MasukKesempatan yang Membuka Jalan
Pagi itu, Eloise kembali memikirkan pekerjaan yang ditawarkan Laras kepadanya. Sejak pertemuan mereka kemarin, ada banyak hal yang terus berputar di dalam pikirannya. Keinginan untuk mencoba kehidupan baru semakin besar, tetapi ia juga tidak bisa mengabaikan berbagai pertanyaan yang belum mendapatkan jawaban. Terutama mengenai keluarga yang akan menjadi tempatnya bekerja. Eloise tidak ingin mengambil kepDi Balik Sikap yang Berbeda Pagi itu, suasana kediaman keluarga Evander kembali dipenuhi kesibukan. Para staf mulai menjalankan tugas masing-masing. Ada yang menyiapkan sarapan, membersihkan ruangan, hingga memastikan seluruh kebutuhan keluarga telah tersedia sebelum mereka memulai aktivitas. Di kamar staf, Eloise sedang merapikan rambutnya di depan cermin. Ia mengikat rambut panjangnya dengan sederhana, kemudian memastikan seragam yang dikenakannya terlihat rapi. "Semoga hari ini semuanya berjalan lancar," gumamnya sambil tersenyum. Setelah mengambil ponsel, Eloise segera keluar dari kamar. Di lorong, ia bertemu dengan Martha yang sedang memeriksa daftar pekerjaan. "Selamat pagi, Kak Martha." Martha mengangkat wajah. "Selamat pagi, Felicia. Kamu sudah siap?" "Sudah, Kak." "Bagus. Hari ini ada beberapa pek
Pertemuan PertamaPagi kembali menyelimuti kediaman keluarga Evander.Aktivitas para staf sudah dimulai sejak matahari belum sepenuhnya terbit. Beberapa orang sibuk menyiapkan sarapan, sementara yang lainnya memastikan seluruh ruangan berada dalam keadaan bersih dan rapi.Di kamar staf, Eloise sedang bersiap untuk memulai hari keduanya bekerja.Setelah selesai mengenakan seragam, ia merapikan rambutnya dan mengambil ponsel yang berada di atas meja.Sebelum keluar kamar, ia sempat melihat pesan dari ibunya.Helena: Selamat pagi, Sayang. Bagaimana keadaanmu hari ini?Eloise tersenyum.Eloise: Selamat pagi, Ma. Aku baik-baik saja. Hari ini mulai bekerja lagi.Helena: Jangan lupa sarapan. Mama harap kamu tidak terlalu lelah.Eloise: Iya, Ma. Jangan khawatir.Setelah membalas pesan tersebut, Eloise memasukkan ponselnya ke dalam saku dan keluar kamar.Di lorong, ia bertemu dengan Ma
Pekerjaan yang Tak Sesuai JanjiPagi pertama Eloise di kediaman keluarga Evander dimulai lebih awal dari biasanya.Cahaya matahari mulai masuk melalui celah tirai kamar staf ketika ia membuka mata. Setelah beberapa saat menyesuaikan diri dengan suasana kamar yang masih terasa asing, Eloise segera bangkit dari tempat tidur.Ia merapikan tempat tidurnya, mengambil handuk, lalu menuju kamar mandi.Tidak ingin terlambat pada hari pertamanya bekerja, ia memilih bersiap lebih awal.Setelah selesai mandi, Eloise mengenakan pakaian kerja yang telah disediakan oleh pihak kediaman. Rambut panjangnya diikat sederhana agar tidak mengganggu aktivitas.Ia kemudian berdiri di depan cermin."Baiklah, Felicia. Semangat untuk hari pertama," ucapnya sambil tersenyum kepada bayangannya sendiri.Selesai memastikan penampilannya rapi, Eloise mengambil ponsel dan melihat beberapa pesan yang masuk.Salah satunya berasal dari L
Rumah Baru, Kehidupan BaruSetelah tiba di kediaman keluarga Evander, Eloise dibawa oleh salah seorang staf menuju bagian dalam bangunan utama.Ia memperhatikan setiap sudut rumah yang dilewatinya. Interior yang mewah, lantai marmer yang mengilap, serta berbagai perabotan berkelas membuatnya menyadari bahwa tempat itu bukanlah kediaman biasa.Namun, ia berusaha untuk tidak terlalu lama memperhatikan sekelilingnya.Bagaimanapun, mulai hari ini ia akan bekerja di tempat tersebut. Ia harus belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.Mereka akhirnya berhenti di sebuah lorong yang terletak tidak terlalu jauh dari area belakang bangunan utama."Ini bagian kamar staf," jelas pria yang sejak tadi mengantarnya.Eloise mengangguk."Baik."Pria itu kemudian membuka salah satu pintu kamar."Ini kamar yang sudah disiapkan untuk Anda. Silakan masuk dan periksa apakah semua perlengkapannya sudah sesu
Langkah Menuju Kehidupan BaruPagi itu, suasana rumah keluarga Ilona terasa sedikit berbeda.Sejak membuka mata, Eloise sudah disibukkan dengan berbagai persiapan. Beberapa pakaian yang akan dibawanya telah tersusun rapi di dalam koper. Barang-barang pribadi lainnya juga mulai ia pisahkan agar tidak ada yang tertinggal.Meskipun tanggal keberangkatannya belum terlalu lama dipastikan, Eloise ingin memastikan semuanya siap.Ia berdiri di depan lemari sambil memperhatikan pakaian yang masih tersisa."Sepertinya sudah cukup," gumamnya.Ia kemudian mengambil sebuah tas kecil dan memasukkan beberapa barang penting ke dalamnya.Ponselnya yang berada di atas meja tiba-tiba berbunyi.Sebuah pesan dari Laras muncul di layar.Laras: Selamat pagi, Cia. Bagaimana persiapannya?Eloise tersenyum sebelum membalas.Eloise: Selamat pagi, Ras. Sudah hampir selesai. Tinggal beberapa barang lagi.
Senyum di Balik PengkhianatanLaras duduk di sebuah kafe yang tidak terlalu ramai. Di hadapannya terdapat segelas minuman yang sejak tadi belum banyak disentuh. Sesekali, ia melirik layar ponselnya yang masih menampilkan percakapan terakhir dengan Eloise.Senyum tipis terukir di wajahnya.Akhirnya, semua berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusunnya.Tidak mudah memang membawa Eloise sampai pada keputusan tersebut. Ada banyak hal yang harus dilakukan Laras untuk meyakinkan gadis itu agar bersedia menerima pekerjaan di kediaman keluarga Evander.Namun, kini semuanya hampir selesai.Eloise sudah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya. Proses penerimaan pekerja juga telah berjalan, bahkan pihak pengelola kediaman sudah menerima informasi mengenai calon pekerja baru bernama Felicia.Nama yang akan digunakan Eloise selama bekerja nanti.Laras menyandarkan punggungnya pada kursi, kemudian mengaduk minumannya







