“Paman Jacksonville benar, dia akan tumbuh lebih hebat dari kita..” Denzel memperhatikan wajah polos jagoan kecilnya. Tiba-tiba tawa renyah Kenneth seketika terdengar memenuhi ruang tengah mansion yang megah itu. Di pelukan Denzel, bayi mungil itu terus mengoceh, seolah sedang menceritakan betapa sulitnya perjuangan merangkak tadi. Denzel menciumi pipi Kenneth berkali-kali, tidak memedulikan keringat yang masih menempel di tubuhnya pasca latihan dan pergumulan panas dengan Audrey di ruang latihan. Audrey menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Denzel, jarinya mengusap punggung kecil Kenneth dengan penuh kasih. "Lihat dia, Daddy. Dia benar-benar memiliki tekadmu. Sekali punya tujuan, dia tidak akan berhenti sampai mencapainya." Denzel menoleh, menatap istrinya dengan tatapan yang sangat dalam. Ia menarik pinggang Audrey agar semakin merapat, lalu mengecup keningnya lama. "Dia memilikimu juga, Audrey. Kelembutanmu yang membua
Read more