LOGINMike memiliki dendam pada Revan, kemudian membalaskan dendamnya tersebut kepada Hana yang merupakan adik dari Revan. sayangnya, Hana yang polos tidak tahu menahu tentang rencana Mike, hingga Hana dengan mudahnya jatuh pada pesona Mike. Di sisi lain, Revan yang masih terbayang-bayang dengan kekasihnya yang sudah meninggal, dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa dia harus menikah dengan Dara, sahabat Hana. Dara rupanya telah memendam perasaan untuk Revan sejak lama. Lalu, bagaimanakah kisah cinta Mereka? dapatkah Hana membuat Mike jatuh cinta dan melupakan dendamnya? mampukah Dara membuat Revan melupakan masa lalunya dan berpaling kepadanya? Baca kisah cinta keduanya dalam cerita HURT LOVE ini...
View More-Dara-Aku duduk di atas kursi roda dengan lemahnya sambil menatap pemandangan taman rumah sakit yang indah, Mas Revan di sebelahku. Dia masih setia menggenggam tanganku, mengecupnya sesekali, mengirimkan gelenyar aneh yang merayapi sekujur tubuhku. Dia mengajakku berbicara, bercerita, tapi aku masih sama, tak menghiraukannya.Aku hanya takut, takut jika aku kembali menunjukkan rasa cintaku padanya, itu membuatnya mengabaikanku, membuatku tak terlihat di matanya, membuatnya tak merasa kehilangaanku.Setelah beberapa kata yang kuucapkan tadi pagi, aku tak berkata-kata lagi. Entahlah, aku juga tidak mengerti dengan tubuhku sendiri, aku tidak ingin dia meninggalkanku, aku hanya ingin dia merasa kehilanganku.“Dara, bicaralah lagi, kumohon.” pintanya yang kali ini sudah berjongkok di hadapanku.“Apa kamu tahu, aku benar-benar takut kehilanganmu, bicaralah lagi sayang.” katanya lagi. Sungguh, aku tidak dapat melihatnya sedih seperti sekarang ini. Aku lalu memandang wajahnya, mendaratkan
Aku mengetuk pintu apartemen Manda dengan sedikit lebih keras. Pintu masih belum di buka, lalu aku kembali mengetuknya lebih keras lagi. Tak lama pintu di buka mendapati sosok Manda yang sedikit terkejut dengan kedatanganku.“Revan, ada apa?” tanyanya kemudian.Tanpa banyak bicara aku menerobos masuk ke dalam apartemennya. berhenti di ruang tamu dan menunggu Manda hingga dia berdiri di hadapanku. “Ada apa Rev?” tanyanya setelah sampai di hadapanku.Aku lantas melempar foto-foto pemberiaan Mike itu ke hadapannya. “Jelaskan itu Manda.” Dan aku melihat wajahnya pucat pasi saat memandangi foto-foto tersebut. Foto editan itu milik Manda, mungkin dia memang sengaja membuatku meninggalkan Lita dengan foto-foto tersebut.“Aku, aku...”“Aku benar-benar tidak menyangka jika kamu akan melakukan hal selicik itu untuk menyingkirkan Lita dari hidupku.”“Aku tidak menyingkirkan dia, kamu yang mencampakannya.”“Aku mencampakannya karenamu!” Teriakku padanya. “Karena ulah sialanmu.” Aku kembali berte
-Revan-Penyesalan...Kata itu lagi. Tak cukupkah aku menyesal karena kepergian Lita? kenapa dengan bodohnya aku melakukan hal yang sama terhadap Dara? aku menyia-nyiakannya selama ini hingga saat dia sekarat seperti ini aku baru menyesalinya.Semua ini kesalahanku, aku tahu itu. Lebih dari seminggu yang lalu aku terkejut saat mendapati Manda penuh dengan darah diantara kedua kakinya. Aku melihat wajah kesakitan Manda dan juga wajah pucat dari Dara.Aku membawanya ke rumah sakit. Dokter berkata jika Amanda keguguran. Aku tahu yang lebih shock atas kabar tersebut bukan Manda, tapi Dara. Manda mungkin akan sedang, sedangkan Dara tidak, karena memang sejak awal bukannya dia ingin menggugurkan bayi itu? sedangkan Dara, dia menganggap dirinyalah yang seharusnya bertanggug jawab atas kehilangaan bayi Manda, perasaan bersalah itu tentu saja masih ada hingga kini.Sesungguhnya aku ingin membantu Dara melewati semuanya, mengatakan jika semuanya baik-baik saja, mengatakan jika itu bukan salahn
Sebelum ke makam Lita, kami menyempatkan diri untuk membeli karangan bungan untuk Lita. Tapi ketika sampai di depan sebuah toko bunga dekat pemakaman tersebut, aku melihat Mas Revan yang baru saja keluar dari toko bunga tersebut.Sedang apa dia di sini? Apa dia masih mengunjungi Lita hingga kini? dan pertanyaanku itu terjawab ketika aku melihatnya menyusuri jalan setapak menuju ke sebuah makam. Makam Lita. Dia terlihat duduk di sana, aku tidak tahu apa yang di ucapkannya. Tapi yang kulihat dari sini ada raut kesedihan di sana. Masih ada luka di hatinya, aku tahu itu. Tanpa sadar aku menangis lagi.“Dara, kamu tidak apa-apa? kupikir tidak seharusnya kita ke sini.” kata Hana menyadarkanku.“Ada baiknya kita ke sini Hana, setidaknya aku tahu di mana posisiku di hati Mas Revan.” lirihku.“Apa maksudmu?”“Apa kamu tidak melihatnya? Dia terlihat begitu terluka.”“Dara. siapapun akan terlihat terluka saat berada di hadapan makam orang yang di cintainya, setidaknya saat ini Mas Revan bahagia






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews