LOGINAmaro Leone es un hombre poderoso que maneja uno de los imperios más importantes de Europa, es inteligente, con un carácter fuerte y cerrado a las relaciones interpersonales producto situaciones de su pasado que lo llevaron a encerrarse en sí mismo. No acepta que alguien le niegue algo, porque para él, es el dueño del mundo. Alessia Vitale es una chica que creció sin su madre, pero su padre le enseñó a defenderse en la vida y le dio todo el amor que pudo, hasta que a los quince años lo perdió en un accidente. Tras eso, debió vivir en las calles, hasta que una fundación decide hacerse cargo de ella, cumpliendo uno de sus mayores sueños, perfeccionarse en el violín, su único amigo durante toda su vida. La vida de los dos colisiona en una velada que iniciará una relación bastante peculiar, de odio absoluto. Alessia no es una chica fácil de doblegar y pondrá de cabeza a Amaro, quien deberá decidir volver al pasado o quedarse con su presente. ¿Podrá la suave melodía de Alessia endulzar el corazón dañado de Amaro?
View More"Dasar brengsek! kalau kamu memang tidak mencintaiku, kenapa kamu setuju menikah denganku?!" Clara Favietra menenggak segelas minuman panas sampai tandas.
Sudah hampir dua jam wanita dengan dress mini hitam itu duduk di meja bar. Menghabiskan dua botol minuman panas sambil menangis dan meracau sendirian. Barista yang melayaninya tidak sedikitpun bertanya. Clara bukan satu-satunya pelanggan yang mengalami hal serupa. Entah putus cinta atau kesulitan menghadapi masalah hidup, orang-orang selalu memilih club sebagai tempat meringankan beban. Saat Clara hampir ambruk, Barista itu berbicara. "Nona, mau saya panggilkan taksi online?" Clara melambaikan tangan tanpa membuka mata. Kepalanya terasa berat tapi ia masih memiliki sedikit sisa kesadaran. "Tidak usah." "Baiklah." Memegangi satu sisi kepala yang semakin berat, Clara meraih ponsel yang tergeletak di samping minuman ketika benda persegi itu bergetar singkat. Seseorang mengirimkan pesan. Sial. Ia bahkan kesulitan melihat layar. Clara bersusah payah memicingkan mata, kemudian... Deg! Seketika saja kedua bola mata Clara membulat. Ia menerima pesan dari nomor tidak dikenal. Pesan berisi potret suaminya yang sedang merangkul pinggang seorang perempuan dengan begitu mesra. Clara menggenggam ponselnya erat. Selama satu tahun pernikahan mereka, suaminya itu bahkan belum pernah sekali pun memeluknya! "Keterlaluan kamu Sean!" Geramnya emosi. Diantar taksi online, Clara sampai di hotel Louis dan langsung mencari kamar 101 sesuai dengan informasi yang diberikan si pengirim pesan. Dengan gemetar dan napas tersengal, Clara mengetuk pintu coklat besar di hadapannya. Meski Clara selalu menunjukkan sisinya yang tangguh, namun sejujurnya ia begitu lemah dan rapuh. Clara bahkan merasa hampir tidak bisa berdiri lagi saat ini. Ia terlalu takut dengan apa yang akan matanya lihat nanti. "Buka pintunya, brengsek!" Namun, Clara harus melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Jantung Clara semakin berdebar kencang ketika seseorang membuka pintu dari dalam. Tidak, dia tidak boleh menangis lagi! Clara Favietra tidak ingin terlihat lemah meski keadaan menindasnya habis-habisan. Clara tidak sadar jika saat ini ia masih terlalu mabuk untuk mengenali wajah siapapun. Yang ia tahu, seseorang yang kini berdiri di hadapannya adalah seorang lelaki. Gawatnya, Clara meyakini jika lelaki itu adalah Sean, suami sahnya. "Kamu... Sedang apa di sini?" Rahang Clara mengeras. Bukan permintaan maaf, melainkan kalimat itu yang keluar pertama kali dari mulut Sean? Apakah pernikahan mereka hanya permainan baginya? Air mata Clara berderai lagi. Sean memang tidak pernah memperlihatkan raut wajah yang ramah, tapi sekali pun Clara tidak pernah berpikir jika Sean Fernandes akan berselingkuh darinya. Clara marah, ia mendorong lelaki itu masuk ke dalam. Matanya mencari-cari sesuatu. "Di mana kamu menyembunyikan jalang itu?" Clara tidak menunggu jawaban. Ia mencari ke setiap sudut namun tidak menemukan siapapun. "Sebenarnya apa yang kamu cari?" "Diam!" Clara memotong, matanya yang basah mendelik tajam. Kali ini, Clara tidak ingin direndahkan lagi. Hanya karena kakeknya meminta Sean untuk menikahinya, bukan berarti lelaki itu bisa selalu merendahkan dirinya. "Selama ini aku tidak pernah mengeluh dengan apapun yang kamu lakukan. Bahkan saat kamu mengabaikanku, aku tetap berusaha mengerti karena kupikir kamu masih perlu waktu untuk menerimaku sebagai istrimu. Tapi..." Clara menelan ludah getir. Matanya menatap tajam pada lelaki yang ia pikir adalah suaminya. "...aku tidak pernah mentoleransi perselingkuhan!" Kalimatnya tegas dan bergetar. Clara tidak ingin menangis. Namun air matanya jatuh begitu saja. Hatinya luar biasa sakit dan itu membuat dadanya semakin sesak. "Kalau memang kamu tidak bisa mencintaiku dan ingin bersama perempuan lain, kenapa kamu menerima permintaan kakek? Kenapa kamu malah menikahiku dan berselingkuh seperti seorang bajingan?!" Teriakan dan tangis Clara mengisi seluruh ruangan. Selama ini, ia sudah memendam semua lukanya sendirian. Berharap suatu saat Sean akan menatapnya dengan lembut dan memeluknya hangat. Tapi yang ia dapat justru sebuah pengkhianatan. "Setidaknya ceraikan aku jika kamu ingin hidup dengan perempuan lain..." Clara merasa hancur. Lebih hancur dari pada saat ia ditolak secara langsung oleh suaminya ketika menawarkan diri seperti seorang pelacur. "Aku tahu aku memang tidak cantik sampai membuatmu tidak tertarik, tapi aku juga punya perasaan... Aku juga bisa terluka kalau kamu keterlaluan seperti ini...." Suara Clara melemah dan ia masih terisak. Lelaki yang sejak tadi bersandar di pintu sambil melipat tangan di dada itu masih menatap Clara dengan ekspresi datar. Beberapa detik kemudian ia menghela napas berat dan mendekat. Apakah seharusnya ia tidak ikut campur? Lelaki itu sedikit menyesal. Ia tidak menyangka akan mendengar pengakuan menyedihkan seperti itu. Apa ia perlu memberi tepukan agar wanita itu sedikit tenang? "Ck, yang benar saja..." Gumamnya kemudian mengangkat tangan. Clara mendongak ketika seseorang menepuk-nepuk punggungnya. Ia tidak menyangka Sean akan melakukan itu dengan sangat lembut. Apakah Sean menyesal? Apakah setelah ini hubungan mereka akan membaik? Clara tidak bisa menahan diri ketika harapan-harapan kecil itu muncul. Bahkan meski sudah diselingkuhi pun, ia akan tetap menerima Sean kembali jika memang lelaki itu meminta maaf. Ia memang bodoh. Cinta yang membuatnya menjadi sangat bodoh. Clara memberanikan diri mencium bibir lelaki itu dengan kaki berjinjit. Berharap kali ini Sean akan menerimanya meski hanya karena perasaan bersalah. Tidak ada balasan ataupun penolakan. Lelaki itu hanya diam seolah membiarkan Clara melakukan apapun sesukanya. Clara meringis. Hatinya hancur tapi ia yakin bisa memperbaiki semua ini. "Aku... Sudah menunggu ini selama satu tahun." Ucap Clara pelan. "Meski tidak berpengalaman, kuharap aku bisa memuskanmu, Sean." Lirihnya lagi sebelum kembali mengecup lembut bibir lelaki di hadapannya. Dadanya berdebar. Rasa sakit hati itu masih ada, namun kini perasaan lain sudah hadir dan berkecamuk di sana. "Kamu masih mau melakukannya walaupun sudah tahu suamimu selingkuh?" Pertanyaan itu membuat Clara membeku. Clara yakin Sean mungkin menganggapnya bodoh, rendahan, atau apapun hinaan lainnya. Tapi itu bukan masalah yang tidak bisa Clara hadapi. Ia sudah bertekad bulat untuk mengambil hati Sean dan mempertahankan pernikahan mereka. Satu langkah besar yang ia ambil mungkin akan membuahkan hasil yang manis. “Aku akan memaafkanmu,” jawab Clara lirih, namun matanya menatap Sean dengan tulus. "Entah dulu ataupun nanti, aku akan selalu memaafkanmu. Jadi... Kumohon... Sekali ini saja, tolong lihat aku sebagai perempuan. Sebagai seorang istri yang sudah kamu nikahi." Air matanya jatuh terurai, sementara bibirnya bergetar menahan tangis yang hampir pecah. Lelaki itu diam untuk waktu yang lama. Tapi pada akhirnya, ia tetap meraih pinggang Clara dan menariknya mendekat. “Kamu sangat mencintai suamimu, ya?” ucapnya parau. Clara mengangguk pelan. “Aku mencintaimu... Sangat. Entah kamu sadar atau tidak." "Kenapa? Apa yang membuatmu jatuh cinta sedalam itu?" Clara menggumam pelan, namun kalimatnya terdengar jelas. "Karena itu kamu... Karena kalau kamu orangnya... Aku bisa memberikan apapun." Clara tidak menyadari, tapi rahang lelaki itu mengatup keras. “Sial…” gumamnya, entah marah atau iba. Kemudian ia menurunkan suaranya, tajam dan menohok. "Kalau begitu, tunjukkan padaku apa yang akan kamu berikan pada suamimu."Quince años después…Amaro baja aquella escalera de madera oscura de la mano con su hermosa hija, que ya cumple quince años alegrando sus vidas.Con el tiempo dejó de parecerse tanto a su padre, es bella, inteligente, con los ojos de su madre y el carácter implacable de su padre. Todos los presentes la admiran, porque parece un princesa con ese vestido de color rojo oscuro, compuesto de un corsé con pedrería y una falda de tules.Ambos caminan al centro y allí bailan su primer vals de la noche, más alta que su madre, con su metro setenta deja claro que domarla no será sencillo y Amaro no puede sentirse más orgulloso de que su pequeña vaya a ser tan difícil de conquistar como su madre.Porque un diamante no es para cualquiera, para obtenerlo debes merecerlo.Alessia sonríe orgullosa al ver a sus amores así, en esa co
Amaro no sabe qué responder, pero la cara de Alessia le muestra que no esperará más por una respuesta.—Es un hombre que no merece llamarte nieta —ella abre la boca por la sorpresa, pero se acerca a su esposo y le dice con calma.—Está bien, yo puedo ocuparme de él.—Pero…—Mi amor, es algo para lo que me preparé mentalmente desde que supe la verdad de lo que le sucedió a mi padres, así que déjame hablar con él, estaré bien —le da un beso, le quita el teléfono y le habla al hombre del otro lado—. Aquí estoy, señor Contelli.—Por favor no me digas así, soy tu abuelo.—Vamos a dejar algo claro, mi familia llega hasta mi madre y hermanas, mi tía, mis primos… más allá de ellos, no tengo a nadie más como familia directa. Y luego está mi famil
Muchas veces la capacidad de amar de las personas se ve altamente subestimada.Fueron incontables las oportunidades en las que a Amaro se le consideró un tirano sin corazón, capaz de dañar a cualquier mujer que se le acercara solo porque una lo dañó en el pasado.Hay quienes creen que en el mundo hay una persona para cada otra, esa media naranja, el alma gemela, la otra mitad, el complemento. Pero en realidad Alessia no era nada de eso para Amaro cuando la conoció.Sin imaginar que aquella chiquilla rebelde, de ojos celestes intensos y curiosos, sería la mujer que le haría tener un poco de consideración con alguien más que no fuera su madre, la buscó para hacerle pasar malos ratos, humillarla, someterla y el sometido fue él.—La ciudad de Alejandría fue fundada por el rey de Macedonia, Alejandro Magno en el año 331 a.C. —mientras el guía le
Mientras Amaro es conducido por el pasillo con Alessia, se niega rotundamente a que alguien más la cargue, hasta que el equipo médico que queda de punto fijo en el recinto se hace cargo.—¿Dijo que se sintiera mal?—No, solo se desmayó luego que le propusiera matrimonio.—Bien, esa emoción pudo causarle el desmayo, pero ya debió despertar —dice uno de los paramédicos que la atiende—. ¿Algún antecedente de enfermedad?—¡Sí! —grita Eloísa llegando con ellos—. Hace dos años le diagnosticaron trastorno de ansiedad generalizada, en aquella oportunidad estaba presionada y simplemente se desplomó cuando se sintió un poco aliviada.—Bien, la llevaremos al Good Samarithan, pueden seguirnos si lo…—¡Yo me voy con ella, es mi mujer y no la dejaré sola!—Enton






Bienvenido a Goodnovel mundo de ficción. Si te gusta esta novela, o eres un idealista con la esperanza de explorar un mundo perfecto y convertirte en un autor de novelas originales en online para aumentar los ingresos, puedes unirte a nuestra familia para leer o crear varios tipos de libros, como la novela romántica, la novela épica, la novela de hombres lobo, la novela de fantasía, la novela de historia , etc. Si eres un lector, puedes selecionar las novelas de alta calidad aquí. Si eres un autor, puedes insipirarte para crear obras más brillantes, además, tus obras en nuestra plataforma llamarán más la atención y ganarán más los lectores.
Ratings
reviewsMore