Suasana di dalam ballroom Resort Dermaga mendadak hening ketika Trustin melangkah kembali ke atas podium. Ia tidak mengenakan jasnya lagi, hanya kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku, namun wibawanya justru semakin berlipat ganda. Di sampingnya, Sarah berdiri dengan wajah merona, jemarinya bertautan erat dengan tangan besar Trustin.Denzel, Audrey, Aiden, dan Elena yang baru saja bergabung, berdiri melingkar di meja utama. Mereka semua menatap Trustin dengan tatapan bertanya-tanya, kecuali keluarganya yang sudah bisa menebak apa yang akan disampaikan. "Hadirin sekalian, kolega, dan keluarga besar saya," suara Trustin menggelegar, rendah namun penuh dengan kebanggaan. "Hari ini bukan hanya tentang bisnis atau peresmian peresmian Sarah sebagai pemilik resort. Hari ini juga tentang masa depan keluarga kami."Trustin menjeda sejenak, ia menatap Sarah dengan sorot mata yang begitu sensual dan penuh cinta, seolah tamu di sana hanyalah latar b
Read more