Theresia memberi tahu tentara bayaran itu alamat rumah tinggal Tehja.Tentara bayaran itu mengiakan dengan dingin. Sepertinya dia sudah menghafalnya. Ketika melihat sikap Tehja yang berjalan dengan lambat itu, dia langsung mengangkat Tehja ke atas pundaknya, lalu berjalan pergi.Tehja meronta sejenak, lalu menjerit dengan menangis, “Paman, Kakak.”Perlahan-lahan, suara kedengaran semakin menjauh.Theresia merasa ada yang tersangkut di tenggorokannya. Hanya saja, dia jelas sekali, membiarkan Tehja pergi adalah pilihan terbaik untuk saat ini.Di luar rumah kayu, orang-orang yang dipukul Morgan hingga terkapar di lantai sudah dipapah oleh rekannya. Orang dengan luka berat sedang istirahat dengan berbaring di lantai, sedangkan orang dengan luka ringan memasuki rumah untuk menunggu perintah.Pria bertopeng keluar untuk bertelepon. Setelah pulang, dia pun memerintah anggotanya sendiri, “Awasi mereka dulu. Tunggu arahan dari atasan.”“Baik!” balas beberapa tentara bayaran.Pria bertopeng kelu
อ่านเพิ่มเติม