공유

Bab 83

작가: Jayden Carter
Si Pembantai menyeringai dengan tak acuh, tetapi senyum itu segera membeku di wajahnya. Pukulan yang tampak biasa saja itu tiba-tiba berubah dari kepalan menjadi jari yang menusuk lurus ke arah dahinya.

Dalam hitungan detik, si Pembantai sudah menghindar delapan kali. Namun, jari Arlo terus diarahkan tepat di depan dahi si Pembantai. Hati si Pembantai mulai panik. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ambang bahaya, untuk pertama kalinya dia merasakan kematian begitu dekat!

"Kukira kemampuanmu heba
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 844

    Saat Isyana masih berbicara, Nirmala sudah melayang pergi.Dia berdiri terpaku di depan pintu, tatapannya kosong. Di matanya terlintas secercah harapan yang bahkan dia sendiri tak bisa menjelaskannya. Benarkah Arlo akan datang? Jika mereka bertemu lagi, apa kalimat pertama yang harus dia ucapkan?....Sebelum meninggalkan Kota Naldern, Arlo sengaja menemui Victor dan berjanji akan lebih dulu pergi ke Kota Maia untuk menemui Isyana.Bagas juga secara khusus menelepon Arlo, memberi tahu tentang sikap aneh Dewa Militer. Arlo tahu, dengan adanya tenggat tiga bulan dari Dewa Militer, tidak ada pihak yang berani secara terang-terangan menyentuh orang-orang di sekitarnya.Karena tidak ada yang berani memprovokasi seorang "pembunuh" yang sudah dipojokkan ke jalan buntu!Tidak ada yang percaya Arlo bisa mengalahkan Dewa Perang Utara. Menurut mereka, Arlo sudah pasti akan dipenjara selama sepuluh tahun.Namun, Arlo sendiri tidak merasa itu adalah jalan buntu. Toh Dewa Perang Utara belum mencapai

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 843

    Wajah Nirmala yang sempat terkejut itu segera berubah menjadi senyuman jahil. "Pria sampah seperti itu memang harus diberi pelajaran!""Begini saja, nanti kalau dia datang, kita tanamkan serangga sejiwa. Setelah itu, dia bakal jadi nurut banget sama kamu.""Atau nggak, kita beri serangga pelahap hati. Setiap hari siksa dia selama dua jam, biar dia rasakan gimana rasanya saat hati dimakan ribuan semut!""Kalau masih belum puas, aku bantu lempar dia ke Lembah Sepuluh Ribu Naga, biar dia ketakutan setengah mati!""Kamu ini 'kan sudah mendapat berkah dari dewa, semua yang kubilang tadi bisa kamu lakukan dengan mudah. Kamu nggak mau coba?"Isyana menatap Nirmala sambil tertawa getir. Hari itu di rumah Keluarga Kardinegara, saat melihat Arlo melangkah maju, Isyana baru sadar betapa bodohnya dirinya di masa lalu. Perasaannya campur aduk, bahkan muncul keinginan untuk menghindar.Dia pergi ke Yubras dengan alasan berwisata, padahal sebenarnya seperti mengasingkan diri dalam keputusasaan.Belak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 842

    Arlo mengembuskan kembali seberkas energi murni, meniup balik asap racun itu. Kemudian, dengan energi di tangannya, dia kembali mengincar pusat energi Nirmala.Bayangan hitam memelesat dari rambut Nirmala. Dua serangga terbang seperti dikendalikan, langsung menuju kedua mata Arlo, bahkan sepenuhnya mengabaikan pelindung energi di depan tubuhnya.Dalam sekejap, pertarungan hidup dan mati terjadi di antara mereka.Ayah dan anak dari Keluarga Wiyoko sampai terpana melihatnya. Mereka cukup memahami teknik sihir.Biasanya seorang praktisi bisa memelihara satu atau dua jenis serangga saja sudah tergolong hebat, sementara serangga roh hanya bisa satu.Namun, wanita di depan mereka ini langsung mengeluarkan tiga jenis serangga roh. Betapa mengerikannya wanita ini, hanya mereka yang benar-benar paham yang bisa menyadarinya.Keduanya langsung waspada seperti sedang menghadapi musuh besar. Namun, mereka melihat Arlo justru menekan Nirmala di setiap langkah, membuat mereka semakin terkejut!"Sudah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 841

    Yukta terdiam sejenak, lalu berkata, "Aku mengerti niat Master Arlo dan sangat mengaguminya. Tapi ada satu hal yang harus kuingatkan.""Kalau melakukan ini, Master akan menyinggung banyak pihak. Bukan hanya pengobatan barat, tetapi juga para pewaris pengobatan tradisional."Fellis tidak mengerti dan bertanya, "Kenapa begitu? Bukankah mereka justru mendapat keuntungan?"Yukta menjelaskan, "Bu Fellis mungkin belum tahu. Beberapa resep ini juga dimiliki oleh pihak lain, bahkan sudah dikembangkan. Tapi Master Arlo memberikan versi yang lebih baik."Sambil berbicara, dia mengambil dua lembar resep dari tumpukan yang diberikan Arlo. "Contohnya pil ini. Di pasaran sudah ada dan diproduksi oleh Sekte Vitalitas.""Resep yang diberikan Master Arlo hampir sama, tapi perbandingan dosisnya berbeda. Dari yang aku tahu tentang Master Arlo, efek obatnya kemungkinan akan lebih baik dari milik Sekte Vitalitas. Nantinya pasti akan terjadi persaingan ...."Fellis pun langsung mengerti. Di pasar obat, mema

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 840

    Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, sosok Dewa Militer sudah tidak terlihat lagi di dalam halaman kecil.Wajah Evaro sempat menunjukkan ketidakpuasan, tetapi dia tidak berani memperlihatkannya lagi. Dengan wajah muram, dia turun gunung bersama yang lain.Setibanya di pertengahan gunung, para tokoh besar itu akhirnya tak bisa menahan diri untuk berdiskusi."Apa maksud Dewa Militer? Bukankah ini sama saja melindungi Arlo selama tiga bulan? Apa orang yang punya bakat bela diri boleh bertindak sesuka hati?""Aneh sekali. Dulu juga ada anak muda berbakat luar biasa dalam bela diri, tapi Dewa Militer tetap menegakkan hukum dengan adil!""Apa istimewanya Arlo ini?""Bagas, apa maksudmu bicara seperti itu di depan Dewa Militer tadi?"Sepanjang waktu, Evaro tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia seolah-olah memiliki sedikit dugaan, lalu berkata dengan datar, "Karena Dewa Militer ingin melindunginya selama tiga bulan, kemungkinan ini berkaitan dengan urusan pengobatan Timur dan Barat yang pe

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 839

    Di luar ibu kota, di Gunung Jiroh.Sejak zaman dahulu, Gunung Jiroh yang bersebelahan dengan ibu kota, terhubung ke Asteria bagian barat dan gerbang luar di timur, juga telah lama dikenal sebagai benteng penting menuju ibu kota.Gunung ini tinggi dan terjal, menjulang menembus awan. Puncak demi puncak bertumpuk, hutan lebat membentang, jarang ada jejak manusia.Namun, di salah satu puncaknya, ada sebidang tanah yang telah dibersihkan, dibangun dua rumah beratap genteng dan sebidang kebun sayur, tampak seperti pekarangan rumah petani yang sangat biasa.Saat ini, di depan gerbang halaman berdiri tujuh atau delapan pria paruh baya. Jika ada anak bangsawan ibu kota di sini, mungkin bola matanya akan langsung copot karena terkejut.Dari tujuh atau delapan orang ini, siapa pun di antara mereka, cukup mengentakkan kaki saja sudah bisa mengguncang suatu daerah.Bahkan Bagas, sebagai pemimpin tertinggi militer di Provinsi Hareast, hanya bisa berdiri di bagian paling belakang."Evaro memohon ber

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 147

    Buana benar-benar orang yang tidak tahu malu! Chairil adalah pegawai rendahan di perusahaan, jadi dia tidak pernah melihat sifat asli bosnya. Chairil sangat kesal sampai-sampai tubuhnya gemetaran.Sementara itu, Arlo tetap bersikap tenang. Bahkan senyum di wajahnya makin lebar.Buana meneruskan, "Ad

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 156

    Paviliun Surgawi adalah pusat jual beli barang antik yang paling besar dan terkenal sejak lama di Kota Naldern. Bangunannya bergaya klasik dan terdiri dari delapan lantai.Kemegahan Paviliun Surgawi tidak kalah dari Kota Boga. Namun, Paviliun Surgawi berbeda dengan Kota Boga yang kacau. Paviliun Sur

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 121

    "Ya, ini aku, Paman Fikri! Kunci mobilnya mana? Aku bantu Paman kirim barang. Aku jamin pasti sampai tepat waktu!" kata Arlo sambil tersenyum."Kamu ... kamu kok datang ke sini? Masa aku nyusahin kamu buat antar barang?" Fikri tampak ragu.Arlo adalah teman baik putranya. Waktu libur musim panas kel

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 134

    "Kamu siapa, cepat lepaskan aku!"Preman itu mengancam sambil melirik Chairil, lalu berteriak marah, "Kurang ajar! Berani-beraninya panggil bantuan! Mana uangnya? Bawa orang itu nggak ada gunanya!"Arlo langsung menghantam wajah preman itu dengan satu pukulan keras. Hidung si preman langsung penyok,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status