Mag-log in"I thought you loved me!" He cut me off instantly. "Didn't we agree to run away together?" I cried, "Maxwell... I swear on my life, I had no idea this was going to happen. My mom planned everything and…" He dismissed me with a wave of his hand. "Cut it off, step-sister," he said, heading to his car. "Maxwell! Maxwell! Please don't leave me with that son of a bitch!" I shouted desperately. Anastasia, a recent college graduate, is torn between her forbidden love for her stepbrother Maxwell and her mother's demands to marry Ryan, a stranger. When she discovers she's carrying Maxwell’s child, her world spirals out of control. Trapped in a loveless marriage with a monster, she longs for Maxwell, but he's nowhere to be found. Just when she thinks all hope is lost, Maxwell's father steps in—but he's determined to keep her for himself. She's stuck. Damn it!
view more“Dasar pelayan tolol! Kerja tuh yang bener! Saya tadi nggak pesan ini!” teriak seorang pria dengan amarah menggebu-gebu. “Kamu tuh–” Makian tamu pria itu terhenti kala melihat wajah pelayan yang sedang melayani mejanya. “Ya ampun, pantesan nggak becus, ternyata kamu Raja!”
Pelayan bernama Raja itu memasang wajah datar kala mendengar hinaan yang diarahkan padanya. Walau sebenarnya gelas anggur itu bukan disenggol olehnya, melainkan tamu pria itu sendiri, Raja tetap membungkuk hormat dan meminta maaf, “Maaf, Pak. Saya akan coba sampaikan ke dapur untuk mengonfirmasi pesanan Bapak sebelumnya.”
“Maaf, maaf, kamu kira masalah ini bisa selesai dengan kata maaf aja?” balas tamu pria itu dengan tatapan nyalang. “Aku dan teman-temanku udah nunggu hidangan dari tadi! Waktu kami tuh berharga tahu?! Kamu kira kamu bisa ganti waktu yang udah kebuang untuk nunggu pesanan dari tadi?!” hardiknya. “Sial banget aku bisa dilayani sama kamu!”
Mendengar ucapan tamu pria itu, seorang tamu wanita yang berada di sebelahnya berceletuk, “Kamu kenal pelayan ini, Radit?” Maniknya menggerayangi tubuh pria di hadapan. Kalau bukan karena nampan berisi botol bir dan gelas serta pakaian khas pelayan hotel yang membalut tubuhnya, mungkin pria itu mampu menarik hati para wanita di sekitar dengan wajah rupawan dan tubuh kekarnya yang gagah. “Kok bisa kenal, sih?”
Pria bernama Radit itu menghela napas. “Sayangnya, iya.” Dia mendecakkan lidah seraya berkata, “Dia suaminya Ayyara, pria yang sering aku bilang nggak berguna itu loh?” hinanya tanpa memedulikan keberadaan Raja di tempat tersebut.
Wanita di sebelah Radit menutup mulutnya dengan satu tangan, lalu memandang Raja seakan sedang melihat benda kotor. “Ya ampun, yang kata kamu bisanya cuma habisin duit istri?” Dia memperhatikan penampilan Raja dari atas ke bawah. “Ganteng sih, mending jadi simpanan tante-tante aja daripada jadi pelayan, kayaknya duitnya lebih banyak.”
“Saya akan mengonfirmasi pesanan Bapak terlebih dahulu dengan pihak dapur,” ujar Raja dengan wajah datar, mempertahankan sikap profesionalnya. “Mohon menunggu, saya permisi.”
Raja Elvano Darmendhara, suami dari Ayyara Anindira yang merupakan cucu pebisnis kaya di Nusantara. Karena tidak memiliki latar belakang yang baik maupun keluarga yang kaya, awalnya pernikahan Ayyara dan Raja tidak direstui. Namun, ikatan cinta yang kuat di antara keduanya serta ketulusan dan kegigihan Elvano dalam mengejar sang cucu membuat Nugraha, kakek Ayyara, berujung menyetujuinya.
Hanya saja, walau mendapat restu, keluarga besar Nugraha tetap memandang rendah Raja yang dianggap sebagai menantu tak berguna. Seperti saat ini.
“Eh, kok malah pergi? Aku belum izinin kamu pergi!” seru Radit dengan sinis.
Raja menghentikan langkahnya, lalu melihat sepupu Ayyara yang menjadi tamu terhormat di restoran tempatnya bekerja. Dengan usaha untuk bersabar, pria itu berbalik dan bertanya dengan wajah datar, “Ada lagi yang bisa saya bantu, Pak?”
“Raja, dasar gak becus kamu! Kamu tahu ‘kan tugas seorang pelayan?” sindir Radit dengan sorot mata merendahkan. “Seharusnya, kamu tenangin aku dulu!”
“Menyedihkan sekali! Aku heran kenapa Ayya mau menikah dengan seorang pelayan rendahan sepertimu,” celetuk pria yang duduk di samping wanita seksi dengan mata tajamnya bergerak menyapu penampilan Raja dari atas sampai bawah.
Dia adalah Marcel Putra Wirdoyo, seorang putra konglemerat yang juga manajer HRD di perusahaan WNE Group tempat Ayyara bekerja. Dia punya dendam pada Raja karena dulu gadis itu lebih memilih menikah dengan seorang pelayan rendahan dibandingkan dengan dirinya yang punya kekayaan melimpah.
“Dasar suami tak berguna! Coba kalau dulu Ayya mau menikah denganku, pasti hidupnya gak menderita seperti sekarang. Gak perlu capek-capek kerja. Tinggal duduk manis, belanja, jalan-jalan ngabisin uang.” Marcel melihat Raja sembil menaik-turunkan alisnya, menghina!
“Itu karena Ayya terkena pelet,” sindir Radit dengan tatapan sinis. “Dia pikir aku enggak tahu isi kepala orang-orang miskin sepertinya? Dia memanfaatkan Ayya untuk mengincar harta keluarga besar Nugraha. Enggak usah mimpi!”
Raja mengerutkan kening mendengar ucapan Radit. Menyakitkan! Tuduhan itu sangat menyakitkan baginya! Apalagi Marcel dan semua orang juga ikut-ikutan mengutuknya dengan kata-kata sampah.
Namun, dia berusaha sabar dan membalas dengan senyuman. Percuma meladeni orang-orang itu, semua jawaban pasti salah dan berakhir dengan sebuah penghinaan yang menyakitkan.
“Lihatlah gembel itu! Dia malah senyam-senyum seperti orang gila,” ujar Marcel dengan nada mengejek.
Raja tetap menerbitkan senyuman, sebisa mungkin menahan diri supaya tidak emosi, “Mohon maaf, Pak. Jika tidak ada keperluan lain, izinkan saya ke luar. Saya harus mengonfirmasi pesanan Bapak, bukan begitu?”
“Hei, Gembel! Kami tamu terhormat di sini. Kamu harus melayani kami. Paham, gak sih? Atau mau aku laporkan biar kamu dipecat?” bentak Radit sembari menggebrak meja pelan. Kesempatan baginya untuk mengerjai Raja habis-habisan.
Di titik ini, tiba-tiba Marcel mengeluarkan kartu bank berwarna emas di dalam kantong saku, “Hei Sampah! Kamu tahu gak ini apa?”
Melihat Raja tidak berbicara, pria itu mendecakkan lidahnya, “Ah lupakan saja. Orang miskin sepertimu pasti baru melihatnya. Di dalamnya ada uang 1,5 milyar. Bahkan uang 1,5 milyar ini menjadi milikmu jika kamu suruh istrimu tidur melayaniku satu malam saja. Dengan uang sebanyak ini kamu bisa mengakhiri penderitaanmu.”
Beberapa saat semuanya terhening, sebelum akhirnya mereka tertawa mendengar candaan itu. Namun, tidak dengan Raja.
“Terima aja tawaran Marcel. Kamu jangan sia-siakan uang sebanyak ini. Susah loh dapetnya, seumur hidupmu gak bakalan punya uang 1,5 milyar. Cuma perlu suruh istrimu tidur dengan Marcel satu malam saja, terus selesai!” Radit seolah-olah membujuk. Kedengarannya memberi saran, tetapi itu sangat menyakitkan hati Raja.
Mendengar itu, api di dalam diri Raja semakin membara. Dia bisa diam menerima segala penghinaan terhadap dirinya, tetapi tidak dengan istrinya, “Cukup!”
“Kenapa kamu marah? Padahal kamu bakalan mendapatkan uang 1,5 milyar jika kamu menerima tawaranku. Biarkan aku mencicipi tubuh Ayyara satu malam saja, urusan selesai,” ledek Marcel sembari memainkan lidahnya.
Mendengar itu, wajah Raja memerah dan otot-otot di lehernya menyembul di atas permukaan kulitnya. Kemarahan tak lagi terbendung, dia melangkah menghampiri ke tempat Marcel duduk dengan tatapan mata berkilat iblis, “Aku tidak peduli bagaimana kalian menghinaku, tapi jangan kalian hina istriku!”
Melihat Raja yang sepertinya akan berbuat macam-macam pada sang direktur HRD, Radit bangkit dari duduknya. “Hei, Curut! Mau apa kamu?”
“Berani sama aku?” Marcel menatap dengan mata melotot pada Raja yang melangkah semakin dekat ke arahnya.
Tanpa mengatakan apa pun lagi, Raja mengangkat tangan kanannya dan melayangkan kepalan tangannya ke arah wajah pria yang telah menghina istrinya.
“I'm so sorry Anastasia.” I hear Maxwell whisper, still not looking at me but I can see the glistening oftears in his eyes. “You might never forgive me but I'm so sorry Ana, I should have known you wouldn'thave done something like that, I should have trusted you.” Maxwell says and I wanted nothing more thanto be in his arms in these times.“No, I lied, you were in pain and you were being manipulated.” I say, I was hurt and I wasn't about to healanytime soon but Maxwell was as much as a victim in this, I have no idea how he must have felt all thetime he spent thinking the woman he loved killed his child.1“Thank you so much Ana, he's the greatest gift and redemption.” Maxwell says sniffling so hard.I hold my hand out towards him. “Come here.” I whisper, my own eyes glistening with tears.Maxwell slowly walks towards me like he was carrying the whole world on his shoulders. He kneels infront of me.I hold his broad shoulders closer to me and Maxwell looks like a child whose guil
“Oh God,” I mutter to myself when I suddenly feel a hard push on my abdomen.“You have got to be kidding me.” I whisper to myself when I feel water underneath my thighs.What was happening? Panic suddenly filled my every pore. I felt more fear than I did the overwhelmingpain in my very gut.I needed help and fast, the baby was coming. I groan out loud and try to push myself up when another bultof pain decided to rack through my body.“Ana? Ana!!” I hear screams of my name coming from outside of the house, my already pulsing heartnearly stopped the moment I recognized who the voice belonged to.“Maxwell.” I whisper to myself, too weak to speak any louder.“Ana.” Loud footsteps march past the open wide doors and a disheveled looking Maxwell stands directlyin front of me.Confusion takes over his features first and then shock as his eyes access the situation and mess in theroom and then fear as he watches me bleeding out on the floor.“Ana?” He calls running towards me. “What happen
“What did you just say to me?” Ryan asks, clicking the gun at me.“What, you can dish out food but you can't eat it?” I ask him. “I said you are a daddy pleasing bastard youknow that or don't you?” I say and Ryan angrily takes long strides towards me, pointing the gun directlytowards the side of my head and I glare at him instead of shrinking away in fear.“Do you know what will happen to entire family if Dominic Garcia finds out something happened to mein your home, you could have it all covered up with the law but he will find you at the end of the day andhe won't stop until you are rotting six feeth underneath.” I stubbornly state, I wasn't so sure about all that Ijust said but one thing I knew was Dominic Garcia was immensely protective for a reason quite unknownto me.Ryan needed me so I knew he wouldn't pull the trigger unless his bipolar self and easily angeredtemperament was too much for him to handle.“Ryan please stop.” Beatrice begs coming to put a hold on Ryan's sho
“That's good.” I mutter tiredly, seeing them all go down the drain was all I wanted but now it's actuallyhappening, I'm not that too interested.“I think a warrant should be going out for both your mother and step father any moment from now. This isbig Ana. Are you okay?” Jersey asks me in concern.“Yeah I guess.” Jersey says.“I'm going to bed.” Jersey says and I know she's only saying that because she feels the need to give mespace.“Thank you Jersey.” I tell her as she walks away and she gives me a smile.“Anytime Ana.” Jersey says.The next morning, I make up my mind but first, I'm making sure to get an official divorce from Ryan, Idon't want to forever feel like I'm in a bondage no matter how far I run. I want to be certain nothing holdsus together anymore.“Jersey I'm going out.” I tell her, getting my keys.“Where are you going?” Jersey asks knowing the store was closed for a long while.“To Ryan's, I'm going to get a divorce.” I tell Jersey determined as I step out of the
I give myself a moment before heading outside to go downstairs to the dinner table. No matter what Ryan said, I didn't bother to get all dressed up. I picked up the first pair of anything decent that I could find, I wore a long and baggy pants with an extra large hoodie.I climb down the stairs as sl
Jersey and I fall into her apartment, laughing about very stupid jokes after another.“Oh my God I cannot believe you have not watched a series as good as Good girls.” Jersey says in exaggeration, faking an appalled expression and I burst out laughing.“Movies are not exactly my thing.” I tell Jersey
My eyes blink at the man in front of me.“You are sure?” I ask stupidly still in confusion and the man's silence makes me feel even stupid.“Your Husband is Ryan Morgan?” The man suddenly brings up a question, he must have been curious after hearing my surname.Dominic Garcia's eyes search my face as h
We get into the most expensive and and secluded restaurant in the whole of the state. Dominic Garcia's personal assistant left me this address as at yesterday. I let out a shaky breath as Jersey gets in front of me the moment we reach the receptionist table. “Dominic Garcia's reservation.” Jersey sa












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.