Share

BAB 36

Penulis: Rainina
last update Tanggal publikasi: 2026-06-06 11:16:43
Dua jam setelah kedatangan Clara yang tiba-tiba di ruangan Nicholas, suasana di lantai eksekutif perlahan kembali pada rutinitasnya.

Emily duduk di mejanya, menyortir beberapa dokumen, pandangannya sesekali menyapu area kubikel staf. Dari posisinya, ia memiliki jarak pandang yang cukup jelas ke arah meja yang kini ditempati oleh Clara.

Gadis muda itu sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang datang untuk bekerja. Clara hanya bersandar di kursinya dengan postur malas, sibuk menggulir laya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 125

    Di dalam ruang kerja Nicholas yang senyap, suara langkah kaki Arthur mengaliri keheningan. Asisten pribadi Nicholas itu meletakkan sebuah map hitam tepat di samping komputer."Tuan Spencer," buka Arthur dengan nada formal yang hati-hati. "Tim lapangan sudah berhasil melacak plat nomor mobil yang membawa Nyonya Emily ke kantor Jonathan Crawford kemarin pagi."Nicholas tidak membuka matanya. Kepala pria itu tetap bersandar santai di sandaran kursi kulitnya. "Katakan.""Mobil itu atas nama Diana Miller," jelas Arthur. "Melalui nama Nona Miller, kami sudah menemukan lokasi apartemen studio tempat Nyonya Emily tinggal saat ini. Gedungnya berada di pinggiran distrik, penyewanya tercatat atas nama Diana Miller juga."Nicholas hanya diam mendengarkan penuturan itu."Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Tuan?" tanya Arthur meminta instruksi. "Apa Anda ingin saya mengirim orang untuk menjemput Nyonya Emily sekarang juga?"Di balik kelopak matanya yang terpejam, ingatan Nicholas langsung men

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 124

    [Maaf aku tidak mengantarmu bekerja hari ini, apa kau kehujanan? Aku benar-benar sibuk hari ini.]Daniel mengirimkan pesan itu pada Olivia, ia sudah memutuskan untuk lebih fokus pada Emily. Satu sisi ego Daniel merasa wanita ini sangat mengandalkannya. Namun detik berikutnya, bayangan wajah pucat Emily dengan plester di lehernya malam tadi melintas di kepalanya. Rasa bersalah kembali menghantamnya. Dia terlalu sibuk menjadi pahlawan di tempat lain sampai mengabaikan orang yang sebenarnya ingin dia lindungi.[Ah, tidak apa-apa sama sekali, Daniel! Kamu jangan merasa tidak enak. Aku justru takut terus-terusan merepotkanmu. Semoga urusanmu lancar ya.]Daniel membaca balasan mengalah itu, menghela napas pelan, lalu mengantongi ponselnya. Hari ini, seluruh fokusnya harus tertuju pada Emily.Menjelang siang, Olivia melangkah menuju pantry kantor dengan kepala menunduk.Begitu ia mendorong pintu kaca pantry, suara obrolan dua orang di dalam sana mendadak terhenti total.Jane dan Maya.Suas

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 123

    "Selamat malam, Ladies," sapa Daniel ceria sambil bersenandung kecil, mendorong pintu apartemen yang tidak terkunci. "Aku membawakan makanan terbaik di kota ini untuk…"Ucapan Daniel terputus saat matanya menangkap Diana yang duduk di sofa dengan wajah merah padam, sementara Emily berbaring memeluk bantal. Di pangkal leher Emily, terpasang sebuah plester medis."Ada apa ini?" tanya Daniel cepat, meletakkan kantong makanannya ke atas meja. "Emily, kenapa lehermu?""Suami keparatnya baru saja mencoba membunuhnya," jawab Diana sengit."Diana, cukup..." cicit Emily lemah."Tidak, Em! Dia harus tahu!" Diana berdiri menghadap Daniel. "Pengacara yang Emily sewa tadi pagi ternyata sahabat Nicholas Spencer! Pria gila itu mengunci Emily di dalam ruangan Crawford, memaksanya pulang, sampai Emily harus menggores lehernya sendiri pakai pembuka surat agar pria itu melepasnya!""Apa?!" Mata Daniel membelalak sempurna. "Nicholas Spencer benar-benar melakukan hal gila seperti itu?!""Ya! Dia membloki

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 122

    Pelataran lobi Firma Spencer masih dipenuhi karyawan ketika mobil mewah milik Daniel berhenti di zona drop-off, sementara pria itu berdiri bersandar ke pintu mobilnya.Begitu Olivia melangkah keluar melalui pintu putar kaca, kepalanya sengaja ditundukkan sedikit. Jemarinya mencengkram tali tas begitu erat."Tepat pukul lima," sapa Daniel begitu Olivia tiba di dekat pintu mobil. "Ayo naik."Olivia tidak langsung masuk. Ia justru mundur setengah langkah, menatap Daniel dengan sepasang mata bulat yang berkaca-kaca ragu."Daniel..." cicitnya pelan, suaranya dibuat begitu rapuh dan lugu. "Boleh tidak mobilnya kita maju sedikit lagi? Jangan parkir tepat di depan lobi utama."Daniel mengernyit heran. "Kenapa harus maju?""Orang-orang di dalam sedang melihat kita," jawab Olivia menunduk malu. "Aku takut ada yang membicarakanku lagi."Raut wajah Daniel seketika mengeras. “Siapa yang berani membicarakanmu?""Mmm… aku tidak mungkin menyebutkannya satu persatu,” ucap Olivia sambil menunduk. “Tap

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 121

    Dada Emily naik-turun kencang. Sejujurnya, ia sendiri kaget mendengar kalimat mengerikan itu keluar dari mulutnya sendiri. Namun ia tidak punya pilihan, karena Nicholas terus mendesaknya ke jurang yang tidak menyisakan ruang bernapas.Untuk pertama kalinya, wajah dingin Nicholas tampak terguncang."Kau melewati batas, Emily," desis Nicholas dengan suara bergetar oleh amarah."Aku melewati batas?" Emily tersenyum getir. "Lalu kau sebut apa dirimu yang menggunakan kekuasaan untuk membuatku tidak bisa menceraikanmu?!""Aku menggunakan kekuasaanku untuk melindungi pernikahan kita!" bantah Nicholas sengit. "Kau sedang tidak stabil!""Aku luar biasa stabil, Nicholas! Aku hanya sudah tidak mau hidup satu atap denganmu!""Dan aku tidak mengizinkannya!" Nicholas meraih pergelangan tangan Emily secara paksa, menariknya dari daun pintu. "Kita pulang. Sekarang.""Lepaskan aku!" ronta Emily sekuat tenaga, mencoba memaku kakinya ke karpet. "Nicholas, sakit! Lepaskan!""Kau ikut denganku!" Nicholas

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 120

    "Aku ingin kau menjauh dari hidupku," desis Emily tajam."Tidak bisa," tolak Nicholas tanpa jeda sedetik pun."Kenapa tidak bisa? Hidupmu akan jauh lebih mudah kalau aku tidak ada lagi di rumah itu!""Apanya yang mudah?" Nicholas mencondongkan tubuhnya lebih dekat, mengungkung tubuh Emily ke daun pintu. Sorot matanya dipenuhi kejengkelan yang luar biasa pekat. "Tiga belas hari kau menghilang, dan seluruh rutinitasku berantakan karena aku harus mengorbankan waktu kerjaku mencarimu. Kau bertingkah tidak masuk akal hanya karena hal sepele.""Hal sepele?!" Emily mendongak, menatapnya benci. "Kau menganggap pengabaianmu dan manipulasi hukum yang kau lakukan padaku sebagai hal sepele?!""Aku melakukan apa yang harus kulakukan untuk menjaga pernikahan kita," desis Nicholas tertahan. Pria itu menghela napas kasar, mencoba mengatur intonasinya agar kembali tenang. "Dengarkan aku, Emily. Kau sedang emosional. Kau sengaja membesar-besarkan masalah ini karena kau sedang merajuk.""Aku tidak sed

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 15

    Ujung pelipis Emily berkedut samar. Rencana sederhananya untuk menjadi entitas tak kasat mata di perusahaan ini baru saja hancur berantakan. Satu kalimat provokatif dari Sandra sukses menariknya ke tengah panggung sandiwara ini!"Emily adalah orang yang melakukan hand over pekerjaan dengan Olivia,"

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 13

    Wajah Olivia seketika memerah. Ia buru-buru mengibaskan tangannya dengan panik, matanya bergerak gelisah menatap ke sekeliling memastikan tidak ada orang lain di dekat mereka."A-apa?! B-bukan begitu, Emily!" sergah Olivia cepat. "Aku hanya sangat menghormatinya. Ya, sebagai atasanku. Tidak lebih d

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 12

    Sandra yang ditatap dengan begitu dingin oleh Nicholas tersentak dan berdiri tegak dengan gugup."E-Emily sudah datang sejak pagi, Tuan Spencer. Tapi sepertinya dia sedang berada di area lain."Nicholas tidak membalas ucapan itu. Raut wajahnya semakin menggelap.Tanpa mengatakan sepatah kata pun, i

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 11

    Dengan mengerahkan seluruh sisa tenaga yang ia miliki, Emily menekan kedua tangannya di dada bidang Nicholas dan mendorong pria itu menjauh darinya sekuat tenaga.Karena selama ini Emily selalu bersikap begitu pasif dan tak pernah menunjukkan penolakan fisik secara terang-terangan, Nicholas sama se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status