ANMELDENAmanda dan Angga menikah atas keterpaksaan. Sebuah tragedi yang memaksa keduanya untuk bersatu. Amanda diam-diam mencintai Angga meski laki-laki itu tak mengetahuinya. Selama pernikahan mereka terjadi, Angga justru tak menganggapnya sebagai istri karena bagi laki-laki itu Amanda bukanlah wanita yang dia inginkan.
Mehr anzeigenSuara pintu terbuka membuatnya langsung tersadar dari lamunan, dia menoleh dan mendapati wajah lelah dari laki-laki yang telah dia tunggu kepulangannya. Jika biasanya dia bersikap tak peduli, tetapi tidak untuk saat ini. Semua kejadian demi kejadian yang telah dilihatnya sendiri harus mendapatkan penjelasan.
"Bisa kita bicara dulu, Mas." Wanita yang tengah memakai kimono tidur itu memulai pembicaraan ketika sang suami berjalan di depannya tanpa menegur dirinya lebih dulu.
Laki-laki berkemeja kotak-kotak biru itu menghentikan langkahnya dan menghela napas dengan berat. "Aku capek, Yang. Kita bicara nanti saja."
"Aku maunya sekarang bukan nanti!"
Laki-laki itu mendongak dan menatap wajah polos sang istri dengan tatapan dinginnya. Sekuat tenaga ia mencoba menahan supaya tak sampai membentak wanita itu.
"Oke. Aku ganti baju dulu setelah itu kita bicara," putusnya karena tak ingin berdebat dengan sang istri malam-malam.
***
Helaan napas berulang kali laki-laki itu embuskan ketika mendengar semua perkataan sang istri. Hal yang telah ia takutkan kini telah terjadi. Namun, ia sendiri tak mampu berbuat lebih selain hanya diam, mengingat tentang perjanjian yang telah ia sepakati sebelumnya.
Kafe kecil di sudut kota malam itu terasa lengang. Lampu temaram, suara sendok beradu dengan cangkir dan aroma kopi memenuhi udara. Amanda duduk di hadapan Fara, wajahnya kusut, matanya masih tampak bengkak.Fara menghela napas panjang setelah mendengar curahan hati sahabatnya. "Jadi, Shadam sudah tahu kalau Dae-jung itu cuma ayah angkatnya? dan kamu juga sudah cerita soal Angga ke dia?"Amanda mengangguk lemah. Jemarinya gelisah memainkan sendok di cangkir cappuccino yang sudah dingin. "Aku nggak punya pilihan, Far. Shadam nemuin foto itu dan Jung juga akhirnya tahu semua masa laluku.""Terus? Reaksi Jung gimana?" tanya Fara hati-hati sekaligus penasaran.Amanda menunduk, suaranya bergetar. "Dia nggak marah. Malah semakin berusaha nenangin aku, tapi aku tahu hatinya pasti terluka. Aku takut, aku benar-benar takut kehilangan dia, Far. Aku udah jatuh hati sama dia. Aku beneran suka sama daejung."Fara menatap Amanda lekat-lekat. "Kamu bukan cuma takut kehilangan Jung, kan?"Amanda meng
Seperginya Amanda. Shadam langsung bangkit dari pura-pura tidurnya. Bocah yang hampir masuk SD itu membuka salah satu lemari rahasianya. Senyuman tipis terukir di bibir Shadam saat melihat selembar foto yang telah dia temukan secara tak sengaja di kamar Amanda."Kenapa mami nggak cerita ke Shadam kalau Om Angga itu papanya Shadam. Kenapa mami selalu bilang kalau dia orang asing," gumam Shadam sambil melihat foto tersebut dengan saksama."Berarti selama ini aku punya dua papa. Jadi yang temen-temenku bilang selama ini juga benar. Kalau papa Jung bukan papaku sendiri," kata Shadam lagi masih dengan perasaan bingung."Shadam sudah tahu semuanya?"Atensi Shadam langsung teralihkan ke pintu kamarnya yang memang terbuka. Di sana ada Dae-jung yang berpakaian sangat rapih dan sedang menatap ke arahnya. Pria yang selama ini selalu Shadam panggil papa itu akhirnya melangkah dan mendekat."Shadam sudah tahu? Sejak kapan?" tanya Dae-jung dengan suara yang lembut. Dia tak menyangka kalau Shadam me
Angga menghela napasnya dengan berat. Dia benar-benar tak menyangka kalau sifat penyabar yang dulu Amanda miliki kini telah tiada dan dia juga sangat sadar kalau itu semua memang karena dirinya. Dialah yang sudah membuat Amanda menjadi seperti ini."Nggak seharusnya kamu bersikap kayak gitu ke Shadam. Dia itu cuma anak kecil, Amanda. Jangan terlalu keras sama dia.""Tahu apa kamu soal merawat Shadam. Selama ini aku yang udah ngerawat dia dan kamu nggak tahu apa-apa soal Shadam." Amanda melayangkan tatapan tak sukanya kepada Angga. Tatapan tak suka sekaligus benci."Aku tahu aku memang banyak salah sama kamu, tapi kenapa susah banget dapat maaf dari kamu. Aku bener-bener nggak berniat selingkuh hari itu. Sebenarnya Nessa ....""Cukup, Mas." Amanda menutup kedua telinganya, dia benar-benar muak mendengar nama Nessa. "Aku nggak mau dengar nama itu. Aku muak sama nama itu dan gara-gara dia juga kamu sampai nggak peduli sama aku. Kamu sampai lupa sama semua janji-janji yang udah kamu ucapi
Amanda memijat pelipisnya guna meredakan rasa sakit di kepala yang dia alami sejak tadi. Namun, rasa sakit itu tak juga kunjung menghilang dan malah makin bertambah saja. Amanda mengembuskan napasnya beberapa kali guna untuk mengurangi rasa sesak di dadanya. Namun, rasa sesak itu pun tak ingin juga menghilang. Semua rasa sakit itu seolah tak ingin pergi dari kehidupan Amanda dan ingin terus saja menghantui kehidupan wanita itu."Akhirnya ... rahasia itu terbongkar juga dan aku ... harus mengatakan juga meski terpaksa."Ya ... Amanda sudah menunjukkan kepada Angga tentang keberadaan makam saudari kembar Shadam. Bayi perempuan yang dia lahirkan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Rasa sakit karena kehilangan salah satu anaknya belum juga menghilang sampai detik ini. Bahkan, Amanda harus terpaksa mengungkapkan supaya Angga tak membawa Shadam pergi jauh dari dirinya.***Angga diam tak percaya di samping makam kecil tersebut. Dia benar-benar tak menyangka kalau Amanda saat itu tengah hamil
Angga mengembuskan napasnya dengan kasar. Dia memang sudah tahu semua kebenarannya tetapi saat ini ia tidak mengungkapkan kebenaran itu. Namun, reaksi Shadam malah terkejut seperti itu."Oom nggak bilang kalau Papa Jung itu bukan papa kamu, tapi oom nanya ... kalau misalkan itu terjadi bagaiman
"Aku minta maaf, aku juga nggak bermaksud melakukan itu." Angga menunduk, meski sebenarnya dia ingin berkata lain. Namun, untuk saat ini mengalah adalah yang terbaik. Dia akan mencoba mencari tahu semuanya tentang Shadam dan juga hubungan Amanda dengan Daejung. Setelah berkata demikian, Angga mem
"Shadam ... melambangkan pesona dan karisma. Ia adalah seorang yang glamor dan ingin menjadi pusat perhatian, mengutarakan gagasan dan acara, serta bekerja keras untuk mewujudkannya. Ia adalah seorang yang perasa, pemimpi, tulus, semangat, dan mudah jatuh cinta. Jadi intinya mami pilih nama itu
Amanda masih bersiap di dalam kamarnya dengan jantung yang berdegup cukup kencang, entah mengapa dia menjadi gugup dengan tiba-tiba mengingat bahwa tamu khusus yang telah Daejung undang adalah pemilik utama perusahaan yang sedang bekerja sama dengan dokter bujang tersebut. Dia memperhatikan setiap












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.