“Nek!” panggil Agnes. Ketika menyadari wanita tua itu tidak bergerak, dia mendorong Riana ke samping, lalu mengangkat bantal untuk melihat bagian bawahnya.Sebuah kantong kertas coklat terlihat di bawah sana. Mata gadis itu langsung berkilauan. Dia spontan tersenyum lega, seolah-olah bebannya telah tersingkirkan.Agnes menarik keluar kantong kertas coklat itu, mengeluarkan isinya, lalu membacanya dengan cepat. Semakin dibaca, wajahnya justru semakin dingin, bahkan tatapannya mengandung aura kebencian. Saking bencinya, dia pun memelototi si wanita tua.Lantaran takut Hestya akan masuk, Agnes segera mengeluarkan ponsel untuk memotretnya. Setelah selesai memotret, dia kembali memasukkannya ke dalam kantong kertas coklat itu, lalu mengembalikannya ke tempat semula.Barang yang Agnes cari sudah didapatkannya. Tidak ada alasan lagi untuk tetap tinggal di sini. Agnes pun membuka pintu dan berjalan pergi.Setelah kembali ke mobilnya sendiri, Agnes merasa semakin gusar saja. Tadinya dia ingin m
Read more