang sebenarnya ingin dia lindungi.[Ah, tidak apa-apa sama sekali, Daniel! Kamu jangan merasa tidak enak. Aku justru takut terus-terusan merepotkanmu. Semoga urusanmu lancar ya.]Daniel membaca balasan mengalah itu, menghela napas pelan, lalu mengantongi ponselnya. Hari ini, seluruh fokusnya harus tertuju pada Emily.Menjelang siang, Olivia melangkah menuju pantry kantor dengan kepala menunduk.Begitu ia mendorong pintu kaca pantry, suara obrolan dua orang di dalam sana mendadak terhenti total.Jane dan Maya.Suas

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 123

    "Selamat malam, Ladies," sapa Daniel ceria sambil bersenandung kecil, mendorong pintu apartemen yang tidak terkunci. "Aku membawakan makanan terbaik di kota ini untuk…"Ucapan Daniel terputus saat matanya menangkap Diana yang duduk di sofa dengan wajah merah padam, sementara Emily berbaring memeluk bantal. Di pangkal leher Emily, terpasang sebuah plester medis."Ada apa ini?" tanya Daniel cepat, meletakkan kantong makanannya ke atas meja. "Emily, kenapa lehermu?""Suami keparatnya baru saja mencoba membunuhnya," jawab Diana sengit."Diana, cukup..." cicit Emily lemah."Tidak, Em! Dia harus tahu!" Diana berdiri menghadap Daniel. "Pengacara yang Emily sewa tadi pagi ternyata sahabat Nicholas Spencer! Pria gila itu mengunci Emily di dalam ruangan Crawford, memaksanya pulang, sampai Emily harus menggores lehernya sendiri pakai pembuka surat agar pria itu melepasnya!""Apa?!" Mata Daniel membelalak sempurna. "Nicholas Spencer benar-benar melakukan hal gila seperti itu?!""Ya! Dia membloki

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 122

    Pelataran lobi Firma Spencer masih dipenuhi karyawan ketika mobil mewah milik Daniel berhenti di zona drop-off, sementara pria itu berdiri bersandar ke pintu mobilnya.Begitu Olivia melangkah keluar melalui pintu putar kaca, kepalanya sengaja ditundukkan sedikit. Jemarinya mencengkram tali tas begitu erat."Tepat pukul lima," sapa Daniel begitu Olivia tiba di dekat pintu mobil. "Ayo naik."Olivia tidak langsung masuk. Ia justru mundur setengah langkah, menatap Daniel dengan sepasang mata bulat yang berkaca-kaca ragu."Daniel..." cicitnya pelan, suaranya dibuat begitu rapuh dan lugu. "Boleh tidak mobilnya kita maju sedikit lagi? Jangan parkir tepat di depan lobi utama."Daniel mengernyit heran. "Kenapa harus maju?""Orang-orang di dalam sedang melihat kita," jawab Olivia menunduk malu. "Aku takut ada yang membicarakanku lagi."Raut wajah Daniel seketika mengeras. “Siapa yang berani membicarakanmu?""Mmm… aku tidak mungkin menyebutkannya satu persatu,” ucap Olivia sambil menunduk. “Tap

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 121

    Dada Emily naik-turun kencang. Sejujurnya, ia sendiri kaget mendengar kalimat mengerikan itu keluar dari mulutnya sendiri. Namun ia tidak punya pilihan, karena Nicholas terus mendesaknya ke jurang yang tidak menyisakan ruang bernapas.Untuk pertama kalinya, wajah dingin Nicholas tampak terguncang."Kau melewati batas, Emily," desis Nicholas dengan suara bergetar oleh amarah."Aku melewati batas?" Emily tersenyum getir. "Lalu kau sebut apa dirimu yang menggunakan kekuasaan untuk membuatku tidak bisa menceraikanmu?!""Aku menggunakan kekuasaanku untuk melindungi pernikahan kita!" bantah Nicholas sengit. "Kau sedang tidak stabil!""Aku luar biasa stabil, Nicholas! Aku hanya sudah tidak mau hidup satu atap denganmu!""Dan aku tidak mengizinkannya!" Nicholas meraih pergelangan tangan Emily secara paksa, menariknya dari daun pintu. "Kita pulang. Sekarang.""Lepaskan aku!" ronta Emily sekuat tenaga, mencoba memaku kakinya ke karpet. "Nicholas, sakit! Lepaskan!""Kau ikut denganku!" Nicholas

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 120

    "Aku ingin kau menjauh dari hidupku," desis Emily tajam."Tidak bisa," tolak Nicholas tanpa jeda sedetik pun."Kenapa tidak bisa? Hidupmu akan jauh lebih mudah kalau aku tidak ada lagi di rumah itu!""Apanya yang mudah?" Nicholas mencondongkan tubuhnya lebih dekat, mengungkung tubuh Emily ke daun pintu. Sorot matanya dipenuhi kejengkelan yang luar biasa pekat. "Tiga belas hari kau menghilang, dan seluruh rutinitasku berantakan karena aku harus mengorbankan waktu kerjaku mencarimu. Kau bertingkah tidak masuk akal hanya karena hal sepele.""Hal sepele?!" Emily mendongak, menatapnya benci. "Kau menganggap pengabaianmu dan manipulasi hukum yang kau lakukan padaku sebagai hal sepele?!""Aku melakukan apa yang harus kulakukan untuk menjaga pernikahan kita," desis Nicholas tertahan. Pria itu menghela napas kasar, mencoba mengatur intonasinya agar kembali tenang. "Dengarkan aku, Emily. Kau sedang emosional. Kau sengaja membesar-besarkan masalah ini karena kau sedang merajuk.""Aku tidak sed

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 82

    Suasana di dalam kabin mobil mewah yang membelah jalanan malam itu terasa sangat hening dan canggung.Emily duduk bersandar sambil membuang pandangannya ke luar jendela kaca. Pikirannya terus berputar, mengulang kembali setiap detik percakapannya dengan Daniel di kafe tadi. Ada sesuatu yang menggan

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 81

    Emily segera berdiri. Ia menyentuh lengan Nicholas dan menarik pria itu dengan lembut untuk duduk di kursi kosong tepat di sebelahnya."Nicholas, kamu sudah datang," sapa Emily dengan senyuman di wajahnya.Dia memang sempat mengirim pesan ke Nicholas sebelum datang ke sini. Berharap bisa langsung m

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 80

    "Lalu, apa yang dilakukan seorang CEO sepertimu membuat keributan di kantor orang lain?" tanya Emily ia dan Daniel duduk di meja kafe yang terletak tidak jauh dari kantor Emily sore itu.Senyum di wajah Daniel yang tadi sempat muncul memudar seketika, digantikan oleh raut wajah yang sangat frustas

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 79

    Keesokan paginya, Emily berjalan melintasi lantai marmer yang mengkilap sambil memeluk sebuah kotak penyimpanan berisi tumpukan folder dokumen yang cukup berat.Baru saja ia berjalan melewati area ruang tunggu, suara perdebatan yang cukup keras menarik perhatian beberapa orang di sana."Maaf, Tuan.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status