Pagi itu Denzel bangun lebih dulu, wajahnya tampak tenang dari beberapa hari lalu. Ia mengusap bahu polos Audrey, merasakan kelembutan kulit istrinya yang sehalus sutra. Ia mencium puncak kepala Audrey, lalu turun ke ceruk lehernya, menghirup aroma vanilla yang memabukkan. "Ngg... Denzel," gumam Audrey, ia menggeliat pelan. Matanya terbuka, menatap manik mata Denzel yang menatapnya dengan penuh cinta yang nyata. "Jam berapa sekarang?" "Masih cukup pagi untuk memulai hari, sayang. Tapi sekarang waktunya untuk mencintaimu lagi, baby," bisik Denzel dengan suara serak khas bangun tidur. Ia menarik selimut lebih tinggi, namun tangannya mulai menjelajah di bawah kain itu, mencari lekukan tubuh Audrey yang selalu membuatnya candu. Audrey tertawa kecil, menahan tangan Denzel yang mulai nakal. "Tadi malam kamu janji kalau kita akan kembali ke mansion pagi ini, Denzel. Kita harus melihat Trustin dan... Daan memastikan semuanya benar-benar berakhir." Denzel menghela napas, menyandarkan
Last Updated : 2026-01-08 Read more