“Aku menang,” gumam Lingga sembari berusaha mempertahankan diri untuk tidak mundur maupun terjatuh ke tanah. ia melihat Maung Jaya dan semua bangsa siluman berlutut memberi hormat padanya.Pusak kujang emas masih berada di tangan kanannya, bersinar terang, memancarkan kekuatan ke berbagai arah.Suasana tampak sangat sepi, berbanding terbalik dengan beberapa waktu lalu. Tanah-tanah retak dan berlubang, banyak pohon yang tumbang dan saling tindih. Keheningan ini membuat Lingga mengingat semua perjalanannya di wilayah kekuasaan bangsa siluman.Lingga menoleh ke sekeliling ketika mendengar suara lonceng berdenting dan sapuan angin lembut. “Prabu Nilakendra?”Sosok Prabu Nilakendra muncul di belakang Maung Jaya, tersenyum tipis pada Lingga.“Selamat, kau berhasil melewati ujian pertamamu, Lingga. Kau berhak atas mustika. Setelah kau mendapatkan mustika itu, kau tahu apa yang harus kau lakukan.”Lingga mengangguk, terkejut saat melihat setitik sinar merah di tubuh Maung Jaya. Begitu menoleh
Read more