Aku (Bukan) Gadis Pemuas

Aku (Bukan) Gadis Pemuas

last updateLast Updated : 2026-01-30
By:  s_uci17Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
5 ratings. 5 reviews
32Chapters
656views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Kehidupan Kirania Aurora Lettania berubah ketika ayahnya meninggal. Dia selalu jadi pemuas obsesi Kakak Iparnya, Jeff, dengan segala kegilaannya. Ibu dan kakak tirinya pun sama, hanya mengincar warisan yang ditinggalkan mendiang ayahnya. Di tengah cobaan hidup yang tidak ada habisnya, Tuhan mengirimkan sosok Arsenio—orang kepercayaan mendiang Papanya sebagai sosok yang akan membawanya naik jadi pewaris keluarga Pradipta.

View More

Chapter 1

BAB 1 || KEGILAAN KAKAK IPAR

"Inikah kemandirian yang Papa maksud? Meninggalkan Kira sendirian, sebatang kara di dunia yang menakutkan ini?" Air mata Kirania kembali menggenang di pelupuk mata, kala mengingat sekarang ia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.

Sore ini, Pradipta—papanya, baru saja dikebumikan.

"Siapa bilang kau sendirian, hm?" bisik seseorang yang membuat Kirania terkesiap kaget bukan main.

"Kak Jeff," cicit Kirania. "Bagaimana bisa kakak masuk ke sini?"

Jeff menarik pinggang Kirania lebih dekat, hingga tubuh mereka lebih menempel lagi. Wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja.

"Itu tidak penting, yang penting adalah jangan pernah berpikir bahwa kau sendirian. Masih ada aku disini yang akan selalu ada untukmu. Kau tidak perlu merasa takut."

Napas hangat Jeff yang menyapu permukaan wajahnya membuat Kirania meremang, tapi sorot mata Jeff yang menatapnya lekat membuatnya terpaku. Kirania tidak tahu ia harus merasa tenang, atau justru sebaliknya.

Faktanya, Jeff adalah salah satu sumber rasa takut terbesarnya di penthouse ini.

Selain karena tatapan mata Jeff yang tajam dan seolah mampu menelanjanginya, Jeff juga seringkali bersikap aneh, melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh kakak ipar ke adik iparnya.

Itu sudah berlangsung sejak Jeff menikah dengan Helena setahun lalu.

"Mikirin apa, hm?" tanya Jeff tiba-tiba.

Cup.

Kecupan singkat di bibirnya membuyarkan lamunannya.

Kirania kontan menarik kepalanya ke belakang, berusaha menjauhkan diri dari Jeff. Terlalu dekat dengan pria itu sungguh tidak baik untuk kesehatan.

"Kak Jeff ...." panggil Kirania dengan suara bergetar.

Sementara pria yang baru saja dipanggil mengulas senyum tipis ke arahnya. Senyum yang sangat jarang terlihat di muka umum.

"Kenapa, hm?"

Jeff yang semula memeluk Kirania, kini beralih merentangkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri pembatas balkon, mengurung tubuh mungil itu dalam kukungannya. Ia sengaja mencondongkan tubuhnya lebih dekat, agar tak luput dari wajah cantik di hadapannya.

"Ada yang ingin kau katakan?" tanya Jeff.

Kirania mengangguk.

"Katakanlah."

Kirania ragu, tapi ia merasa harus mengatakannya agar merasa lega. "Kakak gak boleh kayak gini terus ke aku."

Jeff menaikkan sebelah alisnya. “Gak boleh?” Ia terkekeh kecil. “Terus kakak bolehnya ngapain, hm?"

Mulut Kirania terbuka, sudah siap akan menjawab. Anehnya tak sepatah kata pun mampu ia ucapkan, mendadak ia kehilangan kata-katanya.

"Kalau kayak gini boleh, gak?" Jeff mengecup pipi kanan Kirania.

"Kalau kayak gini? Boleh?" Jeff berpindah mengecup pipi kiri Kirania.

"Kalau ini?" Jeff mencuri kecupan di bibir Kirania.

"Atau bagaimana dengan yang ini? Apa tidak boleh juga?" Jeff mendaratkan bibirnya di leher putih Kirania.

"Kak, stop!" Kirania mendorong bahu Jeff kuat-kuat. "Kakak itu suami Kak Helena! Kakak ipar aku! Aku mohon stop bersikap kayak gini! Ini sama sekali gak pantas, Kak!"

Alis Kirania menukik tajam saat Jeff malah menanggapi ucapannya dengan seringai meremehkan.

"Kata siapa? Aku tidak pernah menganggapmu sebagai adik iparku. Bagiku kau lebih dari itu. Kau—" Jeff menggantung kalimatnya, mengusap bibir Kirania dengan gerakan sensual. "—kau adalah gadisku, calon ibu dari anak-anakku," bisik Jeff.

Kirania memalingkan kepala saat Jeff hendak menciumnya, hingga bibir pria itu hanya berakhir di pelipisnya. "Berhenti bicara omong kosong, Kak. Kak Helena lah calon ibu dari anak-anak kakak. Dia istri kakak."

Jeff menggeleng, menangkup kedua sisi pipi Kirania. Menatap mata gadis itu lamat-lamat. “Kirania Aurora Lettania lah calon ibu dari anak-anakku.”

Detik berikutnya, Jeff menyatukan bibirnya dengan bibir Kirania yang sedari tadi seperti memanggil untuk dicium.

Kirania memberontak hebat meskipun sekujur tubuhnya gemetar. Namun, semakin Kirania memberontak, semakin ciuman itu terasa menuntut dan memanipulasinya. Kali ini ia tidak menyerah, menggunakan lutut kakinya, ia menghantam selangkangan Jeff.

BRUGH!

"ARGHH! SHIT!" Jeff menggeram tertahan. Tautan bibir mereka akhirnya terpisah.

Saat pria itu merintih seraya sedikit membungkuk, Kirania yang napasnya terengah langsung mengambil langkah seribu ke arah pintu. Tapi sepertinya malam ini dewi fortuna sedang tidak berpihak kepada Kirania, karena dengan mudah Jeff kembali meraih pinggangnya, mengurungnya dalam pelukan yang erat dari belakang.

"Mau kemana, hm?" gertak Jeff tepat di samping telinga Kirania.

"Kak, berhenti seperti ini, atau aku teriak biar Kak Helena tahu!" ancam Kirania dengan suara yang terengah-engah, berusaha melepaskan tangan kekar Jeff yang melilit kuat perutnya.

"Terus kamu pikir, kalau Helena tahu dan datang kemari, dia akan membelamu, hm?" Jeff tertawa rendah, terdengar mengejek.

"Yang ada kamu yang ditampar, Sayang. Dan kamu juga yang akan dituduh menggoda suaminya," bisik Jeff lalu menggigit kecil daun telinga Kirania, sebelum bibirnya merambat turun menyusuri leher putih jenjang gadis itu, mengabaikan pemberontakan si empunya.

"Dengar, Kira. Di atas kertas Helena mungkin adalah istriku, tapi kau adalah milikku. Dulu, sekarang, maupun nanti."

Jeff mengusap perut rata Kirania dengan gerakan sensual. Menggerakkan tangannya ke arah bukit kembar gadis itu, menyentuhnya dari luar baju dan meremasnya lembut.

"Ssshhh ... Kak, stop ... lepas," lirih Kirania, mendesis pelan karena remasan Jeff di dadanya, tubuhnya kian gemetar.

"Tidak ada satupun laki-laki di dunia ini selain aku yang berhak atas dirimu, Kirania! Hanya aku, baby. Hanya aku," bisik Jeff penuh penekanan.

Ia menarik tubuh Kirania agar lebih menempel dengan tubuhnya. Membiarkan bokong bulat gadis itu merasakan miliknya yang mulai mengeras dibawah sana.

"Kau bisa merasakannya, hm? Dia selalu seperti ini jika bersamamu, bahkan sekalipun aku hanya membayangkan wajahmu saja," bisik Jeff serak, menggeram tertahan.

"Kau tahu, Kira? Tidak ada hal di dunia ini yang aku inginkan lebih daripada dirimu."

Tangan besar Jeff kemudian turun membuka satu persatu kancing piyama Kirania, tanpa memutus tatapannya dari mata gadis itu yang kembali berkaca-kaca.

"Aku sudah mencoba, tapi tidak berhasil. Setiap hari, aku semakin mendambakanmu, aku ingin mengurungmu, menciummu, membuatmu mendesah di bawahku dan menyebut namaku."

Kirania menggeleng, ia menahan tangan Jeff yang terus membuka kancing piyamanya, menatap Jeff penuh permohonan. "Jangan begini, Kak. Demi Tuhan, kau adalah suami dari kakakku. Meskipun aku tidak punya ikatan darah dengan Kak Helena, aku sangat menghargainya, begitu juga dirimu. Kau sudah seperti kakak laki-laki yang selama ini tidak pernah aku miliki."

"Sudah kukatakan bukan, aku tidak pernah menganggapmu adik iparku, Kira!" sarkas Jeff menggertak tertahan, jemarinya meraih kedua tangan Kirania, menahannya di atas kepala.

"Dan aku tidak pernah mencintai Helena." Sebaris kalimat pengakuan dari Jeff itu membuat Kirania terpaku.

"A-apa maksud, Kakak?" tanya Kirania pelan, seolah masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Saat akan bertanya lebih lanjut, ia baru sadar akan satu hal—ia mendongak, kedua tangannya yang semula ditahan Jeff di atas kepala, kini telah berubah terikat di kepala ranjang. Kapan Jeff melakukannya? Kenapa ia bisa tidak sadar?

Dengan panik Kirania menarik-narik tangannya agar terlepas dari ikatan itu, tapi hasilnya nihil, ikatan itu terlalu kuat. Napasnya tersengal, ia berpindah menatap Jeff yang sudah bangkit dari atas tubuhnya—menyeringai mengerikan ke arahnya, matanya jatuh pada gunting di tangan Jeff.

"K-kakak mau apa?" cicit Kirania, bergerak tidak karuan di atas ranjang, rasa takut menyelimuti dirinya.

"Menurutmu?" Jeff menyeringai. "You are mine, baby girl. Dan malam ini, aku akan mewujudkannya."

Kirania terpekik histeris, tangisnya pecah sejadi-jadinya ketika Jeff mulai menggunting sisa pakaian di tubuhnya. Ia menghentak-hentakkan tubuhnya sebagai bentuk perlawanan, tapi apa daya, ia tidak bisa kemana-mana sekarang, sehingga yang bisa ia lakukan hanyalah menangis dan memohon, tapi pria itu seakan tuli, bahkan seperti menikmati kegiatannya dalam menelanjangi Kirania.

"Hentikan ... Kakak!" Kirania menangis sejadi-jadinya, histeris dalam permohonan dan juga keputusasaan.

"Diam lah, Sayang. Nanti sekujur tubuhmu sakit, jika kau bergerak-gerak seperti itu." Tak ada sedikitpun rasa bersalah atau belas kasihan dari kalimat yang keluar dari mulut Jeff.

Rasa dingin perlahan menembus kulit tubuh bagian atas Kirania yang kini tidak tertutupi apapun lagi—piyama, tanktop bahkan bra itu sudah teronggok mengenaskan di lantai. Kini dua bukit kembarnya terpampang tanpa penghalang.

Air mata Kirania mengalir semakin deras, tubuhnya bergetar dalam rasa takut dan keputusasaan. Sekali lagi kepalanya menggeleng kuat, meraung hebat, matanya yang merah menatap Jeff penuh pengibaan.

Jeff membasahi bibirnya, jakunnya naik turun melihat pemandangan indah di depannya. Bahkan baru memandangnya saja, ia sudah menahan napas dan merasakan desakan yang begitu hebat pada sesuatu di pangkal pahanya.

Katakanlah Jeff gila, karena faktanya ia memang telah gila—tergila-gila dengan gadis yang kini terbaring tidak berdaya di bawah kuasanya.

"Kau benar-benar sexy, baby," seringai Jeff, mulai mencumbu tubuh Kirania.

BRAK!

Jeff menoleh ke arah pintu dan detik berikutnya satu pukulan telak menghantam rahangnya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

putri pertama
putri pertama
Di baca aja,karya dia gk pernah gagal pokoknya...
2026-01-12 15:04:41
0
0
Langit Parama
Langit Parama
2 ML sama² dominan, keren semua, jadi bingung Arsen or Jeff(。•́︿•̀。)
2026-01-09 22:33:04
1
0
novi lia
novi lia
good kak, udah kangen sm cerita kakak
2025-12-30 19:47:32
1
0
s_uci17
s_uci17
Coba aja mampir dulu, syukur² suka ...️
2025-12-20 09:10:02
1
0
s_uci17
s_uci17
Baca aja, syukur² suka ...
2025-12-20 08:41:39
1
0
32 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status