Suara ledakannya memekakkan telinga, seolah-olah hendak merobohkan atap rumah saja!Theresia terbengong ketika melihat semua yang terjadi di hadapannya.Morgan memeluk Theresia erat-erat dengan kedua tangan, lalu menenangkan dengan suara rendah, “Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja. Sirla hanya lagi bercanda sama kamu.”“Sirla?” Theresia menoleh dengan tatapan kosong, memandang pria bertopeng yang ditendang Morgan hingga terjatuh ke lantai.Pria bertopeng itu berdiri, lalu melepaskan alat pengubah suara, kemudian mengangkat tangan untuk membuka topeng di wajahnya, memperlihatkan wajah tampan dengan senyum tipis. “Lacey, apa kamu masih ingat sama aku?”Pikiran Theresia berdengung. Saat ini, air mata masih berlinang di dalam matanya. Dia masih belum merespons, hanya menatap Sirla dengan terbengong. Dia merasa dirinya bagai orang bodoh saja!Morgan melepaskan Theresia, lalu berkata dengan suara perlahan, “Apa kamu lapar? Kamu makan dulu. Tunggu aku sebentar di sini!”Usai berbicara,
Baca selengkapnya