Share

BAB 36

Author: Rainina
last update publish date: 2026-06-06 11:16:43
Dua jam setelah kedatangan Clara yang tiba-tiba di ruangan Nicholas, suasana di lantai eksekutif perlahan kembali pada rutinitasnya.

Emily duduk di mejanya, menyortir beberapa dokumen, pandangannya sesekali menyapu area kubikel staf. Dari posisinya, ia memiliki jarak pandang yang cukup jelas ke arah meja yang kini ditempati oleh Clara.

Gadis muda itu sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang datang untuk bekerja. Clara hanya bersandar di kursinya dengan postur malas, sibuk menggulir laya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 311

    Pintu utama itu terbuka perlahan, menampilkan sosok jangkung Nicholas yang baru saja kembali dari hari yang panjang. Jas kerjanya sudah ia lepas dan disampirkan santai di salah satu lengannya, sementara dasinya sudah sedikit dilonggarkan. Wajah pria itu terlihat lelah, namun seketika berubah lembut begitu pandangannya menangkap sosok wanita yang berdiri di tengah foyer.Tanpa membuang waktu, Emily langsung melangkah maju dan menyambut suaminya dengan sebuah pelukan hangat.Nicholas membalas pelukan itu dengan erat, melingkarkan lengannya yang bebas di pinggang sang istri. Ia menundukkan wajahnya, menghirup aroma manis dari rambut Emily, lalu mendaratkan sebuah ciuman yang cukup lama dan dalam di pipi wanita itu."Kau kelihatan senang sekali malam ini," ucap Nicholas dengan suara baritonnya yang serak, menatap lekat-lekat wajah istrinya yang berseri-seri. "Apa kau bersenang-senang dengan Diana hari ini?""Iya, sangat menyenangkan!" jawab Emily antusias, melepaskan pelukannya sedikit

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 310

    Chris menatap lurus pada Diana. Pria itu tidak mengatakan apa pun, tidak juga menarik tangannya yang masih dicengkeram erat oleh wanita itu. Namun, sorot matanya yang tajam dan kelam jelas menuntut sebuah penjelasan yang masuk akal atas tindakan Diana barusan.Napas Diana masih memburu. Ia menundukkan wajahnya sejenak, mengumpulkan seluruh sisa keberanian yang ia miliki sebelum akhirnya kembali mendongak menatap pria itu."Aku benar-benar takut... kau hanya mempermainkanku, Chris," ucap Diana dengan suara bergetar yang terdengar begitu putus asa.Dahi Chris berkerut dalam. "Aku? Mempermainkanmu?""Iya!" Diana mengangguk cepat, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Maksudku, lihatlah dirimu, Chris! Kau itu sangat kaya! Dan kau bukan hanya sekadar 'kaya', tapi... tapi keluargamu itu seperti keluarga Emily dan Nicholas! Kalian berbeda denganku!"Chris tetap diam mendengarkan, membiarkan wanita itu meluapkan segala beban yang mengganjal di hatinya."Sedangkan aku?" Diana menunj

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 309

    Otak Diana bahkan masih belum selesai memproses apa yang harus ia lakukan ketika Chris tiba-tiba sudah mengangkat wajah dari layar ponselnya. Pria itu menyimpan ponselnya ke dalam saku jas, lalu tersenyum tipis."Diana?" panggil Chris pelan, suaranya yang berat dan menenangkan memecah keheningan lorong apartemen.Ia mulai melangkah mendekat ke arah wanita yang masih mematung di tempatnya. Postur Chris yang tinggi tegap membuat Diana seketika merasa semakin kecil dan gugup.Diana mengerjap beberapa kali, mencoba mengembalikan kesadarannya yang seolah menguap begitu saja. "Ch... Chris? Kau sedang apa di sini?""Tentu saja aku mencarimu," jawab Chris dengan nada tenang, berhenti tepat di hadapan Diana."Mencariku? Di tengah hari seperti ini?" Diana menelan ludah, suaranya terdengar sedikit bergetar. "Aku... aku bisa saja sedang bekerja di kantor sekarang. Bagaimana kalau kau datang kemari dan aku tidak ada? Kau hanya akan membuang-buang waktumu.""Yah..." Chris menatap Diana lekat-lekat,

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 308

    "Jadi? Mau ke mana kita sekarang?" tanya Diana saat Emily akhirnya masuk ke dalam mobilnya.Emily menoleh, memamerkan sebuah cengiran lebar dan penuh arti di wajahnya. "Dokter kandungan."Diana memutar wajahnya perlahan ke arah Emily. Matanya membelalak sempurna menatap sahabatnya itu."APA?!" teriak Diana dengan suara melengking yang memekakkan telinga. "Kau hamil?!""Sstttt!" Emily panik, buru-buru menempelkan jari telunjuknya di bibir dan mendelik ke arah Diana, seolah-olah Nicholas yang saat ini sudah berada di kantornya bisa mendengar teriakan itu dari jarak puluhan kilometer. "Kecilkan suaramu, Diana!""Bagaimana aku bisa mengecilkan suaraku?!" desis Diana hebohr. "Ini berita gila, Emily! Sejak kapan? Kenapa kau tidak bilang padaku kemarin saat kau memintaku mengambil cuti?!""Jujur, aku sendiri juga belum tahu pasti," jawab Emily, meremas tali tasnya dengan perasaan gugup yang bercampur bahagia. "Aku mencoba mengeceknya lagi dengan test pack yang baru pagi ini, dan hasilnya tet

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 307

    Daniel baru mendengar kabar gila itu pagi ini dari Mark.Tepat ketika ia akhirnya kembali menginjakkan kaki di ruang kerjanya setelah menghabiskan waktu perjalanan liburan singkatnya bersama Chloe dari luar kota, sang asisten langsung melempar sebuah bom ke hadapannya."Wanita yang diserang istrimu di restoran itu adalah istri Nicholas Spencer," lapor Mark tanpa basa-basi, berdiri kaku dengan raut wajah keras di depan meja kerja bosnya.Daniel dapat merasakan seluruh nyawanya seolah disedot keluar secara paksa dari tubuhnya saat mendengar perkataan asisten sekaligus sahabatnya itu. Tubuhnya menegang di balik setelan jas mewahnya."...Apa kau bilang?" bisik Daniel dengan suara serak, matanya membelalak lebar."Olivia mendatangi istri Nicholas Spencer itu di tempat umum. Dia membuat keributan besar di sana, mempermalukannya, dan mencoba menyakitinya," ulang Mark dengan nada tajam, sama sekali tidak menutupi rasa muaknya.Dada Daniel seketika naik turun dengan sangat cepat. Ia merasakan

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 306

    Emily berdiri mematung di dalam kamar mandi yang terang benderang. Tangannya sedikit gemetar mengangkat test pack itu mendekat ke arah wajahnya, menyipitkan mata, lalu memiringkannya ke arah cahaya lampu agar bisa melihatnya dengan lebih jelas."Satu garis merah terang," gumam Emily pelan, suaranya memecah keheningan kamar mandi. "Lalu... garis yang satunya lagi..."Ia mencoba mengeceknya berulang kali. Matanya menatap tajam ke area hasil tes tersebut. Memang ada garis kedua yang muncul di sana, tapi garis itu teramat sangat samar. Warnanya nyaris transparan dan hanya menyerupai bayangan merah muda tipis yang benar-benar harus dilihat dengan sangat teliti untuk bisa memastikannya."Apa ini artinya negatif?" Emily menggigit bibir bawahnya dengan perasaan gelisah. "Kenapa tidak muncul dua garis tegas saja agar aku tidak perlu merasa pusing dan menerka-nerka seperti ini?"Wanita itu menurunkan tangannya dan bersandar lemas pada wastafel di belakangnya. Hatinya mulai dipenuhi berbagai ke

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 6

    Emily panik saat melihat halte bus tempat persinggahannya itu menjauh dari pandangan."Pak, aku bilang turunkan aku di sini!" Emily mulai menaikkan nada bicaranya pada supir yang kini terlihat kebingungan menatap dari kaca spion, ragu harus mematuhi perintah siapa."Turunkan kami di lobby," potong

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 5

    Mendengar perkataan Emily, batas kesabaran Nicholas seolah putus. Pria itu bergerak mendekat dan menarik sebelah lengan Emily dengan kuat, membuat wanita itu meringis tertahan."Berapa kali harus kukatakan padamu bahwa itu hanya salah paham?!" desis Nicholas tajam, wajahnya kini hanya berjarak bebe

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 4

    Suara bariton Nicholas yang berat dan dingin membuat keheningan di ruang makan itu terasa semakin mencekam. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Tuan Spencer yang sejak tadi tidak peduli pun kini ikut memperhatikan pria itu.Hanya Nyonya Spencer yang wajahnya seketika berbinar lega melihat keda

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 3

    Gerakan tangan Emily seketika terhenti. Pisau di tangannya mengambang di udara selama beberapa detik. Anak? Dengan Nicholas? Pria yang hari ini menatapnya seolah ia adalah hama pengganggu?Emily harus menahan diri agar tidak tertawa ironis di depan ibu mertuanya. Ia menatap Nyonya Spencer, membalas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status