قانون الجسد

قانون الجسد

last update最終更新日 : 2026-06-29
作家:  Ariel Sterling 連載中
言語: Arab
goodnovel18goodnovel
10
2 評価. 2 レビュー
43チャプター
18.8Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

الرومانسية المظلمة

الشخص الأول

الخيال الشرقي

Alpha

أكوان متوازية

بعض الروابط لا يمكن تجاهلها. أربعون قصة لا تُنسى تجمع غرباء وأصدقاء ومنافسين وتوأم روح، تتغير حياتهم بلقاء واحد غير متوقع. من الجار الذي يصبح أهم بكثير مما كان متوقعًا، إلى رجل الأعمال الناجح الذي ينقلب عالمه المنظم رأسًا على عقب، تستكشف كل قصة تحديات اتباع القلب عندما تُملي الظروف خلاف ذلك. تُكشف الأسرار، وتُختبر الولاءات، وتُكسر القلوب وتُشفى. على طول الطريق، يكتشف أناس عاديون روابط استثنائية تُشكك في كل ما ظنوا أنهم يعرفونه عن الحب والثقة والقدر. وعندما يطلع القمر، تبدأ قصة من نوع آخر. من بين هذه الحكايات رحلات إلى عالم يُوجه فيه القدر كل خطوة، وتربط فيه روابط قوية الأرواح عبر الأجيال. في هذه القصص، يجب على الشجاعة والوفاء والحب التغلب على الخوف والتحيز والصعاب المستحيلة. مجموعة قصصية مليئة بالمشاعر والتشويق والأمل وشخصيات لا تُنسى، تحتفي بالطرق العديدة التي قد يجدنا بها الحب عندما لا نتوقعه. أربعون قصة. أربعون رحلة. أربعون فرصة لتؤمن بالحب. افتح الصفحة الأولى واكتشف إلى أين يقودك قلبك.

もっと見る

第1話

فخ المصعد: الفصل الأول

“Hah… Hah…. Hah….”

Ji Yuan berlari terus dan terus hingga dirasa nafasnya akan segera habis. Dia berbelok ke kanan dan terus berlari. Dibelakangnya ada sekitar tujuh pria tegap berpakaian jas hitam mengejarnya. Ji Yuan tau apa mau mereka. Mereka ingin menangkapnya untuk membuat materi baru untuk pembuatan Bom.

Materi baru yang Ji Yuan temukan setelah mencoba mencari pengobatan penyakit langka pada anak – anak. Secara tidak sengaja dia mengungkap materi baru itu, Bioriptor. Ledakannya sangat dahsyat hingga bisa menghancurkan seperempat bumi hanya dengan satu tetes materi baru itu.

Nafasnya terengah, Ji Yuan Sudah kehabisan jalan. Apa yang harus dia lakukan? Proyek pencarian obatnya terbayang dikepalanya, sedikit lagi… ya sedikit lagi. Dia hanya tinggal sedikit lagi menemukan komposisi antar materi yang harus dia racik. Sebentar lagi anak – anak yang terbaring tak berdaya itu berhasil dia selamatkan.

Apa yang harus dia lakukan? Jika dia tertangkap, dia hanya akan dipaksa untuk membuat materi peledak itu. Tidak! Dia tidak sanggup menanggung jutaan nyawa yang akan menjadi korban.

Ji Yuan tersandung, kakinya sudah melemah. Tubuhnya sudah tidak bisa dipaksakan lagi. Kakinya sudah tidak mau lagi menopang tubuhnya untuk terus berlari. Paru – parunya bahkan sudah menjerit kesakitan.

Ji Yuan menutup matanya. Tuhan… hanya satu yang aku pinta, beri aku kesempatan untuk menyelesaikan penelitian ku. Beri aku kesempatan untuk membantu anak – anak itu.

Terdengar banyak langkah kaki mendekat.

Ji Yuan benar – benar tidak mau ditangkap dan dibawa oleh mereka. Demi Tuhan dia tidak mau membuat peledak itu.

Diingatnya jika dia memiliki beberapa materi di tasnya, dibukanya tas yang dibawa, memeriksanya satu – persatu.

Kepalanya menggeleng samar. Senyum sumir tercipta di bibirnya yang kini ikut memutih. Wajahnya pias.

Dia tidak punya kesempatan lagi, hanya ini satu – satunya cara.

Dilihatnya lingkungan dimana dia kini berada, diperhitungkan luas dan jarak, dia tidak mau ada korban tak bersalah disini. Cukup dia dan beberapa orang penjahat ini saja.

Perhitungan materinya tidak pernah salah. Ji Yuan adalah seorang penyuling materi yang sangat akurat.

Helaan nafas terdengar lirih dari mulutnya.

Selesai…

Ji Yuan berdiri dengan kaki gemetar. Kakinya masih lemah untuk menopang tubuhnya. Dengan berpegangan pada sebuah tembok, Ji Yuan berdiri dan menyambut pada penjahat itu. Senyum dingin dia berikan saat mereka mendekat.

“Menyerah saja Nona. Cepat atau lambat kamu pasti akan jatuh ke tangan kami.” Seorang dari tujuh pria itu mendekat dan tersenyum merendahkan.

Ji Yuan hanya berdiam tidak menanggapi. Dia menunggu mereka semua masuk dalam lingkup ledakannya.

“Aku tidak mau.” Ji Yuan berkata dengan suara yang datar. Jantungnya berpacu cepat. Dia hanya berdoa semoga dia tidak perlu melakukan ini.

Pria yang paling besar berjalan semakin mendekatinya. Keenam orang lain mengikuti. Ji Yuan menghitung jaraknya. Sebentar lagi.

“Kamu tidak mau?” Ucapnya lalu tertawa. Suara tertawanya bagaikan lonceng kematian bagi Ji Yuan.

“Tidak apa – apa. Kami hanya ditugaskan untuk membawa mu. Tidak disebutkan hidup atau m*ti. Kemungkinan kami hanya membutuhkan otakmu saja. Jika itu rusak, baru menjadi masalah. Nyawa mu tidak ada urusannya dengan kami.” Ucapnya lagi dengan tatapan yang menjijikkan.

Ji Yuan menelan ludahnya yang kering. Dia tertawa miris. Haruskah senjatanya didekatkan ke kepalanya. Agar dia memastikan otaknya tidak akan tersisa untuk mereka?

Ji Yuan tertawa miris. Hidupnya sungguh kasihan. Yatim – piatu tinggal di panti asuhan dan asrama. Seumur hidupnya dia harus bekerja keras untuk bertahan hidup.

Kini dia harus mengakhiri hidupnya sendiri. Sungguh sebuah Ironi. Hal yang sangat keras dia perjuangkan, kini harus berakhir ditangannya sendiri.

"Begitu…” Ji Yuan menatap mereka satu persatu. “Kalau begitu kemari dan ambilah…”

Para penjahat itu tersenyum kejam lalu mulai mendekati Ji Yuan, selangkah demi selangkah. Ji Yuan memandang mereka dingin, menghitung jarak. Sedikit lagi…

Tiga…

Dua…

Satu…

Boooommmm….

Ji Yuan meledakkan mereka semua, tubuhnya hancur berkeping – keping hingga nyaris berupa serpihan. Begitu juga dengan ketujuh orang yang mengejarnya. Tuhan… berikan aku kesempatan menemukan obat bagi anak – anak itu. Atau setidaknya biarkan mereka menyelesaikannya untuk ku. Pinta Ji Yuan dalam hatinya.

*

Rasa sakit disekujur tubuhnya mulai memudar. Ji Yuan mengernyitkan dahinya, tubuhnya basah kuyup karena keringat. Perlahan reseptor tubuhnya kembali berfungsi. Dia mulai mendapatkan rasa tubuhnya kembali.

Punggungnya merebah pada sebuah selimut bulu yang halus namun tipis, tumpukan Jerami dan kapas yang sudah mengeras terasa di punggungnya. Tangan dan kakinya kebas, kepala yang terasa berat.

Ji Yuan, mencoba meraba tubuhnya. Dalam ingatan terakhirnya semua bagian tubuhnya hancur lebur menjadi potongan kecil. Utuh! Semuanya masih ada. Llu dimana, kah dia? Apakah Dewa neraka urung menjemputnya?

“Ju Yuan… Ji Yuan… Ada Tuan Bo Senggu dari Akademi Hanlin mencari mu.” suara seorang pria tua yang berwibawa terdengar dari luar.

Ji Yuan mengernyit, Akademi Hanlin? Apa di neraka ada Akademi Hanlin?

Setelahnya, ingatan seorang wanita dengan nama yang sama masuk ke dalam kepalanya. Dia memiliki nama yang sama, Ji Yuan. Putri Guru Negara yang menikah dengan gadis dari bangsa lain, dan memutuskan untuk hidup di perbatasan.

Saat Ji Yuan, pemilik tubuh, menginjak usia tiga belas tahun, kedua orang tuanya meninggal karena sakit yang misterius. Awalnya Ibunya, kemudian dalam dua minggu Ayahnya menyusul.

Maka Ji Yuan tinggal sendiri di rumah peninggalan kedua orang tuanya. Selama ini dia bertahan hidup dengan bantuan pada penduduk desa yang masih menjunjung tinggi saling tolong – menolong dan juga karena Panatua desa yang sangat  menyayanginya.

Namun dua hari lalu, Ji Yuan, pemilik Tubuh mulai terserang penyakit misterius itu. Penyakit yang sama yang merenggut Ayah Ibunya. Tapi Ji Yuan, menyembunyikannya. Dia tidak mau warga desa tahu.

Ji Yuan asli yang kesepian merindukan Ayah Ibunya, menyebabkan dia hanya berbaring pasrah menanti Ayah Ibunya, menjemputnya.

Pada hari kedua sakitnya, Ji Yuan pemilik tubuh ini benar – benar pergi. Namun, siapa sangka, Ji Yuan dari jaman lain, yang masuk ke dalam tubuh pemilik.

“Ji Yuan!!” panggil pria tua itu lagi.

Dalam ingatan pemilik asli tubuh ini, itu adalah suara kepala desa.

Ji Yuan mengankat tangannya, menatap tangan ramping kecil berkulit halus dan pucat. Tangan itu meraba wajah dan tubuh pemilik asli yang sudah basah oleh keringat.

“Ji Yuan! Apa kau ada di dalam?” suara Paman kepala desa lagi terdengar.

“Aku telah bertransmigrasi…” lirih Ji Yuan.

Dengan perlahan, Ji Yuan bangun dan mengganti pakaiannya, lalu keluar dengan perlahan.

“Paman Ji Bao.” Sapa Ji Yuan.

“Kamu… Apa kamu sakit?” Paman Ji Bao menatap Ji Yuan dengan khawatir.

“Aku sudah lebih baik.” Jawab Ji Yuan.

Kepala desa menatap Ji Yuan masih dengan tatapan khawatir.

”Tuan Bo Senggu, mencari mu.” ucap Ji Bao setelah melihat Ji Yuan yang tampaknya berdiri tegak, tidak kesakitan.

“Nona, saya mengundang Anda ikut seleksi untuk menjadi guru di Ibukota. Kaisar memutuskan mendirikan Akademi khsusus Putri. Dan mencari guru wanita berbakat di seluruh negeri. Selamat. Anda terpilih mewakili daerah kita.” Ujar Bo Senggu dengan penuh semangat.

Ji Yuan tersenyum samar. Apa ini? Dia baru saja masuk ke zaman ini dan sudah harus mengikuti tes seleksi?

*****

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

レビュー

Zina Zina
Zina Zina
انصحكم برواية جديدة العدو الذي سرق قلبي جميلة جدا رومانسية واحداث سريعة وتنزيل يومي مرحبا بكم
2026-07-20 04:57:37
0
0
تامر السيد احمد تامر احمد
تامر السيد احمد تامر احمد
انصحكم بقراءة رماد القمر تحفة
2026-07-01 19:43:44
0
0
43 チャプター
فخ المصعد: الفصل الأول
إيليناكانت خطواتي تدق على أرضية الرخام الباردة في الردهة كدقات قلب محمومة لا أستطيع السيطرة عليها. كانت الساعة تقارب الحادية عشرة والنصف مساءً، وكان المبنى بأكمله يبدو خاليًا بشكل غريب. ذلك النوع من الصمت الذي يضغط على الجلد. يوم عمل آخر دام أربعة عشر ساعة في الوكالة استنزفني تمامًا، ولكن في اللحظة التي عبرت فيها الأبواب الزجاجية، تحول إرهاقي إلى شيء آخر تمامًا.ترقب.خوف.وذلك الخفقان الخافت المخجل الذي كنت أحاول تجاهله لأسابيع.لأنني كنت أعرف أنه قد يكون هنا.ماركوس فيل.عدّلت حزام حقيبتي على كتفي، وأنا أملس تنورتي الضيقة بيديّ المرتجفتين. التصقت بلوزتي الحريرية الكريمية التي كنت أرتديها بصدرِي من رطوبة الخارج، وشعرت بالفعل بحلمتيّ تنقبضان على دانتيل حمالة صدري بمجرد التفكير فيه. يا إلهي، كم كنت مثيرة للشفقة. ثلاثة أشهر من هذا. ثلاثة أشهر وأنا أركب المصعد نفسه مع رجل بالكاد يكلمني، ومع ذلك كان يُفسد عليّ نفسي في كل مرة.ضغطتُ زر المصعد بقوةٍ زائدة، وعضضتُ شفتي السفلى. أرجوكِ لا تجعليه هنا الليلة. أرجوكِ دعيني أصعد إلى الطابق العلوي دون أن أُحرج نفسي.انفتح البابان بصوت رنين خفيف.و
続きを読む
فخ المصعد: الفصل الثاني
ماركوستباً.كنتُ منتصباً كالفولاذ حتى قبل أن يتوقف المصعد.في اللحظة التي دخلت فيها إيلينا إلى المصعد هذه الليلة، بتنورتها الضيقة التي تُبرز مؤخرتها المثالية وصدرها الممتلئ الذي يكاد ينفجر من تحت بلوزتها، انتفض قضيبِي بشغفٍ جامح. ثلاثة أشهر. ثلاثة أشهر لعينة وأنا أركب هذا المصعد معها، أستنشق عبيرها الزهري العذب، وأراقب كيف تتمايل وركاها وهي تبتعد عني. لقد استمنيتُ وأنا أفكر بها مراتٍ أكثر مما أود الاعتراف به، متخيلاً إياها تُحنيني، وأُباعد بين فخذيها، وأُغرق نفسي فيها حتى تنسى اسمها.والآن نحن محاصرون.وحدنا.ألقت أضواء الطوارئ بضوءٍ خافتٍ مائلٍ للحمرة على المكان الصغير، مما جعل كل شيء يبدو أكثر حميمية. أكثر خطورة. وقفت إيلينا مُلتصقةً بالجدار المُغطى بالمرآة، صدرها يرتفع وينخفض بسرعة، ووجنتاها مُحمرتان بلونٍ وردي جميل. كانت حلمتاها منتصبتين. واضح. حلمتان صغيرتان ضيقتان تتوسلان لفمي.تراجعتُ خطوةً إلى الوراء ببطء، تاركًا لها مساحةً رغم أن كل غريزةٍ كانت تصرخ في وجهي لأقترب منها وألصقها بالحائط.تمالك نفسك يا ماركوس. لا تُخيفها.لكن يا إلهي، كانت رائحة إثارتها تفوح في الهواء، خفيفة، ح
続きを読む
فخ المصعد: الفصل الثالث
إيليناشعرتُ وكأن الهواء في المصعد يتقلص من حولنا.كل ثانية تمر تجعل التنفس أصعب. التفكير أصعب. التظاهر بأنني لا أفقد عقلي أصعب.كان ماركوس يقف على بُعد قدمين مني الآن، يراقبني كحيوان مفترس حاصر فريسته أخيرًا. كان صدره العريض يرتفع وينخفض مع أنفاس عميقة ومنضبطة. كان قضيبه الضخم والثقيل يبرز بشكلٍ فاحش من خلال بنطاله، واضحًا جدًا، وكبيرًا جدًا. لم أستطع التوقف عن التحديق. كان فرجي ينبض بشدة لدرجة الألم، ينقبض حول لا شيء بينما تستمر الرطوبة الجديدة في التغلغل عبر خيطي الممزق بالفعل.هذا جنون. نحن غرباء. بالكاد تحدثنا. لا ينبغي أن أرغب في هذا.لكنني رغبت فيه. يا إلهي، كنت أرغب فيه بشدة لدرجة أنني كنت أرتجف."إيلينا"، قالها مرة أخرى، بدا اسمي وكأنه خطيئة محضة على لسانه. "ترتجفين."كنتُ أرتجف. شعرتُ بضعفٍ في ركبتيّ. ألمٌ في حلمتيّ. كان بظري منتفخًا وينبض مع كل نبضة قلب. ضغطتُ ظهري بقوة على المرآة الباردة، محاولةً استعادة توازني، لكن ذلك لم يُؤدِّ إلا إلى زيادة ضغط بلوزتي على صدري. كنتُ أعلم أنه يستطيع رؤية كل شيء."أنا... لا أعرف ما الذي يحدث،" همستُ بصوتٍ متقطع. "لا يجب أن...""لا يجب أن
続きを読む
فخ المصعد: الفصل 4
ماركوسكانت إيلينا لا تزال ترتجف من نشوتها عندما سحبت أصابعي من فرجها المبتل وامتصصتها حتى نظفتها. انفجر طعمها الحلو، المسكي، الآسر على لساني، وجعل قضيبِي ينتصب بشدة حتى كاد يؤلمني.لم أعد أستطيع كبح جماحي."استديري"، زمجرتُ، وأدرتها قبل أن تتمكن من الرد. ضغطتُ صدرها على الحائط المرآة، فالتصقت وجنتاها ونهديها بالسطح البارد. دفعت مؤخرتها نحوي غريزيًا، ذلك المنحنى المستدير المثالي يتوسل إليّ."ماركوس..." همست بصوت أجش.سحبتُ تنورتها الضيقة حتى خصرها، ومزقتُ خيطها المبتل عن فخذيها بحركة واحدة عنيفة. كاد منظر فرجها العاري المنتفخ، اللامع، والمتدفق على فخذيها الداخليتين أن يجعلني أُمني في سروالي. "يا إلهي، انظري إلى حالكِ!" تأوهتُ وأنا أضغط على مؤخرتها وأباعد بين فخذيها. "مبتلة تمامًا، وتضغطين على لا شيء. هل تحتاجين قضيبِي لهذه الدرجة يا حبيبتي؟""أجل،" تأوهت وهي تدفعني للخلف. "أرجوك... أنا بحاجة إليه."حررتُ قضيبِي بيدٍ واحدة، وأطلقتُ فحيحًا بينما اندفع قضيبِي السميك والثقيل للخارج. تسع بوصات من اللحم المُعرّق، المُتألم، ورأسه يلمع بالفعل بسائل ما قبل المني. فركتُ رأسه السمين لأعلى ولأسف
続きを読む
فخ المصعد: الفصل الخامس
إيلينالم تتوقف ساقاي عن الارتجاف.كنت ما زلت ملتصقة بالجدار المرآة، وجسد ماركوس الضخم يغطي جسدي من الخلف، وقضيبه لا يزال مغروسًا عميقًا داخلي بينما تتلاشى آخر نبضات نشوته الثانية. تسرب سائل منوي كثيف ودافئ حول قضيبه، وسال على فخذي في مسارات بطيئة ومقززة. كنت أشعر بكل ارتعاشة، بكل نبضة منه داخلي. كان فرجي يؤلمني، متورمًا، ومدمرًا تمامًا، ومع ذلك كان لا يزال يرفرف بضعف حول قضيبه الضخم وكأنه لا يريده أن يرحل أبدًا.تأوهت بهدوء عندما انسحب مني أخيرًا. كان الفقدان مدمرًا. انسكبت كمية كبيرة من سوائلنا المختلطة على ساقي، وتقطرت على أرضية المصعد. كان من المفترض أن أشعر بالحرج. بدلًا من ذلك، كل ما شعرت به هو الاستسلام، والرضا، وبشكل غريب... الأمان.أدارني ماركوس برفق بين ذراعيه. يداه، نفس اليدين اللتين أمتعتاني بشدة، كانتا الآن رقيقتين بشكلٍ مفاجئ. وضع يديه على وجهي، يمسح بإبهاميه دموع اللذة الجارفة التي انهمرت من زوايا عيني."هل أنتِ بخير يا حبيبتي؟" سألني بصوتٍ خفيضٍ وخشن، لكنه كان أرقّ مما سمعته من قبل. حدّق في عينيّ بعينيه الداكنتين بقلقٍ حقيقي.أومأتُ برأسي، ثم هززتُ رأسي، ثم ضحكتُ ضحكةً
続きを読む
جدران رقيقة، أنين عالٍ: الفصل الأول
مفقودةكنتُ مثيرة للشفقة.كانت هذه الفكرة الوحيدة التي تدور في رأسي وأنا مستلقية على سريري في الساعة 1:47 صباحًا، عارية تمامًا، ساقاي مثنيتان ومفتوحتان، ثلاثة أصابع تتحرك بعنف داخل وخارج مهبلي المبتل والمتألم.دقات... دقات... دقات... دقات...كان صوت ارتطام رأس جاكس بعنف بجدارنا المشترك عاليًا، إيقاعيًا، وقاسيًا. كل دفعة قوية كانت تجعل سريري يهتز قليلًا. كنت أسمع صوت احتكاك الجلد المبتل بالجلد، وأنين الفتاة التي كان يدمرها هذه الليلة."يا إلهي، جاكس! أجل! يا إلهي، أنت عميق جدًا - بقوة أكبر! من فضلك مارس الجنس معي بقوة أكبر!" صرخت كالممثلات الإباحيات.انقبض مهبلي بشدة حول أصابعي. انفجرت موجة جديدة من الإثارة، تسيل على مؤخرتي وتغمر الملاءات. كنتُ غارقةً تمامًا. غارقةً في العرق. كان بظري منتفخًا وينبض بشدة لدرجة الألم. فركته بحركات دائرية سريعة ويائسة بيدي الأخرى، بينما كنتُ أُجاري إيقاع دفعاته عبر الجدار.كان الاحتكاك يُثير شيئًا عنيفًا بداخلي. كان جسدي يحترق. في كل مرة يصطدم فيها رأس سريره بالجدار، كنتُ أشعر به في أعماقي. كان الأمر كما لو أنه يُجامعني أيضًا، كما لو كنتُ متصلةً به عبر هذ
続きを読む
جدران رقيقة، أنين عالٍ: الفصل الثاني
جاكسفي اللحظة التي أغلقت فيها الباب على تلك الفتاة، عرفت أن ميا ما زالت مستيقظة.شعرت بها من خلال الجدار - ذلك الصمت الثقيل المحبط الذي كان يعقب دائمًا عندما تستمع إليّ وأنا أمارس الجنس مع فتاة أخرى. كان قضيبِي لا يزال زلقًا من فرج الفتاة الأخرى، لكنه كان ينتصب مجددًا، سميكًا وثقيلًا بين ساقيّ، لأنني كنت أعرف ما تفعله ميا الآن.ضغطت جبهتي على الجدار المشترك، وقلبي يدق بقوة في صدري. كان نبضي يتسارع. كان جسدي يحترق لمجرد التفكير بها.ثم طرقت الباب. ثلاث طرقات بطيئة ثقيلة تردد صداها في شقتينا.قلت بصوت منخفض وخشن، بالكاد أتحكم فيه: "أعلم أنكِ تداعبين نفسكِ الآن يا ميا. سمعتكِ تئنّين باسمي عندما كانت تصرخ على قضيبِي. سمعت كل صوت يائس أصدرتيه."صدرت منها شهقة مكتومة حادة. ثم ساد الصمت. لكن ذلك الصمت كان دليلاً على أنها تستمع. كان يعني أنني أحظى باهتمامها الكامل.ابتسمتُ بخبث، وأحكمتُ قبضتي على قضيبِي المنتصب، وحركته ببطءٍ وكسل. كان قضيبِي صلباً كالفولاذ، منتصباً بالكامل ويؤلمني. كان المذي يتسرب من رأسه."هل أنتِ غيورة يا حبيبتي؟ في كل مرة أحضر فيها فتاة إلى المنزل وأمارس معها الجنس، تستل
続きを読む
جدران رقيقة، أنين عالٍ: الفصل الثالث
مفقودةلم أعد أحتمل.كلمات جاكس البذيئة لا تزال تصمّ أذني، صوته العميق يصف بدقة كيف سيدمرني، ومهبلي كان غارقًا في الرطوبة لدرجة محرجة. فخذي كانتا تتلألآن من إفرازاتي. بظري كان ينبض كنبضة قلب ثانية، ينبض بالرغبة. أصابعي كانت مغروسة عميقًا داخلي، تتحرك بجنون، لكنها بدت الآن مثيرة للشفقة - لا تكفي أبدًا بعد سماعي له يتحدث هكذا. بعد سماعي له يعترف بأنه كان يستمع إليّ طوال الوقت.كنت أرتجف. حرفيًا، أرتجف من رأسي إلى أخمص قدمي.همستُ قائلةً: "تبًا لهذا"، وأنا أسحب أصابعي المبللة بصوت رطب جعلني أحمرّ خجلًا أكثر. بدأت أستوعب حقيقة ما كنت على وشك فعله. هذا يحدث بالفعل.لم أكلف نفسي عناء ارتداء ملابسي الداخلية. سحبتُ قميصي الفضفاض لأسفل قليلاً لأغطي مؤخرتي، وخرجتُ من شقتي حافية القدمين، وقلبي يدقّ بقوة في صدري كأنه يحاول الخروج. كان الممر مظلماً وهادئاً وخالياً. كانت حلمتاي منتصبتين بشدة، تبرزان بوضوح من خلال قماش قميصي الرقيق. كانت إفرازاتي تتقاطر على فخذي مع كل خطوة. شعرتُ برطوبة جسدي تغطي بشرتي.لم أطرق الباب.طرقتُ بابه بقوة كأنني غاضبة. لأنني كنت غاضبة - غاضبة لأنه كان يعذبني لأشهر، غاضبة
続きを読む
جدران رقيقة، أنين عالٍ: الفصل الرابع
جاكسفي اللحظة التي غرست فيها قضيبِي بالكامل في مهبل ميا الضيق الرطب، أدركتُ أنني قد نُكحتُ بكل الطرق الممكنة.كانت مثيرة ورطبة وضيقة للغاية لدرجة أنني تجمدتُ للحظة، وصررتُ على أسناني بشدة حتى آلمني فكي، وأنا أكافح رغبتي الجامحة في القذف الفوري كمراهق يخوض تجربة الجنس لأول مرة. كانت جدران مهبلها ترفرف وتتقلص حولي كما لو كانت تحاول حلبِي، تمتصني بعمق مع كل انقباضة، متعطشة لقضيبِي بشدة."يا إلهي، ميا،" أنينتُ على رقبتها، بصوتٍ مُنهك ومُتقطع. "أنتِ أفضل مما تخيلتُ طوال تلك الأشهر. هذا المهبل يخنق قضيبِي كما لو أنه خُلق لي. ضيق للغاية. مثالي للغاية."تأوهت تحتي، والتفت ساقاها حول خصري بإحكام، وغرست أظافرها في كتفي بقوة كافية لترك آثار. كان جسدها يرتجف من شدة الرغبة واللذة.توسلت بصوت يائس ومرتجف: "تحرك يا جاكس... أرجوك. أنا بحاجة إليه. أريدك أن تمارس الجنس معي".أعطيتها ما أرادت دون تردد.انسحبت ببطء، متلذذًا بكل بوصة وأنا أخرج، أشعر بجدرانها تنقبض محاولةً إبقائي في الداخل. ثم اندفعت بقوة، غارقًا فيها حتى النهاية. كان صوت احتكاك أجسادنا الرطبة فاحشًا للغاية. ارتد ثدياها بعنف مع قوة دفعات
続きを読む
جدران رقيقة، أنين عالٍ: الفصل الخامس
مفقودةكنتُ أطفو.شعرتُ وكأن جسدي بلا عظام، منهك تمامًا، ومُستَغَلٌ بأفضل طريقة ممكنة. كان جاكس لا يزال فوقي، يضغط بثقله عليّ في الفراش، وقضيبه الضخم لا يزال مغروسًا في داخلي بينما تتلاشى آخر نبضات نشوته. شعرتُ بسائله المنوي - ساخن، كثيف، وكثيف - يتسرب ببطء حول قضيبه ويتساقط على مؤخرتي. كنتُ غارقة فيه.كنتُ في حالة يرثى لها. متعرقة. أرتجف. كان فرجي ينبض ويؤلمني من شدة جماعِه لي، من عنفه في إيلاجِه، لكنني لم أُرِدْه أن ينسحب. ليس الآن. ليس أبدًا. أردتُ البقاء هكذا إلى الأبد، متصلة به، ممتلئة به.طبع جاكس قبلات ناعمة مفتوحة الفم على رقبتي وفكي، ولا يزال تنفسه متقطعًا وغير منتظم. مرّت يده برفق على جانبي، تُهدئ المواضع التي ضغط عليها بقوة قبل قليل، تلك المواضع التي ربما بدأت تظهر عليها الكدمات. كانت لمسته الآن رقيقة للغاية، مختلفة تمامًا عما كانت عليه قبل لحظات."هل أنتِ بخير يا حبيبتي؟" همس على بشرتي، بصوت أجشّ ولكنه حنون بشكلٍ مفاجئ. "هل آذيتكِ؟ لم أقصد أن أكون قاسيًا هكذا، لكنكِ... يا إلهي، أنتِ تُجنّنيني."أومأتُ برأسي بضعف، ثم ضحكتُ بصوتٍ لاهث عندما أدركتُ أنني لا أستطيع حتى التلفظ
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status