Share

TAMAT

Tanpa menjawab penjelasannya aku bergegas menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kencang menuju kontrakan Nisa. 

"Ada apa sih, Anton? Ko panik banget! Siapa yang barusan telpon?" tanya Ibu bingung melihat kepanikan ku. 

"Bi Sumi, Bu! Orang yang menemani Nisa di kontrakannya. Dia bilang Nisa jatuh dari kamar mandi. Ia panik karena Nisa pendarahan, kita harus segera kesana. Anton takut terjadi apa-apa dengan kandungannya," ucapku sambil terus memacu mobil dengan kecepatan tinggi. 

"Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Nisa dan bayinya! Ibu tau kamu khawatir Anton! Tapi jangan ngebut kayak gini, Ibu takut." 

"Ibu tenang aja, kita akan sampai dengan selamat. Ibu gak usah khawatir, Anton cuma tidak mau menyesal jika sampai telat ngasih pertolongan pada Nisa," Walaupun saat ini aku dan Nisa sudah resmi bercerai, tapi anak itu tetap menjadi tanggung jawab ku sampai ia lahir ke dunia. 

"Bi Sumi pasti
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status