Satu keluarga kumpul di ruang makan saat Dara pamit tadi. Arvin ada di sana dan mendengar suara muntahan istrinya. Bimbang antara mau pergi ke kantor atau tetap di rumah. Khawatir kalau istrinya semakin parah. Baru pertama kalinya Arvin merasakan bimbang untuk meninggalkan Dara di rumah. Sekalipun ada Sabrina, tapi Arvin sendiri hanya ingin ada di sisinya Dara saat ini.“Kamu nggak usah ke kantor. Temani Dara di rumah nggak apa-apa. Masa-masa dia lagi parah-parahnya, nggak bisa masuk apa-apa.”Tapi Arvin tidak enak hati, sekalipun mendengar ucapan itu dari Khadafi, namun Arvin tetap saja tidak bias untuk diam saja seperti itu. “Papa sama Mama nggak jijik?”“Vin, yang namanya hamil itu mana mungkin sih bikin kita jijik. Muntahnya dia nggak bisa ditahan. Dia juga sakit, perutnya, kepalanya pusing, dadanya juga sakit. Mama kamu dulu gitu kok. Hamil di kamu yang itu parah. Sampai nggak bisa apa-apa. Kamu nggak usah ke kantor. Kamu pijat kakinya, kepalanya atau apa pun itu. Dia nggak pas
最終更新日 : 2025-10-27 続きを読む