Chapter: BAB 311Suara bantingan pelan terdengar saat Victor melemparkan ponselnya ke atas meja kerjanya. Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, mengerang dengan rasa frustrasi yang luar biasa pekat hingga rasanya mencekik leher.Tindakan impulsif Victor di lobi tadi sore nyatanya justru menjadi bumerang yang menghantamnya telak. Hal yang ia kira dapat memberikan rasa aman dan membuat Adriana senang justru berbalik membuat istrinya itu marah besar. Tatapan kecewa dan penolakan mentah-mentah dari Adriana saat mendorong dadanya di depan publik terus berputar bagaikan kaset rusak di dalam kepalanya.Sejak kejadian itu, Adriana pergi entah ke mana. Wanita itu langsung meninggalkan gedung, menolak pulang ke kediaman mereka, dan hanya mengirimkan satu pesan teks singkat yang menggores harga diri Victor: [Aku butuh waktu untuk menenangkan diri]Victor telah mencoba meneleponnya belasan kali, namun setiap panggilannya selalu berakhir dengan penolakan. Operator otomatis yang berulang kali menjawab panggi
Última actualización: 2026-04-11
Chapter: BAB 310Mendengar pertanyaan terang-terangan yang meluncur dari bibir istrinya, Davian pada awalnya sama sekali tidak memberikan jawaban. Gurat ketegangan seketika melintas di rahangnya yang mengeras.Alih-alih merangkai kata pengakuan, pria itu justru menyusupkan sebelah tangannya ke tengkuk Evelyn dan menarik wajah wanita itu turun. Davian membungkam bibir Evelyn dalam sebuah ciuman. Ia sengaja melumat bibir istrinya dengan kuat, berusaha mengalihkan perhatian Evelyn dari topik yang sedang mengancam harga dirinya tersebut.Namun, Evelyn yang sudah kepalang penasaran tidak membiarkan pria itu melarikan diri begitu saja. Di sela-sela ciuman panas mereka, Evelyn tersenyum kecil. Ia sedikit menahan dada Davian dan memundurkan wajahnya, melepaskan tautan bibir mereka meski deru napas keduanya masih saling beradu liar."Davian..." bujuk Evelyn dengan suara serak yang melembut, menatap tepat ke dalam manik mata suaminya yang masih berkabut. "Ayolah... katakan yang sebenarnya."Sebuah desahan pel
Última actualización: 2026-04-11
Chapter: BAB 309"Adriana... ada apa?”Jawaban yang diselimuti kebingungan dan rasa tidak bersalah itu entah mengapa justru menyiramkan bensin ke dalam kobaran amarah Adriana. Tanpa membalas ucapan suaminya lagi, Adriana mendengus kasar. Rasa kesal yang luar biasa pekat menumpuk di dadanya hingga membuatnya kesulitan merangkai kata.Wanita itu memutar tubuhnya dengan sentakan tajam, menolak menatap wajah Victor sedetik pun lebih lama. Dengan langkah-langkah lebar yang dihentakkan penuh emosi, Adriana berjalan menjauh menuju pintu keluar. Sambil melangkah, Adriana mengusap bibirnya dengan punggung tangannya, seolah ingin menghapus jejak ciuman suaminya yang baru saja dipertontonkan layaknya sebuah sirkus murahan.Keheningan mencekam masih menguasai udara. Adriana bisa merasakan puluhan pasang mata di lobi utama yang sangat luas itu kini menancap ke sekujur tubuhnya. Tatapan terkejut, menghakimi, dan penuh spekulasi dari para staf yang menatapnya itu terasa seperti ribuan jarum kasatmata yang menusu
Última actualización: 2026-04-11
Chapter: BAB 308Adriana mendongak, menatap suaminya dengan mata kemerahan dan kening berkerut bingung. "Keluar? Ke mana?""Kita bisa pergi untuk makan malam atau apapun yang kau inginkan." jawab Victor, mengulurkan tangannya.Adriana menggeleng pelan, keraguan menyergapnya. "Victor, jangan gila. Ini masih jam kerja, dan lobi bawah pasti sedang sangat ramai.” “Jika kita berjalan keluar berdua sekarang di tengah rumor yang sedang panas-panasnya, orang-orang akan semakin liar membicarakanku. Itu hanya akan membenarkan gosip mereka."Victor menatap istrinya lekat-lekat, senyum tipis terukir di bibirnya. "Kita keluar untuk urusan pekerjaan, Nyonya Sterling. Kita akan meninjau lokasi proyek baru. Tidak ada yang berani melarang Presdir dan staffnya pergi berbisnis, bukan?"Alasan itu terdengar logis, meskipun Adriana tahu persis itu hanyalah kedok. Setelah keraguan sejenak, Adriana akhirnya menghela napas dan meletakkan tangannya di atas telapak tangan Victor. "Baiklah. Hanya untuk pekerjaan."Mereka berdu
Última actualización: 2026-04-10
Chapter: BAB 307Sejak Adriana melangkahkan kaki ke dalam gedung Sterling industries pagi ini, perasaan ganjil yang ia rasakan di dalam lift kemarin semakin menguat. Ia bisa merasakan tatapan-tatapan sembunyi dari balik layar komputer, bisikan yang mendadak berhenti saat ia lewat, dan senyum kaku dari beberapa staf yang biasanya menyapanya dengan hangat.Adriana mencoba mengabaikannya. Ia membenamkan dirinya dalam tumpukan laporan keuangan dan proposal proyek, menolak membiarkan perasaan paranoid menguasai akal sehatnya. Namun, setelah berjam-jam berkutat dengan deretan angka, tenggorokannya terasa sangat kering. Fokusnya mulai pecah. Adriana akhirnya meletakkan penanya, berdiri dari kursinya, dan melangkah keluar dari ruangannya menuju pantry.Namun, tepat saat ia berada beberapa langkah dari pintu pantry yang sedikit terbuka, langkah Adriana terhenti kaku.Dari celah pintu yang memancarkan cahaya lampu itu, terdengar suara dua orang staf wanita yang sedang mengobrol. Nada suara mereka direndahkan
Última actualización: 2026-04-10
Chapter: BAB 306Ruangan apartement yang sebelumnya menjadi saksi bisu pertengkaran hebat dan penuh makian itu kini dipenuhi oleh suara decak ciuman yang basah dan deru napas yang saling memburu.Davian seolah ingin melahap Evelyn hidup-hidup. Ciumannya yang berawal dari keputusasaan dan rasa frustrasi perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Dipenuhi oleh dahaga yang selama ini Davian kubur rapat-rapat. Pria itu menekan tubuh Evelyn semakin erat ke dadanya, seakan takut jika ia melonggarkan pelukannya sedetik saja, wanita ini akan menghilang.Di bawah serangan yang begitu intens, tubuh Evelyn meleleh sepenuhnya. Ia membalas setiap lumatan suaminya dengan tak kalah membara, menyalurkan seluruh rasa cinta dan kerinduannya yang selama ini selalu ditolak mentah-mentah oleh Davian.Seiring dengan ciuman mereka yang semakin dalam dan liar, kendali diri Davian yang biasanya tanpa cela mulai runtuh seutuhnya. Tangan besar pria itu yang tadinya mencengkeram erat pinggang Evelyn perlahan mulai berg
Última actualización: 2026-04-10
Chapter: BAB 265Sienna membuka mulutnya, bersiap melontarkan bantahan atau alasan logis tentang betapa gentingnya situasi mereka saat ini. Namun, kata-kata itu mati di ujung lidahnya.Ia menatap mata merah suaminya yang meredup, lalu tanpa sadar memutar kembali ingatannya selama beberapa hari terakhir. Sejak insiden demam itu, isi kepala dan setiap kalimat yang keluar dari mulut Sienna memang tidak pernah jauh dari kecurigaan, penyelidikan, dan strategi. Ia memperlakukan pria yang berdiri di hadapannya ini layaknya seorang jenderal perang, melupakan fakta bahwa pria ini adalah suaminya yang baru saja melewati hari-hari yang melelahkan.Sadar akan kesalahannya, perlahan Sienna kembali menutup mulutnya. Bahunya yang tegang sedikit menurun.Melihat istrinya terdiam, pria itu menghela napas panjang dan berat. Ia melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka, lalu merengkuh tubuh ramping Sienna ke dalam pelukannya yang hangat dan protektif. Lucian membenamkan wajahnya di perpotongan leher Sienna, me
Última actualización: 2026-04-10
Chapter: BAB 264Di ruang kerja pribadi Kaisar, Lucian duduk dalam keheningan yang mencekam. Mata merahnya yang tajam menatap lurus ke arah seorang pria berpakaian serba hitam yang tengah berlutut dengan satu kaki di atas karpet. Pria itu adalah salah satu ksatria bayangan elitnya, anjing pelacak paling mematikan yang diutus secara khusus untuk membuntuti kepergian mendadak Lady Lesley tempo hari."Laporanmu." titah Lucian.Ksatria bayangan itu menundukkan kepalanya semakin dalam. "Sesuai perintah Anda, Yang Mulia. Saya mengikuti kereta kuda keluarga Saxony yang ditumpangi oleh Lady Lesley tanpa terdeteksi."Ksatria itu mengambil napas sejenak, suaranya terdengar sangat serius dan tegang."Alasan tentang Count Saxony yang sakit keras murni sebuah kebohongan, Yang Mulia. Count dan Countess dalam keadaan sehat. Namun, yang paling krusial adalah... saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa Pangeran Arthur berada di sana."Keheningan seketika membungkus ruangan tersebut. Rahasia terbesar yang di
Última actualización: 2026-04-10
Chapter: BAB 263Dua hari kemudian, langit ibu kota tertutup awan kelabu, seolah mencerminkan suasana pekat yang kini mengungkung kamar utama kekaisaran.Di sekeliling meja teh bundar berukir emas di dekat jendela, tiga wanita duduk dalam keheningan yang luar biasa mencekik. Lady Lesley telah kembali ke istana pagi ini. Di balik gaun sutranya yang mengembang, perban ketat masih membalut betisnya yang terkoyak akibat pecutan ayahnya. Setiap kali ia memindahkan berat badannya, rasa perih yang luar biasa menyengat sarafnya. Namun, ia menahan rasa sakit itu mati-matian, memaksakan wajahnya untuk terlihat normal.Matanya yang gelisah sesekali melirik tajam ke arah Lady Elizabeth dari balik cangkir tehnya. Pikiran Lesley berkecamuk penuh kecurigaan. Apakah Elizabeth pion baru yang dimaksud Pangeran Arthur? batin Lesley. Arthur mengatakan ada dayang lain yang akan ditanam bersamanya. Jika Elizabeth benar-benar bekerja untuk Arthur juga, maka putri Duke itu adalah ancaman langsung bagi kelangsungan hidupn
Última actualización: 2026-04-09
Chapter: BAB 262"Kau sudah gila." ucap Elizabeth dingin . Ia menatap lekat-lekat wanita bergaun merah di hadapannya, mencari sisa-sisa kewarasan dari teman masa kecilnya itu, namun yang ia temukan hanyalah kegilaan di matanya.Mendengar perkataan itu, Alexandria justru memiringkan kepalanya. Senyum di bibirnya perlahan melebar, diiringi tawa pelan yang mengalun memuakkan."Gila?" ulang Alexandria, seolah kata itu adalah sebuah pujian yang manis. Ia melangkah maju, memaksa Elizabeth untuk mundur hingga punggungnya nyaris menabrak pintu yang menjadi pembatas antara balkon dan aula pesta. "Di Kekaisaran yang dikuasai oleh seorang tiran berdarah dingin dan seorang wanita sihir yang manipulatif, menjadi gila adalah hal yang normal, Elizabeth."Alexandria mencondongkan tubuhnya, menatap Elizabeth dengan sorot mata yang menguliti. "Buka matamu lebar-lebar. Kau pikir kau aman dengan terus menunduk dan berpura-pura bodoh di hadapan Sienna?”“Kau pikir pelacur itu tidak tahu bahwa ayahmu mengirimmu untuk men
Última actualización: 2026-04-09
Chapter: BAB 261Mata Elizabeth membelalak sempurna, seolah baru saja melihat hantu di hadapannya. Napasnya tercekat di tenggorokan. Nama itu... nama yang seharusnya sudah terkubur bersama sejarah berdarah perebutan takhta berbulan-bulan yang lalu."Apa... apa maksudmu?" tanya Elizabeth, suaranya bergetar hebat, nyaris tenggelam dalam deru angin malam di balkon. Ia melangkah mundur satu tindak, menjauh dari Alexandria. "Apa kau gila? Apa kau menemui mantan Putra Mahkota di penjara bawah tanah? Menghubungi tahanan politik kekaisaran adalah tindakan pengkhianatan berat, Alexandria!"Elizabeth benar-benar terguncang. Pelarian Pangeran Arthur dari penjara terdalam istana adalah rahasia tingkat tinggi yang dijaga ketat oleh Lucian dan Damien. Bahkan seorang putri Duke seperti dirinya pun tidak mengetahui fakta tersebut. Baginya, Arthur masih membusuk di kegelapan bawah tanah.Alexandria justru tertawa kecil melihat kepanikan Elizabeth. Tawa yang terdengar sangat merdu namun mengerikan di tengah kesunyia
Última actualización: 2026-04-08
Chapter: BAB 260"Lexy." jawab Elizabeth pelan. Suaranya nyaris tenggelam oleh alunan musik orkestra, namun cukup jelas untuk menggemakan kepingan masa lalu di antara mereka. Dulu, bertahun-tahun yang lalu sebelum bayang-bayang kekuasaan dan ambisi membutakan mata, mereka adalah teman dekat. Mereka kerap menghabiskan waktu bersama, berbagi teh, tawa, dan rahasia layaknya gadis bangsawan pada umumnya. Namun, semua itu perlahan hancur ketika Alexandria resmi ditetapkan sebagai tunangan Duke of Lorraine.Kesombongan sebagai calon istri penguasa utara itu benar-benar mengambil alih kewarasan Alexandria. Wanita itu mulai merasa dirinya memiliki status yang jauh lebih tinggi dari siapapun di kekaisaran. Alexandria bahkan mulai bertingkah angkuh dan merendahkan Elizabeth, seolah lupa bahwa Elizabeth adalah seorang putri Duke yang memiliki kedudukan tak kalah tinggi. Persahabatan mereka pun menguap tanpa sisa, digantikan oleh dinding arogansi yang dibangun Alexandria sendiri.Mendengar nama kecilnya dipa
Última actualización: 2026-04-08
Chapter: BAB 131Lucas terpaku. Matanya membelalak lebar, seolah tidak mempercayai pendengarannya sendiri. Namun perlahan, keterkejutan di wajahnya meluruh, digantikan oleh tatapan yang begitu lembut."Ulangi sekali lagi," pintanya dengan suara serak.Wajah Sophie memanas, semburat merah menjalar hingga ke telinganya. Ia menunduk malu, menghindari tatapan intens suaminya. "Aku sudah mengatakannya dua kali, Lucas."Lucas menangkup wajah Sophie, memaksanya untuk kembali menatapnya. "Sekali lagi saja. Aku ingin mendengarnya."Sophie menarik napas panjang, memberanikan diri. "Aku... men…"Belum sempat kalimat itu selesai, Lucas menunduk dan menyambar bibir Sophie. Ciuman itu dalam, seolah Lucas mencoba menumpahkan segala perasaan yang selama ini tertahan di antara mereka.Saat tautan bibir mereka terlepas, Lucas menempelkan keningnya pada kening Sophie, napas mereka beradu."Sophie, aku juga mencintaimu," bisiknya parau.Lucas memundurkan wajahnya sedikit, memberi jarak agar ia bisa menatap manik mata ist
Última actualización: 2025-12-12
Chapter: BAB 130Tubuh Sophie melayang di udara, matanya terpejam rapat, pasrah pada hantaman yang tak terelakkan.Namun, apa yang ia harapkan tidak terjadi. Alih-alih rasa sakit dari benturan beton yang dingin, Sophie merasakan sepasang lengan menangkap tubuhnya di udara dengan sentakan keras. Napas hangat menerpa wajahnya, diikuti oleh aroma yang sangat ia kenali.Lucas.Pria itu berhasil melompat menaiki beberapa anak tangga terbawah dan menangkap Sophie tepat sebelum tubuh istrinya menghantam beton. Keduanya terhuyung hebat, tapi Lucas berhasil mehan tubuhnya sendiri untuk tetap berdiri sambil tetap menahan Sophie.“Lucas…?” bisik Sophie, suaranya gemetar hebat. Ia mencengkeram kemeja Lucas sekuat tenaga, belum berani membuka mata sepenuhnya.“Aku di sini.” jawab Lucas parau. Napasnya memburu, jantungnya berdegup kencang seolah ingin meledak di dalam dada. Ia mendekap kepala Sophie ke dadanya.Ketika Lucas mendongak, tatapannya yang terarah pada Maya dan Elena begitu mematikan.Di sana, Maya berdi
Última actualización: 2025-12-12
Chapter: BAB 129Malam telah larut ketika Sophie akhirnya mematikan lampu di ruang kerja barunya. Keheningan menyelimuti ruangan besar yang kini sepenuhnya menjadi miliknya itu.Sophie meregangkan tubuhnya, tumpukan dokumen perusahaan yang menggunung seharian ini akhirnya selesai ia periksa. Meski lelah, ada kepuasan tersendiri yang menjalar di dadanya.Ia melirik ponselnya yang bergetar di atas meja mahoni. Sebuah pesan singkat dari Lucas baru saja masuk.[Aku sudah dekat.]Senyum kecil terukir di bibir Sophie. Lucas, dengan segala sifat protektifnya, seolah tahu bahwa Sophie sedang bersemangat untuk segera pulang. Pria itu benar-benar tidak bisa mengabaikannya sedikit pun bahkan walau ia masih marah.Dengan langkah ringan, Sophie menyambar tasnya dan berjalan keluar ruangan. Lobi gedung Elman Corp sudah sepi. Pencahayaan utama telah dimatikan, menyisakan lampu yang hidup di beberapa tempat. Hanya ada satu dua penjaga keamanan yang mengangguk hormat saat Sophie lewat.Pintu kaca otomatis terbuka. Ud
Última actualización: 2025-12-11
Chapter: BAB 128Suara pena yang digoreskan di atas kertas terdengar begitu nyaring di ruang rapat yang sunyi itu. Tidak ada percakapan basa-basi, tidak ada senyum ramah tamah. Hanya ada ketegangan yang mengisi ruangan.Sophie duduk di ujung meja, menatap lurus ke arah ayah dan sepupunya. Di hadapannya, tergeletak dokumen pengambilalihan penuh Elman Corp.Sophie akhirnya telah mengambil alih perusahaan itu sepenuhnya untuk dilebur ke dalam Campbell Industries.“Ini gila, Sophie!” Matthew akhirnya meledak. Ia membanting pulpennya ke meja, wajahnya memerah karena amarah dan rasa malu. “Kau tidak bisa menghapus nama ‘Elman’ dari perusahaan ini! Kakek membangunnya dari nol! Aku bekerja keras siang malam untuk…”“Bekerja keras untuk apa?” potong Sophie dingin. Tatapannya tajam, menusuk langsung ke mata Matthew yang bergetar. “Untuk menyalurkan dana ke rekening penipu? Untuk memalsukan laporan keuangan? Atau untuk menjual informasi tentang sepupumu sendiri demi menutupi kebodohanmu?”Matthew tercekat. Mulut
Última actualización: 2025-12-11
Chapter: BAB 127Lucas melangkah masuk ke ruangan Sophie tak lama setelah sambungan telepon itu terputus. Sorot matanya masih sedingin pagi tadi, namun kehadirannya di sana adalah bukti bahwa Lucas tidak mengabaikan Sophie sepenuhnya.“Apa yang mereka katakan?” tanya Lucas datar, menyembunyikan kekhawatirannya di balik suaranya.Sophie menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya. “Mereka ingin menyerahkan Elman Corp padaku,” ujarnya pelan, Sophie terdiam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya. “Sepenuhnya… dan tanpa syarat.”“Oh,” tanggap Lucas singkat, wajahnya tak terbaca.Sophie menatap suaminya dengan ragu. “Bagaimana menurutmu, Lucas?”“Terserah padamu,” jawab Lucas acuh tak acuh, seolah keputusan besar itu hanyalah masalah sepele.Sophie menghela napas, ada kekecewaan tipis keluar dari dalam dirinya melihat respon dingin itu. Namun, fakta bahwa Lucas membiarkannya mengangkat telepon dari ayahnya, bahkan menyusulnya ke ruangan ini untuk bertanya langsung, cukup menjadi bukti bagi Sophi
Última actualización: 2025-12-10
Chapter: BAB 126“Tidak mungkin!” seru Matthew, suaranya meninggi karena panik yang tak bisa lagi ia bendung.Ia melempar dokumen di tangannya ke atas meja dengan kasar. “Paman, Sophie membenci kita! Dia bahkan tidak sudi melihat wajah kita lagi. Paman lupa perjanjian yang Paman tanda tangani dengan Lucas Campbell? Kita dilarang mendekatinya!”Robert tertawa, namun tawa itu terdengar hampa. Ia bangkit dari sofa, berjalan pelan menuju jendela besar yang menghadap ke kota, membelakangi Matthew.“Perjanjian itu dibuat karena kita berada di posisi yang lemah, Matthew. Tapi keadaan sudah berubah. Sekarang, kita bukan hanya lemah, kita sedang sekarat,” ujar Robert tanpa menoleh.“Dan soal kebencian… uang dan kekuasaan bisa menyembuhkan banyak luka lama. Jika aku menawarkan posisi ini padanya, posisi yang seharusnya menjadi hak lahirnya, dia mungkin akan mempertimbangkannya.”“Tapi aku CEO-nya di sini!” bantah Matthew, wajahnya memerah padam. “Aku yang menjalankan perusahaan ini selama dia koma! Aku yang…”“
Última actualización: 2025-12-09
Chapter: 56. BAB 56Malam semakin larut, menelan seluruh suara keributan yang terjadi siang tadi. Rumah besar itu kini sunyi senyap. Vanessa dan ayahnya sudah lama masuk ke kamar mereka, mengira Silvi sedang beristirahat untuk memulihkan diri.Tapi Silvi tidak tidur. Ia duduk di tepi ranjang dengan tas kecil di pangkuannya. Tidak ada pakaian yang ia bawa, tidak ada barang berharga. Hanya ponsel, dompet, dan secarik foto USG yang ia remas dalam genggamannya.Anehnya, pikiran Silvi terasa lebih jernih.Teriakan ibunya siang tadi, wajah bersalah Celine, kekecewaan Samuel, dan kebaikan Vanessa yang terasa menyakitkan... semuanya berputar menjadi satu kesimpulan yang sederhana.Ia harus pergi dari sini.Selama ia berada di sini, ia hanya akan menjadi pembawa sial. Dan orang-orang baik seperti ayahnya dan Vanessa tidak pantas mendapatkan kesialan itu.Tempatnya bukan di sini. Tempatnya adalah di sisi seseorang yang sama rusaknya dengan dirinya. Seseorang yang bersedia menerimanya apapun yang terjadi.Silvi berd
Última actualización: 2025-11-27
Chapter: 55. BAB 55Celine seharusnya seharusnya mencoba memahami apa yang Silvi sedang lewati. Tapi ia justru terobsesi akan keinginannya sendiri untuk menebus kesalahannya.Pada akhirnya, ia justru kembali melukai wanita itu dengan menemukan wanita yang ia kira bisa membantunya menyelamatkan Silvi tapi justru merupakan seorang monster. Wanita itu tidak henti-hentinya berusaha menghubunginya, memaksanya Celine mempertemukannya dengan Silvi.‘Kalau kamu tidak mau, aku akan menemuinya sendiri!’Pesan itu menjadi pemicu Celine meminta Vanya untuk mengantarkan dirinya ke rumah Silvi detik itu juga setelah beberapa hari mencoba menahan diri setelah kemarahan Silvi. Tapi ia justru terlambat karena wanita itu sekarang sudah berdiri di pintu rumah keluarga Silvi dan ia hanya mampu berusaha menahan ibu dari wanita itu agar tidak memaksa masuk dan menghampiri Silvi.“Anak tidak tahu diri!”Celine menahan nafasnya saat ia mendengar kalimat itu meluncur dengan mudahnya dari bibir Anastasia. Ia memalingkan wajah k
Última actualización: 2025-11-27
Chapter: 54. BAB 54Silvi membenci ibunya.Sejak pertama kali ia menyadari bahwa hidupnya dibangun atas dasar kebohongan, Silvi selalu mengingatkan dirinya akan satu hal. Apa pun yang dikatakan ibunya, semuanya hanyalah kebohongan yang diberikan demi keuntungan wanita itu.Tapi Silvi selalu mempercayai satu hal secara konsisten, satu hal yang dikatakan ibunya untuk pertama kali saat ia pulang dengan keadaan rumah yang berantakan. Bahwa Silvi adalah pembawa sial.Wanita itu mengatakannya sambil memegang bahunya dengan erat hingga meninggalkan jejak yang baru hilang setelah berhari-hari.Silvi mencoba melupakan kalimat itu, berusaha menjalankan hidupnya seolah kalimat yang sama tidak menghantuinya di setiap malam di mana ia merasa kesepian. Tapi, ia tidak bisa. Kalimat itu terus berbisik di kepalanya dan tidak berhenti dari ia bangun hingga tidur lagi. Bahkan, kalimat itu kembali muncul di hari ini ketika ia melihat ibunya berada di depan pintu, berdiri di depan seorang asisten rumah tangga yang terli
Última actualización: 2025-07-01
Chapter: 53. BAB 53Vanessa memperhatikan Silvi dari celah pintu yang ia buka. Anak tirinya itu tidak lagi bergerak dari kamarnya selama dua hari. Bahkan walau dua orang yang terakhir kali datang menemuinya kembali datang ke rumah mereka, Silvi menolak kedatangan mereka secara terang-terangan.Ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia sudah berniat akan melakukan apa pun untuk membantu Silvi begitu ia mendengar dari suaminya bahwa wanita itu sedang hamil dan butuh banyak dukungan.Tapi bagaimana cara untuk membantu seseorang yang bahkan tidak ingin dibantu?Silvi selalu diam di kamarnya, makan secara terpisah ketika Vanessa sudah selesai makan. Selain itu, ia hanya keluar jika memang diperlukan. Fakta bahwa Silvi hanya keluar
Última actualización: 2025-06-29
Chapter: 52. BAB 52Saat keheningan di ujung telepon bertahan terlalu lama, Anastasia tahu pria di seberang sana telah memakan umpannya. Maka ia melanjutkan dengan nada yang manis."Kalau kamu mau tahu, aku bisa memberitahumu… dengan satu syarat."Terdengar helaan napas dari seberang lalu suara yang terdengar terasa dingin, tapi tak bisa sepenuhnya menyembunyikan kegugupan yang mulai merayap."Apa maumu?"Anastasia bangkit dari tempat duduk dan berjalan perlahan ke arah jendela. Menatap bayangan wajahnya di sana."Aku ingin kamu membantuku," ucapnya ringan, "Aku ingin Silvi menghubungiku. Kamu bisa menyebut namaku kapan saja. Kalau dia tahu kamu tahu tempatnya dariku, dia akan menghubungiku."
Última actualización: 2025-06-28
Chapter: 51. BAB 51Mami tahu kamu kembali ke rumah itu.Silvi membaca pesan yang baru saja masuk dari ibunya dengan tangan yang gemetar. Belum ada 24 jam sejak Samuel dan Celine datang ke rumah ini dan sekarang ia harus menghadapi ibunya?Apa Papi kamu menanyakan keadaan Mami?Silvi sudah mengangkat tangannya untuk melemparkan ponsel itu ke dinding ketika benda itu bergetar di tangannya, membuatnya mengintip nama yang muncul di layarnya.MamiSesuai dengan dugaannya. Silvi mulai bertanya-tanya mengapa ia masih menyimpan nomor itu.Dan kenapa wanita itu masih memiliki cukup rasa percay
Última actualización: 2025-06-27