Malam itu Angga duduk sendirian di dalam apartemennya. Lampu temaram, meja berantakan dengan botol minum setengah kosong. Ia menatap kosong ke luar jendela, pikiran melayang jauh ke masa lalu."Amanda, seandainya waktu bisa diputar kembali."Angga menutup wajah dengan kedua tangannya. Ingatannya kembali ke hari-hari ketika Nessa jatuh sakit parah. Nessa ... adik angkat Amanda yang dulu begitu ia cintai yang mendadak kembali ke hidupnya dalam keadaan rapuh, tubuh lemah digerogoti penyakit mematikan.Saat itu, tanpa berpikir panjang, Angga meninggalkan segalanya. Ia fokus hanya pada Nessa. Hari-harinya penuh dengan jadwal rumah sakit, pengobatan, dan doa-doa yang ia bisikkan di sisi gadis itu.Di tengah semua itu, Amanda, perempuan yang selalu ada di sisinya, mulai meredup. Senyumnya tak lagi terlihat. Matanya semakin kosong. Angga terlalu buta untuk melihat."Aku sibuk jadi pahlawan buat orang lain tapi gagal jadi pelindungmu, Yang," suaranya pecah di ruangan sepi itu.Angga menelan se
더 보기