Seketika Tiara melihat adik iparnya pulang, dia pun bertanya, “Amelia, kamu sudah makan? Kalau belum, nanti aku masak untuk kamu.” Yuna menarik tangan menantunya dan menyahut, “Nggak usah pedulikan dia. Dia sudah suruh Jonas masak untuk dia. Pokoknya selama ada Jonas, Amelia nggak mungkin kelaparan, deh.” Mendengar itu, Tiara pun duduk kembali ke sofa dan tersenyum. “Mama kok ngomong begitu. Jonas yang menawarkan diri untuk masak, tapi Mama bilang begitu seolah-olah aku yang suruh dia. Sekarang Mama makin pilih kasih, ya. Mama sekarang sayangnya sama Jonas, bukan sayang aku lagi. Padahal kalau bukan karena aku, Mama juga nggak bakal punya menantu sebaik Jonas. Makanya, harusnya Mama masih sayang sama aku kayak dulu.” Yuna membalas dengan tawa kekeh, “Kalau kamu nggak bilang mau makan masakannya Jonas, memangnya dia bakal masak? Mama tadi sudah panggil kalian berdua untuk makan bareng, tapi kamu nggak mau. Jonas sudah capek kerja seharian, pulang ke rumah masih harus melayani kamu.”
Read more