Trustin menendang pintu kamarnya dan membaringkan Sarah dengan sangat hati-hati di atas ranjang. Ia segera membuka sepatu Sarah dan menyelimutinya. "Tahan, Sayang... Dokter akan sampai sebentar lagi," ucap Trustin, suaranya bergetar karena ketakutan yang luar biasa. Ia duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan Sarah dan menciumnya tanpa henti. Sarah mengerang, ia memegangi perut bawahnya. "Sangat sakit, Trustin... seolah ada yang menarik-narik di dalam..." "Jangan menakuti ku, Sarah... Kumohon, bertahanlah," bisik Trustin. Ia mengusap dahi Sarah yang basah, menyingkirkan anak rambut dengan penuh cinta. Rasa bersalah memenuhi hatinya, ia merasa kegaduhan dan stres yang diciptakannya tadi yang membuat kondisi fisik Sarah tiba-tiba drop. Sepuluh menit kemudian, Aiden datang bersama dokter pribadi resort. Aiden tampak sangat cemas, ia berdiri di ambang pintu sementara dokter mulai memeriksa Sarah. "Tuan Tru
Read more