Denzel terdiam sejenak. Bohong adalah hal yang ia benci, tapi melindungi Audrey adalah prioritas mutlak. "Tim forensik sedang bekerja, Baby. Semuanya hancur total. Sangat sulit untuk memastikan apa pun saat ini. Tapi jangan pikirkan itu sekarang, oke? Fokuslah pada dirimu dan... Calon bayi kita, baby.." Denzel merendahkan tubuhnya, mengecup perut Audrey dengan durasi yang lama, menyalurkan semua hasrat perlindungan yang ia miliki. Sentuhan bibir Denzel di kulit perutnya membuat Audrey sedikit geli sekaligus terharu. "Aku merasa seperti sedang bermimpi, Denzel. Di tengah api dan peluru, Tuhan menitipkan malaikat kecil ini di rahimku," bisik Audrey, air mata bahagia mengalir di pipinya. Denzel mendongak, menatap mata Audrey yang berkaca-kaca. Gairah yang muncul di antara mereka kali ini bukan lagi sekadar nafsu, melainkan cinta yang mendalam. Denzel mengusap air mata istrinya dengan ibu jari, lalu menangkup wajah Audrey.
Última actualización : 2025-12-31 Leer más