Kami pulang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku hanya sedikit meliriknya dari ekor mataku jika dia beberapa kali melihat ke arahku seakan-akan ingin mengajakku berbicara, tapi niat itu di urungkannya.Kami akhirnya sampai di rumah, aku masuk ke dalam kamar dan langsung melemparkan diri di atas ranjang, meringkuk di ujung ranjang dan membelakanginya.“Kita belum selesai Dara, jangan tidur dulu.”“Aku lelah.”“Aku tahu bukan itu yang terjadi padamu.” Aku merasakan dia berjalan mendekatiku. Lalu duduk berlutut tepat di hadapnku. “Aku hanya ingin tahu, apa yang terjdi denganmu?”“Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Apa yang terjadi di antara kalian?”“Dara, Amanda hanya teman untukku, tidaklLebih, dia hanya sahabat Lita, itu saja, dan aku hanya memberi simpati atas keadaannya saat ini.”Ohh ya tentu saja, semua ini pasti ada hubungannya dengan Lita, dia masih mencintai kekasihnya tersebut. “Jika aku melarangmu menemuinya, apa kamu akan melakukannya, Mas?”“Kenapa kamu me
Last Updated : 2026-01-27 Read more