Mag-log inBijak dalam memilih bacaan (21+) "Apa yang mau kamu jelasin ke aku? Kamu tidur dengan kakakku dan sekarang dia hamil?" Dara sudah tersulut emosi ketika kekasih yang sudah dia pacari selama lima tahun itu tiba-tiba sudah resmi menjadi kakak iparnya. Terlebih mengerikannya, kakak kandungnya hamil di luar nikah oleh Gio. Bagaimana dia tidak meradang setelah mengetahui semuanya. Bukannya membela Dara, tapi orangtuanya meminta Dara untuk ikhlas dengan pernikahan Letta dengan Gio. Karena sudah terlanjur. Dikhianati oleh dua orang sekaligus membuat Dara langsung minggat dari rumah. Niatnya pulang dari apartemen dan berkunjung ke rumah orangtua adalah untuk berikan kejutan karena dia telah lama tidak pulang. Tapi kehamilan kakaknya membuat dia tidak percaya kalau mereka semua mengkhianati Dara sejauh ini.
view more“Kakak!”Arvin melihat kalau Zayn mengajak adiknya untuk main dipinggir kolam. Cara Zayn bermain dengan adiknya terbilang cukup menegangkan. Walaupun Selena memakai pelampung. Tetap saja Arvin khawatir kalau sang kakak tiba-tiba punya perasaan tidak suka terhadap adiknya lalu mendorong ke kolam.Sementara dia baru saja pulang bekerja dan melihat ketiganya ada di belakang. “Papa.” Panggil Selena dan mendekat ke arahnya.Dia langsung menggendong anaknya yang basah itu. Selena begitu ceria saat Arvin datang.Dia mencium anaknya. “Suka main sama kakak?”Selena mengangguk. “Suka, Mama juga.” tunjuknya pada Dara yang juga ada di kolam renang.“Ini juga yang tua, bukannya ngawasin anak. Malah seru sendirian. Selena di pinggir kolam tuh tadi.”Ekspresi Dara langsung cemberut dikatai seperti itu. “Mereka lagi main kok.”“Tapi lihat juga mereka main gitu. Selena dipinggir kolam. Gimana nanti kalau mereka main dorong-dorongan?”“Mas, khawatir boleh. Tapi jangan berprasangka buruk sama anak sendi
Setelah mengeluarkan Gio dari perusahaan. Arvin menaikkan jabatan Henry di perusahaan. Kinerja mereka berdua sangat berbeda jauh, dilihat dari segi apa pun tidak ada kesamaan. Satunya sibuk dengan hasilnya, satunya sibuk dengan pekerjaan orang lain.“Pak, hari ini rapat dengan perusahaan dengan beberapa cabang kita.”Arvin melihat jam yang seketika lupa kalau anaknya belum dijemput ke sekolah. Waktu hanya tinggal dua puluh menit. Meskipun jarak sekolah dengan kantor yang dekat. Semenjak Zayn dan Karin sekolah, dia yang mengantar dan menjemput anaknya. Tapi Karin hanya akan bareng ketika pulang.“Oke, saya akan ke ruangan nanti.”Arvin cukup profesional ketika bekerja. Tidak akan membuat orang lain menunggu. Walaupun yang akan dia jemput adalah anaknya.Arvin baru saja keluar dari ruangannya dan hendak meminta bantuan kepada sopirnya untuk menjemput anak-anak. Henry lewat di depannya. “Nggak jemput anak-anak, Pak?”“Sebenarnya mau pergi. Tapi ada rapat.”“Oh ya udah kalau gitu nanti an
Dara pikir, setelah dia menikah dengan Arvin. Dia akan memahami pria itu. Tapi ternyata salah. Jika dulunya Dara yang sering marah-marah. Berbanding terbalik sekarang ini. Arvin marah karena Dara beberapa hari lalu tidak menjawab telepon suaminya ketika sedang ada di luar kota. Mengabaikan telepon dan justru asyik dengan Sabrina.Sedangkan Arvin kala itu serius bertanya tentang kabar. Tapi Dara mengabaikannya, karena tidak enak pada mertua. Dia pikir, suaminya akan paham dengan itu. Akan tetapi Dara salah. Suaminya marah lantaran kejadian itu. Sampai sekarang tidak menegur Dara sama sekali.Setiap makanan disiapkan oleh Dara pun tidak disentuh oleh Arvin. Malah memesan makanan dari luar. Dara sudah berkali-kali mencoba menyapa suaminya. Tapi tidak ada tanggapan.Hanya karena tidak ingin momen bersama dengan Sabrina itu terlewatkan. Karena Dara begitu sayang pada mertuanya. Mengingat juga perlakuan wanita itu sangat baik terhadap Dara. Jadi, dia berusaha sebisa mungkin untuk menanggapi
Arvin duduk dengan memangku anaknya di ruang kerja. Hari ini ada anak dan juga istrinya yang datang mengunjungi untuk membawakan makan siang untuknya. Arvin yang meminta istrinya untuk datang membawakan makan siang itu. Karena posesifnya Dara itu kumat kalau sudah berhubungan dengan pekerjaan Arvin yang sibuk.Demi mengobati rasa penasaran Dara yang sangat keras tersebut. Ia mau tidak mau harus membawa istrinya ke kantor. Ada Zayn yang sedang main di bawah bersama dengan Karin. Sedangkan Selena dipangku Arvin. Dara sedang mengambil piring di luar.Ini agak tidak beres suasana hati istrinya. Jadi, mau tidak mau juga Arvin harus menjadi orang yang pengalah lagi pada istrinya.Dia mencium Selena berkali-kali sampai anaknya tertawa. “Kakak lagi main di bawah tuh. Adek buruan besar, biar ikutan main.”Dara masuk ke dalam ruangannya membawa piring. “Sayang, Zayn udah makan?”“Bentar lagi ke sini kok dia. Soalnya tadi aku udah panggil, sekalian ajakin Karin buat makan.”Arvin mengiyakan, mem
Arvin ke Singapura terlebih dahulu untuk memastikan tempat tinggalnya apakah akan disukai oleh Dara atau tidak nantinya.Dia pergi sendirian selama beberapa jam ke sana. Rumah sakit tempat melahirkan untuk Dara nanti juga sudah disiapkan oleh sang mama. Mereka memilih rumah sakit terkenal. Yang ten
“Vin, duduk bentar, Nak!”Baru saja Arvin pulang dari kantor. Setelah sepanjang hari dia harus bekerja keras demi membuat Khadafi istirahat di rumah saja. Pria itu duduk di sofa sebelah dengan Sabrina. “Ada apa, Ma?”“Naikin jabatan Gio dong!”Arvin mendengarnya malah tidak suka. Memangnya apa pres
Dara rindu rumah yang ditempatinya bersama dengan Arvin. Tapi sayangnya pria itu tidak mau mengajak Dara untuk pulang dengan alasan Sabrina dan Khadafi yang menahan. Memang mereka berdua tidak diperbolehkan untuk pulang. Baik Dara maupun Arvin tetap menghargai kedua orangtua itu. Demi kebaikan cucu
Dara sangat bahagia sekali ketika diminta pulang oleh orangtuanya. Mengatakan jika dia disiapkan masakan yang sangat disukainya di rumah. Ia langsung meminta izin kepada Arvin dan juga mertuanya. Malah dia langsung diberikan izin untuk ke sana dengan syarat harus pergi dengan sopir.Menjadi anak ya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.