Chapter: BAB 131Lucas terpaku. Matanya membelalak lebar, seolah tidak mempercayai pendengarannya sendiri. Namun perlahan, keterkejutan di wajahnya meluruh, digantikan oleh tatapan yang begitu lembut."Ulangi sekali lagi," pintanya dengan suara serak.Wajah Sophie memanas, semburat merah menjalar hingga ke telinganya. Ia menunduk malu, menghindari tatapan intens suaminya. "Aku sudah mengatakannya dua kali, Lucas."Lucas menangkup wajah Sophie, memaksanya untuk kembali menatapnya. "Sekali lagi saja. Aku ingin mendengarnya."Sophie menarik napas panjang, memberanikan diri. "Aku... men…"Belum sempat kalimat itu selesai, Lucas menunduk dan menyambar bibir Sophie. Ciuman itu dalam, seolah Lucas mencoba menumpahkan segala perasaan yang selama ini tertahan di antara mereka.Saat tautan bibir mereka terlepas, Lucas menempelkan keningnya pada kening Sophie, napas mereka beradu."Sophie, aku juga mencintaimu," bisiknya parau.Lucas memundurkan wajahnya sedikit, memberi jarak agar ia bisa menatap manik mata ist
Terakhir Diperbarui: 2025-12-12
Chapter: BAB 130Tubuh Sophie melayang di udara, matanya terpejam rapat, pasrah pada hantaman yang tak terelakkan.Namun, apa yang ia harapkan tidak terjadi. Alih-alih rasa sakit dari benturan beton yang dingin, Sophie merasakan sepasang lengan menangkap tubuhnya di udara dengan sentakan keras. Napas hangat menerpa wajahnya, diikuti oleh aroma yang sangat ia kenali.Lucas.Pria itu berhasil melompat menaiki beberapa anak tangga terbawah dan menangkap Sophie tepat sebelum tubuh istrinya menghantam beton. Keduanya terhuyung hebat, tapi Lucas berhasil mehan tubuhnya sendiri untuk tetap berdiri sambil tetap menahan Sophie.“Lucas…?” bisik Sophie, suaranya gemetar hebat. Ia mencengkeram kemeja Lucas sekuat tenaga, belum berani membuka mata sepenuhnya.“Aku di sini.” jawab Lucas parau. Napasnya memburu, jantungnya berdegup kencang seolah ingin meledak di dalam dada. Ia mendekap kepala Sophie ke dadanya.Ketika Lucas mendongak, tatapannya yang terarah pada Maya dan Elena begitu mematikan.Di sana, Maya berdi
Terakhir Diperbarui: 2025-12-12
Chapter: BAB 129Malam telah larut ketika Sophie akhirnya mematikan lampu di ruang kerja barunya. Keheningan menyelimuti ruangan besar yang kini sepenuhnya menjadi miliknya itu.Sophie meregangkan tubuhnya, tumpukan dokumen perusahaan yang menggunung seharian ini akhirnya selesai ia periksa. Meski lelah, ada kepuasan tersendiri yang menjalar di dadanya.Ia melirik ponselnya yang bergetar di atas meja mahoni. Sebuah pesan singkat dari Lucas baru saja masuk.[Aku sudah dekat.]Senyum kecil terukir di bibir Sophie. Lucas, dengan segala sifat protektifnya, seolah tahu bahwa Sophie sedang bersemangat untuk segera pulang. Pria itu benar-benar tidak bisa mengabaikannya sedikit pun bahkan walau ia masih marah.Dengan langkah ringan, Sophie menyambar tasnya dan berjalan keluar ruangan. Lobi gedung Elman Corp sudah sepi. Pencahayaan utama telah dimatikan, menyisakan lampu yang hidup di beberapa tempat. Hanya ada satu dua penjaga keamanan yang mengangguk hormat saat Sophie lewat.Pintu kaca otomatis terbuka. Ud
Terakhir Diperbarui: 2025-12-11
Chapter: BAB 128Suara pena yang digoreskan di atas kertas terdengar begitu nyaring di ruang rapat yang sunyi itu. Tidak ada percakapan basa-basi, tidak ada senyum ramah tamah. Hanya ada ketegangan yang mengisi ruangan.Sophie duduk di ujung meja, menatap lurus ke arah ayah dan sepupunya. Di hadapannya, tergeletak dokumen pengambilalihan penuh Elman Corp.Sophie akhirnya telah mengambil alih perusahaan itu sepenuhnya untuk dilebur ke dalam Campbell Industries.“Ini gila, Sophie!” Matthew akhirnya meledak. Ia membanting pulpennya ke meja, wajahnya memerah karena amarah dan rasa malu. “Kau tidak bisa menghapus nama ‘Elman’ dari perusahaan ini! Kakek membangunnya dari nol! Aku bekerja keras siang malam untuk…”“Bekerja keras untuk apa?” potong Sophie dingin. Tatapannya tajam, menusuk langsung ke mata Matthew yang bergetar. “Untuk menyalurkan dana ke rekening penipu? Untuk memalsukan laporan keuangan? Atau untuk menjual informasi tentang sepupumu sendiri demi menutupi kebodohanmu?”Matthew tercekat. Mulut
Terakhir Diperbarui: 2025-12-11
Chapter: BAB 127Lucas melangkah masuk ke ruangan Sophie tak lama setelah sambungan telepon itu terputus. Sorot matanya masih sedingin pagi tadi, namun kehadirannya di sana adalah bukti bahwa Lucas tidak mengabaikan Sophie sepenuhnya.“Apa yang mereka katakan?” tanya Lucas datar, menyembunyikan kekhawatirannya di balik suaranya.Sophie menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya. “Mereka ingin menyerahkan Elman Corp padaku,” ujarnya pelan, Sophie terdiam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya. “Sepenuhnya… dan tanpa syarat.”“Oh,” tanggap Lucas singkat, wajahnya tak terbaca.Sophie menatap suaminya dengan ragu. “Bagaimana menurutmu, Lucas?”“Terserah padamu,” jawab Lucas acuh tak acuh, seolah keputusan besar itu hanyalah masalah sepele.Sophie menghela napas, ada kekecewaan tipis keluar dari dalam dirinya melihat respon dingin itu. Namun, fakta bahwa Lucas membiarkannya mengangkat telepon dari ayahnya, bahkan menyusulnya ke ruangan ini untuk bertanya langsung, cukup menjadi bukti bagi Sophi
Terakhir Diperbarui: 2025-12-10
Chapter: BAB 126“Tidak mungkin!” seru Matthew, suaranya meninggi karena panik yang tak bisa lagi ia bendung.Ia melempar dokumen di tangannya ke atas meja dengan kasar. “Paman, Sophie membenci kita! Dia bahkan tidak sudi melihat wajah kita lagi. Paman lupa perjanjian yang Paman tanda tangani dengan Lucas Campbell? Kita dilarang mendekatinya!”Robert tertawa, namun tawa itu terdengar hampa. Ia bangkit dari sofa, berjalan pelan menuju jendela besar yang menghadap ke kota, membelakangi Matthew.“Perjanjian itu dibuat karena kita berada di posisi yang lemah, Matthew. Tapi keadaan sudah berubah. Sekarang, kita bukan hanya lemah, kita sedang sekarat,” ujar Robert tanpa menoleh.“Dan soal kebencian… uang dan kekuasaan bisa menyembuhkan banyak luka lama. Jika aku menawarkan posisi ini padanya, posisi yang seharusnya menjadi hak lahirnya, dia mungkin akan mempertimbangkannya.”“Tapi aku CEO-nya di sini!” bantah Matthew, wajahnya memerah padam. “Aku yang menjalankan perusahaan ini selama dia koma! Aku yang…”“
Terakhir Diperbarui: 2025-12-09
Chapter: BAB 20Damien membuka mulutnya, hendak menjawab pertanyaan itu. Tapi sebelum ia bisa mengatakan apapun, suara roda kereta dan derap langkah kuda yang berat tiba-tiba memecah keheningan malam, menarik perhatian semua orang di perkemahan itu.Rombongan kedua telah tiba. Itu adalah kereta logistik yang membawa para pelayan dan barang-barang kebutuhan perjalanan yang sempat tertinggal di belakang karena muatannya yang lebih berat.Belum sempat kereta itu berhenti sempurna, pintu salah satu kereta pelayan sudah terbuka lebar.Sesosok wanita muda melompat turun dengan tergesa-gesa, dan langsung berlari menerobos area perkemahan. Seragam pelayannya berkibar saat ia berlari lurus ke arah batang kayu tempat Sienna dan Damien duduk.Itu adalah Anna."Nona! Nona Sienna!" teriak Anna, suaranya terdengar panik dan penuh kekhawatiran yang berlebihan.Damien yang melihat kedatangan Anna segera menutup mulutnya rapat-rapat, menyimpan jawaban tentang tunangan Duke kembali ke dalam tenggorokannya. Anna sampa
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: BAB 19Napas Sienna tercekat di tenggorokan saat merasakan hawa panas tubuh Lucian semakin merapat, menghilangkan jarak di antara mereka.Tangan besar pria itu, yang tadi sibuk dengan tali-tali rumit, kini tidak langsung menjauh. Telapak tangannya yang kasar dan hangat justru mendarat di bahu telanjang Sienna.Kulit Sienna meremang. Sentuhan itu terasa berat begitu berat di bahunya.Sienna mematung, ia memejamkan matanya rapat-rapat karena rasa takut.Apa yang harus kulakukan? batinnya panik.Otaknya berputar liar. Lucian telah membelinya dengan harga selangit. Pria ini berhak atas dirinya. Menolak Lucian, atau bahkan sekadar menunjukkan keraguan, bisa dianggap sebagai penghinaan terhadap harga diri seorang Duke.Rasa takut mulai merayap naik hingga ke tengkuknya.Bagaimana jika penolakan Sienna memicu kemarahan pria itu? Sienna teringat tamparan ayahnya yang menyengat, teringat sabetan pecut ibunya. Jika orang tuanya sendiri bisa menyiksanya, apa yang bisa dilakukan oleh orang asing yang b
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: BAB 18Sienna memekik tertahan saat kakinya tiba-tiba menjauh dari tanah. Dalam satu gerakan cepat, Lucian telah mengangkatnya ke dalam gendongan, seolah berat badan Sienna tidak berarti apa-apa."T… Tuan Duke! Apa yang Anda..." Sienna yang panik, melingkarkan tangannya ke leher Lucian secara refleks.Wajah mereka begitu dekat sekarang. Sienna bisa mencium aroma tubuh pria itu yang bercampur dengan aroma besi darah yang baru saja tumpah."Diamlah," potong Lucian. Ia tidak menatap Sienna, pandangannya lurus ke depan menuju kereta kuda. "Kau berjalan terlalu lambat. Kita akan sampai malam jika aku menunggumu merangkak."Lucian membawanya kembali ke arah kereta kuda. Namun kali ini, alih-alih meletakkan Sienna di dalam dan kembali ke kudanya, Lucian justru ikut masuk ke dalam."Jalan!" teriak Lucian dari dalam kereta.Roda kereta kembali berputar perlahan.Di dalam ruang sempit berlapis beludru itu, suasana terasa jauh lebih menyesakkan dari sebelumnya.Sienna duduk di pojok, memeluk dirinya se
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: BAB 17Di luar sana, suasana hening kembali tercipta, namun kali ini aroma darah memenuhi udara.Para bandit itu... mereka benar-benar telah membuat kesalahan terakhir dalam hidup mereka. Mereka mengira kereta mewah yang melintas tanpa iring-iringan bendera besar itu adalah milik pedagang kaya yang lemah.Mereka tidak sadar bahwa mereka baru saja mencoba merampok Sang pahlawan perang Kekaisaran.Mayat-mayat bergelimpangan di tanah dalam posisi yang mengenaskan. Pertarungan itu, jika pembantaian sepihak bisa disebut pertarungan, berakhir bahkan sebelum sempat dimulai dengan benar."Apa Anda tidak apa-apa, Tuan Duke?"Damien bertanya sambil membersihkan pedangnya dengan kain, meski ia tahu pertanyaan itu hanyalah formalitas belaka.Lucian bahkan tidak menoleh. Ia mengabaikan pertanyaan bodoh itu sepenuhnya. Tentu saja dia tidak terluka. Tidak ada satupun ujung pedang bandit kotor itu yang berhasil menyentuh ujung jubahnya, apalagi kulitnya.Lucian menyarungkan pedangnya kembali. Mata merahnya
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: BAB 16Jantung Sienna seolah berhenti berdetak. Darah di wajahnya surut seketika."Tu... tunangan?" suaranya hanya terdengar seperti bisikan."Ya, tunangan," ulang Anna. Nada bicaranya begitu manis. Pelayan itu kembali menatap cermin, mempertemukan pandangannya dengan Sienna. "Mereka adalah pasangan yang sempurna, Nona. Bagaikan lukisan hidup. Tuan Duke sangat menghormati Nona Alexandria di atas segalanya,"Senyuman Anna semakin melebar, membuat matanya melengkung seolah ia sedang menyampaikan kabar gembira. "Beliau tidak akan pernah membiarkan wanita lain sejajar dengan tunangannya."Kalimat itu menggantung di udara, menciptakan batas yang jelas. Mata mereka bertemu di cermin untuk beberapa saat sebelum akhirnya Anna menepukkan kedua tangannya, seolah kaget dengan apaa yang baru saja ia katakan sendiri."Ah, ya ampun... maafkan kelancangan saya. Saya mengira Anda sudah tahu," ucap Anna dengan nada penyesalan. "Saya pikir Tuan Duke sudah menceritakan perihal wanita yang dicintainya pada Anda
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: BAB 15Wajah Rohan berubah pucat setelah mendengar perkataan Lucian."S… saya... i… itu..." Rohan tergagap hebat, kakinya gemetar begitu kencang hingga ia nyaris tidak bisa berdiri tegak. Ia baru saja menghina anggota keluarga kekaisaran secara langsung."Tuan Duke... saya tidak tahu... sungguh saya tidak tahu bahwa itu adalah Anda...""Tentu saja kau tidak tahu," potong Lucian dingin. "Karena jika kau tahu, kau tidak akan berani menyentuh apa yang sudah menjadi milikku dengan tangan kotormu itu."Lucian berbalik, tidak lagi mempedulikan Rohan yang kini berlutut memohon ampun di tanah. Ia berjalan menghampiri Sienna yang masih terpaku.Tanpa menunggu jawaban Sienna, Lucian memberi isyarat singkat pada Damien."Bawa dia masuk," perintahnya datar, sebelum membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari Sienna, menuju kuda hitam besar yang sejak tadi menunggu dirinya.Damien mengangguk hormat, lalu dengan sopan menuntun dan membukakan pintu kereta kuda yang mewah itu untuk Sienna. "Silakan, Nona
Terakhir Diperbarui: 2025-12-31
Chapter: BAB 84Adriana memalingkan wajahnya, tidak sanggup menahan tatapan intens pria itu lebih lama lagi. Rasa perih di pipinya tidak sebanding dengan rasa malu yang membakar dadanya. Ia benci saat ada orang yang melihatnya dalam kondisi seperti ini.“Kumohon... pergilah.”“Tidak.” Victor menjawab dengan cepat. Tangannya masih mengurung Adriana, menolak memberinya ruang untuk pergi.Adriana tertawa kecil, ia menatap pria itu dengan tatapan menantang.“Berhenti bertingkah bodoh, kau terlihat konyol,” desis Adriana. “Reaksimu terlalu berlebihan untuk seorang pria yang hanya menginginkan tubuhku.”Wajah Victor menegang. Ada kilatan penyesalan di matanya, ia ingin membantah tuduhan itu.“Aku tidak…”“Kau sudah memperjelas semuanya waktu itu, Victor,” potong Adriana. Ia sudah tidak peduli lagi untuk bersikap sopan. Untuk apa ia menjaga tata krama pada orang yang sedang berusaha ia usir? Ia lelah, ia merasa bersalah. Ia juga benci dengan fakta berurusan dengan pra itu telah menariknya ke lubang neraka
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: BAB 83“Aku bilang, buka pintunya Adriana.”Suara Victor terdengar rendah, namun mampu membuat Adriana merasa tidak berdaya. Ia mengabaikan bentakan Adriana, mengabaikan pengakuan wanita itu tentang memanfaatkan dirinya.Bagi Victor saat ini, semua kata-kata itu tidak ada artinya dibandingkan dengan lebam yang terlihat jelas di wajah wanita itu.“Pergi! Apa kau bodoh?!” jerit Adriana dari balik pintu, suaranya pecah karena air mata yang mulai jatuh.Rahang Victor mengeras. Kesabarannya tidak cukup untuk terus membujuk wanita itu membuka pintunya secara baik-baik.Ia tidak menjawab. Sebaliknya, Victor mundur selangkah, lalu menghentakkan bahunya ke daun pintu dengan sekuat tenaga.BRAK!Adriana terlonjak mundur karena hentakan tubuh Victor di pintunya. Pria ini gila. Batinnya.BRAK!Victor menghantamkan tubuhnya sekali lagi, Kayu tua yang menahan rantai itu di pintu itu kalah begitu saja. Rantai pengaman yang sudah berkarat itu terlepas dari kusennya, terpental ke lantai dengan suara denting
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: BAB 82Evelyn menatap pintu yang baru saja tertutup itu dengan napas memburu. Tangannya gemetar, karena lonjakan amarah yang begitu hebat hingga membuat ujung-ujung jarinya terasa dingin.“Sialan!” teriak Evelyn, menyapu seluruh isi nampan makan malam di meja ke lantai.Suara piring pecah dan denting sendok garpu yang beradu dengan lantai marmer menggema di kamar yang sunyi itu. Evelyn menjatuhkan tubuhnya ke tepi ranjang, mencengkeram kepalanya yang berdenyut.Evelyn benar-benar membenci tempat ini. Dan lebih dari segalanya, ia membenci kehadiran Theo.Kenapa bajingan itu harus ada di rumah ini sekarang? Padahal terakhir kali ia ke sini pria itu sedang dalam perjalanan bisnis yang panjang.Evelyn membenci Theo. Sangat membencinya. Tapi jauh di lubuk hatinya, ia lebih membenci dirinya sendiri karena pernah membiarkan pria itu mempermainkannya.Theo memang saudara tirinya, tapi dulu, sebelum semua kekacauan ini terjadi, Theo adalah segalanya bagi Evelyn. Pria itu cerdas, tampan, dan satu-sat
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: BAB 81Adriana berbaring di tempat tidurnya yang berantakan, tangannya menekan bungkusan es batu yang dibalut handuk kecil ke pipinya. Ia menatap kosong ke arah barang-barangnya di sudut ruangan. Mungkin ia harus pergi.Pikiran itu melintas begitu saja, hanya tinggal menunggu waktu hingga ayahnya tahu di mana ia tinggal. Dan jika saat itu tiba, bukan hanya pukulan lagi yang menunggu Adriana.Kota ini sudah tidak aman baginya.Adriana melirik ke arah dompetnya yang terletak begitu saja di nakas. Mungkin mau tidak mau, ia harus menggunakan uang pemberian Victor di rekeningnya.Ia juga punya beberapa cek yang belum dicairkan. Ia mungkin bisa mencairkannya diam-diam sebelum Victor sadar dan masih bisa hidup untuk beberapa lama dengan uang itu.Dia sudah tidak punya pilihan lain, ia akan mengambil uang itu dan menghilang dari kota ini.Lamunan Adriana pecah ketika tiba-tiba ia kembali mendengar suara bel. Tubuhnya menegang.Ia menatap pintu depan dengan tatapan waspada. Siapa lagi sekarang? Davi
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: BAB 80Davian berdiri diam di depan unit apartement Adriana, ia menjinjing sebuah paperbag berisi makanan hangat. Pria itu menghela napas panjang. Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke sini.Sudah tiga hari sejak terakhir kali Davian berbohong pada Victor, mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bisa menemukan jejak Adriana. Davian pikir itu yang terbaik, memberi jarak sejenak agar situasi mendingin. Tapi ternyata ia salah. Davian bisa melihat bagaimana konsentrasi bosnya itu perlahan menghilang.Victor memang menyembunyikan semuanya dengan sangat baik. Pria itu tetap datang ke kantor tepat waktu, memimpin rapat, dan menandatangani dokumen dengan wajah datar tanpa emosi. Tapi sebagai orang yang selalu berada di sampingnya, Davian bisa melihat setiap perubahan kecil itu. Tatapan Victor sering kali tiba-tiba kosong. Pria itu bisa menatap layar tabletnya selama sepuluh menit tanpa menggeser satu halaman pun.Davian tidak bisa membiarkan bos yang ia hormati itu terus seperti ini.Davian akhirny
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: BAB 79Tubuh Adriana membeku saat mendengar suara itu. Buku catatan kecil di tangannya gemetar, nyaris terlepas dari cengkeraman jari-jarinya yang memutih. Perlahan, Adriana menoleh ke belakang.Ayahnya berdiri di sana. Pria itu terlihat kacau. Pakain yang ia kenakan begitu kusut, wajahnya dipenuhi rambut halus yang tidak dicukur, dan ada lingkaran hitam di bawah matanya. “Ayah...” bisik Adriana.Charles mendengus kasar, matanya menyapu penampilan Adriana dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia menatap apron kotor yang melingkar di pinggang putrinya, noda makanan di seragamnya, dan tangan Adriana yang kasar.“Lihat dirimu,” Charles tertawa sinis. “Pantas saja kau menghilang. Jadi di sini kau bersembunyi? Menjadi pelayan rendahan? Apa kau dipecat, hah?”“Pelankan suaramu,” desis Adriana, matanya memandang sekeliling. Beberapa pelanggan mulai menoleh, terganggu oleh keributan itu.“Kenapa? Kau malu?” Charles justru melangkah maju, mencengkeram bahu Adriana dengan kasar. “Kau putri tidak berg
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: 56. BAB 56Malam semakin larut, menelan seluruh suara keributan yang terjadi siang tadi. Rumah besar itu kini sunyi senyap. Vanessa dan ayahnya sudah lama masuk ke kamar mereka, mengira Silvi sedang beristirahat untuk memulihkan diri.Tapi Silvi tidak tidur. Ia duduk di tepi ranjang dengan tas kecil di pangkuannya. Tidak ada pakaian yang ia bawa, tidak ada barang berharga. Hanya ponsel, dompet, dan secarik foto USG yang ia remas dalam genggamannya.Anehnya, pikiran Silvi terasa lebih jernih.Teriakan ibunya siang tadi, wajah bersalah Celine, kekecewaan Samuel, dan kebaikan Vanessa yang terasa menyakitkan... semuanya berputar menjadi satu kesimpulan yang sederhana.Ia harus pergi dari sini.Selama ia berada di sini, ia hanya akan menjadi pembawa sial. Dan orang-orang baik seperti ayahnya dan Vanessa tidak pantas mendapatkan kesialan itu.Tempatnya bukan di sini. Tempatnya adalah di sisi seseorang yang sama rusaknya dengan dirinya. Seseorang yang bersedia menerimanya apapun yang terjadi.Silvi berd
Terakhir Diperbarui: 2025-11-27
Chapter: 55. BAB 55Celine seharusnya seharusnya mencoba memahami apa yang Silvi sedang lewati. Tapi ia justru terobsesi akan keinginannya sendiri untuk menebus kesalahannya.Pada akhirnya, ia justru kembali melukai wanita itu dengan menemukan wanita yang ia kira bisa membantunya menyelamatkan Silvi tapi justru merupakan seorang monster. Wanita itu tidak henti-hentinya berusaha menghubunginya, memaksanya Celine mempertemukannya dengan Silvi.‘Kalau kamu tidak mau, aku akan menemuinya sendiri!’Pesan itu menjadi pemicu Celine meminta Vanya untuk mengantarkan dirinya ke rumah Silvi detik itu juga setelah beberapa hari mencoba menahan diri setelah kemarahan Silvi. Tapi ia justru terlambat karena wanita itu sekarang sudah berdiri di pintu rumah keluarga Silvi dan ia hanya mampu berusaha menahan ibu dari wanita itu agar tidak memaksa masuk dan menghampiri Silvi.“Anak tidak tahu diri!”Celine menahan nafasnya saat ia mendengar kalimat itu meluncur dengan mudahnya dari bibir Anastasia. Ia memalingkan wajah k
Terakhir Diperbarui: 2025-11-27
Chapter: 54. BAB 54Silvi membenci ibunya.Sejak pertama kali ia menyadari bahwa hidupnya dibangun atas dasar kebohongan, Silvi selalu mengingatkan dirinya akan satu hal. Apa pun yang dikatakan ibunya, semuanya hanyalah kebohongan yang diberikan demi keuntungan wanita itu.Tapi Silvi selalu mempercayai satu hal secara konsisten, satu hal yang dikatakan ibunya untuk pertama kali saat ia pulang dengan keadaan rumah yang berantakan. Bahwa Silvi adalah pembawa sial.Wanita itu mengatakannya sambil memegang bahunya dengan erat hingga meninggalkan jejak yang baru hilang setelah berhari-hari.Silvi mencoba melupakan kalimat itu, berusaha menjalankan hidupnya seolah kalimat yang sama tidak menghantuinya di setiap malam di mana ia merasa kesepian. Tapi, ia tidak bisa. Kalimat itu terus berbisik di kepalanya dan tidak berhenti dari ia bangun hingga tidur lagi. Bahkan, kalimat itu kembali muncul di hari ini ketika ia melihat ibunya berada di depan pintu, berdiri di depan seorang asisten rumah tangga yang terli
Terakhir Diperbarui: 2025-07-01
Chapter: 53. BAB 53Vanessa memperhatikan Silvi dari celah pintu yang ia buka. Anak tirinya itu tidak lagi bergerak dari kamarnya selama dua hari. Bahkan walau dua orang yang terakhir kali datang menemuinya kembali datang ke rumah mereka, Silvi menolak kedatangan mereka secara terang-terangan.Ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia sudah berniat akan melakukan apa pun untuk membantu Silvi begitu ia mendengar dari suaminya bahwa wanita itu sedang hamil dan butuh banyak dukungan.Tapi bagaimana cara untuk membantu seseorang yang bahkan tidak ingin dibantu?Silvi selalu diam di kamarnya, makan secara terpisah ketika Vanessa sudah selesai makan. Selain itu, ia hanya keluar jika memang diperlukan. Fakta bahwa Silvi hanya keluar
Terakhir Diperbarui: 2025-06-29
Chapter: 52. BAB 52Saat keheningan di ujung telepon bertahan terlalu lama, Anastasia tahu pria di seberang sana telah memakan umpannya. Maka ia melanjutkan dengan nada yang manis."Kalau kamu mau tahu, aku bisa memberitahumu… dengan satu syarat."Terdengar helaan napas dari seberang lalu suara yang terdengar terasa dingin, tapi tak bisa sepenuhnya menyembunyikan kegugupan yang mulai merayap."Apa maumu?"Anastasia bangkit dari tempat duduk dan berjalan perlahan ke arah jendela. Menatap bayangan wajahnya di sana."Aku ingin kamu membantuku," ucapnya ringan, "Aku ingin Silvi menghubungiku. Kamu bisa menyebut namaku kapan saja. Kalau dia tahu kamu tahu tempatnya dariku, dia akan menghubungiku."
Terakhir Diperbarui: 2025-06-28
Chapter: 51. BAB 51Mami tahu kamu kembali ke rumah itu.Silvi membaca pesan yang baru saja masuk dari ibunya dengan tangan yang gemetar. Belum ada 24 jam sejak Samuel dan Celine datang ke rumah ini dan sekarang ia harus menghadapi ibunya?Apa Papi kamu menanyakan keadaan Mami?Silvi sudah mengangkat tangannya untuk melemparkan ponsel itu ke dinding ketika benda itu bergetar di tangannya, membuatnya mengintip nama yang muncul di layarnya.MamiSesuai dengan dugaannya. Silvi mulai bertanya-tanya mengapa ia masih menyimpan nomor itu.Dan kenapa wanita itu masih memiliki cukup rasa percay
Terakhir Diperbarui: 2025-06-27