Share

Nisa! Teriakku Penuh Emosi

Setelah berbicara dengan Nisa di parkiran, aku kembali ke ruang rawat inap. Menemui Ibu yang kini tergolek lemah diranjang. Sesampainya di kamar Ibu, kulihat ia sedang tertidur pulas. Arjuna bilang, Ibu baru saja diperiksa dan diberi obat oleh perawat.

"Jun! Kalau kamu mau pulang, pulang saja! Besok kamu harus sekolah, kan?" ucapku pada Arjuna yang masih fokus dengan ponselnya. 

"Terus, Ibu gimana?" tanya Arjuna. Kali ini ia menghentikan aktivitas bermain ponselnya, lalu berbicara padaku dengan serius. 

"Biar, Mas yang jaga Ibu disini! Kamu pulang saja, jangan sampai besok telat masuk sekolah!" Bagaimanapun juga Arjuna tidak boleh bolos sekolah. 

"Baiklah kalau gitu, Mas! Aku pulang dulu! Biar Mbak Nisa pulang bareng aku saja!" ucapnya membuatku sedikit mengerutkan dahi. 

"Nisa tidak pulang! Malam ini dia nginep disini! Ikut menjaga Ibu!" 

"Loh! Tadi Mbak Nisa bilang, dia mau pulang!" ucap Arjuna

Rhienz

Hallo, terimakasih ya bagi para reader yang sudah membaca cerbung ini sampai bab ini.. Semoga kalian bisa menikmati ceritanya. Jika berkenan support ottor dengan memberi ratting atau ulasan. Agar cerita ottor ini semakin berkembang. Terimakasih.. Peluk cium dari jauh

| 3
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Amie Hulwah
msu baca pun harus beli koin. susah x.
goodnovel comment avatar
Edi Linoge
sebaiknya bapaknya Anton dikebiri
goodnovel comment avatar
May Anisa Dewi
18 koin cuma sedikit ceritanya astaga mahal bgt
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status